ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dari data WHO (2016) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore, dengan 10-15% mengalami dismenore berat. Dysmennorhea pada remaja harus ditangani meskipun hanya dengan pengobatan sendiri atau non farmakologi untuk menghindari hal–hal yang lebih berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dysmenorrhea pada remaja putri di SMAN 2 Sukatani 2022.
Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan desain penelitian Analitik dengan teknik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 103 remaja putri yang sudah mengalami menarche di SMAN 2 Sukatani kelas X MIPA tahun 2022. Tehnik pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 103 sampel. Alat penelitian yang digunakan berupa kuesioner mengenai variable usia menarche dan kebiasaan olahraga yang terdiri dari 5 pertanyaan disusun secara sistematis dalam bentuk kuesioner, yang disusun oleh peneliti sendiri. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, pengkodean data, entry data dan analisis ( Univariat dan Bivariat).
Hasil uji statistic menggunakan Chi-squere didapatkan nilai p-value 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan antara kejadian dysmenorrhea dengan usia menarch, lama menstruasi dan kebiasaan olahraga di SMAN
2 Sukatani Kelas X Mipa Tahun 2022.
Dapat disimpulkan bahwa dengan usia menarch, lama menstruasi dan kebiasaan olahraga berhubungan dengan kejadian dysmenorrhea. Disarankan agar SMAN 2 Sukatani dapat memberikan penanganan dysmenorrhea dan dukungan olahraga yang mampu mengurangi nyeri pada dysmenorrhea dan Bidan dapat memberikan asuhan kesehatan reproduksi khususnya pada remaja.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disminore primer 90% terjadi pada wanita yang telah vii mengalami menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Nyeri saat menstruasi sangat berdampak pada remaja putri, ini menyebabkan aktivitas remaja tersebut terganggu terutama belajar di sekolah. Upaya pemerintah mewujudkan kesehatan pelajar dalam bentuk program UKS untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungannya. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat. Metode Jenis penelitian yang dilakukan penelitian analitik observasional, dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 213 sampel yang diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Hasil Hasil penelitian Chi-square didapatkan ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga terhadap tingkatan nyeri dismenore primer dengan p-value 0,05. Kesimpulan Terdapat hubungan antara tingkat nyeri dismenore primer dengan usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Laporan Penelitian, Februari 2023 Asprinda Octalerian Wardani, NIM : 221050002 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri Haid (Dismenorea Primer) Pada Pekerja Wanita Usia Subur di PT X Tahun 2022 ABSTRAK Nyeri haid (dismenorea primer) adalah nyeri menstruasi sebagai nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Menurut WHO terdapat 1.769.425 jiwa (90%) wanita mengalami dismenore. Di Indonesia nyeri haid (dismenore) berkisar 55%, Jawa Barat sebanyak 54,9%, di Bekasi sebanyak 63,2% wanita usia subur mengalami nyeri haid (dismenorea). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan metode penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 60 wanita usia subur. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa 40 responden (87%) usia menarche ≥ 11 tahun dengan nyei haid (dismenorea primer), sebanyak 47 responden (83,9%) lama menstruasi normal (4-7 hari) dengan nyeri haid (dismenorea primer), dan sebanyak 33 responden (89,2%) aktivitas fisik berat dengan nyeri haid (dismenorea primer). Dari hasil uji chi-square antara usia menarche dengan nyeri haid sendiri menunjukkan nilai p (0,024) α (0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji chi-square antara lama menstruasi dengan nyeri haid menunjukkan nilai p (0,023) α (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji chi-square antara aktifitas fisik dengan nyeri haid menunjukkan nilai p (0,044) α (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, ada hubungan yang signifikan antara usia menarche, lama menstruasi, dan aktivitas fisik dengan kejadian nyeri haid di PT X tahun 2022. Kata Kunci : Nyeri Haid, Usia Menarche, Lama Menstruasi, Aktivitas Fisik PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Research Report, February 2023 Asprinda Octalerian Wardani, NIM : 221050002 Factors Affecting Menstrual Pain (Primary Dysmenorrhea) in Reproductive Age Female Workers at PT X in 2022 ABSTRACT Menstrual pain (primary dysmenorrhea) is menstrual pain as brief pain before or during menstruation. According to WHO there are 1,769,425 souls (90%) of women experiencing dysmenorrhea. In Indonesia menstrual pain (dysmenorrhea) ranges from 55%, West Java as much as 54.9%, in Bekasi as many as 63.2% of women of childbearing age experience menstrual pain (dysmenorrhea). This study used an analytic observational research design with cross sectional research methods. The sampling technique used simple random sampling technique with a sample of 60 women of childbearing age. The univariate data analysis technique used the frequency distribution and the bivariate analysis used the chi-square test. The results showed that 40 respondents (87%) were menarche ≥ 11 years old with menstrual pain (primary dysmenorrhea), 47 respondents (83.9%) had normal menstrual periods (4-7 days) with menstrual pain (primary dysmenorrhea), and as many as 33 respondents (89.2%) heavy physical activity with menstrual pain (primary dysmenorrhea). From the results of the chi-square test between the age of menarche and menstrual pain itself, it shows a p value (0.024) α (0.05), then Ha is accepted and Ho is rejected. The results of the chi-square test between the length of menstruation and menstrual pain show a value of p (0.023) α (0.05), so Ha is accepted and Ho is rejected. The results of the chi-square test between physical activity and menstrual pain show a p value (0.044) α (0.05) so Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion in this study is that there is a significant relationship between menarche age, menstrual duration, and activity. with the incidence of menstrual pain at PT X in 2022. Keywords: Menstrual Pain, Menarche Age, Menstrual Length, Physical Activity