BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Mual dan muntah merupakan masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi nutrisi ibu hamil pada trimester awal. Rendahnya pengetahuan mengenai penanganan keluhan ini dapat meningkatkan risiko mual muntah berlebihan hingga hiperemesis gravidarum. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menggunakan media audio visual diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Puskesmas Mekar Mukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 35 ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan teknik purposive sampling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan media audio visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Paired Sample T-Test. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 19 responden (54,3%). Setelah edukasi, sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 32 responden (88,6%) dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji menunjukkan nilai t = −11,953 (df = 34) dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Keterlambatan bicara (speech delay) adalah masalah
perkembangan yang umum pada anak prasekolah dan dapat berdampak pada
kemampuan komunikasi, sosial, dan akademik anak di masa depan. Pengetahuan
orang tua yang terbatas mengenai deteksi dini dan stimulasi bicara menjadi salah
satu faktor penghambat perkembangan bahasa anak. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio
visual terhadap pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay)
pada anak prasekolah di Posyandu Melati, Desa Sukadanau, Kabupaten
Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan
pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua
yang memiliki anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Posyandu Melati 1 dan 2,
sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan menggunakan video
animasi selama 10 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan
yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan
uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan orang
tua setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden
memiliki pengetahuan dalam kategori baik (46,7%) dan cukup (40,0%). Setelah
intervensi, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan
menjadi kategori baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2tailed)
sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara
pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan
pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak
prasekolah. Media audiovisual efektif digunakan sebagai alat edukasi kesehatan di Posyandu.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur
(WUS). Kurangnya pengetahuan dalam membedakan keputihan normal dan abnormal
dapat meningkatkan risiko infeksi. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi keputihan pada WUS
mencapai 29,48% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
media audio visual terhadap pengetahuan wanita uisa subur tentang keputihan di TPMB Ira
Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan
desain one group pretest-posttest pada 57 responden yang ditentukan melalui teknik total
sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan
pengetahuan responden setelah intervensi (p = 0,000), dengan mayoritas responden
sebelum intervensi berada pada kategori cukup (61,4%) dan kurang (36,8%), sedangkan
setelah intervensi seluruh responden (100%) masuk kategori baik. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia
subur mengenai keputihan dan dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan
reproduksi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Menarche merupakan tanda awal kedewasaan reproduksi pada perempuan yang seringkali menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan dalam menghadapi kesiapan menarche pada remaja putri. Subyek dan Metode : Sampel penelitian ini seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang dengan teknik Purposive. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest Instrumen ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang menarche dengan media audio visual. Hasil :Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum diberikan intervensi yaitu sebanyak 28,9% siswi memiliki pengetahuan kurang, 66,3% siswi pengetahuan cukup, dan 4,8% siswi pengetahuan baik. Setelah diberikan intervensi, 95,2% siswi memiliki pengetahuan baik dan 4,8% meiliki pengetahuan cukup. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test, yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual (p = 0,000). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi kesiapan menarche. Disarankan pihak sekolah agar dapat menfasilitasi pembelajaran dengan pendidikan kesehatan dengan media audio visual tentang kesehatan reproduksi mengenai menarche secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan khususnya pada remaja putri melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu indikator masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pengetahuan WUS tentang gizi dan pola asuh menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting. Tujuan: Mengetahui pengaruh media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Posyandu Bougenville, Desa Cicau, Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 70 WUS, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pretest dan posttest. Penyuluhan dilakukan menggunakan media audio visual, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan WUS dari 45,21 sebelum intervensi menjadi 80,29 sesudah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS. Kesimpulan: Media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami melalui kombinasi gambar, suara, dan gerak. Saran: Tenaga kesehatan dan kader posyandu disarankan untuk menggunakan media audio visual dalam kegiatan penyuluhan, khususnya terkait gizi dan kesehatan anak, untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di masyarakat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan suatu kondisi yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor resiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor resiko stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain preeksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka. Kata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Dampak perineal hygiene yang kurang baik yang sering terjadi adalah keputihan (Fluor
Albus), karena tidak memperhatikan kelembaban serta kurangnya menjaga kebersihan area
genitalia dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan setelah BAB dan BAK juga hal ini
dikarenakan kurangnya menjaga kebersihan tangan. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui
pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan remaja putri tentang perineal hygiene saat
menstruasi. Pada penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X, XI, dan kelas XII. Metode
pengumpulan sampel menggunakan simple random sampling yaitu peneliti mengambil responden
yang memenuhi kriteria, secara acak yaitu jumlah sampel yaitu 321 responden. Instrument
pengumpulan data dengan data primer, analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariate
dengan uji Wilcoxon test. Hasil uji uji Wilcoxon yang diperoleh yaitu P value 0,000, dimana nilai P
< 0,05, yang berarti adanya pengaruh pemberian media audio visual tentang perineal hygiene saat
menstruasi pada remaja. Diharapkan dari pihak sekolah adanya mata pelajaran tentang kesehatan
reproduksi perineal hygiene saat menstruasi, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan
remaja purti tentang menjaga Kesehatan reproduksi Wanita.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk dari kekerasan seksual, yang tindakannya merugikan korban (Wulandari, 2022), Pelecehan seksual mencakup perilaku seksual secara fisik maupun non fisik. Jumlah kasus kejahatan di dunia menurut WHO 2018 sebanyak 736 juta dari mereka mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI tentang pelecehan seksual Metode Penelitian Pre eksperimen design dengan rancangan yang di gunakan adalah one group pretest posttest desain. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas VI di SDN Jatireja 01 Cikarang Timur berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik sampling jenuh berjumlah 77 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual dengan p - value sebesar 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk dari kekerasan seksual, yang tindakannya merugikan korban, dampak pelecehan seksual terhadap anak akan menimbulkan trauma bagi korban tindakan tersebut, sehingga dapat mengganggu korban dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari (Wulandari, 2022), Pelecehan seksual mencakup perilaku seksual secara fisik maupun non fisik mengacu pada perilaku yang mencakup bersiul, menggoda, komentar seksual, menampilkan materi pornografi dan seksualitas, menyodok atau menyentuh bagian tubuh, dan menyebabkan ketidaknyamanan, pelanggaran, penghinaan dan mungkin masalah kesehatan dan keselamatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI di SD Negeri jatireja 01 Cikarang Timur. Metode Penelitian Pre eksperimen design dengan rancangan yang di gunakan adalah one group pretest posttest desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas VI berjumlah 77 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 77 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa yang digunakan untuk analisa bivariate adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual, dengan meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan anak tentang pendidikan seksual sebelum dan sesudah diberikan pendidikan dengan media audio visual dengan p- Value sebesar 0.000 (p0,05). Terdapat pengaruh pemberian pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI tentang pelecehan seksual. Disarankan penelitian ini menjadi sebuah inovasi bagi para orang tua dan bagi tenaga pengajar untuk memberikan pendidikan seksual yang kreatif seperti media audio visual untuk meningkatkan pengetahuan anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kanker serviks merupakan penyebab kematian perempuan kedua di Indonesia. Data Kemenkes tahun
2020 terdapat 36,633 (9,2%) kasus di Indonesia. Cakupan pemeriksaan IVA test di Kabupaten Bekasi yang masih rendah yaitu hanya 0,02% pada Triwulan 1 (Januari s.d maret) Tahun 2022 dari 44 Kecamatan dan 44 Puskesmas. Masih kurangnya pengetahuan dan informasi yang keliru tentang kanker serviks sehingga wanita usia subur takut melakukan pemeriksaan IVA test. Tenaga Kesehatan membantu program pemerintah membantu memberikan edukasi dan informasi pada wanita usia subur untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan melakukan deteksi dini dengan metode IVA test. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Populasi seluruh wanita usia subur di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022 yaitu sebanyak
258 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur (WUS) melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020 dengan nilai P value < 0,05. Kesimpulan, terdapat peningkatan yang sangat siginfikan terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur setelah diberikan media audio visual. Dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Kanker serviks merupakan penyebab kematian perempuan kedua di Indonesia. Data Kemenkes tahun 2020 terdapat 36,633 (9,2%) kasus di Indonesia. Cakupan pemeriksaan IVA test di Kabupaten Bekasi yang masih rendah yaitu hanya 0,02% pada Triwulan 1 (Januari s.d maret) Tahun 2022 dari 44 Kecamatan dan 44 Puskesmas. Masih kurangnya pengetahuan dan informasi yang keliru tentang kanker serviks sehingga wanita usia subur takut melakukan pemeriksaan IVA test. Tenaga Kesehatan membantu program pemerintah membantu memberikan edukasi dan informasi pada wanita usia subur untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan melakukan deteksi dini dengan metode IVA test. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Populasi seluruh wanita usia subur di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022 yaitu sebanyak 258 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur (WUS) melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020 dengan nilai P value 0,05. Kesimpulan, terdapat peningkatan yang sangat siginfikan terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur setelah diberikan media audio visual. Dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020.