ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan sering terjadi saat ini, khususnya kekerasan seksual, dimana disepanjang 3 tahun ini tidak adanya penurunan. Pada bulan januari-oktober 2021 komnas perempuan menerima aduan sebanyak 4.500 kekerasan seksual, angka ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peran P2TP2A terhadap kasus kekerasan seksual di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan data primer yaitu terdiri atas informan kunci, informan inti dan informan tambahan dan data sekunder dengan subjek penelitian berjummlah 6 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analitif. terdiri dari pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian peran P2TP2A Kabupaten Karawang dalam menangani kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yaitu melakukan pelaporan, penanganan, pendampingan, memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dari klien serta membantu pemerintah dalam perlindungan perempuan dan anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Thalassemia merupakan penyakit genetik kronis yang memerlukan
transfusi darah rutin seumur hidup dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas
hidup pasien anak. Dalam pengelolaannya, pengetahuan orang tua dan kepatuhan
terhadap transfusi darah berperan penting dalam mencegah komplikasi serta
meningkatkan kualitas hidup anak penderita thalasemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dan kepatuhan transfusi darah
dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia di Sentra Medika Hospital
Cikarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel
penelitian adalah seluruh orang tua pasien anak penderita thalasemia yang melakukan
kontrol rutin di Unit Thalasemia sebanyak 51 responden, dengan teknik total sampling.
Data dikumpulkan menggunakan PedsQL versi 4.0 untuk mengukur kualitas hidup anak.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat kuesioner pengetahuan orang tua,
kuesioner kepatuhan transfusi darah, dan instrumen menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan
orang tua dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000), serta
terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas
hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000). Kesimpulan: Anak dengan orang tua
yang memiliki pengetahuan baik dan tingkat kepatuhan transfusi yang tinggi cenderung
memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai pvalue sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Hasil: Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai p-value sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk dari kekerasan seksual, yang tindakannya merugikan korban, dampak pelecehan seksual terhadap anak akan menimbulkan trauma bagi korban tindakan tersebut, sehingga dapat mengganggu korban dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari (Wulandari, 2022), Pelecehan seksual mencakup perilaku seksual secara fisik maupun non fisik mengacu pada perilaku yang mencakup bersiul, menggoda, komentar seksual, menampilkan materi pornografi dan seksualitas, menyodok atau menyentuh bagian tubuh, dan menyebabkan ketidaknyamanan, pelanggaran, penghinaan dan mungkin masalah kesehatan dan keselamatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI di SD Negeri jatireja 01 Cikarang Timur. Metode Penelitian Pre eksperimen design dengan rancangan yang di gunakan adalah one group pretest posttest desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas VI berjumlah 77 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 77 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa yang digunakan untuk analisa bivariate adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual, dengan meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan anak tentang pendidikan seksual sebelum dan sesudah diberikan pendidikan dengan media audio visual dengan p- Value sebesar 0.000 (p0,05). Terdapat pengaruh pemberian pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI tentang pelecehan seksual. Disarankan penelitian ini menjadi sebuah inovasi bagi para orang tua dan bagi tenaga pengajar untuk memberikan pendidikan seksual yang kreatif seperti media audio visual untuk meningkatkan pengetahuan anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kekerasan sering terjadi saat ini, khususnya kekerasan seksual, dimana disepanjang 3 tahun ini tidak adanya penurunan.
Pada bulan januari-oktober 2021 komnas perempuan menerima aduan sebanyak 4.500 kekerasan seksual, angka ini naik
dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peran P2TP2A terhadap kasus
kekerasan seksual di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yaitu
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan data primer yaitu terdiri atas informan kunci,
informan inti dan informan tambahan dan data sekunder dengan subjek penelitian berjummlah 6 orang. Teknik analisis
data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analitif. terdiri dari pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian peran P2TP2A
Kabupaten Karawang dalam menangani kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yaitu melakukan pelaporan,
penanganan, pendampingan, memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dari klien serta membantu pemerintah dalam
perlindungan perempuan dan anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) Paru adalah penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. WHO Global Tuberculosis Report 2016, Indonesia menempati posisi kedua dengan beban TBC tertinggi di dunia. Tren insiden kasus TBC di Indonesia tidak pernah menurun, masih banyak kasus yang belum terjangkau dan terdeteksi, kalaupun terdeteksi dan telah diobati tetapi belum dilaporkan. penelitian mengenai Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan TB pada anak di Poliklinik RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuanitatif korelasional, dengan populasi psien yang datang ke poliklinik anak dengan diagnosa tb sebanyak 65 reponden dengan teknik dilakukan uji statistik menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hasil dari 65 responden. Hasil uji statistic didapatkan tidak ada hubungan antara usia anak, jenis kelamin, status gizi dan imunisasi berobat sedangkan variabel kontrol berobat dengan dengan keberhasilan pengobatan tb pada anak dengan p = 0,000 < lebih kecil dari nilai a (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel kontrol berobat dengan keberhasilan pengobatan TB pada anak di Poliklinik RSUD Bayu Asih Purwakarta. Saran dari penelitian untuk penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel lain seperti kepatuhan minum obat.