Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Anak Prasekolah.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Prasekolah di Posyandu Melati Desa Sukadanau Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Keterlambatan bicara (speech delay) adalah masalah perkembangan yang umum pada anak prasekolah dan dapat berdampak pada kemampuan komunikasi, sosial, dan akademik anak di masa depan. Pengetahuan orang tua yang terbatas mengenai deteksi dini dan stimulasi bicara menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan bahasa anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah di Posyandu Melati, Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Posyandu Melati 1 dan 2, sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan menggunakan video animasi selama 10 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik (46,7%) dan cukup (40,0%). Setelah intervensi, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan menjadi kategori baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah. Media audiovisual efektif digunakan sebagai alat edukasi kesehatan di Posyandu.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Prasekolah di RA El-Farihah Desa Karang Setia Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail