Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Musmundiroh

47 karya publik ditemukan.

2026: 92025: 82024: 152023: 15

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Kelas X Tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tingginya risiko penularan HIV/AIDS pada kelompok usia remja sering kali dipicu oleh keterbatasan akses informasi serta minimnya tingkat pengetahuan. Pendidikan kesehatan berbasis media video animasi menjadi salah satu satu inovasi sarana pembelajaran interaktif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 450 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan rumus slovin sehingga diperoleh 232 responden. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Rank karena data berdistribusi tidak normal. Sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebesar 71,98% (167 orang). Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan dengan media video animasi, tingkat pengetahuan responden meningkat secara signifikan menjadi kategori baik sebesar 89,66% (208 orang). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z = -12,926. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Media audiovisual seperti video animasi terbukti efektif dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi remaja.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Kelas VII di SMP Plus Al Burhaniyah Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi remaja putri, di mana ketidakteraturannya dapat memicu kecemasan dan menjadi tanda awal gangguan kesehatan. Di Indonesia, 63% remaja putri mengalami gangguan kesehatan reproduksi termasuk masalah menstruasi (BKKBN, 2023), namun hanya 35,3% remaja usia 15–19 tahun yang memiliki pengetahuan benar terkait kesehatan tersebut (SDKI, 2022). Kestabilan siklus pada usia remaja ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026 dengan jumlah sampel responden yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri untuk status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), status gizi (p = 0,001), dan pola hidup (kualitas tidur) (p = 0,013) dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p = 0,564) dengan siklus menstruasi. Pengetahuan, status gizi, dan pola hidup (kualitas tidur) merupakan faktor spesifik yang berhubungan langsung dengan siklus menstruasi siswi di SMP Plus Al-Burhaniyah. Pihak sekolah dan pelayanan kesehatan disarankan meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi, pemantauan gizi seimbang, serta manajemen waktu tidur remaja

Pengaruh Edukasi Kesehatan dengan Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil yang Mengalami Mual Muntah di Puskesmas Mekar Mukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mual dan muntah merupakan masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi nutrisi ibu hamil pada trimester awal. Rendahnya pengetahuan mengenai penanganan keluhan ini dapat meningkatkan risiko mual muntah berlebihan hingga hiperemesis gravidarum. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menggunakan media audio visual diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Puskesmas Mekar Mukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 35 ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan teknik purposive sampling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan media audio visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Paired Sample T-Test. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 19 responden (54,3%). Setelah edukasi, sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 32 responden (88,6%) dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji menunjukkan nilai t = −11,953 (df = 34) dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada penurunan imunitas, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi karena mengalami siklus menstruasi setiap bulan dan sering kali memiliki perilaku makan yang kurang memperhatikan asupan gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X SMAN 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 338 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Random sampling dengan rumus slovin dan diperoleh jumlah responden sebanyak 85 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat haemometer easy touch. Analisis data dilakukan secara presentase univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), lama menstruasi (p = 0,004), dan pendapatan orang tua (p = 0,001) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Pengetahuan, lama menstruasi, dan pendapatan orang tua merupakan faktor yang berhubungan langsung dengan kejadian anemia pada siswi kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan. Sekolah disarankan mengadakan edukasi berkala mengenai gizi seimbang dan manajemen menstruasi guna meningkatkan pengetahuan siswi dalam mengantisipasi risiko kehilangan darah yang lama. Selain itu, sekolah perlu menyediakan pilihan jajanan kaya zat besi yang murah di kantin untuk menyiasati keterbatasan daya beli akibat faktor ekonomi orang tua

Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal. Kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, antara lain usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Besarnya risiko dinilai menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil: Dari 444 responden, sebanyak 124 responden (27,9%) mengalami kelahiran prematur dan 320 responden (72,1%) tidak mengalami kelahiran prematur. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dengan kelahiran prematur (p=0,000; OR=2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayat keguguran (p=0,013; OR=1,829), riwayat penyakit (p=0,029; OR=1,665; 95% CI: 1,076–2,577), serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia (p=0,000; OR=3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kelahiran prematur. Kesimpulan: Usia ibu, riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan dengan preeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.

Pengaruh Pijatan Oksitoksin Terhadap Intensitas Nyeri dalam Proses Persalinan Normal Pada Ibu Bersalin di TPMB Ida Farida Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Persalinan adalah proses keluar janin, plasenta, dan selaput ketuban dari dalam rahim melalui jalan lahir. Persalinan dapat menyebabkan nyeri yang dipicu oleh kontraksi. Oleh karna itu dilakukannya pemijatan oksitoksin karna memiliki keunggulan, efek samping minimal, mudah di lakukan, serta dapat membantu mengurangi nyeri dan mempercepat proses pembukaan serviks. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri dalam proses persalinan normal di TPMB Ida Farida tahun 2026. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksprerimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi ibu hamil 30 responden yang di lakukan pada bulan Juli - Agustus dengan menggunakan Uji Wilcoxon Range List. Hasil Uji Wilcoxon Range diperoleh p=0.000 < 0.05, sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap intensitas nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida Tahun 2026. Dapat simpulkan adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Universitas Medika Suherman, dosen pembimbing, TPMB Ida Farida dan seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional serta penyesuaian sosial di masa dewasa. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat penting, karena menyangkut kesehatan reproduksi, kesehatan mental dan juga masa depan mereka. Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan Pendidikan Kesehatan Reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Cikarang Pusat, populasi sebanyak 864 responden, sample sebanyak 100 responden, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang usia beresiko yaitu remaja tengah (usia 15 – 17 tahun) sebanyak 41,5% (P - value 0,000) OR 73,750 (CI 95%: 18,227 – 298,412) pada responden dengan jenis kelamin yang beresiko yaitu pada perempuan sebanyak 36,8 % (P - value 0,000) OR 9,383 (CI 95%: 3,489 – 25,236) pada responden yang memiliki kurangnya sumber informasi sebanyak 39,5 % (P - value 0,000) OR 6,261 (CI 95%: 2,500 – 15,682) pada responden yang memiliki lingkungan yang buruk sebanyak 41,5 % (P - value 0,000) OR 5,147 (CI 95%: 2,097 – 12,630) dan pada responden yang memiliki teman sebaya negatif sebanyak 44,9 % (P - value 0,000) OR 6,391 (CI 95%: 2,536 – 16, 104). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia remaja, jenis kelamin, sumber informasi/media massa, lingkungan dan teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat, remaja di harapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangan perilaku seksual untuk menghindari penyimpangan atau perilaku seks di luar nikah.

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaragam Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Selain itu, karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas berusia <35 tahun (73%), menikah ≤5 tahun (60%), berpendidikan rendah (62%), dan tidak bekerja (53%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Caesaria Pada Ibu Nifas di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.

Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Pada Balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan status gizi kurang memiliki risiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan, baik secara fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berperan penting dalam memantau kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square karena data berdistribusi tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan yang normal (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah tahun 2025. Pemantauan gizi dan perkembangan secara berkala di posyandu sangat penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan asupan gizi anak, dan kader posyandu dapat meningkatkan edukasi tentang gizi dan stimulasi perkembangan.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Menstruasi Terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri di SDN Wanajaya 03 Cibitung Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan yang terkait dengan menarche menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja perempuan, terutama disebabkan oleh kurangnya akses pada informasi yang akurat dan menyeluruh mengenai menstruasi pertamanya. Menarche yang terjadi tanpa adanya persiapan dapat menjadi sumber rasa cemas dan takut yang berpengaruh langsung pada kesiapan mental serta emosional remaja putri saat menghadapi perubahan fisik yang muncul. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai menarche, sehingga tingkat kecemasan pada tahap ini cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan yang memanfaatkan media cetak, seperti booklet, yang dianggap praktis dan mudah dipahami Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet terhadap tingkat kecemasan menarche pada remaja putri. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Terdapat 109 responden yang diambil sebagai sampel melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Uji normalitas dilaksanakan dengan Kolmogorov-Smirnov, sedangkan analisis data menggunakan Uji T-parametik. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan (9,2%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap penurunan kecemasan menarche. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan dengan media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah dasar agar remaja putri lebih siap menghadapi menstruasi dengan pemahaman yang benar dan sikap yang positif.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menopause merupakan fase alamiah yang akan dialami oleh semua Wanita biasanya terjadi diatas usia 45-55 tahun. Menopause ini adalah dalam fase peralihan menuju masa non produktif dari masa produktif, dengan berhentinya menstruasi seorang wanita merupakan suatu tanda yang akan mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita ( Widaningsih,I., 2022). Data WHO bahwa sekitar 1,2 milyar wanita berusia diatas 50 tahun pada 2030 yang akan datang, di Asia ada peningkatan Wanita menopause sebanyak 373 juta jiwa. Kualitas hidup atau quality of life (QOL) setiap wanita berbeda-beda.Tujuan penelitian Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi. Populasi 60 responden dan jumlah sampel 60 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan Total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner MENQOL (Menopause Spesific Quality of Life Questionare), serta lembar kuesioner untuk dukungan suami dan dukungan teman sebaya dan kuesioner aktivitas fisik. Analisis yang digunakan uji Chi Square dilanjutkan dengan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian ini berdasarkan uji Chi-Square dengan SPSS ada hubungan pendidikan dengan kualitas hidup P=0,00, OR 3,923, Ada hubungan Dukungan Suami dengan kualitas hidup P=0,00, OR ,043, ada hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan kualitas hidup P=0,00, OR 20,000, ada hubungan Aktivitas Fisik dengan kualitas hidup P=0,00, OR 53,833 dengan kualitas hidup.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan, dukungan suami, dukungan teman sebaya, aktivitas fisik dengan kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa karang Asih Kec.Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Saran ibu menopause perlu meningkatkan kesehatan dan dukungan sosial, sementar tenaga kesehatan diharapkan memperkuat edukasi serta penelitian selanjutnya diperluas agar lebih komprehensif.

Pengaruh Pijat Bayi Pada Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan di TPMB Bidan Nur Asiah di Perumnas Blok LD No. 18 di Karawang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Pijat bayi merupakan perawatan kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga dapat meningkat kan kualitas tidur, Masalah tidur pada bayi dan balita sebagian besar seperti kesulitan untuk tidur, bangun saat malam disertai anak mudah menangis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat pada bayi 0-12 bulan Di TPMB Bidan Nur asiah Di Perumnas Blok LD No 18 Di Karawang. Subyek dan metode: Menggunakan Metode kuantitatif dengan dengan desain preetest dan posttest. Populasi dalam penelitian 40 bayi, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Kualitas tidur bayi 0-12 bulan dengan kategori kurang tidur terdapat 32 bayi dan balita (80%), dan kategori kualitas cukup tidur terdapat 8 bayi (20%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat adanya pengaruh pijat pada kualitas tidur bayi usia 0- 12 bulan. Kesimpulan: Pemijatan pada bayi sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala, dimulai dari usia 0 bulan, minimal setiap satu bulan 2 kali, baik itu oleh orang tua maupun oleh tenaga profesional yang sudah bersertifikat

Pengaruh Edukasi Melalui Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan WUS Tentang Pencegahan Stunting di Posyandu Bougenville Wilayah Desa Cicau Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu indikator masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pengetahuan WUS tentang gizi dan pola asuh menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting. Tujuan: Mengetahui pengaruh media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Posyandu Bougenville, Desa Cicau, Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 70 WUS, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pretest dan posttest. Penyuluhan dilakukan menggunakan media audio visual, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan WUS dari 45,21 sebelum intervensi menjadi 80,29 sesudah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS. Kesimpulan: Media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami melalui kombinasi gambar, suara, dan gerak. Saran: Tenaga kesehatan dan kader posyandu disarankan untuk menggunakan media audio visual dalam kegiatan penyuluhan, khususnya terkait gizi dan kesehatan anak, untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di masyarakat.

Pengaruh Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keputihan Pada Remaja Putri di SMPN 1 Karang Bahagia Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Keputihan merupakan keluarnya cairan bukan darah yang keluar dari jalan lahir, dan mempunyai ciri-ciri seperti berbau atau tidak, berwarna atau tidak, kental atau cair, dan gatal atau tidak. Keputihan dibedakan menjadi dua kategori: normal (fisiologis) dan abnormal (patologis). Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Karang Bahagia Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana remaja putri SMPN 1 Karang Bahagia tahun 2024 akan semakin mengetahui tentang keputihan akibat menonton video eduksi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat. Hasil : Pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi dengan media video mengenai keputihan dengan 80 responden didapatkan, 53 (66.3%) responden sedangkan pengetahuan baik yaitu 27 (33.8%) responden. Terdapat peningkatan menjadi 80 (100%) responden karena dilakukan edukasi dengan media video tentang keputihan yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Hasil analisisis dengan uji Paired T-test ada pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan keputihan dengan p = 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = diterima, ada pengaruh yang antara peningkatan pengetahuan dengan media video. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai masalah keputihan.

Pengaruh Pemberian Temulawak Madu Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Dengan Gizi Kurang di Desa Solokan Wilayah Kerja Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan karena banyaknya balita memiliki masalah pada nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian temulawak madu terhadap peningkatan nafsu makan pada balita dengan gizi kurang. Penelitian ini berjenis kausalitas dengan metode penelitian kuantitatif quasi eksperiment. Alat pengumpul yang digunakan adalah kuisioner CEBQ. Populasi sasaran adalah balita dengan gizi kurang di Desa Solokan wilayah kerja Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang. Subjek penelitian terdiri dari 42 balita gizi kurang, diperoleh menggunakan total sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian temulawak madu sebagai variable independent dan peningkatan nafsu makan balita dengan gizi kurang sebagai dependent variable. Pengukuran variable menggunakan one grup pretest-post test. Analisa data menggunakan analisis bivariat dan analisis unvariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nafsu makan balita sebelum diberikan temulawak madu dan sesudah diberikan temulawak madu. Hal ini dibuktikan dari jumlah balita dengan nafsu makan baik meningkat yaitu sebelum pemberian temulawak madu sebesar 9.5%, sedangkan sesudah diberikan temulawak madu jumlah balita dengan nafsu makan baik sebesar 83.3%. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa temulawak madu dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki nafsu makan balita, sehingga pemberian makan pada balita dapat optimal.

Pengaruh Pemberian Serbuk Taburia Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penelitian ini dilakukan karena banyaknya balita memiliki masalah gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian serbuk taburia terhadap peningkatan berat badan pada balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen pre-post test only one group. Alat pengumpul yang digunakan adalah kuisioner. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi. Populasinya adalah balita dengan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Sukatani. Sampel penelitian terdiri dari 67 balita gizi kurang. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian serbuk taburia sebagai variable independent dan peningkatan berat badan balita gizi kurang sebagai variable dependen. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Berdasarkan tabel output hasil uji t, diperoleh nilai sig = 0.000 yang berarti lebih kecil dari a 0.05, dapat disimpulkan bahwa Ho Ditolak dan Ha diterima. Artinya, Ada Pengaruh Pemberian Serbuk Taburia Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Tahun 2024. Dengan demikian, serbuk taburia dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan berat badan balita, sehingga pemberian makan pada balita dapat optimal.