Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Balita.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita ke Posyandu Merpati Desa Mekar Jaya Kecamatan Kedungwaringin Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Kunjungan balita ke Posyandu yang paling baik adalah rutin setiap bulan atau 12 kali per tahun. Balita (12-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitnya 2 kali dalam satu tahun. Penimbangan berat badan anak setiap bulan untuk mengetahui status gizi anak merupakan salah satu kegiatan rutin di Posyandu. Desain penelitian ini adalah jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 85 responden dengan jumlah sampel 85 ibu yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner.Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu yaitu Pengetahuan p value = 0,006 Nilai OR=5,235, Pekerjaan p value = 0,011 Nilai OR=3,677, Tenaga Kesehatan p value = 0,006 Nilai OR=3,957 dan yang tidak berhubungan yaitu Pendidikan dengan p value = 0,517. Disarankan bagi masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita agar lebih teratur lagi dalam membawa balitanya ke posyandu.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gizi Kurang Pada Balita di Posyandu Waelo Provinsi Maluku Tahun 2022

2024•Koleksi Perpustakaan

Gizi kurang adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) < 2 SD yang merupakan padanan istilah severely underweight. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti diPosyandu Waelo, bahwa pada tahun 2022 didapatkan dari 299 sampel balita terdapat 97 balita yang memiliki status gizi kurang di Desa Waelo. Dari data kejadian Gizi kurang yang cukup tinggi di Desa Waelo. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi kurang pada balita di Posyandu Waelo Provinsi Maluku tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 ibu daribalita yang anaknya mengalami gizi kurang di Posyandu Desa Waelo periode bulan Juli - Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 60 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Gizi Kurang pada balita di Posyandu Waelo Provinsi Maluku Tahun 2022 adalah Pendapatan (P=0,213), Pekerjaan (P = 0,007), Pendidikan (P = 0,020), Pola Asuh(P = 0,013) dan Pengetahuan (P =0 ,007). Dari 5 Variabel yang di teliti (Pola Asuh, Pendapatan, Pekerjaan, Pengetahuan, dan Pendidikan) hasilnya semua variabel ada pengaruh gizi kurang pada balita di Posyandu Waelo Kecamatan Waelata ProvinsiMaluku Tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat memantaudan mencegah nalita mengalami gizi kurang. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian Gizi Kurang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Klinik Ambar Subur Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian di dunia. Sekitar 4 juta bayi meninggal setiap tahun karena infeksi saluran pernapasan akut, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia, bronkitis dan bronkiolitis Menurut World Health Organization (WHO), ISPA di negara Afrika dan Asia diperkirakan terjadi kematian pada golongan usia balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup sekitar 15%-20% pertahun. Pada tahun 2017, sebanyak 49% kematian pada anak usia dibawah 5 tahun di Afrika dan 24% terjadi di Asia Tenggara. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di PMB Ambar Subur dari 68 balita yang datang ke PMB (Agustus 2022), terdapat 35 balita (38 %) balita yang menderita ISPA. Dari data kejadian ISPA cukup tinggi di Klinik Ambar Subur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 balita yang berobat di Klinik Ambar Subur periode bulan Maret - Agustus 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 130 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022 adalah Status Gizi (P=0,029), Riwayat Imunisasi (P=0,01), Pendidikan Ibu (P=0,003), Riwayat ASI Eksklusif (P=0,047), dan Kebiasaan Merokok (P=0,026). Dari 5 Variabel yang di teliti (Status Gizi, Riwayat Imunisasi, Pendidikan Ibu, Riwayat ASI Eksklusif dan Kebiasaan Merokok) hasilnya semua berhubungan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya penyakit ISPA terhadap balitanya. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gizi Kurang pada Balita di Posyandu Desa Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Rizka Novita Mony NIM : 221050037 FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGERUHI GIZI KURANG PADA BALITA di POSYANDU DESA WAELO KECAMATAN WAELATA PROVINSI MALUKU TAHUN 2022. Xiv + 79 halaman + 9 tabel + 2 bagan + 7 lampiran ABSTRAK Gizi kurang adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) 2 SD yang merupakan padanan istilah severely underweight. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Posyandu Waelo, bahwa pada tahun 2022 didapatkan dari 299 sampel balita terdapat 97 balita yang memiliki status gizi kurang di Desa Waelo. Dari data kejadian Gizi kurang yang cukup tinggi di Desa Waelo. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gizi kurang pada balita di Posyandu Desa Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 ibu dari balita yang anaknya mengalami gizi kurang di Posyandu Desa Waelo periode bulan Juli - Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 60 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Gizi Kurang pada balita di Posyandu Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku Tahun 2022 adalah Pola Asuh (P=0,021), Pendapatan (P=0,0029), Pekerjaan (P=0,009), Pengetahuan (P=0,013), dan Pendidikan (P=0,037). Dari 5 Variabel yang di teliti (Pola Asuh, Pendapatan, Pekerjaan, Pengetahuan, dan Pendidikan) hasilnya semua variabel ada pengaruh gizi kurang pada balita di Posyandu Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku Tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat memantau dan mencegah nalita mengalami gizi kurang. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian Gizi Kurang.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Klinik Ambar Subur Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian di dunia. Sekitar 4 juta bayi meninggal setiap tahun karena infeksi saluran pernapasan akut, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia, bronkitis dan bronkiolitis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di PMB Ambar Subur dari 68 balita yang datang ke PMB (Agustus 2022), terdapat 35 balita (38 %) balita yang menderita ISPA. Dari data kejadian ISPA cukup tinggi di Klinik Ambar Subur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 balita yang berobat di Klinik Ambar Subur periode bulan Maret - Agustus 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 130 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022 adalah Status Gizi (P=0,029), Riwayat Imunisasi (P=0,01), Pendidikan Ibu (P=0,003), Riwayat ASI Eksklusif (P=0,047), dan Kebiasaan Merokok (P=0,026). Dari 5 Variabel yang di teliti (Status Gizi, Riwayat Imunisasi, Pendidikan Ibu, Riwayat ASI Eksklusif dan Kebiasaan Merokok) hasilnya semua berhubungan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya penyakit ISPA terhadap balitanya. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Kunjungan Balita ke Posyandu S24 di Desa Karangraharja Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Kunjungan ibu ke posyandu penting bagi kesehatan masyarakat. Pembangunan kesehatan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya memerlukan peran masyarakat. Menurut Dinkes (2019), Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat UKBM berperan serta aktif dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dalam bentuk Posyandu yang berperan sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan tumbuh kembang anak, penyakit dan mengurangi angka kematian bayi. Dengan 5 program prioritasnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan balita ke Posyandu S.24 di Desa Karangraharja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sample 72 responden dengan tehnik nonprobability sampling. Hasil analisa statistik dengan Chi-square test. Dengan hasil bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan nilai p value = 0,002(<0,05), pekerjaan ibu dengan nilai p value = 0,019(<0,05), pengetahuan ibu dengan nilai p value = 0,002(<0,05), sikap ibu dengan nilai p value = 0,000(<0,05), dan peran kader dengan nilai p value = 0,000(<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah walaupun kepatuhan ibu dalam kunjungan balita ke posyandu sudah baik, namun peran kader dalam penyuluhan dan sikap ibu dalam kepatuhan kunjungan balita ke posyandu mempunyai andil yang besar dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan balita ke posyandu setiap bulan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail