Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Posyandu
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Kunjungan Bayi dan Balita di Posyandu Mekar Tanjung 1 Desa Karang Satu Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala serta pencegahan stunting sangat bertumpu pada keaktifan kunjungan balita ke Posyandu. Namun, Posyandu Mekar Tanjung 1 di Desa Karang Satu menghadapi kendala serius dengan tingkat kehadiran sasaran yang masih tergolong terendah di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor predisposisi, yang meliputi pengetahuan dan sikap ibu, serta faktor penguat berupa dukungan keluarga dengan rendahnya kunjungan bayi dan balita di Posyandu Mekar Tanjung 1 Desa Karang Satu Tahun 2026. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita terdaftar di Posyandu Mekar Tanjung 1 sebanyak 100 orang, yang seluruhnya diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test dan Continuity Correction) serta perhitungan Odds Ratio (OR) pada tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,002; OR=0,586), sikap ibu (p=0,009; OR=0,600), dan dukungan keluarga (p=0,000; OR=0,463) dengan keteraturan kunjungan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan keteraturan kunjungan bayi dan balita ke Posyandu. Pengelola Posyandu disarankan mengoptimalkan kegiatan sweeping door-to-door, pembuatan buku kendali ketidakhadiran, penyediaan variasi menu makanan tambahan lokal, serta pelibatan aktif suami dan keluarga dalam edukasi tumbuh kembang anak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor yang Memengaruhi Optimalisasi Peran Kader Dalam Penanganan Balita Berat Badan Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Wanasari Cibitung Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Balita dengan berat badan kurang (underweight) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Puskesmas Wanasari tahun 2024 terdapat 321 balita (6,1%) mengalami berat badan kurang, angka ini termasuk tertinggi ke-3 di Kabupaten Bekasi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat berperan penting dalam upaya deteksi dini, edukasi gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Optimalisasi peran kader dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi peran kader posyandu dalam penanganan balita dengan berat badan kurang di wilayah kerja Puskesmas Wanasari Cibitung tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 206 kader posyandu, dengan sampel 127 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, motivasi, sikap, dan dukungan petugas kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah peran kader. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sikap (p = 0,023; OR = 2,789) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,027; OR = 0,371) berhubungan signifikan dengan peran kader. Sedangkan variabel pendidikan (p = 0,530), pengetahuan (p = 0,633), dan motivasi (p = 0,041; OR = 0,479) menunjukkan hasil yang tidak sejalan dengan teori namun tetap signifikan secara statistik pada motivasi. Kesimpulan: Optimalisasi peran kader dalam penanganan balita berat badan kurang dipengaruhi oleh faktor sikap dan dukungan petugas kesehatan, sementara pendidikan, pengetahuan, dan motivasi tidak berhubungan secara signifikan atau menunjukkan arah yang berlawanan dengan teori. Upaya peningkatan peran kader perlu difokuskan pada pembentukan sikap positif, pemberian dukungan yang tepat, serta pelatihan berkelanjutan agar kader lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita ke Posyandu Merpati Desa Mekar Jaya Kecamatan Kedungwaringin Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Kunjungan balita ke Posyandu yang paling baik adalah rutin setiap bulan atau 12 kali per tahun. Balita (12-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitnya 2 kali dalam satu tahun. Penimbangan berat badan anak setiap bulan untuk mengetahui status gizi anak merupakan salah satu kegiatan rutin di Posyandu. Desain penelitian ini adalah jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 85 responden dengan jumlah sampel 85 ibu yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner.Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu yaitu Pengetahuan p value = 0,006 Nilai OR=5,235, Pekerjaan p value = 0,011 Nilai OR=3,677, Tenaga Kesehatan p value = 0,006 Nilai OR=3,957 dan yang tidak berhubungan yaitu Pendidikan dengan p value = 0,517. Disarankan bagi masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita agar lebih teratur lagi dalam membawa balitanya ke posyandu.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Dalam Pencatatan Pengelolaan Data Anak Balita Pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Kelengkapan pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) menjadi salah satu bentuk dari kinerja kader Posyandu. Ketidak lengkapan pada pencatatan SIP menyebabkan adanya ketidak validan data pada sasaran Posyandu sehingga data tersebut tidak dapat terekam dengan sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) di wilayah kerja Puskesmas Mekar Mukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 88 responden dari total keseluruhan populasi 113 kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 kader (46%) memiliki kinerja rendah dibandingkan dengan 48 kader (54%) memiliki kinerja yang tinggi pada pencatatan data pada sistem informasi posyandu. Ada hubungan antara pengetahuan, pelatihan kader, dukungan petugas kesehatan, kepemilikan pedoman SIP, motivasi dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Dalam Pencatatan Pengelolaan Data Anak Balita Pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menurut Kementerian Kesehatan Tahun 2012 mengatakan bahwa dalam proses terjadinya kegiatan Posyandu menjadi salah satu tugas dari kader Posyandu adalah mencatat seluruh hasil kegiatan Posyandu dengan menggunakan format baku sesuai dengan program kesehatan. Seluruh format dikumpulkan dan disebut sebagai Sistem Informasi Posyandu (SIP). Kelangsungan kegiatan pendaftaran ini sangat tergantung pada partisipasi aktif kader Posyandu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) di wilayah kerja Puskesmas Mekar Mukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Sampel yang akan digunakan berjumlah 88 responden dari total keseluruhan populasi 113 kader posyandu. Pengambilan data sampel teknik Proportional Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 40 kader (46%) memiliki kinerja rendah dibandingkan dengan 48 kader (54%) memiliki kinerja yang tinggi pada pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, pelatihan kader, dukungan petugas kesehatan, kepemilikan pedoman SIP, motivasi dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Partisipasi Ibu Balita Dalam Kunjungan ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan

2023•Koleksi Perpustakaan

Peran aktif ibu dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu balita sangat berpengaruh penting pada kesehatan balita. Partisipasi tersebut apabila tidak teratur dilakukan dapat mengakibatkan masalah gizi pada balita yang akan membawa dampak kematian balita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku partisipasi ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari. Desain Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 95 responden dari total keseluruhan populasi 2089 ibu yang memiliki balita (usia 12-58 bulan). Hasil penelitian menunjukan ibu balita berperilaku kurang < 5 kali kunjungan ke posyandu (48,4%), ibu balita berperilaku baik ≥ 5 kali kunjungan ke posyandu (51,6%). Ada hubungan antara pendidikan, umur, tingkat ekonomi, pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga, jarak dan Tidak ada hubungan antara status pekerjaaan dan kepemilikan KMS dengan partisipasi ibu ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Perilaku Partisipasi Ibu Balita dalam Kunjungan Ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pencapaian keberhasilan dalam pembangunan kesehatan tidak terlepas dari pastisipasi aktif masyarakat khususnya ibu. Salah satu peran aktif ibu dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu balita sangat berpengaruh penting pada kesehatan bayi dan balita. Partisipasi tersebut apabila tidak teratur dilakukan dapat mengakibatkan masalah gizi pada balita yang akan membawa dampak kematian balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku partisipasi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita (usia 12-58 bulan) yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan yang teregistrasi di posyandu. Sampel yang akan digunakan berjumlah 95 responden dari total keseluruhan populasi 2089 ibu balita. Pengambilan data sampel teknik cluster sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 46 responden (48,4%) berperilaku kurang artinya ibu balita melakukan kunjungan ke posyandu 5 kali dalam 6 bulan kebelakang dan 49 responden (51,6%) lainnya melakukan kunjungan ke posyandu ≥ 5 kali dalam 6 bulan kebelakang. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, umur, tingkat ekonomi, pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga dan jarak dengan partisipasi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan. Tidak ada hubungan antara status pekerjaaan dan kepemilikan KMS dengan partisipasi partisipasi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu Menjadi Anggota Kader Posyandu Nusa Indah 3A di Desa Cibuntu Cibitung Bekasi Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Posyandu di Indonesia 296.777 (profil kesehatan Indonesia, 2019). Data di Kabupaten Bekasi tahun 2020 terdapat sejumlah 2.640 posyandu dengan jumlah kader posyandu 15.977 ([email protected], Tahun 2020). Di wilayah Kecamatan Cibitung terdapat sejumlah 235 posyandu, dengan jumlah kader 1.881 orang sedangkan di desa cibuntu terdapat 28 posyandu dengan jumlah kader posyandu 169 orang. Partisipasi ibu pada kegiatan posyandu Nusa Indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung kabupaten Bekasi masih rendah, disebabkan karena perubahan lingkungan yang begitu cepat serta masalah-masalah internal dari Posyandu secara tidak langsung menyebabkan aktifitas Posyandu melemah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik kuantitatif. Dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis metode total sampling dengan total penelitian 80 responden Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan Minat Ibu menjadi anggota Kader Posyandu Nusa indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2022, yaitu pengetahuan (p=0,008), usia (p=0,045) pendidikan (p=0,021), dukungan keluarga (p=0,003), sumber informasi (p=0,000). Hasilnya adalah adanya hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dukungan keluarga dan sumber informasi dengan Minat ibu menjadi anggota kader Posyandu Nusa 3A. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa ibu berminat menjadi anggota kader Posyandu.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor -faktor yang mempengaruhi minat ibu menjadi anggota kader posyandu Nusa lndah 3 A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Posyandu di Indonesia 296.777 (profil kesehatan Indonesia, 2019). Data di Kabupaten Bekasi tahun 2020 terdapat sejumlah 2.640 posyandu dengan jumlah kader posyandu 15.977 ([email protected], Tahun 2020). Di wilayah Kecamatan Cibitung terdapat sejumlah 235 posyandu, dengan jumlah kader 1.881 orang sedangkan di desa cibuntu terdapat 28 posyandu dengan jumlah kader posyandu 169 orang. Partisipasi ibu pada kegiatan posyandu Nusa Indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung kabupaten Bekasi masih rendah, disebabkan karena perubahan lingkungan yang begitu cepat serta masalah-masalah internal dari Posyandu secara tidak langsung menyebabkan aktifitas Posyandu melemah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik kuantitatif. Dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis metode total sampling dengan total penelitian 80 responden Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan Minat Ibu menjadi anggota Kader Posyandu Nusa indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2022, yaitu pengetahuan (p=0,008), usia (p=0,045) pendidikan (p=0,021), dukungan keluarga (p=0,003), sumber informasi (p=0,000). Hasilnya adalah adanya hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dukungan keluarga dan sumber informasi dengan Minat ibu menjadi anggota kader Posyandu Nusa 3A. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa ibu berminat menjadi anggota kader Posyandu. Kata kunci : Ibu, Kader, Posyandu

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail