ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Bagi negara miskin seperti Indonesia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
menempati peringkat tinggi di antara penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak.
Variabel lingkungan kritis yang memengaruhi kejadian ISPA meliputi ventilasi rumah, kepadatan
hunian, dan paparan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji variabel-variabel
ini karena berkaitan dengan ISPA pada anak-anak yang datang ke Puskesmas Pilar Cikarang untuk
balita. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional,
melibatkan 30 balita yang berobat di Puskesmas Pilar Cikarang. Data dikumpulkan
melalui wawancara terstruktur dan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis statistik deskriptif
dan uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil: Mayoritas
balita yang diteliti berada dalam kelompok usia 0-12 bulan (63,3%) yang menunjukkan
kerentanan lebih tinggi terhadap ISPA. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam kejadian
ISPA berdasarkan jenis kelamin (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara
kepadatan hunian (p < 0,05) dan paparan asap rokok (p < 0,05) dengan kejadian ISPA. Ventilasi
rumah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan ISPA (p > 0,05). Kesimpulan:
Penelitian ini menemukan bahwa kepadatan hunian dan paparan asap rokok merupakan faktor
risiko signifikan untuk kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pilar Cikarang. Intervensi
kesehatan masyarakat yang fokus pada perbaikan kondisi lingkungan rumah disarankan untuk
menurunkan kejadian ISPA pada populasi ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Rizka Novita Mony NIM : 221050037 FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGERUHI GIZI KURANG PADA BALITA di POSYANDU DESA WAELO KECAMATAN WAELATA PROVINSI MALUKU TAHUN 2022. Xiv + 79 halaman + 9 tabel + 2 bagan + 7 lampiran ABSTRAK Gizi kurang adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) 2 SD yang merupakan padanan istilah severely underweight. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Posyandu Waelo, bahwa pada tahun 2022 didapatkan dari 299 sampel balita terdapat 97 balita yang memiliki status gizi kurang di Desa Waelo. Dari data kejadian Gizi kurang yang cukup tinggi di Desa Waelo. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gizi kurang pada balita di Posyandu Desa Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 ibu dari balita yang anaknya mengalami gizi kurang di Posyandu Desa Waelo periode bulan Juli - Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 60 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Gizi Kurang pada balita di Posyandu Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku Tahun 2022 adalah Pola Asuh (P=0,021), Pendapatan (P=0,0029), Pekerjaan (P=0,009), Pengetahuan (P=0,013), dan Pendidikan (P=0,037). Dari 5 Variabel yang di teliti (Pola Asuh, Pendapatan, Pekerjaan, Pengetahuan, dan Pendidikan) hasilnya semua variabel ada pengaruh gizi kurang pada balita di Posyandu Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku Tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat memantau dan mencegah nalita mengalami gizi kurang. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian Gizi Kurang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebabnya Karena sibuk bekerja dan memiliki waktu yang sedikit, ibu yang bekerja pada pagi hari tidak dapat mengunjungi posyandu dan mengabaikan kesehatan anaknya. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sumber informasi. terhadap faktor rendahnya cakupan dalam pemberian imunisasi. Variabel yang diteliti meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sumber informasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik Cross Sectional. Menggunakan teknik Probability Sampling dengan pendekatan accidental Sampling. Jumlah responden 120 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mangun Jaya terhitung dari september 2021 – januari 2022. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian didapatkan uji chi square nilai p value 0.000 ada hubungan antara pekerjaan dengan pencapaian cakupan dalam pemberian imunisasi dengan hasil OR 2.408. Simpulan ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan akses informasi dengan pencapaian cakupan dalam pemberian imunisasi dan tidak ada hubungan umur dengan pencapaian cakupan imunisasi rubella (MR) pada balita usia 18 bulan-4 tahun.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian di dunia. Sekitar 4 juta bayi meninggal setiap tahun karena infeksi saluran pernapasan akut, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia, bronkitis dan bronkiolitis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di PMB Ambar Subur dari 68 balita yang datang ke PMB (Agustus 2022), terdapat 35 balita (38 %) balita yang menderita ISPA. Dari data kejadian ISPA cukup tinggi di Klinik Ambar Subur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 balita yang berobat di Klinik Ambar Subur periode bulan Maret - Agustus 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 130 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022 adalah Status Gizi (P=0,029), Riwayat Imunisasi (P=0,01), Pendidikan Ibu (P=0,003), Riwayat ASI Eksklusif (P=0,047), dan Kebiasaan Merokok (P=0,026). Dari 5 Variabel yang di teliti (Status Gizi, Riwayat Imunisasi, Pendidikan Ibu, Riwayat ASI Eksklusif dan Kebiasaan Merokok) hasilnya semua berhubungan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya penyakit ISPA terhadap balitanya. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Satu dari tiga balita mengalami gangguan pertumbuhan (bayi pendek untuk rata-rata usianya / stunted) dan hampir seperlima jumlah balita mengalami mengalami berat badan kurang di bawah standar ratarata (underweight). Penyebab masalah gizi pada umumnya disebabkan oleh gangguan nafsu makan pada anak. Hal ini bisa diatasi dengan pijat Tui Na. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat tui na terhadap nafsu makan pada balita di klinik al ikhlas Kabupaten Bekasi Tahun 2021.
Desain penelitian menggunakan studi eksperimen Populasi penelitian: balita di klinik al ikhlas sebanyak 35 responden. Sampel penelitian berjumlah 35 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu peningkatan nafsu makan Variable independen yaitu pijat Tui na. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Tabulating, analis univariat meliputi karakteristik responden, analis bivariate Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon signed rank test.
Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 35 responden sebelum dilakukan pijat Tui Na pada balita setelah dilakukan pijat tuina mayoritas kategori IMT ideal yaitu sebanyak 26 responden (74%), dan IMT kurang sebanyak 9 responden (26%). Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pijat tui na terhadap peningkatan nafsu makan pada balita di Klinik Al Ikhlas Kabupaten Bekasi.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pijat tuina terhadap peningkatan nafsu makan pada balita di Klinik Al Ikhlas Tahun 2021. Saran untuk responden diharpkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber masukan untuk dapat meningkatkan nafsu makan pada anak dengan cara melakukan pijat tuina.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen.
Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, dengan konsisten feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah. Hal ini karena secara fisiologis sistem pencernaan pada balita belum cukup matur (organ-organnya belum matang), sehingga rentan sekali terkena penyakit saluran pencernaan. Penyakit saluran pencernaan ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan amoeba atau parasit melalui makanan yang masuk ke dalam tubuh dan juga mal absorpsi serta alergi zat makanan tertentu. Gejala penyerta lain dari diare pada anak balita biasanya ditandai dengan anak menjadi cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan menurun sampai tidak ada nafsu makan. Muntah dapat timbul sebelum atau sesudah diare karena lambung turut meradang akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.
Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak khususnya terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2013 menyebutkan angka kematian akibat diare 23 per 100 ribu penduduk dan pada balita 75 per 100 ribu balita. Jumlah kasus diare yang dilaporkan sebanyak 10.980 dan 277 diantaranya menyebabkan kematian. Selama tahun 2010, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat angka penderita diare 168.072 orang. Jumlah kematian akibat penyakit diare enam orang. Penderita diare di Kabupaten Bekasi dengan jumlah 38.012 orang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik desain Cross Sectional. Penelitian dilaksanankan di Puskesmas Tambelang, sedangkan proses pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Januari – oktober 2017, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang dan sampelnya dihitung dengan cara mengambil seluruh populasi. Sumber data yang diambil dari hasil kuesioner, dimana data tersebut didapat dengan menemui seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan pendekatan Accidental Sampling
Hasil penelitian ini menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: ada hubungan antara variabel umur dengan PV: 0,001 dan OR 6,417, status gizi dengan PV: 0,015 dan OR 4,047,cara pemberian makan dengan PV: 0,001 dan OR 6,182 kebiasaan orang tua mencuci tangan dengan PV: 0,008 dan OR 4,971, penghasilan dengan PV: 0,031 dan OR 3,537, sumber air dengan PV: 0,018 dan OR 4,333
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua variabel independen yang meliputi umur, status gizi, penghasilan, kebiasaan orang tua mencuci tangan, sumber air ada hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Saran dalam penelitian ini adalah agar menambah pengetahuan dengan cara mencari informasi yang tidak didapatkan dari sekolah melalui internet maupun buku referensi. Meningkatkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan dengan cara lebih membiasakan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.