ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas 2018 masyarakat yang terdata yaitu di
Provinsi Jawa Barat sebesar 186.809 orang, sedangkan untuk prevalensi ISPA yang
terdiagnosa di provinsi Jawa Barat ada pada peringkat ke 7 yaitu sebesar 4,7%.
Provinsi Jawa Barat termasuk kedalam 10 besar yang banyak terjadi kasus ISPA.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Peresepan
Antibiotik Oral Pada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Tiara
Cibinong Bogor Periode April-September 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat
Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di
Klinik Tiara periode April-September tahun 2022.
Hasil: Penggunaan antibiotik oral yaitu laki-laki sebanyak 55 pasien (55%) dari 100
pasien. Kelompok usia yang lebih banyak mendapatkan antibiotik oral yaitu adalah
anak-anak 39 pasien (39%) dari 100 pasien. Zat aktif Antibiotik yang lebih banyak
diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 49 pasien (49%) dari 100 resep. Golongan
antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin sebanyak 55
pasien (55%) dari 100 resep dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan yaitu
sirup 50 pasien (50%) dari 100 resep
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok P-value: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok P-value: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit menular
melalui droplet saat sedang batuk atau bersin. Perilaku batuk dan bersin yang tidak
sesuai etika berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit, terutama pada kondisi
tubuh yang sedang sakit. Studi pendahuluan terdapat beberapa remaja belum
memahami dan menerapkan cara batuk dan bersin yang benar, sehingga diperlukan
simulasi kesehatan guna mencegah penularan penyakit infeksi pernapasan.
Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh simulasi etika batuk dan
bersin terhadap pencegahan penularan ISPA pada remaja di Desa Sukamakmur
Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental
One Group pretest-posttest. Populasi sebanyak 204 dengan sampel 68 remaja lakilaki
dan perempuan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian data
dianalisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil:
Menunjukan hasil yang signifikan setelah dilakukan simulasi etika batuk dan bersin
dengan nilai hasil p-value= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terbukti efektif
meningkatkan perilaku terhadap pencegahan penularan ISPA remaja. Hal ini bisa
menjadi upaya membentuk perilaku hidup sehat pada remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2021, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 1–4 tahun. Di Klinik Cahaya Medika, kasus ISPA pada bayi dan balita cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan analisis faktor yang berhubungan.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi dan balita di Klinik Cahaya Medika Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Klinik Cahaya Medika periode Januari–Desember 2025 sebanyak 300 orang. Sampel sebanyak 70 responden diambil menggunakan simple random sampling dengan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara statistik untuk menguji hubungan variabel independen (usia, status gizi, ASI eksklusif, imunisasi, pendidikan orang tua) dengan kejadian ISPA. Hasil: Prevalensi ISPA sebesar 72,9%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah usia anak (<12 bulan), status gizi, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Sementara itu, pendidikan orang tua dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Kesimpulan: Faktor dominan yang berhubungan dengan ISPA pada balita adalah usia, status gizi, dan ASI eksklusif. Upaya pencegahan melalui pemantauan gizi, edukasi orang tua, dan perbaikan pola asuh sangat diperlukan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Bagi negara miskin seperti Indonesia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
menempati peringkat tinggi di antara penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak.
Variabel lingkungan kritis yang memengaruhi kejadian ISPA meliputi ventilasi rumah, kepadatan
hunian, dan paparan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji variabel-variabel
ini karena berkaitan dengan ISPA pada anak-anak yang datang ke Puskesmas Pilar Cikarang untuk
balita. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional,
melibatkan 30 balita yang berobat di Puskesmas Pilar Cikarang. Data dikumpulkan
melalui wawancara terstruktur dan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis statistik deskriptif
dan uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil: Mayoritas
balita yang diteliti berada dalam kelompok usia 0-12 bulan (63,3%) yang menunjukkan
kerentanan lebih tinggi terhadap ISPA. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam kejadian
ISPA berdasarkan jenis kelamin (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara
kepadatan hunian (p < 0,05) dan paparan asap rokok (p < 0,05) dengan kejadian ISPA. Ventilasi
rumah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan ISPA (p > 0,05). Kesimpulan:
Penelitian ini menemukan bahwa kepadatan hunian dan paparan asap rokok merupakan faktor
risiko signifikan untuk kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pilar Cikarang. Intervensi
kesehatan masyarakat yang fokus pada perbaikan kondisi lingkungan rumah disarankan untuk
menurunkan kejadian ISPA pada populasi ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Dimana penyakit
infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung
hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
Penelitian ini dilakukan di Klinik Adisya Medika Karang Bahagia yang bertujuan untuk
mengetahui fakto-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita di Klinik
Adisya Medika Karang Bahagia tahun 2023.
Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang
digunakan adalah kuisioner berupa G-form, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan
menghitung distribusi frekuensi variabel dan analisa bivariat berupa uji chi-square dengan nilai
signifikan p<0,005.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis bivariat diperoleh hasil status gizi
(p=0,415), pendidikan ibu (p=1,000) yang artinya status gizi dan pendidikan ibu tidak ada
hubungan dengan kejadian ISPA, sedangkan kebiasaan merokok keluarga (p=0,0001), riwayat
asi eksklusif (p=0,0000) yang artinya kebiasaan merokok keluarga dan riwayat ASI Eksklusif ada
hubungan dengan kejadian ISPA pada balita.
Kesimpulan penelitian ini adalah hasil dari penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan
pendidikan ibu tidak mempengaruhi kejadian ISPA pada balita, sedangkan kebiasaan merokok
keluarga dan riwayat ASI Eksklusif mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian
ini disarankan untuk tenaga kesehatan mampu meningkatkan pemberian informasi kepada ibu
serta masyarakat berupa penyuluhan dan promosi kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas 2018 masyarakat yang terdata yaitu di Provinsi Jawa Barat sebesar 186.809 orang, sedangkan untuk prevalensi ISPA yang terdiagnosa di provinsi Jawa Barat ada pada peringkat ke 7 yaitu sebesar 4,7%. Provinsi Jawa Barat termasuk kedalam 10 besar yang banyak terjadi kasus ISPA.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Peresepan Antibiotik Oral Pada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Tiara Cibinong Bogor Periode April-September 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di Klinik Tiara periode April-September tahun 2022.
Hasil: Penggunaan antibiotik oral yaitu laki-laki sebanyak 55 pasien (55%) dari 100 pasien. Kelompok usia yang lebih banyak mendapatkan antibiotik oral yaitu adalah anak-anak 39 pasien (39%) dari 100 pasien. Zat aktif Antibiotik yang lebih banyak diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 49 pasien (49%) dari 100 resep. Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin sebanyak 55 pasien (55%) dari 100 resep dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan yaitu sirup 50 pasien (50%) dari 100 resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian di dunia. Sekitar 4 juta bayi meninggal setiap tahun karena infeksi saluran pernapasan akut, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia, bronkitis dan bronkiolitis Menurut World Health Organization (WHO), ISPA di negara Afrika dan Asia diperkirakan terjadi kematian pada golongan usia balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup sekitar
15%-20% pertahun. Pada tahun 2017, sebanyak 49% kematian pada anak usia dibawah 5 tahun di Afrika dan 24% terjadi di Asia Tenggara. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di PMB Ambar Subur dari 68 balita yang datang ke PMB (Agustus 2022), terdapat 35 balita (38 %) balita yang menderita ISPA. Dari data kejadian ISPA cukup tinggi di Klinik Ambar Subur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 balita yang berobat di Klinik Ambar Subur periode bulan Maret - Agustus
2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 130 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022 adalah Status Gizi (P=0,029), Riwayat Imunisasi (P=0,01), Pendidikan Ibu (P=0,003), Riwayat ASI Eksklusif (P=0,047), dan Kebiasaan Merokok (P=0,026). Dari 5 Variabel yang di teliti (Status Gizi, Riwayat Imunisasi, Pendidikan Ibu, Riwayat ASI Eksklusif dan Kebiasaan Merokok) hasilnya semua berhubungan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022.
Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya penyakit ISPA terhadap balitanya. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian di dunia. Sekitar 4 juta bayi meninggal setiap tahun karena infeksi saluran pernapasan akut, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia, bronkitis dan bronkiolitis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di PMB Ambar Subur dari 68 balita yang datang ke PMB (Agustus 2022), terdapat 35 balita (38 %) balita yang menderita ISPA. Dari data kejadian ISPA cukup tinggi di Klinik Ambar Subur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 balita yang berobat di Klinik Ambar Subur periode bulan Maret - Agustus 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 130 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022 adalah Status Gizi (P=0,029), Riwayat Imunisasi (P=0,01), Pendidikan Ibu (P=0,003), Riwayat ASI Eksklusif (P=0,047), dan Kebiasaan Merokok (P=0,026). Dari 5 Variabel yang di teliti (Status Gizi, Riwayat Imunisasi, Pendidikan Ibu, Riwayat ASI Eksklusif dan Kebiasaan Merokok) hasilnya semua berhubungan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya penyakit ISPA terhadap balitanya. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas
atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari
penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada
pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan
Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365
orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah
pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang
berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari
Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian
kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini
adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten
Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen
penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis
data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji
Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu
Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok Pvalue:
(0.038<
0.05),
Masa
Kerja
P-value:
(0.049<
0.05).
Kesimpulan
:
Ada
hubungan
antara
pengggunaan
APD,
Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja
penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2016 Indonesia menunjukkan kasus ISPA di masyarakat sebanyak 20%-30% dari populasi. Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi kedua yang terbesar endemik ISPA dengan persentasi sebesar 42.50%. Dari Studi Pendahuluan di RB Rhaudatunnadya dari 50 responden ternyata 35 balita yang terkena ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di RB Rhaudhatunnadya Tahun 2019 .
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi 350 responden di RB Rhaudatunnadya Cikarang dan didapatkan hasil 88 balita yang terkena ISPA. Te Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan April 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh Balita yang berknik pengambilan sampel Accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Paritas (P-Value =0,000), Asi Eklusif (P-Value=0,006), Status Gizi (P-Value=0,088), Status Imunisasi (P-Value=0,001) dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di RB Rhaudatunnadya tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Paritas, Asi Eklusif, Status Gizi, Status Imunisasi) hasilnya berhubungan dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di RB Rhaudatunnadya. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita, diperkirakan 15 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun. Riskesdas 2018 kejadian ISPA pada satu bulan terakhir adalah 25,5% dengan prevalensi tertinggi terjadi pada usia balita yaitu 35%. Dan menurut SDKI 2017 prevalensi ISPA tertinggi pada anak umur 2435 bulan yaitu sebanyak 14%. Berdasar hasil survey, di Propinsi Jawa Barat terdapat 28,4% kasus ISPA balita, dan untuk kabupaten Bekasi terdapat sebanyak 35,0% kasus dengan gejala ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analitik yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objek yang dilakukan untuk melihat gambaran pengetahuan. Populasinya seluruh balita yang diperiksa di Poli Anak Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020 sebanyak 461 orang.
Sampel yang diteliti adalah balita yang berobat di Poli Anak sebanyak 82 orang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase.
Hasil penelitian univariat menunjukan 82 responden yang dinyatakan berdiagnosa ISPA 17 orang (21%). Sedangkan responden yang tidak didiagnosa ISPA ada 65 orang (79%).
Kesimpulan dari hasil penelitian masih banyaknya angka kesakitan ISPA pada balita di Puskesmas Mekarmukti dikarenakan Puskesmas Mekarmukti merupakan daerah industri.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga alveoli yang berlangsung selama kurang lebih 14 hari. Penyakit ini sering terjadi pada balita dan anak-anak. Prevalensi balita yang mengalami gejala ISPA dan berobat ke fasilitas kesehatan tahun 2017 meningkat menjadi 92% (SDKI, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor resiko terjadinya penyakit ISPA pada balita di RW 01 desa Sukamulya kecamatan Sukatani kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode peneilitian yang digunakan deskriptif kuantitatif, populasi 47 responden, pengambilan sampel dengan total sampling, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian : Gambaran terjadinya penyakit ISPA padabalita di RW 01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani tahun 2019 sebanyakan 29 balita (61.7%), tidak ISPA sebanyakan 18 balita (38.3%), balita usia 12-60 bulan sebanyakan 33 balita (70.2%), tidak BBLR sebanyakan 33 balita (70.2%), balita tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyakan 32 balita (68.1%), imunisasi tidak lengkap 27 balita (57.5%), lingkungan tidak sehat 31 balita. Kesimpulan : Dari 47 responden yang di teliti terdapat 29 balita (61.7%) menderita ISPA dan rata-rata bayi tinggal dilingkungan tidak sehat sebanyakan 31 balita (66.0%)