BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Gandaria (Bouea macrophylla) merupakan buah lokal Indonesia yang kaya senyawa bioaktif, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan nutrasetikal fermentasi masih terbatas sehingga diperlukan pemetaan metabolit untuk mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dalam gandaria fermentasi kombucha menggunakan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS), menentukan golongan senyawa yang berpotensi sebagai komponen nutrasetikal, serta menjawab senyawa apa saja yang terbentuk dan aktivitas biologis apa yang mungkin dimilikinya. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Buah gandaria dideterminasi, diolah menjadi sari buah, kemudian difermentasi menggunakan gula, starter kombucha, dan SCOBY selama tujuh hari. Sampel disentrifugasi, difiltrasi, diencerkan, lalu dianalisis menggunakan LC-MS dengan kolom C18. Data berupa waktu retensi, massa terhadap muatan, dan luas area puncak dicocokkan dengan basis data NIST serta divisualisasikan menggunakan Cytoscape. Hasil penelitian memperoleh 14 kandidat senyawa yang teridentifikasi secara tentatif. Lima senyawa paling berpotensi sebagai komponen nutrasetikal ialah isoliquiritigenin, Safflor yellow A, fargesin, procyanidin B1, dan (+)-carvone, yang mewakili golongan kalkon atau flavonoid, polifenol, lignan, proantosianidin, dan monoterpen serta berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Fargesin menunjukkan respons ion relatif terbesar, yaitu sekitar 60,22%, sehingga berpotensi menjadi penanda kimia. Beberapa kandidat lain diduga merupakan metabolit primer, kontaminan preparasi, atau senyawa yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi kombucha gandaria menghasilkan profil metabolit beragam dan memberikan dasar ilmiah awal bagi pengembangan nutrasetikal lokal. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan konfirmasi MS/MS dengan standar autentik, menyediakan blanko, membandingkan sampel sebelum dan sesudah fermentasi, serta menguji aktivitas biologis dan keamanan secara langsung.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Sistem imun adaptif berperan penting dalam mempertahankan tubuh melalui aktivitas limfosit T CD4+ dan CD8+, serta keseimbangan keduanya yang tercermin pada rasio CD4+/CD8+. Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan imunomodulator, sedangkan fermentasi kombucha diperkirakan dapat meningkatkan ketersediaan biologis senyawa tersebut. Namun, informasi mengenai pengaruh gandaria fermentasi kombucha terhadap profil limfosit T masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi produk fermentasi serta mengetahui pengaruh pemberian nutrasetikal gandaria fermentasi kombucha terhadap persentase limfosit T CD4+, CD8+, dan rasio CD4+/CD8+ pada mencit. Penelitian kuantitatif eksperimental in vivo ini menggunakan desain post-test only control group. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur BALB/c berumur 6–8 minggu dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif akuades, kontrol positif Stimuno® 0,08 mL/20 g BB, serta kelompok perlakuan gandaria fermentasi kombucha dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 g BB yang diberikan secara oral selama 14 hari. Profil limfosit T diperiksa menggunakan antibodi anti-CD4 dan anti-CD8 dengan metode flow cytometry, kemudian dianalisis secara deskriptif. Fermentasi selama 14 hari menurunkan pH dari 4,0 menjadi 3,0. Dosis 0,73 mL/20 g BB menghasilkan persentase CD4+ dan CD8+ tertinggi, masing-masing sebesar 21,82% dan 7,76%, dengan rasio CD4+/CD8+ sebesar 2,81. Namun, respons antardosis tidak menunjukkan pola linear dan perbedaannya belum dapat dibuktikan secara statistik karena data pemeriksaan belum tersedia secara individual. Penelitian ini menunjukkan bahwa gandaria fermentasi kombucha dosis 0,73 mL/20 g BB memiliki potensi paling besar dalam memengaruhi profil limfosit T secara deskriptif dan dapat dikembangkan sebagai kandidat nutrasetikal imunomodulator berbasis bahan alam. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan sampel yang lebih besar, data individual, analisis statistik inferensial, rentang dosis yang lebih luas, serta pemeriksaan parameter imunologi, senyawa bioaktif, dan keamanan produk secara lebih lengkap.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Gandaria (Bouea macrophylla) merupakan buah yang kaya senyawa bioaktif dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber nutrasetikal melalui fermentasi kombucha. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil farmakodinamik dan farmakokinetik senyawa gandaria fermentasi kombucha menggunakan SwissTargetPrediction dan SwissADME. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental deskriptif-eksploratif melalui analisis laboratorium dan pendekatan in silico. Sampel gandaria difermentasi menggunakan SCOBY, kemudian senyawanya diidentifikasi secara tentatif dengan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS). Struktur senyawa dalam format SMILES diperoleh dari PubChem, lalu dianalisis menggunakan SwissTargetPrediction untuk memprediksi target protein, kelas target, probabilitas interaksi, dan jalur biologis. Profil fisikokimia, absorpsi, distribusi, metabolisme, bioavailabilitas, PAINS, dan drug-likeness dianalisis menggunakan SwissADME serta aturan Lipinski. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 kandidat senyawa dengan mekanisme multisenyawa dan multitarget pada probabilitas 0,002–1,00. Kandidat nutrasetikal utama meliputi isoliquiritigenin, fargesin, procyanidin B1, dan 8-HETE. Procyanidin B1 diprediksi berinteraksi dengan matrix metalloproteinase-9, sedangkan 8-HETE berinteraksi dengan arachidonate 5-lipoxygenase dengan probabilitas 0,90. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone menunjukkan absorpsi gastrointestinal tinggi, mampu menembus sawar darah otak, tidak memiliki peringatan PAINS, memiliki bioavailability score 0,55, serta memenuhi aturan Lipinski. Senyawa 8-HETE memiliki bioavailability score tertinggi, yaitu 0,85, tetapi nilai WLogP 5,19 sedikit melebihi batas Lipinski. Safflor yellow A dan procyanidin B1 menunjukkan absorpsi rendah dan tidak memenuhi aturan Lipinski. Data metabolisme CYP3A4 dan CYP2D6 belum tersedia lengkap. Isoliquiritigenin memiliki profil paling seimbang. Penelitian menyimpulkan bahwa gandaria fermentasi kombucha berpotensi sebagai sumber nutrasetikal, namun memerlukan konfirmasi melalui molecular docking serta pengujian in vitro dan in vivo.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, khususnya dalam meningkatkan fungsi sel imun dan produksi antibodi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan aktivitas fraksi etil asetat biji jintan hitam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) serta kadar imunoglobulin G (IgG). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental dilakukan secara in vivo menggunakan 18 ekor tikus jantan yang dibagi 6 kelompok dengan 3 kelompok uji dan 3 kelompok kontrol. Analisis senyawa dilakukan dengan GC-MS, nilai sel limfosit T diukur dengan Flow Cytometry, sedangkan nilai imunoglobulin G (IgG) diukur menggunakan ELISA Reader. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa fraksi etil asetat biji jintan hitam mengandung 79 senyawa metabolit. Nilai sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, akan tetapi kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai sebesar 97,06%. Adapun nilai imunoglobulin G (IgG) menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan aktivitas tertinggi dan fraksi yang paling baik terdapat pada kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% sebesar 278,740 ng/mL. Saran: Pada penelitian selanjutnya diperlukan untuk uji toksisitas dilanjutkan dengan uji klinik untuk menilai efektivitas dan keamanan fraksi biji jintan hitam (Nigella sativa L.) sebagai imunomodulator.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Daun pisang ambon mengandung senyawa kimia seperti tanin, saponin, dan
flavonoid yang memiliki potensi besar dalam penyembuhan luka pada manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak terpurifikasi daun
pisang ambon sebagai agen antiinflamasi pada luka bakar mencit. Prosedur yang
dilakukan mencakup pengolahan daun pisang ambon menjadi ekstrak kental
terpurifikasi, diikuti dengan uji in silico dan uji antiinflamasi pada punggung
mencit. Hasil dari molecular docking dan evaluasi keamanan sebagai agen
terapeutik menunjukkan bahwa senyawa leucocyanidin berpotensi sebagai kandidat
obat baru untuk antiinflamasi dengan nilai binding affinity sebesar -11,2 Kcal/mol
kestabilan dengan reseptor COX-1 dan kestabilan dengan reseptor COX-2 dengan
nilai binding affinity sebesar -11,1 Kcal/mol. Pengujian antiinflamasi menunjukkan
bahwa ekstrak terpurifikasi daun pisang ambon dengan konsentrasi 30%
memberikan efek optimal setara dengan efek salep Burnazin 35 gram yang
digunakan sebagai kontrol obat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang dipakai untuk menyembuhkan beragam penyakit, termasuk pegal linu. Dalam persaingan industri jamu yang sengit, beberapa produsen memasukkan bahan kimia obat (BKO) ke produk mereka. Studi ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur kadar paracetamol dalam jamu pegal linu yang dijual di Pasar Cibinong. Penelitian melibatkan analisis empat sampel jamu pegal linu dari berbagai merek. Untuk analisis kualitatif digunakan kromatografi lapis tipis (KLT), dan analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya, satu sampel terdeteksi mengandung paracetamol dengan nilai Rf pada KLT adalah 1.04, cocok dengan nilai Rf standar paracetamol. Kadar paracetamol yang ditemukan adalah 4,27 microliter.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Sejak Mei 2022, wabah cacar monyet telah menyebabkan lebih dari 90.000 kasus di 115 negara, termasuk negara-negara non-endemis. Cacar monyet adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus orthopox, mirip dengan cacar tetapi dengan tingkat kematian lebih rendah. Daun Sambiloto diketahui mengandung senyawa aktif yang dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa dalam daun Sambiloto sebagai obat antivirus untuk cacar monyet menggunakan pendekatan pre-experimental berbasis komputer. Senyawa tanaman dilakukan seleksi terlebih dahulu untuk memprediksi nilai farmakokinetik dan toksisitasnya pada website pkCSM, lalu diseleksi kembali untuk memisahkan apakah senyawa tanaman tersebut dikatakan mirip obat atau tidak mirip obat pada website Lipinski Rule. Data ligan/ senyawa tanaman diperoleh dari PubChem, sedangkan makromolekul berupa enzim Thymidylate Kinase (kode 1E2Q) dan Decapping Enzyme D9 (kode 7SF0), yang diambil dari Protein Data Bank. Makromolekul tersebut dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, kemudian dilakukan docking mdengan ligan pada aplikasi PyRx selanjutnya divisualisasikan dengan PyMol dan Ligplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 senyawa dalam daun Sambiloto dapat menghambat enzim Thymidylate Kinase dengan energi afinitas -15.4 hingga -4.9 kcal/mol, di mana Andrographidin A memiliki energi afinitas terbaik sebesar -13.4 kcal/mol. Selain itu, senyawa daun Sambiloto juga efektif menghambat Decapping Enzyme D9 dengan energi afinitas -16.6 hingga -4.5 kcal/mol. Senyawa paling efektif adalah 5-Hydroxy-7,8-dimethoxyflavone_5-glucoside, Andrographidin A, dan Wogonin_5-glucoside dengan energi afinitas -13.0 kcal/mol. Penelitian ini menunjukkan potensi daun Sambiloto sebagai bahan untuk pengembangan obat antivirus terhadap virus cacar monyet. (MPXV).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara, yang sepertiga populasinya menderita hipertensi. Tujuan dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi di RS Sentra Medika Cibinong periode Juni-November 2022. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien yang mendapat pengobatan hipertensi yang didapat dari pasien BPJS rawat jalan RS Sentra Medika Cibinong dengan Periode Juni-November 2022. Hasil penelitian ini yaitu hipertensi sering dialami oleh kelompok usia 45 - 65 tahun sebanyak 56 orang (56%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 52 orang (52%). Pada pasien prehipertensi penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin (CCB) sebanyak 12 pasien (12%). Pada pasien hipertensi stage 1 penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin (CCB) sebanyak 12 pasien (12%). Pada pasien hipertensi stage 2 penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin (CCB) + candesartan (ARB) sebanyak 8 pasien (8%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi atau self medication merupakan upaya untuk mengobati atau mencegah suatu gejala atau penyakit yang dapat diidentifikasi secara mandiri dengan menggunakan obat yang diperoleh tanpa resep dokter, seperti obat bebas, obat bebas terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan mengenai tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam tindakan swamedikasi batuk pada kalangan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan corss sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling dengan sampel yang didapat sebanyak 90 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Spearman's rank test dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil pada tingkat pengetahuan menunjukan 93,3% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi batuk yang tinggi, dan 5,6% yang rendah kemudian sebanyak 93,3% masyarakat memiliki perilaku swamedikasi yang tepat, dan 6,7% yang tidak tepat. Terdapat korelasi yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi batuk dengan mendapatkan hasil nilai 0,000 ≤ 0,1.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang
menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Penyakit ini menyebar ketika
penderita tuberkulosis paru mengeluarkan droplet yang mengandung bakteri ke
udara, seperti saat batuk. Infeksi dapat terjadi jika droplet tersebut terhirup ke
dalam saluran pernafasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola
penggunaan obat antituberkulosis (OAT), menggambarkan kesesuaian
penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis
tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI, dan uji hubungan antara hasil
pengobatan dengan umur, jenis kelamin, lama pengobatan, dan banyaknya
penyakit kronik. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data
secara retrospektif yang dapat dilihat dari data rekam medis pasien pada periode
Januari-Desember 2022 di Puskesmas Cipayung Kota Depok. Hasil penelitian
berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah penderita laki-laki lebih
banyak dari pada perempuan yaitu laki-laki sebesar 53,2% dan perempuan 46,8%.
Berdasarkan usia, jumlah terbanyak berada pada rentang usia 21-59 tahun yaitu
sebesar 74,0%. Berdasarkan lama pengobatan menunjukkan bahwa pasien
terbanyak yang menjalani pengobatan tepat 6 bulan yaitu sebesar 94,8%.
Berdasarkan pemberian jenis KDT (Kombinasi Dosis Tetap) yaitu sebesar 100%.
Berdasarkan kesesuaian penggunaan obat yaitu kesesuaian dosis, indikasi, dan
pemilihan kombinasi OAT telah memenuhi standar pedoman penanggulangan TB.
Kesimpulan berdasarkan analisis hubungan antara usia, lama pengobatan, jenis
kelamin, dan penyakit penyerta kronik terhadap hasil pengobatan pasien diperoleh
hasil bahwa usia dan lama pengobatan memiliki hubungan yang signifikan dengan
hasil pengobatan pasien. Sedangkan jenis kelamin dan penyakit penyerta kronik
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Resep harus ditulis dengan jelas untuk menghindari kesalahan medikasi atau medication error (ME). Evaluasi kelengkapan resep dilakukan sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan resep.
Tujuan: Penelitian ini ditujukan mengetahui persentase kelengkapan resep dalam hal Inscriptio, Invocatio, Prescriptio, Signatura, Subscriptio dan Pro.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan 400 sampel lembar resep yang akan diteliti, dan dilakukan pengamatan satu persatu dengan cara mencatat semua aspek-aspek kelengkapan resep dan dilakukan analisa data hasil.
Hasil: Diketahui jumlah presentase resep yang memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 76,25% (305 lembar resep), sedangkan presentase resep yang tidak memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 23,75% (95 lembar resep). Kelengkapan resep pasien BPJS di klinik mahasta dalam hal inscriptio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal invocatio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal praescriptio 87% lengkap 13% tidak lengkap, dalam hal subscriptio 97,5% lengkap 2,5% tidak lengkap, dalam hal signatura 100% lengkap 0% tidak lengkap, dan dalam hal pro 83,25% lengkap 16,75% tidak lengkap.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Enzim 3-Chymotrypsin-Like Protease (3-CLPro), mediator inflamasi IL-6 dan IL-18 merupakan faktor yang mempercepat siklus hidup SARS-CoV-2. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) diketahui dapat menambat sitokin proinflamasi. Tujuan penelititan ini untuk mengetahui senyawa dan nilai binding energy (ΔG) yang paling negatif atau terendah yang dihasilkan oleh senyawa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) secara in silico. Metode dilakukan dengan molecular docking secara in silico antara reseptor (enzim 3-CLPro, mediator inflamasi IL-6, IL-18) dan ligan (Curcuma xanthorrhiza Roxb) menggunakan aplikasi PyRx. Hasil molecular docking atau penambatan dari 24 senyawa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) menunjukkan bahwa semua senyawa dapat menghambat enzim 3-Chymotrypsin Like-Protease (3-CLPro), mediator inflamasi IL-6, dan mediator inflamasi IL-18. Curcumin memiliki nilai penurunan energi yang mendekati kontrol positif boceprevir dan ivermectin dalam penghambatan enzim 3-CLPro sebesar -10,0 kcal/mol. Pada penurunan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18, curcumin memiliki nilai yang paling negatif atau terbaik dibandingkan dengan kontrol positif boceprevir dan ivermectin -10,2 dan -10,0 kcal/mol. Maka, dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) berpotensi sebagai pengembangan obat terbaru untuk SARS- CoV-2.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease-19 (COVID-19) disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dengan bantuan enzim Main Protease (MPro) dalam proses replikasinya. Sehingga SARS-CoV-2 dapat meningkatkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam jintan hitam (Nigella sativa L) dan mengetahui nilai penurunan energi bebas (ΔG) yang dapat menghambat enzim Main Protease (MPro) dan menurunkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Penelitian ini diawali dengan melakukan penyiapan model senyawa kimia, optimasi senyawa, preparasi makromolekul target penambatan, penambatan molekul dan visualisasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 37 senyawa yang terdapat pada jintan hitam (Nigella sativa L) ada senyawa yang mampu menghambat enzim Main Protease (MPro) yaitu senyawa taraxerol (-9.1 kcal/mol). Kemudian, untuk IL-6 yaitu senyawa cholesterol (-8.9 kcal/mol) dan IL-18 yaitu senyawa cholesterol (-7.1 kcal/mol). Maka, dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam jintan hitam berpotensi sebagai pengembangan obat terbaru untuk SARS-CoV-2.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Obat Antidiabetes Tipe II Pada Pasien Rawat Jalan Di Rs Sentra Medika Periode Januari-Februari 2023. Cara pengambilan data pada penelitian ini dengan melihat dan mencatat pola peresep diabetes tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS Sentra Medika Cibinong periode Januari-Februari 2023. Hasil Penelitian perempuan merupakan yang paling banyak mengalami diabetes daripada Perempuan yakni 37 orang (53%), laki-laki 33 orang (47%). Terapi pengobatan HbA1C <7,5% terdiri dari 32% monoterapi, 47% 2 kombinasi, 21% 3 kombinasi. HbA1C >7,5% terdiri dari 24% monoterapi, 56% 2 kombinasi, 20% 3 kombinasi. HbA1C >9% terdiri dari 23% monoterapi, 60% 2 kombinasi, 18% 3 kombinasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus SARS-CoV-2. Bawang putih (Allium sativum L) mengandung senyawa yang bertanggung jawab atas efek imunomodulator dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut senyawa yang terkandung didalam bawang putih (Allium sativum L) yang berpotensi menghambat COVID-19 secara in silico dengan menyiapkan model senyawa kimia, mengoptimasikan senyawa, preparasi makromolekul target penambatan senyawa enzim Papain Like Protease dengan kode 6B18, dan untuk mediator TNF-α dengan kode 1TNF dan IFN-α dengan kode 4Z5R, penambatan molekul, dan visualisasi. Hasil didapatkan 34 senyawa bawang putih dapat menghambat enzim PLPRO dan mediator inflamasi TNF-a dan INF-a
Dari 34 senyawa pada bawang putih (Allium sativum L) diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim Papain Like Protease (PLPRO) yaitu dari -2,6 sampai -8,7 kcal/mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Hyperin sebesar -8.7 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator TNF-a yaitu dari -2,5 sampai -8,0 kcal/mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Phytol sebesar -8.0 kcal/mol dan yang dapat menghambat mediator INF-a yaitu dari -3,1 sampai -8,2 kcal/mol mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Ergosterol sebesar -8.2 kcal/mol.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease 2019 yang disebut covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Madu merupakan cairan kental yang diproduksi oleh lebah mengandung berbagai senyawa dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti madu sebagai obat untuk mengatasi covid-19 secara pre experimental design berbasis komputer. Penelitian dilakukan dengan penyiapan Ligan yang diperoleh dari Zink Web dan makromolekul yang diperoleh dari Protein Data Bank yaitu enzim 3CLpro dengan kode 6M03, mediator TNF-α dengan kode 1TNF dan IFN-α dengan kode 4Z5R. Makromolekul dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, visualisasi ligan makromolekul menggunakan perangkat lunak PyMol dan Ligplot. Hasil didapatkan 26 senyawa madu diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim 3CLpro yaitu -5.0 sampai -7,6 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan energi afinitas -7.6 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator inflamasi IFN-α yaitu -5.0 sampai -8,0 kcal/mol didapatkan nilai terbaik rutin dengan nilai energi afinitas -8.0 kcal/mol, senyawa yang menghambat mediator inflamasi TNF-α yaitu -4.7 sampai -7,5 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan nilai energi afinitas sebesar -7.5 (kkal/mol), yang dapat berpotensi dalam pengobatan antivirus SARS COV-2 yang potensial.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang berpotensi serius dan biasanya menyerang paru-paru. Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga setelah India dan Cina, yang berpenduduk lebih dari 1 milyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan Obat Antituberkulosis (OAT) paru berdasarkan usia, jenis kelamin, kategori pengobatan, jenis (OAT) dan tipe pasien pada periode Mei-Oktober 2022. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang bersifat retrospektif, menggunakan resep dan rekam medis pasien rawat jalan yang didiagnosa Tuberkulosis paru yang menerima pengobatan di RS Sentra Medika Cibinong. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode Mei-Oktober 2022 terdapat sebanyak 95 pasien rawat jalan yang didiagnosa tuberkulosis dengan total populasi sebanyak 1565 diantaranya berusia 21-59 tahun sebanyak 83 kasus (87,4%), usia 15-20 tahun sebanyak 12 kasus (12,6%). Berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 52 pasien (54,7%). Tipe pasien berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya terdapat pasien kasus baru sebanyak 93 pasien (97,3%) dibandingkan kasus kambuh sebanyak 2 pasien (2,1%), Jenis OAT yang digunakan pada rumah sakit ini adalah OAT jenis KDT dengan total 95 pasien (100%). Pasien yang menerima pengobatan kategori 1 sebanyak 93 pasien (97,9%), yang menerima pengobatan kategori 2 sebanyak 2 pasien (2,1%). Kesimpulan kategori pengobatan tertinggi adalah kategori I dan sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis RI Nomor 67 Tahun 2016.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Obat generik merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan tanpa melalui uji praklinis dan klinis dan dipasarkan dengan mudah dengan harga yang cukup murah, obat generik tidak mampu untuk menciptakan pengobatan yang efektif dibandingkan dengan obat paten. Ketidaktahuan masyarakat terhadap obat generik yang menjadi penyebab munculnya anggapan buruk tentang obat generik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar dan mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan obat generik pada masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Metode dalam penelitian ini menggunakan medote analisis kualitatif kuantitatif dengan analisis data univariat dan bivariat (chi-square test) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan terhadap obat generik. Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 883 dengan sampel sebesar 90 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin sehingga, dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini didapatkan dari 90 responden di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori baik sebanyak 62,2%, dengan kategori cukup sebanyak 22,2, dan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori kurang sebanyak 15,6% sehingga dapat disimpulkan masyarakat di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan nilai persentase 62,2% dan tidak adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan perbulan) dengan tingkat pengetahuan tentang obat generik.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia dan saat ini terdaftar sebagai penyakit pembunuh ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Hipertensi tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan dengan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran peresepan obat antihipertensi (oral ) di Klinik Tiara Periode Juli - Desember 2022 berdasarkan karakteristik pasien dan karakteristik obat. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu dengan pendekatan retrospektif. Untuk mengetahui gambaran peresepan obat antihipertensi (oral) di klinik Tiara. Adapun populasi pada penelitian ini sebanyak 81 orang dengan menggunakan rumus Slovin dari 102 orang. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil berdasarkan karakteristik pasien, presentase jenis kelamin perempuan 52,43% dan jenis kelamin laki-laki 47,56%, presentase usia remaja 12,19% , dewasa 68,29% dan lansia 19,51% , presentase penyakit penyerta hipertensi dengan diabetes 9,75% dan hipertensi tanpa diabetes 90,24%. Berdasarkan obat yang sering digunakan di klinik tiara yaitu obat amlodipin 80,48% ,kaptropil 1,21%, nifedipin 2,43% , amlodipin+ furosemid 1,21% dan amlodipin+captropil 14,63%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas 2018 masyarakat yang terdata yaitu di Provinsi Jawa Barat sebesar 186.809 orang, sedangkan untuk prevalensi ISPA yang terdiagnosa di provinsi Jawa Barat ada pada peringkat ke 7 yaitu sebesar 4,7%. Provinsi Jawa Barat termasuk kedalam 10 besar yang banyak terjadi kasus ISPA.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Peresepan Antibiotik Oral Pada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Tiara Cibinong Bogor Periode April-September 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di Klinik Tiara periode April-September tahun 2022.
Hasil: Penggunaan antibiotik oral yaitu laki-laki sebanyak 55 pasien (55%) dari 100 pasien. Kelompok usia yang lebih banyak mendapatkan antibiotik oral yaitu adalah anak-anak 39 pasien (39%) dari 100 pasien. Zat aktif Antibiotik yang lebih banyak diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 49 pasien (49%) dari 100 resep. Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin sebanyak 55 pasien (55%) dari 100 resep dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan yaitu sirup 50 pasien (50%) dari 100 resep.