Abstrak
Sistem imun adaptif berperan penting dalam mempertahankan tubuh melalui aktivitas limfosit T CD4+ dan CD8+, serta keseimbangan keduanya yang tercermin pada rasio CD4+/CD8+. Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan imunomodulator, sedangkan fermentasi kombucha diperkirakan dapat meningkatkan ketersediaan biologis senyawa tersebut. Namun, informasi mengenai pengaruh gandaria fermentasi kombucha terhadap profil limfosit T masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi produk fermentasi serta mengetahui pengaruh pemberian nutrasetikal gandaria fermentasi kombucha terhadap persentase limfosit T CD4+, CD8+, dan rasio CD4+/CD8+ pada mencit. Penelitian kuantitatif eksperimental in vivo ini menggunakan desain post-test only control group. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur BALB/c berumur 6–8 minggu dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif akuades, kontrol positif Stimuno® 0,08 mL/20 g BB, serta kelompok perlakuan gandaria fermentasi kombucha dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 g BB yang diberikan secara oral selama 14 hari. Profil limfosit T diperiksa menggunakan antibodi anti-CD4 dan anti-CD8 dengan metode flow cytometry, kemudian dianalisis secara deskriptif. Fermentasi selama 14 hari menurunkan pH dari 4,0 menjadi 3,0. Dosis 0,73 mL/20 g BB menghasilkan persentase CD4+ dan CD8+ tertinggi, masing-masing sebesar 21,82% dan 7,76%, dengan rasio CD4+/CD8+ sebesar 2,81. Namun, respons antardosis tidak menunjukkan pola linear dan perbedaannya belum dapat dibuktikan secara statistik karena data pemeriksaan belum tersedia secara individual. Penelitian ini menunjukkan bahwa gandaria fermentasi kombucha dosis 0,73 mL/20 g BB memiliki potensi paling besar dalam memengaruhi profil limfosit T secara deskriptif dan dapat dikembangkan sebagai kandidat nutrasetikal imunomodulator berbasis bahan alam. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan sampel yang lebih besar, data individual, analisis statistik inferensial, rentang dosis yang lebih luas, serta pemeriksaan parameter imunologi, senyawa bioaktif, dan keamanan produk secara lebih lengkap.