Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: gandaria
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Metabolit Sekunder Senyawa Nutrasetikal Gandaria (Bouea macrophylla) Fermentasi Kombucha Menggunakan Analisis Liquid Chromatohraphy-Mass Spectrometry

2026•Koleksi Perpustakaan

Gandaria (Bouea macrophylla) merupakan buah lokal Indonesia yang kaya senyawa bioaktif, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan nutrasetikal fermentasi masih terbatas sehingga diperlukan pemetaan metabolit untuk mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dalam gandaria fermentasi kombucha menggunakan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS), menentukan golongan senyawa yang berpotensi sebagai komponen nutrasetikal, serta menjawab senyawa apa saja yang terbentuk dan aktivitas biologis apa yang mungkin dimilikinya. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Buah gandaria dideterminasi, diolah menjadi sari buah, kemudian difermentasi menggunakan gula, starter kombucha, dan SCOBY selama tujuh hari. Sampel disentrifugasi, difiltrasi, diencerkan, lalu dianalisis menggunakan LC-MS dengan kolom C18. Data berupa waktu retensi, massa terhadap muatan, dan luas area puncak dicocokkan dengan basis data NIST serta divisualisasikan menggunakan Cytoscape. Hasil penelitian memperoleh 14 kandidat senyawa yang teridentifikasi secara tentatif. Lima senyawa paling berpotensi sebagai komponen nutrasetikal ialah isoliquiritigenin, Safflor yellow A, fargesin, procyanidin B1, dan (+)-carvone, yang mewakili golongan kalkon atau flavonoid, polifenol, lignan, proantosianidin, dan monoterpen serta berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Fargesin menunjukkan respons ion relatif terbesar, yaitu sekitar 60,22%, sehingga berpotensi menjadi penanda kimia. Beberapa kandidat lain diduga merupakan metabolit primer, kontaminan preparasi, atau senyawa yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi kombucha gandaria menghasilkan profil metabolit beragam dan memberikan dasar ilmiah awal bagi pengembangan nutrasetikal lokal. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan konfirmasi MS/MS dengan standar autentik, menyediakan blanko, membandingkan sampel sebelum dan sesudah fermentasi, serta menguji aktivitas biologis dan keamanan secara langsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Nutrasetikal Gandaria Fermentasi Kombucha Terhadap Nilai Limfosit-T Menggunakan Metode Flow Cytrometry

2026•Koleksi Perpustakaan

Sistem imun adaptif berperan penting dalam mempertahankan tubuh melalui aktivitas limfosit T CD4+ dan CD8+, serta keseimbangan keduanya yang tercermin pada rasio CD4+/CD8+. Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan imunomodulator, sedangkan fermentasi kombucha diperkirakan dapat meningkatkan ketersediaan biologis senyawa tersebut. Namun, informasi mengenai pengaruh gandaria fermentasi kombucha terhadap profil limfosit T masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi produk fermentasi serta mengetahui pengaruh pemberian nutrasetikal gandaria fermentasi kombucha terhadap persentase limfosit T CD4+, CD8+, dan rasio CD4+/CD8+ pada mencit. Penelitian kuantitatif eksperimental in vivo ini menggunakan desain post-test only control group. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur BALB/c berumur 6–8 minggu dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif akuades, kontrol positif Stimuno® 0,08 mL/20 g BB, serta kelompok perlakuan gandaria fermentasi kombucha dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 g BB yang diberikan secara oral selama 14 hari. Profil limfosit T diperiksa menggunakan antibodi anti-CD4 dan anti-CD8 dengan metode flow cytometry, kemudian dianalisis secara deskriptif. Fermentasi selama 14 hari menurunkan pH dari 4,0 menjadi 3,0. Dosis 0,73 mL/20 g BB menghasilkan persentase CD4+ dan CD8+ tertinggi, masing-masing sebesar 21,82% dan 7,76%, dengan rasio CD4+/CD8+ sebesar 2,81. Namun, respons antardosis tidak menunjukkan pola linear dan perbedaannya belum dapat dibuktikan secara statistik karena data pemeriksaan belum tersedia secara individual. Penelitian ini menunjukkan bahwa gandaria fermentasi kombucha dosis 0,73 mL/20 g BB memiliki potensi paling besar dalam memengaruhi profil limfosit T secara deskriptif dan dapat dikembangkan sebagai kandidat nutrasetikal imunomodulator berbasis bahan alam. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan sampel yang lebih besar, data individual, analisis statistik inferensial, rentang dosis yang lebih luas, serta pemeriksaan parameter imunologi, senyawa bioaktif, dan keamanan produk secara lebih lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Fermentasi Kombucha Gandaria Sebagai Nutrasetikal Terhadap Respons Imun Menggunakan Metode In Vivo dan In Silico

2026•Koleksi Perpustakaan

Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai nutrasetikal imunomodulator, tetapi bukti mengenai efek fermentasi kombucha gandaria terhadap respons imun dan profil farmakokinetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nutrasetikal fermentasi kombucha gandaria terhadap kadar serum imunoglobulin G (IgG) serta memprediksi profil ADMET senyawa bioaktifnya. Penelitian kuantitatif eksperimental ini mengombinasikan pendekatan in vivo dan in silico. Mencit jantan galur Balb/c dibagi menjadi kelompok kontrol negatif, kontrol positif Stimuno®, serta kelompok perlakuan dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 gBB selama 14 hari. Kadar IgG diukur menggunakan ELISA Reader, sedangkan senyawa hasil LC-MS dianalisis menggunakan PubChem, pkCSM, dan Lipinski Rule of Five. Hasil LC-MS mendeteksi 15 senyawa secara tentatif. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone memenuhi seluruh kriteria Lipinski serta diprediksi tidak hepatotoksik. Rerata kadar IgG kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dosis 0,36, 0,55, dan 0,73 mL/20 gBB berturut-turut sebesar 17,58; 30,75; 17,81; 25,05; dan 25,27 ng/mL. Kombucha gandaria menunjukkan kecenderungan meningkatkan IgG pada dosis sedang dan tinggi, meskipun belum setara Stimuno®. Penelitian lanjutan diperlukan untuk konfirmasi senyawa, pengujian toksisitas, bioaktivitas, dan parameter imun lainnya. Temuan ini memberikan dasar awal bagi pemanfaatan buah lokal Indonesia sebagai minuman fungsional berbasis fermentasi yang berpotensi mendukung respons imun humoral secara aman, terstandar, dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Prediksi Target dan Farmakokinetik Senyawa Nutrasetikal Gandaria Fermentasi Kombucha Menggunakan Swisstargetprediction dan Swissadme

2026•Koleksi Perpustakaan

Gandaria (Bouea macrophylla) merupakan buah yang kaya senyawa bioaktif dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber nutrasetikal melalui fermentasi kombucha. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil farmakodinamik dan farmakokinetik senyawa gandaria fermentasi kombucha menggunakan SwissTargetPrediction dan SwissADME. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental deskriptif-eksploratif melalui analisis laboratorium dan pendekatan in silico. Sampel gandaria difermentasi menggunakan SCOBY, kemudian senyawanya diidentifikasi secara tentatif dengan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS). Struktur senyawa dalam format SMILES diperoleh dari PubChem, lalu dianalisis menggunakan SwissTargetPrediction untuk memprediksi target protein, kelas target, probabilitas interaksi, dan jalur biologis. Profil fisikokimia, absorpsi, distribusi, metabolisme, bioavailabilitas, PAINS, dan drug-likeness dianalisis menggunakan SwissADME serta aturan Lipinski. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 kandidat senyawa dengan mekanisme multisenyawa dan multitarget pada probabilitas 0,002–1,00. Kandidat nutrasetikal utama meliputi isoliquiritigenin, fargesin, procyanidin B1, dan 8-HETE. Procyanidin B1 diprediksi berinteraksi dengan matrix metalloproteinase-9, sedangkan 8-HETE berinteraksi dengan arachidonate 5-lipoxygenase dengan probabilitas 0,90. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone menunjukkan absorpsi gastrointestinal tinggi, mampu menembus sawar darah otak, tidak memiliki peringatan PAINS, memiliki bioavailability score 0,55, serta memenuhi aturan Lipinski. Senyawa 8-HETE memiliki bioavailability score tertinggi, yaitu 0,85, tetapi nilai WLogP 5,19 sedikit melebihi batas Lipinski. Safflor yellow A dan procyanidin B1 menunjukkan absorpsi rendah dan tidak memenuhi aturan Lipinski. Data metabolisme CYP3A4 dan CYP2D6 belum tersedia lengkap. Isoliquiritigenin memiliki profil paling seimbang. Penelitian menyimpulkan bahwa gandaria fermentasi kombucha berpotensi sebagai sumber nutrasetikal, namun memerlukan konfirmasi melalui molecular docking serta pengujian in vitro dan in vivo.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail