BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Daun pisang ambon mengandung senyawa kimia seperti tanin, saponin, dan
flavonoid yang memiliki potensi besar dalam penyembuhan luka pada manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak terpurifikasi daun
pisang ambon sebagai agen antiinflamasi pada luka bakar mencit. Prosedur yang
dilakukan mencakup pengolahan daun pisang ambon menjadi ekstrak kental
terpurifikasi, diikuti dengan uji in silico dan uji antiinflamasi pada punggung
mencit. Hasil dari molecular docking dan evaluasi keamanan sebagai agen
terapeutik menunjukkan bahwa senyawa leucocyanidin berpotensi sebagai kandidat
obat baru untuk antiinflamasi dengan nilai binding affinity sebesar -11,2 Kcal/mol
kestabilan dengan reseptor COX-1 dan kestabilan dengan reseptor COX-2 dengan
nilai binding affinity sebesar -11,1 Kcal/mol. Pengujian antiinflamasi menunjukkan
bahwa ekstrak terpurifikasi daun pisang ambon dengan konsentrasi 30%
memberikan efek optimal setara dengan efek salep Burnazin 35 gram yang
digunakan sebagai kontrol obat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Sejak Mei 2022, wabah cacar monyet telah menyebabkan lebih dari 90.000 kasus di 115 negara, termasuk negara-negara non-endemis. Cacar monyet adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus orthopox, mirip dengan cacar tetapi dengan tingkat kematian lebih rendah. Daun Sambiloto diketahui mengandung senyawa aktif yang dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa dalam daun Sambiloto sebagai obat antivirus untuk cacar monyet menggunakan pendekatan pre-experimental berbasis komputer. Senyawa tanaman dilakukan seleksi terlebih dahulu untuk memprediksi nilai farmakokinetik dan toksisitasnya pada website pkCSM, lalu diseleksi kembali untuk memisahkan apakah senyawa tanaman tersebut dikatakan mirip obat atau tidak mirip obat pada website Lipinski Rule. Data ligan/ senyawa tanaman diperoleh dari PubChem, sedangkan makromolekul berupa enzim Thymidylate Kinase (kode 1E2Q) dan Decapping Enzyme D9 (kode 7SF0), yang diambil dari Protein Data Bank. Makromolekul tersebut dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, kemudian dilakukan docking mdengan ligan pada aplikasi PyRx selanjutnya divisualisasikan dengan PyMol dan Ligplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 senyawa dalam daun Sambiloto dapat menghambat enzim Thymidylate Kinase dengan energi afinitas -15.4 hingga -4.9 kcal/mol, di mana Andrographidin A memiliki energi afinitas terbaik sebesar -13.4 kcal/mol. Selain itu, senyawa daun Sambiloto juga efektif menghambat Decapping Enzyme D9 dengan energi afinitas -16.6 hingga -4.5 kcal/mol. Senyawa paling efektif adalah 5-Hydroxy-7,8-dimethoxyflavone_5-glucoside, Andrographidin A, dan Wogonin_5-glucoside dengan energi afinitas -13.0 kcal/mol. Penelitian ini menunjukkan potensi daun Sambiloto sebagai bahan untuk pengembangan obat antivirus terhadap virus cacar monyet. (MPXV).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Enzim 3-Chymotrypsin-Like Protease (3-CLPro), mediator inflamasi IL-6 dan IL-18 merupakan faktor yang mempercepat siklus hidup SARS-CoV-2. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) diketahui dapat menambat sitokin proinflamasi. Tujuan penelititan ini untuk mengetahui senyawa dan nilai binding energy (ΔG) yang paling negatif atau terendah yang dihasilkan oleh senyawa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) secara in silico. Metode dilakukan dengan molecular docking secara in silico antara reseptor (enzim 3-CLPro, mediator inflamasi IL-6, IL-18) dan ligan (Curcuma xanthorrhiza Roxb) menggunakan aplikasi PyRx. Hasil molecular docking atau penambatan dari 24 senyawa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) menunjukkan bahwa semua senyawa dapat menghambat enzim 3-Chymotrypsin Like-Protease (3-CLPro), mediator inflamasi IL-6, dan mediator inflamasi IL-18. Curcumin memiliki nilai penurunan energi yang mendekati kontrol positif boceprevir dan ivermectin dalam penghambatan enzim 3-CLPro sebesar -10,0 kcal/mol. Pada penurunan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18, curcumin memiliki nilai yang paling negatif atau terbaik dibandingkan dengan kontrol positif boceprevir dan ivermectin -10,2 dan -10,0 kcal/mol. Maka, dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) berpotensi sebagai pengembangan obat terbaru untuk SARS- CoV-2.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease-19 (COVID-19) disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dengan bantuan enzim Main Protease (MPro) dalam proses replikasinya. Sehingga SARS-CoV-2 dapat meningkatkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam jintan hitam (Nigella sativa L) dan mengetahui nilai penurunan energi bebas (ΔG) yang dapat menghambat enzim Main Protease (MPro) dan menurunkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Penelitian ini diawali dengan melakukan penyiapan model senyawa kimia, optimasi senyawa, preparasi makromolekul target penambatan, penambatan molekul dan visualisasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 37 senyawa yang terdapat pada jintan hitam (Nigella sativa L) ada senyawa yang mampu menghambat enzim Main Protease (MPro) yaitu senyawa taraxerol (-9.1 kcal/mol). Kemudian, untuk IL-6 yaitu senyawa cholesterol (-8.9 kcal/mol) dan IL-18 yaitu senyawa cholesterol (-7.1 kcal/mol). Maka, dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam jintan hitam berpotensi sebagai pengembangan obat terbaru untuk SARS-CoV-2.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus SARS-CoV-2. Bawang putih (Allium sativum L) mengandung senyawa yang bertanggung jawab atas efek imunomodulator dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut senyawa yang terkandung didalam bawang putih (Allium sativum L) yang berpotensi menghambat COVID-19 secara in silico dengan menyiapkan model senyawa kimia, mengoptimasikan senyawa, preparasi makromolekul target penambatan senyawa enzim Papain Like Protease dengan kode 6B18, dan untuk mediator TNF-α dengan kode 1TNF dan IFN-α dengan kode 4Z5R, penambatan molekul, dan visualisasi. Hasil didapatkan 34 senyawa bawang putih dapat menghambat enzim PLPRO dan mediator inflamasi TNF-a dan INF-a
Dari 34 senyawa pada bawang putih (Allium sativum L) diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim Papain Like Protease (PLPRO) yaitu dari -2,6 sampai -8,7 kcal/mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Hyperin sebesar -8.7 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator TNF-a yaitu dari -2,5 sampai -8,0 kcal/mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Phytol sebesar -8.0 kcal/mol dan yang dapat menghambat mediator INF-a yaitu dari -3,1 sampai -8,2 kcal/mol mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Ergosterol sebesar -8.2 kcal/mol.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease 2019 yang disebut covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Madu merupakan cairan kental yang diproduksi oleh lebah mengandung berbagai senyawa dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti madu sebagai obat untuk mengatasi covid-19 secara pre experimental design berbasis komputer. Penelitian dilakukan dengan penyiapan Ligan yang diperoleh dari Zink Web dan makromolekul yang diperoleh dari Protein Data Bank yaitu enzim 3CLpro dengan kode 6M03, mediator TNF-α dengan kode 1TNF dan IFN-α dengan kode 4Z5R. Makromolekul dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, visualisasi ligan makromolekul menggunakan perangkat lunak PyMol dan Ligplot. Hasil didapatkan 26 senyawa madu diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim 3CLpro yaitu -5.0 sampai -7,6 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan energi afinitas -7.6 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator inflamasi IFN-α yaitu -5.0 sampai -8,0 kcal/mol didapatkan nilai terbaik rutin dengan nilai energi afinitas -8.0 kcal/mol, senyawa yang menghambat mediator inflamasi TNF-α yaitu -4.7 sampai -7,5 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan nilai energi afinitas sebesar -7.5 (kkal/mol), yang dapat berpotensi dalam pengobatan antivirus SARS COV-2 yang potensial.