BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Pemenuhan protein merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pemulihan dan adaptasi otot setelah latihan beban. Putih telur merupakan sumber protein hewani yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan minuman pasca latihan, sedangkan pisang ambon dapat memberikan karakteristik sensori pada produk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan kandungan protein smoothie berbasis putih telur dan pisang ambon sebagai sumber protein pasca latihan beban. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi, yaitu F1, F2, dan F3. Uji daya terima dilakukan terhadap 30 panelis semi-terlatih menggunakan uji hedonik dengan skala 1–6 berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney, sedangkan kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl. Hasil: Terdapat perbedaan daya terima pada warna (p=0,008), aroma (p<0,001), dan rasa (p<0,001), sedangkan tekstur tidak berbeda signifikan (p=0,830). Kandungan protein rata-rata F1 sebesar 5,18%, F2 5,77%, dan F3 6,66%, dengan F3 memiliki kandungan protein tertinggi. Kesimpulan: Variasi formulasi memengaruhi daya terima warna, aroma, dan rasa, tetapi tidak pada tekstur. F3 memiliki kandungan protein tertinggi, namun F1 menunjukkan penerimaan yang lebih baik pada beberapa parameter sensori.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Daun pisang ambon mengandung senyawa kimia seperti tanin, saponin, dan
flavonoid yang memiliki potensi besar dalam penyembuhan luka pada manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak terpurifikasi daun
pisang ambon sebagai agen antiinflamasi pada luka bakar mencit. Prosedur yang
dilakukan mencakup pengolahan daun pisang ambon menjadi ekstrak kental
terpurifikasi, diikuti dengan uji in silico dan uji antiinflamasi pada punggung
mencit. Hasil dari molecular docking dan evaluasi keamanan sebagai agen
terapeutik menunjukkan bahwa senyawa leucocyanidin berpotensi sebagai kandidat
obat baru untuk antiinflamasi dengan nilai binding affinity sebesar -11,2 Kcal/mol
kestabilan dengan reseptor COX-1 dan kestabilan dengan reseptor COX-2 dengan
nilai binding affinity sebesar -11,1 Kcal/mol. Pengujian antiinflamasi menunjukkan
bahwa ekstrak terpurifikasi daun pisang ambon dengan konsentrasi 30%
memberikan efek optimal setara dengan efek salep Burnazin 35 gram yang
digunakan sebagai kontrol obat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah kondisi medis yang penderita umumnya memiliki kadar gula
darah yang tinggi dan abnormal. Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat mempengaruhi banyak organ vital
tubuh dan menyebabkan kerusakan syaraf dan pembuluh darah. Metode penelitian ini adalah kuantitatif
dengan cross-sectional study. Total panelis sebanyak 34 responden. Dalam penelitian ini mengunakan teknik
uji analisa yang di gunakan adalah univariat berupa uji analisis deskriptif dan bivariat berupa uji
Post Hoc Tests.
Hasil dari formula pembuatan cookies tepung ubi jalar ungu dan pisang ambon ada 3 yaitu F1 (subsitusi untuk
tepung ubi jalar dan tepung pisang ambon 50%) F2 (subsitusi untuk tepung ubi jalar 75% dan tepung pisang
ambon 25%) F3 (subsitusi untuk tepung ubi jalar 25% dan tepung pisang 75%). Hasil dari uji hedonik untuk
variabel warna berkisar 2,2 hingga 2,4. Aroma memiliki nilai rata-rata 2,29 hingga 3,24. Rasa kisaran agak
suka 2,09 sampai 2,94. Tekstur berkisar 2,35 hingga 3,00, Aftertaste kisaran 2,24 hingga 3,03. Berdasarkan
dari uji organoleptik cookies yang paling disukai adalah F2. Formula 2 ini mengandung energi 3,86% AKG,
Protein 2,50% AKG, lemak 0,30% AKG, karbohidrat 5,78% AKG dan serat 2% AKG dengan harga per
takaran saji sebesar Rp 2211,0. Cookies tepung ubi jalar ungu dan pisang ambon bisa menjadi alternatif
makanan selingan bagi penderita DM Tipe 2.