Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: Deni Alamsah
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Jaminan Halal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada SPPG di Kecamatan Sukawangi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga perlu memperhatikan keamanan dan kehalalan makanan. Jaminan halal menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan jaminan halal dalam Program MBG pada SPPG di Kecamatan Sukawangi, mengidentifikasi kendala, mengetahui pemahaman pelaksana terhadap prosedur halal, serta menggambarkan pengawasan terhadap pelaksanaan jaminan halal. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan dan model induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala SPPG, pengawas gizi, bagian akuntansi, serta tim logistik dan dapur. Hasil: Pelaksanaan jaminan halal telah berjalan cukup baik dan terintegrasi dalam penyelenggaraan makanan. Penerapannya meliputi pemeriksaan bahan, pengecekan label atau sertifikat halal, pemeriksaan pemasok, penyimpanan, kebersihan dan sanitasi, pengolahan, penyajian, serta distribusi makanan. Pemahaman pelaksana tergolong cukup baik melalui arahan, sosialisasi, pelatihan, briefing, dan penerapan SOP. Kendala yang ditemukan meliputi proses penerbitan sertifikat halal, keterbatasan pemasok yang memenuhi persyaratan halal, dan keterbatasan ruang penyimpanan. Pengawasan dilakukan melalui monitoring harian, pemeriksaan bahan, pemantauan proses produksi, evaluasi SOP, dan audit eksternal. Kesimpulan: Pelaksanaan jaminan halal pada SPPG Kecamatan Sukawangi telah berjalan cukup baik dan terintegrasi, namun masih diperlukan penguatan edukasi, pendampingan sertifikasi, pengawasan, serta kerja sama dengan pemasok untuk meningkatkan penerapan jaminan halal secara berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk memastikan setiap tahapan penyelenggaraan makanan tetap sesuai ketentuan halal dan mendukung kepercayaan penerima manfaat terhadap kualitas makanan yang diberikan oleh SPPG secara konsisten.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Kualitas Diet dengan Status Gizi pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penggunaan media sosial yang semakin meningkat dan pola konsumsi yang kurang sesuai dapat menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa dan berpotensi berkaitan dengan status gizi. Mahasiswa memiliki berbagai aktivitas akademik dan sosial yang dapat memengaruhi kebiasaan penggunaan media sosial serta pola makan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 33 mahasiswa dan seluruh populasi dijadikan responden menggunakan teknik total sampling. Intensitas penggunaan media sosial diukur menggunakan Social Networking Time Use Scale (SONTUS), kualitas diet diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan dinilai menggunakan Diet Quality Index-International (DQI-I), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebanyak 18 mahasiswa (54,5%) memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori rendah dan 15 mahasiswa (45,5%) kategori tinggi. Sebanyak 27 mahasiswa (81,8%) memiliki kualitas diet rendah dan 6 mahasiswa (18,2%) memiliki kualitas diet tinggi. Berdasarkan status gizi, 21 mahasiswa (63,6%) tergolong kurus, 5 mahasiswa (15,2%) normal, dan 7 mahasiswa (21,2%) gemuk. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi (p = 0,540) dan antara kualitas diet dengan status gizi (p = 0,556).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial maupun kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Status gizi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, lingkungan, dan faktor gaya hidup lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lama Kerja dan Pengetahuan Dengan Keterampilan Kader Pada Pengukuran Antropometri Balita di Posyandu Cikarang Selatan

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pengukuran antropometri balita yang tidak akurat oleh rangkaian posisi merupakan masalah signifikan yang dapat menghambat deteksi dini stunting dan masalah gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lama kerja dan pengetahuan dengan keterampilan pada pengukuran antropometri balita di Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini berfokus pada 41 kader yang memenuhi kriteria inklusi di wilayah kerja Kecamatan Cikarang Selatan, khususnya di Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi. Analisis uji yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran tinggi badan ditemukan hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) dengan (OR = 0,417) dan variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran berat badan (p-value = 0,003) dengan (OR = 0,095). Pengetahuan kader juga berhubungan secara signifikan dengan keterampilan pengukuran tinggi badan (p-value = 0,000) dengan (OR = 45,500). Lalu hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,120) dengan (OR = 2,963). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja secara signifikan berhubungan dengan keterampilan antropometri dan pengetahuan kader dengan keterampilan pengukuran tinggi badan secara signifikan berhubungan. Sedangkan pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak ada hubungan secara signifikan. Kader yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih terampil dalam pengukuran antropometri.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Keamanan Makanan Ditinjau Dari Aspek Penggunaan Pengawet Berbahaya, Pewarna Sintetik dan Praktik

2024•Koleksi Perpustakaan

Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 9.262 sampel yang diuji dari 3.749 pedagang makanan dan minuman di 1.057 titik pengawasan menunjukkan bahwa 102 sampel, atau 1,1% dari total sampel, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti borkas (0,28%), formalin (0,53%), rhodamin B (0,30%), dan methanyl yellow (0,01%). Formalin merupakan zat berbahaya bagi tubuh manusia. Dampak dari pemaparan ini formalin terakumulasi pada lapisan lendir saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Rhodamin B adalah pewarna sintetis dari kelompok pewarna xanthenes yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Zat warna rhodamin B dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan karena efek berbahaya yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin dan rhodamin B yang beredar di kantin sekolah Kabupaten Bekasi. Desain penelitian ini yaitu ekperimental. Untuk mengetahui persentase kandungan formalin dan rhodamin B, pengolahan data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif dan univariat. Sampel dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan test kit formalin dan rhodamin B terhadap kandungan formalin dan rhodamin B menujukkan bahwa diperoleh sebanyak 7 sampel makanan yang mengandung zat formalin dan diperoleh sebanyak 5 sampel makanan yang mengandung zat rhodamin B.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi Cookies Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Pisang Ambon Sebagai Alternatif Makanan Selingan untuk Penderita Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2

2024•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah kondisi medis yang penderita umumnya memiliki kadar gula darah yang tinggi dan abnormal. Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat mempengaruhi banyak organ vital tubuh dan menyebabkan kerusakan syaraf dan pembuluh darah. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan cross-sectional study. Total panelis sebanyak 34 responden. Dalam penelitian ini mengunakan teknik uji analisa yang di gunakan adalah univariat berupa uji analisis deskriptif dan bivariat berupa uji Post Hoc Tests. Hasil dari formula pembuatan cookies tepung ubi jalar ungu dan pisang ambon ada 3 yaitu F1 (subsitusi untuk tepung ubi jalar dan tepung pisang ambon 50%) F2 (subsitusi untuk tepung ubi jalar 75% dan tepung pisang ambon 25%) F3 (subsitusi untuk tepung ubi jalar 25% dan tepung pisang 75%). Hasil dari uji hedonik untuk variabel warna berkisar 2,2 hingga 2,4. Aroma memiliki nilai rata-rata 2,29 hingga 3,24. Rasa kisaran agak suka 2,09 sampai 2,94. Tekstur berkisar 2,35 hingga 3,00, Aftertaste kisaran 2,24 hingga 3,03. Berdasarkan dari uji organoleptik cookies yang paling disukai adalah F2. Formula 2 ini mengandung energi 3,86% AKG, Protein 2,50% AKG, lemak 0,30% AKG, karbohidrat 5,78% AKG dan serat 2% AKG dengan harga per takaran saji sebesar Rp 2211,0. Cookies tepung ubi jalar ungu dan pisang ambon bisa menjadi alternatif makanan selingan bagi penderita DM Tipe 2.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Cookies dari Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Ikan Teri untuk Makanan Tambahan Ibu Hamil

2024•Koleksi Perpustakaan

Stunting menurut WHO pada tahun 2025 jumlah balita stunting harus turun 40% di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cookies tepung ubi jalar ungu dan ikan teri yang diterima secara organoleptik sebagai makanan tambahan ibu hamil. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor dengan 3 taraf perlakuan, yaitu 95%, 92,5% dan 90%. Jumlah sampel sebanyak 32 responden. Tempat penelitian yaitu di Laboratorium Gizi Universitas Medika Suherman. Uji organoleptik diolah menggunakan Microsoft Excel 2013 kemudian dianalisis secara statistik menggunakan SPSS Versi 16. Hasil data hedonik atau rating test dianalisis menggunakan uji lanjutan dengan Duncan. Sedangkan untuk analisis zat gizi diolah menggunakan TKPI 2020. Hasil penelitian ini adalah formula cookies yang disukai oleh responden adalah formula F1. Formula cookies yang terpilih yakni cookies F1. Nilai rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap warna : 2,88-4,06 (kurang suka sampai suka), aroma : 2,97-3,72 (kurang suka sampai cukup suka), rasa : 2,81-4,09 (kurang suka-suka), tekstur : 3,38-4,06 (cukup suka-suka), dan aftertaste : 2,75-3,69 (kurang suka-cukup suka). Cookies dalam sekali penyajian adalah sebanyak 4 keping (40 g) sebagai cemilan pada sekali waktu selingan dalam sehari. Besar energi cookies per takaran saji yaitu sebanyak 356 kkal. Formula terpilih telah memenuhi 10-15% AKG yakni energi sebesar 14%. Cookies dari tepung ubi jalar ungu dan tepung ikan teri ini diharapkan bisa digunakan sebagai alternatif makanan tambahan ibu hamil.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail