Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Rhodamin B
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kosmetik kini menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat. Namun, peredaran kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya seperti pewarna merah K10 (Rhodamin B) masih ditemukan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam mencegah peredaran kosmetik yang mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui metode SWOT dan Matriks QSPM. Hasil penelitian Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan koordinat (0,15;0,12), menunjukkan BPOM dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal. Namun, hasil Matriks QSPM menunjukkan adanya ketidaksesuaian, di mana strategi WT memperoleh nilai tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dihasilkan yaitu Strategi 1 dengan nilai TAS 11,32, Strategi 2 dengan nilai TAS 11,15, dan Strategi 10 dengan nilai TAS 10,90. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi SO dan WT perlu dijalankan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga menutup kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dari paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keamanan Makanan Ditinjau Dari Aspek Penggunaan Pengawet Berbahaya, Pewarna Sintetik dan Praktik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 9.262 sampel yang diuji dari 3.749 pedagang makanan dan minuman di 1.057 titik pengawasan menunjukkan bahwa 102 sampel, atau 1,1% dari total sampel, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti borkas (0,28%), formalin (0,53%), rhodamin B (0,30%), dan methanyl yellow (0,01%). Formalin merupakan zat berbahaya bagi tubuh manusia. Dampak dari pemaparan ini formalin terakumulasi pada lapisan lendir saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Rhodamin B adalah pewarna sintetis dari kelompok pewarna xanthenes yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Zat warna rhodamin B dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan karena efek berbahaya yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin dan rhodamin B yang beredar di kantin sekolah Kabupaten Bekasi. Desain penelitian ini yaitu ekperimental. Untuk mengetahui persentase kandungan formalin dan rhodamin B, pengolahan data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif dan univariat. Sampel dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan test kit formalin dan rhodamin B terhadap kandungan formalin dan rhodamin B menujukkan bahwa diperoleh sebanyak 7 sampel makanan yang mengandung zat formalin dan diperoleh sebanyak 5 sampel makanan yang mengandung zat rhodamin B.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail