2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Balai POM Bogor memiliki tugas melakukan pengawasan post-market guna menjamin bahwa produk kosmetik yang beredar aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada di kuadran I (agresif), yaitu situasi yang mendukung penerapan strategi pengembangan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan peluang eksternal yang tersedia. Tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kosmetik kini menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat. Namun, peredaran kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya seperti pewarna merah K10 (Rhodamin B) masih ditemukan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam mencegah peredaran kosmetik yang mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui metode SWOT dan Matriks QSPM. Hasil penelitian Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan koordinat (0,15;0,12), menunjukkan BPOM dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal. Namun, hasil Matriks QSPM menunjukkan adanya ketidaksesuaian, di mana strategi WT memperoleh nilai tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dihasilkan yaitu Strategi 1 dengan nilai TAS 11,32, Strategi 2 dengan nilai TAS 11,15, dan Strategi 10 dengan nilai TAS 10,90. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi SO dan WT perlu dijalankan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga menutup kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dari paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengawasan pengelolaan obat merupakan upaya krusial untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat yang beredar di masyarakat. Balai POM Bogor memiliki peran strategis dalam melaksanakan pengawasan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Kota Depok yang memiliki tantangan distribusi obat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengawasan pengelolaan obat yang diterapkan oleh Balai POM Bogor dengan pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan yaitu observasi/wawancara dilanjutkan dengan pemetaan strategi prioritas melalui Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada pada kuadran III (turn-around strategy), yang mencerminkan tingginya peluang eksternal namun masih dihadapkan pada kelemahan internal yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah Balai POM Bogor memiliki kekuatan ( Kewenangan hukum, kolaborasi lintas sektor, dukungan sistem informasi), Kelemahan ( Keterbatasan dana operasional dan kurangnya fasilitas), Peluang (Edukasi publik melalui media sosial, program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO)), dan Ancaman (Adanya potensi gratifikasi kepada aparat penegak hukum). Dari Matriks QSPM, lima strategi prioritas yang direkomendasikan adalah: (1) pengajuan dukungan dana tambahan untuk pembangunan gedung dan laboratorium, (2) pemanfaatan kerja sama lintas sektor dan teknologi digital, (3) pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan program ABSO, (4) penyusunan edukasi berbasis komunitas, serta (5) pemanfaatan UU BPOM untuk memperkuat sarana dan prasarana pengawasan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Peredaran kosmetik mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di era digital yang mempermudah distribusi ilegal. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran strategis dalam menjamin keamanan produk, namun dihadapkan pada kendala seperti terbatasnya jangkauan wilayah, keterbatasan sumber daya, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM terhadap peredaran kosmetik berbahaya merkuri dan hidrokuinon melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), serta menentukan strategi prioritas menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data primer dari wawancara dengan BPOM dan pelaku usaha kosmetik. Hasil analisis menunjukkan BPOM memiliki kekuatan berupa SDM profesional, sistem pengawasan digital (SIPT dan EWAS), serta dukungan regulasi yang kuat. Sementara itu, kelemahan seperti keterbatasan SDM dan jangkauan edukasi masih perlu diperbaiki. Posisi strategi BPOM berada pada Kuadran I (agresif) dengan titik koordinat (0,86 ; 0,64), yang menunjukkan lembaga ini berada pada posisi kuat dan memiliki peluang besar. Strategi prioritas melalui QSPM adalah kolaborasi dengan influencer (skor 13), pendirian laboratorium forensik digital (skor 12,8), dan pengembangan chatbot AI untuk edukasi dan pelaporan cepat (skor 11,7). Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan sistem pengawasan BPOM yang adaptif dan kolaboratif di tengah pesatnya dinamika industri kosmetik digital.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Seiring dengan perkembangan industri farmasi yang pesat, mutu
layanan apotek menjadi faktor penting yang sangat menentukan kepuasan dan
loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepuasan mutu
pelayanan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan di Apotek
Kimia Farma 340. Subyek dan Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah
konsumen yang datang ke Apotek Kimia Farma 340 untuk membeli obat dan
menebus resep umum. Sampel yang digunakan berjumlah 273 responden, yang
dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan karakteristik tertentu
yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, yang memungkinkan analisis
mendalam terhadap data yang diperoleh. Pada kuesioner yang digunakan dalam
penelitian ini, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa
instrumen yang digunakan dapat menghasilkan data yang akurat dan konsisten.
Teknik analisis data yang diterapkan meliputi analisis univariat, yaitu Customer
Satisfaction Index (CSI) dan Net Promoter Score (NPS), serta analisis bivariat
menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil: yang didapat
pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis Customer Satisfaction Index
(CSI), sebagian besar responden sangat puas dengan berbagai aspek pelayanan di
Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara. Parameter "Tangible" mencatat tingkat
kepuasan tertinggi dengan persentase 83,53%, diikuti oleh "Assurance" sebesar
82,44%, "Empathy" 82,20%, "Reliability" 82,20%, dan "Responsiveness" 79,82%.
Sementara itu, analisis Net Promoter Score (NPS) menunjukkan bahwa rata-rata
NPS dari seluruh parameter adalah 5,64, yang termasuk dalam kategori loyal.
Kesimpulan: Uji hipotesis menunjukkan bahwa kepuasan mutu pelayanan
memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien di Apotek Kimia Farma
0340 Cikarang Utara.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : : Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek
berperan penting dalam peningkatan loyalitas pasien, semakin tinggi tingkat
kepuasan pasien maka pasien tersebut akan semakin loyal. Kepuasan pasien dapat
tercapai apabila pelayanan yang diberikan tidak membeda-bedakan antara pasien
umum maupun pasien asuransi sehingga mereka tertarik melakulan pembelian ulang
serta memperkenalkan produk dan jasa kepada orang lain. Penelitian ini dilakukan
bertujuan untuk menganalisis kepuasan atas mutu layanan farmasi dalan peningkatan loyalitas pasien umum dan asuransi di Apotek Cipto Cikarang Utara.
Subyek dan Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan
deskriptif (non-eksperimental) dengan pendekatan kuantitatif. Metode survey
menggunakan kuesioner untuk mendapatkan seberapa besar peran kepuasan pasien
dalam peningkatan loyalitas terhadap layanan kefarmasian. Populasi yang
digunakan sebanyak 716 pasien dan jumlah sampel 257 pasien dengan
menggunakan teknik purposive sampling dalam proses pengambilan sampel.
Analisis data yang digunakan yaitu Customer Satisfaction Index (CSI) untuk
mencari kepuasan pasien, Net Promoting Score (NPS) untuk menentukan loyalitas
pasien, dan uji Chi square untuk mencari hubungan antara kepuasan terhadap
loyalitas pasien dengan nilai sig 0,05. Hasil: Hasil yang didapatkan pada pengujian
kepuasan pasien menggunakan CSI diperoleh nilai tertinggi pada pasien asuransi
terdapat pada parameter assurance (jaminan) 86,21% (sangat puas) dan pada pasien
umum 86,15% (sangat puas). Hasil yang didapat pada pengujian loyalitas pasien
dengan menggunakan NPS pada pasien umum 25,14% (loyal) dan pasien asuransi
20,75% (loyal). Hasil yang didapat berdasarkan uji Chi square pada pasien umum
didapatkan nilai p value 0,024 dan pada pasien asuransi didapatkan nilai p value
0,053. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan
pada pasien umum terdapat hubungan antara kepuasan mutu layanan farmasi
terhadap loyalitas pasien, sedangkan pada pasien asuransi tidak ada hubungan antara
kepuasan mutu layanan farmasi terhadap loyalitas pasien.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang penting dan menjadi salah satu
dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target tindak lanjut oleh tenaga kesehatan.
Tujuan : Mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus dan mengetahui ada atau tidaknya
perbedaan skor pasien diabetes sebelum dan sesudah diberikan edukasi di Klinik Bunda Citra Medika.
Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan one group pre-test dan post-test design. Sampel
dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan
jumlah sebanyak 92 pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus (DM) di Klinik Bunda Citra Medika
pada bulan Januari-April tahun 2023. Hasil : Hasil uji validitas pengetahuan dinyatakan valid karena
r-Hitung lebih besar dari r-Tabel (0,3338) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji reliabilitas di
dapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,880 maka dinyatakn reliabel. Karakteristik pasien diabetes
melitus di Klinik Bunda Citra Medika yang paling banyak berdasarkan usia 36-50 tahun sebanyak
60,9%, yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 59,8% dan dari hasil edukasi terdapat kenaikan nilai
pengetahuan sebanyak 82,6%. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi mengunakan leaflet
pada pasien diabetes melitus di Klinik Bunda Citra Medika didapatkan hasil edukasi pre test dan post
test terdapat perubahan skor yaitu penurunan skor sebanyak 12 responden (13,0%), tidak terjadi
perubahan skor 4 responden (4,3%) dan terjadi peningkatan skor sebanyak 76 responden (82,6%).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dampak masa pandemi COVID-19 selama tiga tahun belakangan ini
menyebabkan intensitas penggunaan masker menjadi sangat penting. Dampak dari
penggunaan masker salah satunya menyebabkan bibir menjadi mudah kering dan
pecah - pecah, sensasi gatal dan kemerahan. Pasien di anjurkan untuk mengoleskan
pelembab pada bibir kering dan pecah-pecah serta mengkonsumsi setidaknya 8
gelas per hari, buah-buahan dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat loyalitas, karakteristik dan persentase dari pengguna Vaseline® Lip Care.
Metode pengumpulan data menggunakan Kuesioner yang sudah di sebarkan sesuai
sampel yaitu sebanyak 71 sampel dengan uji pendahulan 30 responden yang di olah
datanya menggunakan SPSS versi 22, setelah itu data di olah lagi menggunakan
analisis Net Promoting Score (NPS) yaitu sebuah alat manajemen yang dapat di
gunakan untuk mengukur tingkat loyalitas konsumen pada suatu produk di mulai
dengan meminta ulasan dari konsumen untuk menilai kuesioner dengan angka
antara 0 – 10 dan penilaian di bagi menjadi 3 yaitu detractor, passive dan promotor.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata – rata NPS dari 12 pernyataan yang
telah di isi oleh responden di dapatkan hasil rata - rata skor NPS 68,75%.
Berdasarkan hasil skor NPS 68,75% mendapatkan tingkat peringkat sangat loyal
dikarenakan hal tersebut telah di buktikan berdasarkan data parameter Net
Promoting Score.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis merupakan penyakit yang ditularkan lewat udara atau droplet
yang disebabkan,oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan adalah
tingkat perilaku penderita dalam mengambil suatu tindakan pengobatan yang
disarankan oleh penyedia layanan kesehatan, misalnya kebiasaan hidup sehat dan
ketentuan berobat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan faktor –
faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien pengguna obat anti
tuberkulosis (OAT) seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, pengetahuan,
dukungan keluarga dan pekerjaan di Puskesmas Sukadami. Jenis penelitian ini
merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif.. Cara pengambilan
sampel menggunakan kuesioner yang dibuat berdasarkan MMAS – 8 (Morisky
Medication Adherence Scale). Sampel yang diperoleh berdasarkan perhitungan
slovin sebanyak 63 sampel. Analisis data univariat yaitu persentase karakteristik
demografi responden, bivariat dengan bantuan SPSS versi 26 uji chi square. Hasil
penelitian pada uji chi square dari karakteristik pasien TB dengan tingkat kepatuhan
didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik
berdasarkan jenis kelamin P value 0,627, pendidikan P value 0,206 dan pekerjaan
P value 0,385. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristik umur
dengan nilai P value 0,024, pengetahuan dengan nilai P value 0,009 dan dukungan
keluarga P value 0,001. Hasil tingkat kepatuhan pasien TB terhadap penggunaan
Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara keseluruhan pasien TB kepatuhannya dalam
kategori sedang 71,4% (46 orang).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepuasan adalah seseorang merasa senang atau kecewa yang dapat muncul setelah membandingkan kinerja atau berhasil produk yang dipikirkan terhadap kinerja atau hasil produk yang diharapkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi di klinik Fatimah azzahra, dan mengetahui kehandalan (reliability),daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible) pada pasien di Klinik Fatimah Azzahra. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain yang di gunakan pada penelitian ini adalah survei analitik untuk menghubungkan variable independen yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty terhadap tingkat kepuasan pasien. Pendekatan penelitian yang di gunakan yaitu cross sectional yaitu pengumpulan data baik untuk variable idenpenden maupun variable dependent, populasi pada penelitian ini ialah semua pasien yang berkunjung dan mendapatkan resep obat di Klinik Fatimah Azzahra yang telah berkunjung sebanyak 92. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Fatimah azzahra dilihat dari parameter pengukuran berdasarkan dimensi yaitu tangible sebesar 79,15%, reliability sebesar 81,48%, responsiveness sebesar 79,39%, assurance sebesar 82,62%, dan emphaty sebesar 78,05%.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Klinik merupakan salah satu sarana Apoteker melakukan pelayanan kefarmasian.
Dalam menjalankan tugas apoteker berpedoman pada standar pelayanan
kefarmasian di Klinik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia (PERMENKES RI) No. 34 tahun 2021. Mengukur tingkat kepuasan
pasien mengenai pelayanan kefarmasian dapat menggunakan lima dimensi seperti
kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance),
empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Penelitian ini dilakukan di Klinik
Safira Cabangbungin. Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian untuk melihat tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang
menggunakan pengamatan secara langsung dengan cara membagikan kuesioner
dengan jumlah sampel 60 pasien. Berdasarkan hasil parameter dapat diketahui
bahwa untuk hasil (CSI) yang tertinggi adalah parameter jaminan (assurance)
sebesar 77,01% dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) terendah adalah daya
tanggap (responsiveness) sebesar 72,30% dan tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan kefarmasian secara keseluruhan termasuk dalam kriteria puas.
Berdasarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik
Safira Cabangbungin bisa dilihat dari pengukuran parameternya yaitu keandalan
(reliabiality) sebesar 76,40% daya tanggap (responsiveness) sebesar 72,30%
jaminan (assurance) sebesar 77,01% empati (emphaty) sebesar 76,25% dan bukti
langsung (tangibles) sebesar 76,38% menunjukan hasil dari keseluruhan pasien
merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh petugas
kefarmasian di Klinik Safira Cabangbungin.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari yang cukup panas menyebabkan kaki menjadi kering dan pecah pecah. Salah satu sinar yang dapat mempengaruhi elastis pada kulit adalah sinar UV A , diklaim dapat langsung menyerap ke lapisan dermis. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengukuran loyalitas konsumen melalui kualitas produk, minat beli, harga dan gaya hidup terhadap kepuasan penggunaan vaseline petroleum jelly untuk kaki kering (Xerosis) dan pecah pecah (Keratoderma) pada mahasiswa Universitas Medika Suherman.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan sumber data penelitian ini adalah seluruh prodi mahasiswa/i Universitas Medika Suherman dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Net Promoter Score (NPS) yang diolah menggunakan SPSS versi 22.
Hasil penelitian ini menunjukan konsumen berkategori sangat loyal terhadap produk vaseline petroleum jelly dengan rata rata NPS 56,25% , mendapatkan kategori sangat loyal karena pelayanan yang sangat baik, vaseline juga mudah digunakan, dan dapat melembabkan saat digunakan. Kategori sangat loyal ditunjukan dengan nilai NPS > 50, loyal dengan nilai NPS = 0 -50, dan tidak loyal dengan nilai NPS < 0.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana teknis dinas kesehatan di kabupaten atau di kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan yang bertanggung jawab langsung kepada pasien yang berhubungan dengan sediaan farmasi.
Tujuan : Tujuan Penelitian ini Untuk Mengetahui Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya.
Metode : Metode pada penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif. purposive sampling.
Hasil : Hasil pada penelitian ini di dapatkan nilai customer satification index (CSI) tertinggi pada parameter Kehandalan (Reliability) sebesar 82,5% dengan tingkat kepuasan yaitu sangat puas, dan parameter terendah berada pada parameter dimensi Daya Tanggap (Responsiveness) mendapatkan nilai Customer satification index (CSI) sebesar 78,8% dengan tingkat kepuasan yaitu puas.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signitifikan antara karakteristik pendidikan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value >0,1. Tidak terdapat hubungan Signitifikan antara karakteristik umur, jenis kelamin, pekerjaan, pengeluaran, tujuan pengobatan, frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value < 0,1.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Pelayanan informasi obat merupakan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Kejelasan mengenai informasi obat yang harus digunakan pasien akan sangat mempengaruhi ketaatan pasien dalam keberhasilan suatu pengobatan.
Tujuan : Mengevaluasi pelayanan informasi yang diberikan Apoteker pada pasien di instalasi farmasi UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang dengan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016.
Metode : Observasi secara langsung dengan menggunakan lembar checklist
Hasil : Persentase pelayanan informasi obat berdasarkan : nama obat 100%, sediaan obat 93,61%, dosis obat 100%, cara pakai obat 100%, dan efek samping obat 91,48%. Sedangkan pelayanan informasi obat dengan kategori cukup baik adalah penyimpanan obat 46,80%. Pelayanan informasi obat yang masih terjadi kesenjangan negatif yaitu pada parameter sediaan obat sebesar 6%, penyimpanan obat sebesar 53%, dan efek samping obat sebesar 8%.
Kesimpulan : Pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker kepada pasien sudah terlaksana sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yaitu dengan skor total keseluruh parameter pelayanan informasi obat yang diberikan yaitu 49,6% dengan kategori cukup baik
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang Secara garis besar hipertensi merupakan masalah kesehatan universal di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi, serta belum terkendali secara optimal di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu keadaan tubuh seseorang mengalami tekanan darah (TD) meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui gambaran karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, kategori tekanan darah dan penggunaan obat antihipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di ambil dari Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu diambil dari rekam medis pasien dalam periode bulan Juni – November tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi perempuan sebanyak 79 (79,80%), karakteristik berdasarkan usia yang tertinggi usia 40 – 59 tahun sebanyak 51 (51,51%), penyakit penyerta hipertensi sebanyak 71 (71,72%), tekanan darah pasien meliputi tekanan darah awal dan akhir. Tekanan darah yang tertinggi yaitu hipertensi stage 1 sebanyak 52 (55,91%), penggunaan obat hipertensi yang sering digunakan adalah amolidipin sebanyak 91 obat (91,92%). Kesimpulan berdasarkan hasil gambaran penggunaan obat antihipertensi bahwa obat amlodipin yang paling banyak digunakan sebanyak 89 (91,75%).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang berdasarkan data prediksi oleh International Diabetes Federation (IDF) menunjukan pada tahun 2019 – 2030 terdapat kenaikan jumlah pasien DM dari 10,7 juta menjadi 13,7 juta pada tahun 2030. Dinas Kesehatan di Kabupaten Bogor Tahun 2019 terindikasi Diabetes Melitus sebanyak 57.769 orang dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar sebanyak 42.905 (74,27%). Kenaikan jumlah diabetes melitus dianggap “ibu dari segala penyakit”. Tujuan Untuk mengetahui gambaran Peresepan Obat Antidiabetes Melitus tipe II rawat jalan di Klinik Tiara periode Mei – Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang bersifat retrospektif. Hasil Penelitian Pasien diabetes melitus tipe II berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak (58,10%). Berdasarkan usia 46-65 tahun sebanyak (60,81%). Pengunaan obat diabetes melitus tipe II berdasarkan jenis obat paling banyak diresepkan yaitu metformin (83,78%). Obat diabetes mellitus tipe II berdasarkan data peresepan obat yang diberikan R/ obat monoterapi sebanyak (93,24%). Berdasarkan data penggunaan kombinasi obat sebanyak (6,75%).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi dari kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor kepatuhan yang terdiri dari pengetahuan, motivasi keluarga, jarak dan perilaku tenaga kesehatan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis di Puskesmas Cikarang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 147. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 60 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman.
Pada tingkat pengetahuan sig 0,037 (sig >0,1) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang lemah dan bersifat searah (+0,270). Sementara pada motivasi keluarga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu sig 0,000 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sedang dan bersifat searah (+0,467), selanjutnya jarak sig 0,441 (sig <0,1) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang sangat lemah dan bersifat searah (+0,101) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien TB di Puskesmas Cikarang. Kemudian perilaku tenaga kesehatan sig sebesar 0,028 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,284) dengan kepatuhan penggunaan tuberkulosis di Puskesmas Cikarang.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pada kalangan remaja khususnya mahasiswi produk vaseline dikenal sebagai
produk yang digunakan pada tubuh sebagai hand and body lotion. Salah satu
sumber informasi yang dapat mempertahankan kesan merek dikalangan konsumen
dapat berupa leafleat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik
responden, ada atau tidaknya perbedaan skor atau nilai, sebelum (pre test) dan
sesudah (post test) diberikan edukasi menggunakan leaflet mengenai manfaat
pemakaian vaseline pada 64 responden. Hasil uji validitas menunjukan r hitung > r
tabel (0,463), uji reliabilitas r hitung > Cronbachs alfa (0,740), karakteristik
responden berjenis kelamin perempuan, mahasiswi dengan usia terbanyak 17-21
tahun (57,81%), 22-24 tahun (42,18%). Semester 6 (15,62%), semester 7 (17,18%),
semester 8 (67,20%). Hasil analisis penilaian skor terjadi peningkatan 56 responden
(87,5%), penurunan skor pada 2 responden (3,1%) dan tidak terjadi perubahan skor
pada 6 responden (9,4%). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan adanya perbedaan
skor atau nilai, sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan leaflet
mengenai manfaat pemakaian vaseline.