Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: strategi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres dan Perilaku Agresif Dengan Strategi Koping Pada Remaja Siswa/I MTS Al-Ichlash Serang Baru

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa perkembangan yang rentan terhadap berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya perilaku agresif dan berdampak pada kesehatan mental remaja. Salah satu faktor penting yang berperan dalam menghadapi stres dan mengendalikan perilaku agresif adalah strategi koping yang digunakan oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresif dengan strategi koping remaja siswa/I MTs Al-Ichlash Serang Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas IX MTs Al-Ichlash Serang Baru dengan jumlah sampel 145 responden. Teknik sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen penelitian yaitu PSS-10, BPAQ, serta Brief COPE. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki (53,8%). Mayoritas siswa berada pada kategori stres sedang (74,5%), perilaku agresif sedang (89,0%), serta menggunakan strategi koping maladaptif (65,5%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan strategi koping (p = 0,389; r = -0,072). Sebaliknya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku agresif dan strategi koping (p = 0,000; r = -0,314) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan signifikan dengan strategi koping siswa/i. Sebaliknya, perilaku agresif berhubungan signifikan dengan strategi koping, yang artinya semakin tinggi perilaku agresif maka semakin rendah penggunaan strategi koping adaptif pada remaja.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh Balai POM Bogor

2025•Koleksi Perpustakaan

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Balai POM Bogor memiliki tugas melakukan pengawasan post-market guna menjamin bahwa produk kosmetik yang beredar aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada di kuadran I (agresif), yaitu situasi yang mendukung penerapan strategi pengembangan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan peluang eksternal yang tersedia. Tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B)

2025•Koleksi Perpustakaan

Kosmetik kini menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat. Namun, peredaran kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya seperti pewarna merah K10 (Rhodamin B) masih ditemukan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam mencegah peredaran kosmetik yang mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui metode SWOT dan Matriks QSPM. Hasil penelitian Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan koordinat (0,15;0,12), menunjukkan BPOM dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal. Namun, hasil Matriks QSPM menunjukkan adanya ketidaksesuaian, di mana strategi WT memperoleh nilai tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dihasilkan yaitu Strategi 1 dengan nilai TAS 11,32, Strategi 2 dengan nilai TAS 11,15, dan Strategi 10 dengan nilai TAS 10,90. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi SO dan WT perlu dijalankan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga menutup kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dari paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Strategi Pengawasan Pengelolaan Obat Oleh Balai POM Bogor

2025•Koleksi Perpustakaan

Pengawasan pengelolaan obat merupakan upaya krusial untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat yang beredar di masyarakat. Balai POM Bogor memiliki peran strategis dalam melaksanakan pengawasan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Kota Depok yang memiliki tantangan distribusi obat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengawasan pengelolaan obat yang diterapkan oleh Balai POM Bogor dengan pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan yaitu observasi/wawancara dilanjutkan dengan pemetaan strategi prioritas melalui Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada pada kuadran III (turn-around strategy), yang mencerminkan tingginya peluang eksternal namun masih dihadapkan pada kelemahan internal yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah Balai POM Bogor memiliki kekuatan ( Kewenangan hukum, kolaborasi lintas sektor, dukungan sistem informasi), Kelemahan ( Keterbatasan dana operasional dan kurangnya fasilitas), Peluang (Edukasi publik melalui media sosial, program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO)), dan Ancaman (Adanya potensi gratifikasi kepada aparat penegak hukum). Dari Matriks QSPM, lima strategi prioritas yang direkomendasikan adalah: (1) pengajuan dukungan dana tambahan untuk pembangunan gedung dan laboratorium, (2) pemanfaatan kerja sama lintas sektor dan teknologi digital, (3) pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan program ABSO, (4) penyusunan edukasi berbasis komunitas, serta (5) pemanfaatan UU BPOM untuk memperkuat sarana dan prasarana pengawasan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Stres pada Mahasiswa Semester II Prodi Sarjana Keperawatan Saat Melakukan Study From Home (SFH) pada Pandemi Covid-19 di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Selama wabah Covid-19 masuk ke Indonesia, ada peraturan pemerintah yang dikeluarkan untuk melakukan pencegahan penyebaran wabah tersebut. Salah satunya Sistem pendidikan, yaitu dengan cara Study From Home (SFH) atau pembelajaran secara daring. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres antara lain: faktor status sosial ekonomi, strategi coping mahasiswa, tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini di lakukan di Institut Medika Drg. Suherman dengan jumlah sempel 46 responden dan pengambilan sempel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner melalui google from. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian univariat didapatkan tingkat stres pada mahasiswa saat melakukan study from home (SFH), stress normal 16 responden (34.8%), stress ringan 4 responden (8,7%), stress sedang 2 responden (4,3%), stress berat 12 responden (26,1%), dan stress sangat berat 12 responden (26,1%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan tutntutan tugas akademik dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,026, ada hubungan pengaruh lingkungan dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,033, ada hubungan status sosial ekonomi dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,014, dan tidak ada hubungan strategi koping dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,223. Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat tingkat stress pada mahasiswa semester II prodi sarjana keperawatan saat melakuan study from home (SFH) pada pandemi covid-19 di Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial, status sosial ekonomi, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah strategi koping.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail