Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Strategi Pengawasan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh Balai POM Bogor

2025•Koleksi Perpustakaan

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Balai POM Bogor memiliki tugas melakukan pengawasan post-market guna menjamin bahwa produk kosmetik yang beredar aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada di kuadran I (agresif), yaitu situasi yang mendukung penerapan strategi pengembangan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan peluang eksternal yang tersedia. Tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B)

2025•Koleksi Perpustakaan

Kosmetik kini menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat. Namun, peredaran kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya seperti pewarna merah K10 (Rhodamin B) masih ditemukan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam mencegah peredaran kosmetik yang mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui metode SWOT dan Matriks QSPM. Hasil penelitian Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan koordinat (0,15;0,12), menunjukkan BPOM dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal. Namun, hasil Matriks QSPM menunjukkan adanya ketidaksesuaian, di mana strategi WT memperoleh nilai tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dihasilkan yaitu Strategi 1 dengan nilai TAS 11,32, Strategi 2 dengan nilai TAS 11,15, dan Strategi 10 dengan nilai TAS 10,90. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi SO dan WT perlu dijalankan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga menutup kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dari paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail