Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: tingkat stres
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukamahi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

94 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.

72 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada pasien Diabetes Melitus Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

14 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRESS PADA PASIEN DENGAN LUKA DIABETES MELLITUS DI RUANG BOUGENVILE RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan masalah penting karena merupakan penyakit tidak menular dan terus meningkat setiap tahun dan menjadi ancaman kesehatan dunia saat ini. Sekitar 50% penderita diabetes mengalami ulkus kaki diabetik dengan angka kematian 8%-35% dan 15%-30% diantaranya mengalami amputasi. Penderita diabetes melitus kebanyakan mengalami luka, pasien sering mengalami stress. Salah satu faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes mellitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua pasien yang mengalami luka diabetes melitus dan melakukan perawatan luka di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel pada penelitian ini menggunakan keseluruhan populasi sebanyak 30 pasien. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil analisa data univariat pada penelitian ini menunjukan pengetahuan pasien luka diabetes mellitus sebagian besar cukup yaitu sebanyak 18 orang (60%), tingkat stress pasien luka kaki diabetes sebagian besar stress sedang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan analisa data bivariate menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta karena nilai α = 0,034 (ρ value < 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden yang lebih maksimal dan alat ukur yang lebih baik.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivits Fisik Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di SMP Mekar Murni

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRIDI SMP MEKAR MURNI Vii + 51 Hal + 6 Tabel + 2 Gambar + 15 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres Daftar Pustaka : 2 buku dan 15 jurnal (2019 – 2022)

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Stress Dan Indeks Massa Tubuh Dengan SIklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 36 mahasiswi (31,9%) dari responden tergolong pada kategori tidak stress, sedangkan yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Sejumlah 5 mahasiswi (4,4%) dari responden Indeks massa tubuhnya normal, sedangkan yang Indeks massa tubuhnya gemuk sejumlah 48 mahasiswi (42,5%) dan yang indeks massa tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Responden yang siklus menstruasinya normal sejumlah 10 mahasiswi (8,8%), sedangkan yang siklus menstruasi pendek sejumlah 19 mahasiswi (16,8%), dan yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Stress, Kualitas Tidur dan Frekuensi Konsumsi Ultra Processed Food dengan Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Cikarang Selatan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan perhatian terhadap status gizi. Kondisi psikologis, kualitas tidur, dan kebiasaan konsumsi makanan dapat menjadi bagian dari faktor yang berkaitan dengan status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) dengan status gizi pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 74 remaja putri. Pengambilan sampel dilakukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cikarang Selatan. Data tingkat stress diperoleh menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale PSS-10, kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), frekuensi konsumsi UPF menggunakan FFQ UPF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji hubungan menggunakan Chi-Square dengan tingkat signifikasi p-value (p<0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat stress berat sebesar 66 responden atau (88,2%), responden berada dikategori kualitas tidur buruk, yaitu sebesar 68 responden atau (91,9%), responden berada dikategori konsumsi rendah , yaitu sebesar 40 responden atau (53,6%), responden berada dikategori status gizi normal, yaitu sebesar 59 responden atau (78,7%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan status gizi (p = 0,347), kualitas tidur dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 1,000), serta konsumsi UPF dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 0,773). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada penelitian ini antara tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi UPF dengan status gizi pada remaja putri dalam penelitian ini.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Konsumsi Makanan UPF (Ultra Processed Food) Tingkat Stress, Kualitas Hidup Dengan Kejadian Pasien CKD (Chronic Kidney Desease) di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan bersifat progresif atau semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak 3,49%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien CKD dari grade 1-5 dengan jumlah 121 responden, dan jumlah sampel sebanyak 93 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, dimana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square dengan p-value <0,05 artinya terdapat hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016), tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun, tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan grade pada pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan penelitian yang berlangsung dalam waktu yang panjang serta menyertakan data biokimia untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih lengkap.

34 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Paparan Cahaya Biru Pada Perangkat Elektronik dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur yang dimana ini berdampak negatif pada kualitas tidur bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Stres juga adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan tidur individu, di mana peningkatan hormon dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Metode: Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel non-probability menggunakan pendekatan purposive. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 120 (63,5%), kualitas tidur baik 69 (36,5%), paparan cahaya biru tingkat rendah 59 (31,2%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 130 (68,8%), tingkat stres berat 102 (54 %), tingkat stres ringan 7 (3,7 %) dan tingkat stres sedang 80 (42,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value < 0,05). Diskusi: Kualitas tidur remaja dapat terganggu karena banyaknya faktor yang mempengaruhi, seperti paparan cahaya biru dari layar smartphone dan tingkat stres, dimana faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kualitas tidur menjadi tidak optimal. Kesimpulan: Penggunaan perangkat elektronik yang terlalu lama dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan kualitas tidur remaja sehingga pentingnya pengelolaan paparan cahaya biru serta pengurangan faktor stres untuk menjaga kualitas tidur yang baik pada remaja.

26 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN CAHAYA BIRU PADA PERANGKAT ELEKTRONIK DAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi remaja karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, mental dan emosional mereka. Tidur adalah proses fisiologis yang penting, dimana tubuh dan pikiran beristirahat dan memulihkan diri. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur, Kuesioner Paparan Cahaya Biru untuk mengukur paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dan PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 126 (63%), kualitas tidur baik 74 (37%), paparan cahaya biru tingkat rendah 61 (30,5%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 139 (69,5%), tingkat stres berat 106 (53 %), tingkat stres ringan 7 (3,5 %) dan tingkat stres sedang 87 (4,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value 0,05).

15 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN KONSUMSI UPF (ULTRA PROCESSED FOOD), TINGKAT STRES, KUALITAS HIDUP DENGAN KEJADIAN PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau bersifat progresif yang memburuk, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sebesar 3,49%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan grade pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien CKD yang berjumlah 121 responden atau jumlah sampel sebanyak 93 responden secara random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, di mana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016) dan tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun demikian, hal ini tidak ditemukan pada hubungan kualitas hidup dengan pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak.

15 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Uji analisis yang digunakan uji chi square dengan instrument kuesioner adopsi gabungan dari teori Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) dan Hamilton Anxiety Rating Scake (HARS). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Mahasiswi dengan nilai Indeks Massa Tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Mahasiswi yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Nilai p-value menunjukkan 0,005 (<0,05) dapat disimpulkan adanya hubungan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Nilai p-value menunjukkan 0,027 (<0,05) dapat disimpulkan adanya hubungan antara Indekss Massa Tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman. Diharapkan dapat menjadi referensi materi mengenai tingkat stress dan IMT dan bagi mahasiswi, peneliti ataupun pembaca lainnya diharapkan dapat lebih mengontrol asupan pola makanan dan menjaga kestabilan stressor dengan baik agar lebih sehat dan siklus menstruasi menjadi lebih baik dan tergolong normal. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah ada.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Disminore Primer Pada Remaja Putri di SMP Mekar Murni

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Stres Pasien Rawat Inap di Ruang Isolasi Covid-19 RS X Kabupaten Bekasi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stress merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang di sebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan. Tekanan, ketegangan dan gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang dan bersifat sangat individual sehingga suatu stress bagi seseorang belum tentu dan sama tanggapannya bagi orang lain. Stress pada pasien di ruang isolasi covid 19 di pengaruhi oleh perilaku caring perawat dalam merawat pasien.Caring merupakan dasar dari seluruh proses keperawatan yang menggambarkan kesatuan dari nilai-nilai kemanusiaan yang secara perhatian, penghargaan, tanggung jawab, dan bantuan secara ikhlas yang di berikan kepada pasien sebagai manusia secara utuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat berdasarkan aspek caring (compassion, competence, confidence, conscience, commitment, comportment ) dengan tingkat stress pasien di ruang rawat inap isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Metode yang di gunakan deskritif korelasi dengan cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 58 responden. Analisa data dengan uji Chi square. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku caring ( compassion p=0,000, competence p=0,000, conscience p=0,036, commitmen p=0,000, comportment p=0,000) dan yang tidak ada hubungan perilaku caring (confidence p=0,05) dengan tingkat stress pasien rawat inap ruang isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Perilaku caring perawat dalam merawat pasien dapat mengurangi stress pasien yang di rawat di ruang isolasi covid 19. Di sarankan untuk perawat di ruang isolasi covid 19 untuk memperhatikan aspek-aspek perilaku caring dan saling meningatkan antar teman untuk selalu berperilaku caring dalam kepada pasien.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Stres Dengan Motivas Belajar Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI di Universitas Medika Suherman

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stress adalah suatu keadaan yang dialami manusia ketika ada sebuah ketidaksesuaian antara tuntutan-tuntutan yang diterima dan kemampuan untuk mengatasinya, sedangkan Motivasi belajar merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi sebesar 44 mahasiswa, Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 42 responden di Universitas Medika Suherman. Anlisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghutung distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan a < 0,05.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan dengan hasil (p = 0,010 a < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiwa program studi sarjana keperawatan. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institute Pendidikan, serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa agar dapat mengelola tingkat stress serta mengetahui jika mengalami stress yang berlebihan akan menyebabkan motivasi dalam belajar yang buruk bagi prestasi dalam akademik perkuliahan

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perbedaan Efektivitas Terapi Muski Klasik dan Terapi Afirmasi Positif Dalam Menurunkan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Medika Suherman Selama Proses Penyusuanan Tugas Akhir Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mahasiswa tingkat akhir diperguruan tinggi diwajibkan untuk membuat tugas akhir. Dalam menyusun tugas akhir menyebabkan mahasiswa tingkat akhir mengalami stres, banyaknya kasus dan dampak yang terjadi saat mahasiswa menyelesaikan tugas akhir.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh serta perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Medika Suherman selama proses penyusunan tugas akhir tahun 2022. Jenis penelitian ini Pre-eksperiment design dengan bentuk rancangan One Grup Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini mahasiswa tingkat akhir univesitas medika suherman kabupaten Bekasi sebanyak 129 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat bivariate berupa uji statistic t-test atau uji T dengan nilai signifikan a < 0,05.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres dan tidak adanya perbedaan efektivitas antara terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres. Variabel yang berhubungan adalah terapi musik klasik (p value = 0,002 < a 0,05), dan terapi afirmasi positif (p value 0,001 < a 0,05). Variabel yang tidak berhubungan adalah perbedaan efektivitas antara terapi musik klasik dan terapi afirmasi positif dalam menurunkan tingkat stres mendapatkan p value sebesar (0,887 > a 0,05. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institut pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa tingkat akhir dalam menurunkan tingkat stres.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Stress Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI Di Universitas Medika Suherman

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stress adalah suatu keadaan yang dialami manusia ketika ada sebuah ketidak sesuaian antara tuntutan-tuntutan yang diterima dan kemampuan untuk mengatasinya, sedangkan Motivasi belajar merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi sebesar 44 mahasiswa, Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 42 responden di Universitas Medika Suherman. Anlisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghutung distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan dengan hasil ( = 0,010 α 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiwa program studi sarjana keperawatan. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institute Pendidikan, serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa agar dapat mengelola tingkat stress serta mengetahui jika mengalami stress yang berlebihan akan menyebabkan motivasi dalam belajar yang buruk bagi prestasi dalam akademik perkuliahan

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Stres Dalam Menjalani Diet Pada Pasien DM Tipe II di Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Dukungan keluarga diperlukan penderita DM untuk mengurangi tingkat stress dalam menjalani diet. Penderita DM harus melakukan diet yang cukup ketat. Hal ini dapat membuat jenuhdan stress karena pasien harus mengikuti anjuran diet selama hidupnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada penderita DM tipe II di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan menggunakan desain cross sectional.Sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan metode consecutive sampling, datadianalisismenggunakanujiChi Square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada pasien DM tipe II (P= 0,046). Penelitian selanjutnya dapat diharapkan dapat mengembangkan intervensi yang lebih baik untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang dukungan pada pasien diabetes mellitus yang sedang menjalani diet

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Stres Pasien Rawat Inap di Ruang Isolasi Covid-19 RS X Kabupaten Bekasi

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stress merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang di sebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan. Tekanan, ketegangan dan gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang dan bersifat sangat individual sehingga suatu stress bagi seseorang belum tentu dan sama tanggapannya bagi orang lain. Stress pada pasien di ruang isolasi covid 19 di pengaruhi oleh perilaku caring perawat dalam merawat pasien.Caring merupakan dasar dari seluruh proses keperawatan yang menggambarkan kesatuan dari nilai-nilai kemanusiaan yang secara perhatian, penghargaan, tanggung jawab, dan bantuan secara ikhlas yang di berikan kepada pasien sebagai manusia secara utuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat berdasarkan aspek caring (compassion, competence, confidence, conscience, commitment, comportment ) dengan tingkat stress pasien di ruang rawat inap isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Metode yang di gunakan deskritif korelasi dengan cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 58 responden. Analisa data dengan uji Chi square. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku caring ( compassion p=0,000, competence p=0,000, conscience p=0,036, commitmen p=0,000, comportment p=0,000) dan yang tidak ada hubungan perilaku caring (confidence p=0,05) dengan tingkat stress pasien rawat inap ruang isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Perilaku caring perawat dalam merawat pasien dapat mengurangi stress pasien yang di rawat di ruang isolasi covid 19. Di sarankan untuk perawat di ruang isolasi covid 19 untuk memperhatikan aspek-aspek perilaku caring dan saling meningatkan antar teman untuk selalu berperilaku caring dalam kepada pasien.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail