Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Anom Dwi Prakoso

5 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 12024: 12023: 12022: 1

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Fitur Antrean Online Mobile JKN pada Pasien Puskesmas Mekarmukti

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pemanfaatan fitur antrean online Mobile JKN di Puskesmas Mekarmukti masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kemudahan penggunaan, pengetahuan pengguna, dan dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan fitur antrean online Mobile JKN. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 64 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan fitur antrean online sebagian besar berada pada kategori rendah (53,1%). Terdapat hubungan antara kemudahan penggunaan dengan pemanfaatan (p-value = 0,006; OR = 12,083; CI 95% = 1,44–101,23) dan dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan (p-value = 0,024; OR = 4,024; CI 95% = 1,14–14,18). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pengguna dengan pemanfaatan (p-value = 0,511; OR = 0,713; CI 95% = 0,26–1,95). Disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan dan dukungan petugas kesehatan berhubungan dengan pemanfaatan fitur antrean online Mobile JKN, sedangkan pengetahuan pengguna tidak berhubungan

Hubungan Antara Paparan Cahaya Biru Pada Perangkat Elektronik dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur yang dimana ini berdampak negatif pada kualitas tidur bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Stres juga adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan tidur individu, di mana peningkatan hormon dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Metode: Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel non-probability menggunakan pendekatan purposive. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 120 (63,5%), kualitas tidur baik 69 (36,5%), paparan cahaya biru tingkat rendah 59 (31,2%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 130 (68,8%), tingkat stres berat 102 (54 %), tingkat stres ringan 7 (3,7 %) dan tingkat stres sedang 80 (42,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value < 0,05). Diskusi: Kualitas tidur remaja dapat terganggu karena banyaknya faktor yang mempengaruhi, seperti paparan cahaya biru dari layar smartphone dan tingkat stres, dimana faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kualitas tidur menjadi tidak optimal. Kesimpulan: Penggunaan perangkat elektronik yang terlalu lama dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan kualitas tidur remaja sehingga pentingnya pengelolaan paparan cahaya biru serta pengurangan faktor stres untuk menjaga kualitas tidur yang baik pada remaja.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Retensi Perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Keluarnya perawat dari rumah sakit dapat memberikan dampak yang kurang baik, seperti menyebabkan terganggunya proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik (non eksperimental) yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat yaitu perawat yang aktif bekerja di Rumah Sakit Cikarang Medika berjumlah 95 orang. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor (kondisi kerja, gaji dan tunjangan, peluang karier, dan hubungan rekan kerja) memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika pada tahun 2023. Variabel Gaji dan Tunjangan yang Kompetitif merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika Bekasi tahun 2023.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemilihan Kelas Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Pada Pasien RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pemerataan jaminan kesehatan dilakukan untuk memperluas cakupan populasi, oleh sebab itu, pemerintah membuat kebijakan sistem gotong royong dalam program JKN, bagi peserta mandiri (PBPU) yang terdaftar sebagai anggota JKN wajib membayar iuran JKN setiap bulannya. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam membayar iuran JKN menjadi meningkat setiap tahunnya. Terjadi pada pasien RS sentra medika dari tahun 2021 Sampai dengan tahun 2022 mengalamai peningkatan mencapai jumlah 606 peserta BPJS mandiri (PBPU) yang menunggak iuran dampak dari kebijakan pemerintah tentang premi kenaikan iuran JKN. Populasi rata-rata 66 peserta, teknik pengambilang sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 66 sampel. Analisis yang digunakan Univariat, Bivariat berupa uji spearman rank. Hasil penelitian menunujukan kemampuan membayar dengan nilai korelasi 0,522 dan kemauan membayar dengan nilai korelasi 0, 751 dengan nilai pvalue 0,000. Kesimpulan terdapat hubungan yang sangat kuat antara kemampuan membayar dan kemauan membayar pada penentuan kelas iuran JKN

Pemerintah Perlu Memperbaiki Tata Kelola Komunikasi Kebijakan Publik Pada Saat Wabah Penyakit Menular

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Komunikasi kebijakan publik oleh pemerintah selama pandemi Covid-19 menjadi perhatian besar bagi masyakat Indonesia. Tata kelola komunikasi kebijakan publik dan kordinasi antar lembaga negara yang kurang baik merupakan salah satu akar masalahnya. Sebagai akibatnya yaitu timbulnya kesan negatif dan ketidakpercayaan dari masyarakat. Hal ini disebabkan oleh (1) Sikap meremehkan Covid-19 dari kalangan pejabat pemerintah, (2) Lemahnya kepemimpinan pada saat wabah, (3) Kurang baiknya komunikasi publik dan (4) Kurang baiknya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah dianggap sembrono, tidak siap dan kurang serius dalam menangani Covid-19. Hal ini dikarenakan respon lambat pemerintah pusat di awal pandemi, birokrasi yang berbelit, dan sistem satu komando yang kurang baik. Pemerintah diharapkan dapat memperbaiki sistem tata kelola komunikasi kebijakan, serta pedoman manajemen komunikasi pemerintahan, dan optimalisasi peran Kominfo dalam edukasi dan sosialisasi.