BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan bersifat progresif atau semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak 3,49%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien CKD dari grade 1-5 dengan jumlah 121 responden, dan jumlah sampel sebanyak 93 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, dimana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square dengan p-value <0,05 artinya terdapat hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016), tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun, tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan grade pada pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan penelitian yang berlangsung dalam waktu yang panjang serta menyertakan data biokimia untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih lengkap.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pasien dengan CKD sering menghadapi tantangan psikologis, termasuk depresi, yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 68 pasien CKD di RS Harapan Bunda. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas pasien berada pada usia 41-60 tahun (50,0%), perempuan (59%), pendidikan menengah (56%), dan telah menderita CKD selama 1-5 tahun (48%). Sebagian besar pasien memiliki
mekanisme koping cukup (43%) dan mengalami depresi berat (54,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara karakteristik usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), tingkat pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan signifikan dalam menentukan tingkat depresi. Intervensi berbasis edukasi dan konseling diperlukan untuk mengurangi beban psikologis pasien CKD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau bersifat progresif yang memburuk, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sebesar 3,49%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan grade pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien CKD yang berjumlah 121 responden atau jumlah sampel sebanyak 93 responden secara random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, di mana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016) dan tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun demikian, hal ini tidak ditemukan pada hubungan kualitas hidup dengan pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pasien yang membutuhkan hemodialisis jangka panjang sering khawatir tentang gejala dan penyakit tidak dapat diprediksi. Jumlah waktu yang diperlukan untuk cuci darah dan kunjungan dokter dan sakit kronis dapat menciptakan konflik, frustrasi, rasa bersalah dan cemas. Tujuan penelitian : Mengetahui Pengaruh Tehnik Relaksasi Nafas DalaTerhadap Kecemasan Pasien CKD On Hemodialisa Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test – post test design. Dengan jumlah populasi 234 responden dan jumlah sampel 20 responden Hasil penelitian : usia mayoritas > 40 tahun (55,0%), jenis kelamin laki-laki (55,0%), pendidikan SMA (80%), pre test relaksasi nafas dalam cemas berat (100%), pos test relaksasi nafas dalam cemas sedang (80,0%). Kesimpulan dan Saran : Sebagai masukan bagi praktisi keperawatan tentang bagaimana cara mengatasi pada pasien CKD on HD semakin berat dengan cara memberikan asuhan keperawatan yang didasari dengan teori dan standar prosedur operasional yang di miliki oleh RS Harapan Bunda Jakarta. Disimpulkan : Ada Pengaruh Tehnik Relaksasi Nafas DalaTerhadap Kecemasan Pasien CKD On Hemodialisa Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 (p value < 0,05) = 0,000.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepatuhan pembatasan cairan dipengaruhi oleh berbagai faktor, berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 13 orang pasien CKD rawat inap Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong yang menjalani HD, sebagian orang mengalami kondisi perburukan karena tidak mematuhi dalam membatasi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien Chronic Kidney Disease di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cibinong. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi, dan edukasi bagi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional dimana penelitian ini menggunakan variabel independent yaitu faktor-faktor kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD sebagai variabel dependent. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu 60 pasien yang di diagnosa CKD yang menjalani hemodialisa. Serta sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 orang. Data yang sudah dilakukan diolah kemudian dilakukan Analisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggunakan bantuan software computer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji Chie-Square yaitu faktor pendidikan (p =0,014), faktor lama pasien menjalani HD (p =0,022), faktor dukungan keluarga (p =0,032), faktor sikap (p =0,004), dan faktor pengetahuan (p
=0,028).
Maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan hemodialisa yaitu pengetahuan, pendidikan dasar, dukungan keluarga, lama menjalani HD dan sikap pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hemodialisa adalah terapi yang menggunakan mesin sebagai ginjal diluar tubuh
yang memfiltrasi darah agar darah terpisah dari sisa metabolisme tubuh dan hemodialisi dapat
mencegah kematian. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani
hemodialisa di rumah sakit sentra medika cibinong.
Tujuan penelitian : Mengidentifikasi hubungan analis faktor kepatuhan pasien ckd (chronic kidney
disease) dalam menjalani hemodialisa di rumah sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021
Metode Penelitian : Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu
jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor
risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner berupa cheklis atau pengumpulan data
sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Dengan populasi 184 dan 65 sampel,
menggunakan tehnik purposive sampel.
Hasil penelitian : usia ≥40 tahun 38 responden (58,5%), jenis kelamin laki-laki 38 responden
(58,5%), tinggi ≥ SMA 54 responden (83,1%), jarak tempuh dekat < 5km 40 responden (61,5%),
kepatuhan patuh > 8x 45 responden (69,2%), pengetahuan tinggi 40 responden (61,5%), dukungan
keluarga mendukung 47 responden (72,3%).
Kesimpulan dan Saran : Sebagai masukan bagi praktisi keperawatan tentang analisis faktor
kepatuhan pasien CKD dalam menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
disimpulkan : Ada hubungan analisis faktor kepatuhan pasien ckd (chronic kidney disease) dalam
menjalani hemodialisa di rumah sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021