ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asma saat ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Asma merupakan penyakit saluran napas kronis dengan gejala dan dapat bervariasi mulai dari mengi, rasa berat di dada, sesak napas dan batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pola penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma pada pasien di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada periode Januari – Maret 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 25 rekam medis. cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis univariat secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif kemudian di pindahkan ke lembar pengumpulan data penelitian. Data penelitian yang di peroleh dari rekam medis Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi periode Januari-Maret 2023. Data hasil penelitian penderita asma berdasarkan karakteristik pasien asma yang paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 52%. Pada pasien dengan rentang usia 46-65 tahun (lansia) sebanyak 28% dan penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma yang paling banyak adalah persisten ringan sebanyak 40% menggunakan obat salbutamol sebanyak 12%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021
NAMA : DETI SUMARMO
NIM : 020319663
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL
xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran
ABSTRAK
Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional.
Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya.
Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional
Daftar Pustaka : 11
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih menjadi tantangan karena dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 149 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, memiliki rata-rata usia n52,47 tahun, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,006) dan tingkat pendidikan (p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin (p = 0,529) dan pekerjaan (p = 0,584) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa usia dan tingkat pendidikan merupakan karakteristik pasien yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin dan pekerjaan tidak berhubungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi edukasi dan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di pelayanan kesehatan primer.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian. Tingkat Kepuasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk karakteristik pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan Pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 94 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagaian besar responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD dan SMA, berusia 30-39, bekerja sebagai Ibu Rumah tangga dan merupakan menggunakan layanan PBI dengan frekuensi kunjungan 1 kali. Hasil Uji Chi Square menunjukkan bahwa umur yang memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat kepuasan, (P-Value 0,03) sedangkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian menunjukan dapat disimpulkan bahwa usia merupakan satu-satunya karakteristik pasien yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepuasan pada pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Sementara itu, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dengan memperhatikan kebutuhan pasien pada berbagai kelompok usia.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan masalah yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kesehatan anak (WHO, 2020). Stunting bisa disebabkan oleh, pendidikan ibu, sosial ekonomi, serta pola pemberian makan (UNICEF, 2020). Berdasarkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4%, dengan angka di Kabupaten Bekasi sebesar 21,5% pada tahun 2021 dan menurun menjadi 13,8% pada tahun 2023 (Kemenkes RI, 2023).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan balita dengan kejadian stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi.Penelitian ini menggunakan desain crosssectional
dengan sampel sebanyak 40 ibu yang memiliki balita stunting di RS Sentra Medika Cikarang. Data
dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan diolah menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu, seperti tingkat pendidikan dan sosial ekonomi, dengan kejadian stunting (p = 0,013. Selain itu, budaya pola pemberian makan juga berhubungan dengan kejadian stunting (p = 0,024). Temuan ini sejalan dengan penelitian Auliani et al. (2021) yang menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak
stunting (p = 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara karakteristik ibu dengan kejadian stunting dengan nilai P value 0,002 (p<0,05) dan ada hubungan antara budaya pola pemberian makan dengan kejadian stunting dengan nilai p value 0,028 (p<0,05). Karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan berperan dalam kejadian stunting. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola pemberian makan perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pasien dengan CKD sering menghadapi tantangan psikologis, termasuk depresi, yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 68 pasien CKD di RS Harapan Bunda. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas pasien berada pada usia 41-60 tahun (50,0%), perempuan (59%), pendidikan menengah (56%), dan telah menderita CKD selama 1-5 tahun (48%). Sebagian besar pasien memiliki
mekanisme koping cukup (43%) dan mengalami depresi berat (54,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara karakteristik usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), tingkat pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan signifikan dalam menentukan tingkat depresi. Intervensi berbasis edukasi dan konseling diperlukan untuk mengurangi beban psikologis pasien CKD.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien setelah membandingkan kinerja yang didapat dengan harapan pasien, salah satu faktornya yaitu karakteristik pasien. Setiap pasien memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal itu akan berakibat pada penilaian atau tingkat kepuasan yang berbeda pula pada pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Mekarmukti periode April – Mei 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 96 responden yang diperoleh berdasarkan rumus slovin. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian diolah menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji chi square analisis hubungan pada karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan mendapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan, karena p value > 0,1. Sedangkan pada karakteristik berdasarkan pendidikan terakhir memiliki hubungan yang signifikan, yaitu nilai p value 0,078 < 0,1. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Mekarmukti secara keseluruhan didapatkan hasil bahwa pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Asma saat ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Asma merupakan penyakit saluran napas kronis dengan gejala dan dapat bervariasi mulai dari mengi, rasa berat di dada, sesak napas dan batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pola penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma pada pasien di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada periode Januari-Maret 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 25 rekam medis. cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis univariat secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif kemudian di pindahkan ke lembar pengumpulan data penelitian. Data penelitian yang di peroleh dari rekam medis Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi periode Januari-Maret 2023. Data hasil penelitian penderita asma berdasarkan karakteristik pasien asma yang paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 52%. Pada pasien dengan rentang usia 46-65 tahun (lansia) sebanyak 28% dan penggunaan obat asma berdasarkan derajat asma yang paling banyak adalah persisten ringan sebanyak 40% menggunakan obat salbutamol sebanyak 12%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi yang sering didapatkan pada
pelayanan kesehatan primer dengan memiliki risiko morbiditas serta mortalitas
yang terus meningkat selaras dengan naiknya tingkatan tekanan sistolik dan
diastolik yang diakibatkan oleh gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Tujuan:
untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Mekarmukti
Januari-Februari 2023. Metode: penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian
cross sectional menggunakan metode pengambilan data retrospektif yang diambil
dari penelusuran dokumen rekam medik pada bulan Juni tahun 2023 di Puskesmas
Mekarmukti. Sampel diambil menggunakan metode total sampling yaitu seluruh
pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 46 sampel pasien
hipertensi. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil, pada karakteristik
berdasarkan usia tertinggi <60 tahun sebanyak 27 pasien(58,7%), jenis kelamin
tertinggi yaitu perempuan 29 pasien(54,3%), tekanan darah 140-159/90-99
sebanyak 25 pasien(54,3%) dan tekanan darah ≥160/100 sebanyak 21
pasien(45,6%), dan penyakit penyerta 16 pasien(34,8%). Untuk pola penggunaan
berdasarkan usia dan tekanan darah, untuk usia <60 tahun tekanan darah 140159/90-99
penggunaan obat tertinggi yaitu Amlodipine 5 mg sebanyak 7
pasien(15,2%) sedangkan untuk usia ≥60 tahun penggunaan obat tertinggi yaitu
Amlodipine 10 mg sebanyak 8 pasien(17,4%). Pada tekanan darah ≥160/100
dengan usia <60 tahun penggunaan obat tertinggi yaitu Amlodpine 10 mg sebanyak
12 pasien(26,1%) sedangkan untuk usia ≥60 tahun penggunaan obat tertinggi yaitu
Amlodipine 10 mg sebanyak 4 pasien(8,7%). Pada pasien hipertensi dengan
penyakit penyerta yang diderita yaitu Diabetes Melitus. Kesimpulan: dapat
disimpulkan dari penelitian ini bahwa untuk karakteristik berdasarkan usia dan
tekanan darah sesuai. Pada pola penggunaan obat berdasarkan usia dan tekanan
darah 140-159/90-99 sesuai dengan Pedoman Pelayanan Kefarmasian.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kurangnya higiene sanitasi pada ibu dapat menyebabkan munculnya risiko diare pada anak, sehingga diperlukan perhatian khusus terkait higiene sanitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dan higiene sanitasi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) ibu dengan kejadian diare anak 6-24 bulan di Puskesmas Cikarang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan deskriptif non-eksperimen dengan desain penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian ditarik dari populasi dengan cara purposive sampling. Besar sampel 64 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen penelitian adalah karaktersitik ibu (usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga) dan higiene sanitasi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare. Jenis data yang digunakan kuantitatif. Pengumpulan data primer dilakukan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-square.
Hasil: Terdapat hubungan antara pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian diare (p <0,05 ). Tidak terdapat hubungan antara usia ibu dan pekerjaan ibu dengan kejadian diare (p >0,05). Tidak terdapat hubungan antara higiene sanitasi MP-ASI dengan kejadian diare (p >0,05)
Kesimpulan dan Saran: Pendidikan ibu dan pendapatan keluarga secara signifikan berhubungan dengan kejadian diare pada anak. Diharapkan kepada petugas kesehatan memberikan penyuluhaan terkait higiene sanitasi pembuatan MP-ASI. Penyuluhan ini bermanfaat agar ibu tetap menjaga menjaga kebersihan dalam upacya mencegah diare pada anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Pendokumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 17 (47,5%) responden berusia 26-35 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM p value = 0.90, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM p value = 1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM p value = 0.003,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM p value = 0.000,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM p value = 0.000. Kesimpulan bahwa kelengkapan pendokumentasian penting untuk menilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawatan yang kita lakukan maka dari itu asuhan keperawatan yang kita berikan kepada pasien harus di dokumentasikan secara tepat dan lengkap.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional, dengan menggunakan anlisa statistic menggunakan uji chi square pada Analisa bivariat dan Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi
Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah paritas (p value=0,049). Kunjungan ANC (p value = 0.000), Riwayat Kesehatan (p value = 0.000).Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia (p value=0,965) tingkat pendidikan (p value=0,511), status pekerjaan (p value =0,888). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya dengan memperhatikan tekanan darah jika memiliki Riwayat Kesehatan hipertensi, serta rutin melakukan kunjungan ANC.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan
kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang
penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang
Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa
siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa
sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang
siswa.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06
tahun 2019.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN
Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa
dengan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah
sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh
dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada
pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan
pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%).
Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada
hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi
belajar dengan pengaruh teman sebaya.
Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya
untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh
teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam
menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Indonesia mempunyai angka kejadian pre eklampsia sekitar 7-10% dari seluruh
kehamilan. Angka kejadian pre eklampsia berkisar antara 0,51%-38,4%, di negara maju
angka kejadian pre eklampsia berkisar 6-7% dan eklampsia 0,1-0,7% (Kemenkes RI,
2016). Data yang diperoleh peneliti di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi
mengalami peningkatan jumlah penyakit pre eklampsia sekitar 19%. Tujuan penelitian ini
diketahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pre eklampsia
berdasarkan pada karakteristik ibu hamil dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Bekasi tahun 2018. Metode penelitian ini digunakan dekstriptif. Populasi yang diambil
pada ibu hamil yang menderita pre eklampsia sebanyak 73 ibu hamil dan jumlah
sampelnya sebanyak 68 responden yang menderita pre eklampsia yang berkunjung ke
Rumah Sakit Umum Kabupaten Bekasi. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian : gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pre
eklampsia berdasarkan pada karakteristik ibu hamil dalam Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Bekasi. Umur beresiko responden sebanyak 52 orang (76,5%), pendidikan
responden rendah sebanyak 54 orang (79,4%), responden bekerja sebanyak 58 orang
(85,6%). Responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 60 orang ( 88,2%).
Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan gambaran faktor-faktor yang berhubungan
dengan kejadian pre eklampsia berdasarkan pada karakteristik ibu hamil dalam Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi memiliki pengetahuan kurang. Saran : Para ibu
hamil sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang pre eklampsia dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.