Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Iin Hardiyati

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Pengaruh Seeding Terhadap Sintesis Enzimatis Amoksisilin dalam Reaktor Batch yang Terintegrasi Kristalisasi Reaktif

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sintesis enzimatis amoksisilin menggunakan penicillin G acylase (PGA) terimobilisasi merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sintesis kimia. Efisiensinya dapat ditingkatkan melalui kristalisasi reaktif, yaitu pengambilan produk secara in situ dengan penambahan benih kristal (seeding). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi dan waktu penambahan seed amoksisilin trihidrat terhadap kinerja sintesis enzimatis dalam reaktor batch dengan biokatalis AMK-218. Penelitian eksperimental laboratorium ini dilakukan di BRIN KST BJ Habibie, Serpong, pada volume reaksi 200 mL dengan 6-APA 50 mM dan HPGME 75 mM, pH 6,2, suhu 27,5±2 °C, selama 240 menit. Perlakuan terdiri atas variasi konsentrasi seed (0%, 1%, 2%, 3%, dan 5% b/b) pada waktu penambahan menit ke-30, serta variasi waktu penambahan seed (menit ke-0, 15, 20, 25, dan 30) pada konsentrasi 5%. Setiap perlakuan diukur satu kali tanpa replikasi. Konsentrasi komponen reaksi dianalisis dengan HPLC dan kadar air kristal dengan moisture analyzer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan two-way ANOVA dengan waktu reaksi atau jenis yield sebagai faktor blok, dilanjutkan uji Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Secara univariat, seeding 2% menghasilkan yield kristal tertinggi (83,59%; tanpa seeding 31,89%), selektivitas tertinggi (0,8204), dan konversi 6-APA 99,3%, sedangkan seeding 3% menghasilkan konversi HPGME (88,8%) dan recovery kristal (32,75%) tertinggi. Pada variasi waktu, penambahan seed menit ke-30 memberikan yield kristal (69,55%), konversi 6-APA (99,03%), dan konversi HPGME (83,3%) tertinggi, serta satu-satunya kadar air kristal (12,72%) yang memenuhi syarat Farmakope Indonesia Edisi VI. Secara bivariat, konsentrasi seeding berpengaruh signifikan terhadap selektivitas (p = 0,001), konversi 6-APA (p < 0,001), dan konversi HPGME (p < 0,001), sedangkan waktu seeding berpengaruh signifikan terhadap konversi HPGME (p < 0,001) dan rasio panjang/lebar kristal (p = 0,012). Konsentrasi maupun waktu seeding tidak berpengaruh signifikan terhadap yield (p = 0,109 dan 0,203), sehingga peningkatan yield hanya berupa kecenderungan. Kondisi terbaik secara umum diperoleh pada konsentrasi seeding 2–3% dengan waktu penambahan menit ke-25–30. Kondisi ini menjaga keseimbangan antara laju sintesis enzimatis dan laju kristalisasi tanpa menimbulkan overcrowding nukleasi maupun clogging pada enzim terimobilisasi.

Hubungan Karakteristik Pasien dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih menjadi tantangan karena dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 149 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, memiliki rata-rata usia n52,47 tahun, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,006) dan tingkat pendidikan (p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin (p = 0,529) dan pekerjaan (p = 0,584) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa usia dan tingkat pendidikan merupakan karakteristik pasien yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin dan pekerjaan tidak berhubungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi edukasi dan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di pelayanan kesehatan primer.