Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: IMT
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI PMB BIDAN SILVY KUSMIRAN CIKARANG TIMUR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.

44 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stress Dan Indeks Massa Tubuh Dengan SIklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 36 mahasiswi (31,9%) dari responden tergolong pada kategori tidak stress, sedangkan yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Sejumlah 5 mahasiswi (4,4%) dari responden Indeks massa tubuhnya normal, sedangkan yang Indeks massa tubuhnya gemuk sejumlah 48 mahasiswi (42,5%) dan yang indeks massa tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Responden yang siklus menstruasinya normal sejumlah 10 mahasiswi (8,8%), sedangkan yang siklus menstruasi pendek sejumlah 19 mahasiswi (16,8%), dan yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Akupunktur dan Seduhan Murraya Paniculata (Jiu Li Xiang) Terhadap Penurunan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Penderita Obesitas Sindrom Panas Lambung

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Obesitas (Féi Pàng) merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengalami peningkatan signifikan di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2023, prevalensi obesitas nasional mencapai 28,7% dan lebih tinggi pada kelompok wanita usia subur. Obesitas berkontribusi pada gangguan metabolisme, risiko penyakit tidak menular, serta disfungsi hormonal dan reproduksi. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), obesitas dipandang sebagai akibat ketidakseimbangan fungsi limpa dan lambung, akumulasi kelembaban, serta sindrom panas lambung (Wei Re). Penanganan yang tepat memerlukan pendekatan holistik seperti akupunktur dan herbal. Salah satu herbal yang digunakan adalah Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng), yang secara empiris dan farmakologis memiliki efek hipolipidemik dan peluruh panas. Terapi ini diyakini dapat menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur dan seduhan Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng) terhadap penurunan IMT pada wanita penderita obesitas dengan sindrom panas lambung. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 orang wanita usia 21–36 tahun yang menjalani terapi sebanyak 6 kali selama 2 minggu di Klinik Petos Sehat Jakarta. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT sebelum dan sesudah intervensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil: Rerata IMT sebelum terapi menunjukkan nilai 30,19 kg/m² Setelah intervensi, rerata nilai IMT menurun menjadi 29,31 kg/m². Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh terapi terhadap penurunan indikator obesitas. Kesimpulan: Terapi akupunktur dan seduhan Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan IMT pada penderita obesitas dengan sindrom panas lambung. Pendekatan integratif ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang efektif dan aman dalam menangani obesitas pada wanita usia subur.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Aktivitas Fisik Pada Anak Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02 di Wilayah Ceger Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan, yang akhirnya menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat berujung pada obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara IMT dan aktivitas fisik pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02, Ceger, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner aktivitas fisik (PAQ-C), dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden masuk dalam kategori underweight, sementara 82,5% memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan IMT dan memiliki hubungan korelasi rho yang cukup dengan nilai -0,496. Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar anak di SDN Suka Asih 02 tergolong underweight, meskipun aktivitas fisik mereka baik. Oleh karena itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan pola makan dan mendorong aktivitas fisik anak, pendidik untuk mengedukasi siswa tentang kesehatan dan peneliti melakukan studi lebih lanjut dengan variabel dan responden yang lebih bervariasi.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI SUKA ASIH 02 DI WILAYAH CEGER KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan, yang akhirnya menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat berujung pada obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara IMT dan aktivitas fisik pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02, Ceger, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner aktivitas fisik (PAQ-C), dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden masuk dalam kategori underweight, sementara 82,5% memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan IMT dan memiliki hubungan korelasi rho yang cukup dengan nilai -0,496. Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar anak di SDN Suka Asih 02 tergolong underweight, meskipun aktivitas fisik mereka baik. Oleh karena itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan pola makan dan mendorong aktivitas fisik anak, pendidik untuk mengedukasi siswa tentang kesehatan dan peneliti melakukan studi lebih lanjut dengan variabel dan responden yang lebih bervariasi.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Konsumsi Fast Food dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kejadian Dismenore Pada Mahasiswi S1 Keperawatan di Universitas Medika Suherman

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dismenore merupakan nyeri yang dialami oleh individu pada saat menstruasi, data prevalensi dismenore di Indonesia masih sangat tinggi yaitu > 50%, Kondisi ini dapat berdampak ketidaknyamanan dalam beraktivitas, Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi fast food dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian dismenore pada mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Medika Suherman (UMS). Metode : Penelitian ini menerapkan desain analitik observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yang dilaksanakan di Universitas Medika Suherman, dengan Populasi mahasiswi S1 Keperawatan UMS, dengan jumlah sampel sebanyak 121 responden, dan teknik sampel purposive sampling, variabel dependen adalah kejadian dismenore dan variabel independen berupa konsumsi fast food dan IMT, Instrumen menggunakan kuesioner tentang kejadian dismenore dan konsumsi fast food yang dimodifikasi dari FFQ serta hasil pengukuran IMT, Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil : Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi fast food dengan kejadian dismenore diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,016) dan terdapat juga hubungan antara IMT dengan kejadian dismenore hasil yang di dapat yaitu dengan P-value < 0,05 (0,038). Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara konsumsi fast food dan IMT dengan kejadian dismenore.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Level Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Tenaga Kependidikan di Perguruan Tinggi Sekolah Ilmu Kesehatan Cirebon Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN LEVEL AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI SEKOLAH ILMU KESEHATAN CIREBON TAHUN 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2024•Koleksi Perpustakaan

Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang dapat berlangsung hingga masa nifas ditandai dengan hipertensi, edema, dan proteinuria. Kejadian preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 9,4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di RS Sentra Medika Tahun 2022 sebanyak 594 responden dengan cara total sampling dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang bulan September – November 2023. Analisis menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022 yaitu usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), IMT (p=0,000), kehamilan gemeli (p=0.000), riwayat preeklampsia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), umur kehamilan (p=0.000). Dari semua variabel yang diteliti semua terdapat hubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam menurunkan resiko preeklampsia pada ibu bersalin khususnya di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur Periode Januari - Desember 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif dengan design cross-sectional. Hasil dari uji bivariat pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail