Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Aryaprana Nanda

14 karya publik ditemukan.

2025: 82024: 6

Pengaruh Terapi Akupunktur dan Seduhan Murraya Paniculata (Jiu Li Xiang) Terhadap Penurunan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Penderita Obesitas Sindrom Panas Lambung

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Obesitas (Féi Pàng) merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengalami peningkatan signifikan di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2023, prevalensi obesitas nasional mencapai 28,7% dan lebih tinggi pada kelompok wanita usia subur. Obesitas berkontribusi pada gangguan metabolisme, risiko penyakit tidak menular, serta disfungsi hormonal dan reproduksi. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), obesitas dipandang sebagai akibat ketidakseimbangan fungsi limpa dan lambung, akumulasi kelembaban, serta sindrom panas lambung (Wei Re). Penanganan yang tepat memerlukan pendekatan holistik seperti akupunktur dan herbal. Salah satu herbal yang digunakan adalah Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng), yang secara empiris dan farmakologis memiliki efek hipolipidemik dan peluruh panas. Terapi ini diyakini dapat menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur dan seduhan Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng) terhadap penurunan IMT pada wanita penderita obesitas dengan sindrom panas lambung. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 orang wanita usia 21–36 tahun yang menjalani terapi sebanyak 6 kali selama 2 minggu di Klinik Petos Sehat Jakarta. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT sebelum dan sesudah intervensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil: Rerata IMT sebelum terapi menunjukkan nilai 30,19 kg/m² Setelah intervensi, rerata nilai IMT menurun menjadi 29,31 kg/m². Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh terapi terhadap penurunan indikator obesitas. Kesimpulan: Terapi akupunktur dan seduhan Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan IMT pada penderita obesitas dengan sindrom panas lambung. Pendekatan integratif ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang efektif dan aman dalam menangani obesitas pada wanita usia subur.

Pengaruh Terapi Tui Na Terhadap Perubahan Kembung di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Q1 Hati

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kembung merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya perasaan penuh, rasa tekanan, atau rasa tidak nyaman di perut yang bisa dikarenakan penumpukan gas dalam saluran pencernaan. Data dari World Gastroenterology Organisation (WGO) menunjukkan bahwa sekitar 16-30% populasi dunia mengalami gejala kembung secara teratur. Di Indonesia, survei kesehatan rumah tangga yang dilakukan pada tahun 2022 mencatat bahwa 20% responden mengeluhkan gejala kembung setidaknya satu kali dalam sebulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan Kembung Di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Qi Hati. Metode: Penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan mei-juni 2025 di Living Clinic, Kota Medan, Sumatera Utara. Sampel berusia 20-60 tahun dengan terapi Tui Na 3 kali seminggu dengan jeda sehari selama 2 minggu. Tingkat kembung di ulu hati akan dievaluasi sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: Berdasarkan uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value adalah 0,000. Karena nilai p-value < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, sehingga kesimpulannya adalah ada pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan kembung di ulu hati (epigastrium) akibat sindrom stagnasi qi hati. Kesimpulan: Terapi Tui Na memberikan pengaruh terhadap kadar Kembung di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Qi Hati Di Living Clinic.

Pengaruh Akupunktur Terhadap Penurunan Rasa Cemas Pada Penderita Fobia Gelap (Nyctophobia) Dengan Berbagai Sindrom

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Manusia secara alami membutuhkan rasa aman, namun ketakutan berlebihan seperti Nyctophobia (fobia gelap) dapat mengganggu keseimbangan fisik dan emosional. Data dari NP Istanbul Hospital (2023) menunjukkan 11% populasi global mengalami nyctophobia, yang berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup melalui respons cemas irasional terhadap kegelapan. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), nyctophobia dikaitkan dengan ketidakseimbangan energi vital (Qi), terutama pada sistem Limpa dan Hati, memicu gejala kecemasan, kelelahan, dan gangguan pencernaan. Akupunktur telah terbukti efektif mengurangi kecemasan, seperti pada studi Boucher et al. (2011) dan Luo et al. (2021). Namun, penelitian tentang akupunktur untuk nyctophobia, khususnya yang mempertimbangkan variasi pola ketidakseimbangan PTT, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh akupunktur pada nyctophobia dan menganalisis respons terapi berdasarkan pola ketidakseimbangan PTT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan rasa cemas pada penderita nyctophobia (fobia gelap) dengan berbagai sindrom. Tujuan khusus meliputi mendeskripsikan karakteristik usia, jenis kelamin, dan sindrom subjek penelitian; mendeskripsikan tingkat kecemasan sebelum dan setelah terapi akupunktur; serta menganalisis perbedaan tingkat kecemasan pada penderita nyctophobia sebelum dan setelah menjalani terapi akupunktur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen (one group pre-test post-test design). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 7 orang subjek penelitian. Lokasi penelitian dilakukan di Klinik Akupunktur PMA, Kota DKI Jakarta, Jawa Barat, pada bulan Mei-Juni 2025. Intervensi berupa terapi akupunktur dilakukan sebanyak tujuh kali setiap hari selama 1 minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian angket Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi, serta wawancara singkat setelah pengisian HARS tiap sesi dan wawancara mendalam pada sesi terakhir. Hasil: Diperoleh data dari 7 subjek penelitian, menunjukkan 5 subjek (71%) mengalami penurunan kecemasan dari rentang sedang ke tidak ada kecemasan, 1 subjek (14%) dari sedang ke ringan, dan 1 subjek (14%) dari berat ke sedang, mengindikasikan penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi akupunktur. Kesimpulan: Terapi akupunktur memberikan pengaruh terhadap penurunan rasa cemas pada penderita fobia gelap (Nyctophobia) dengan berbagai sindrom.

Pengaruh Pemberian Rebusan Jahe Gula Merah Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Dismenore Premier Dengan Sindrom Defisiensi Yang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri menstruasi (dismenore) dialami oleh sekitar 45–95% perempuan usia produktif di Indonesia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore merupakan keluhan ginekologi yang muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon progesterone di dalam darah, sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok, dismenore disebut dengan tongjing. Dismenore diantaranya diakibatkan oleh sindrom defisiensi yang. Pemberian rebusan jahe gula merah memiliki efek antiinflamasi dan analgesik alami untuk mengatasi nyeri haid dingin karena sifat menghangatkan yang sesuai dengan prinsip pengobatan sindrom defisiensi yang. Tujuan: Mengetahui pengaruh rebusan jahe dan gula merah terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja dengan sindrom defisiensi yang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok tanpa kontrol. Sampel sebanyak 20 remaja berusia 10–18 tahun diberi rebusan jahe dan gula merah tiga kali sehari selama dua hari. Lokasi penelitian di Ponpes Mitshaqul Ummah, Kabupaten Cianjur. Hasil: Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test, skor nyeri menurun dari rata-rata 4,10 menjadi 1,75 setelah intervensi. Nilai t hitung = 14,104 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 19, dan nilai signifikansi (p-value) < 0,001 yang berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi. Data ini didukung hasil kuesioner gejala konstitusi fisik sindrom defisiensi yang. Penurunan yang sangat signifikan sebesar 50% dalam tujuh indikator utama dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT). Kesimpulan: Rebusan jahe dan gula merah memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan Tingkat nyeri dismenore primer. Penurunan nyeri disertai dengan penurunan gejala-gejala khas defisiensi yang secara konsisten pada seluruh responden. Efektivitas ini juga sejalan dengan prinsip Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) yang menekankan pentingnya menghangatkan tubuh, memperkuat energi yang untuk mengatasi nyeri.

Pengaruh Terapi Akupuntur Terhadap Nyeri Epigastrium Pada Penderita Gerd Sindrom Disharmoni Hati dan Lambung

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pada era modern ini kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit refluks asam lambung terus meningkat. Prevalensi GERD di dunia sebesar 8-33%. Prevalensi GERD di Indonesia bervariasi berada disekitaran 9,35%. Studi pada kelompok penderita dispesia yang melakukan pemeriksaan endoskopi menunjukan peningkatan prevalensi GERD 53%. GERD merupakan kondisi di mana asam lambung secara berulang naik ke esofagus, sehingga memunculkan gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, dan nyeri uluhati. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres dan pola makan. Tujuan : Penelitan ini bertujuan untunk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Peneliti menggunakan Desain pre-test dan post-test serta intervensi tanpa terdapat kelompok pembanding dan efektiitas perlakuan diukur dengan membandingkan hasil post-test dengan pre-test. penelitian ini dilaksanakan sejak Mei 2025 hingga Juni 2025 dengan partisipan dengan keluhan nyeri epigastrium pada penderita sindrom disharmoni hati dan lambung di klinik P, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Intervensi terapi dengan penusukan jarum akupuntur selama 6 hari berturut-turut. Hasil : Rata-rata usia partisipan 33,8 tahun. Dengan status yang bekerja mayoritas sebanyak 23 orang, sedangkan yang tidak bekerja sebanyak 2 orang. Rata-rata skor skala nyeri sebelum terapi sebesar 7,96 dan rata-rata skor skala nyeri setelah terapi sebesar 2,2. Hasil uji Wilcoxon menunjukan p value 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Uji ukuran dampak dengan r sebesar -0,887 sehingga lebih mendekati -1 memeliki makna efek yang kuat. Kesimpulan : Pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung menunjukan efek yang besar.

Pengaruh Konsumsi Ziziphus Jujuba Terhadap Kelelahan Akut Pada Remaja Dengan Sindrom Defisiensi Q1 di Ponpes Mitsaqul Ummah

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kelelahan akut pada remaja merupakan permasalahan yang kian meningkat, terutama pada lingkungan berasrama seperti pondok pesantren yang memiliki aktivitas padat. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini banyak dikaitkan dengan sindrom defisiensi Qi, yakni ketidakseimbangan energi vital tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara objektif pengaruh konsumsi Ziziphus jujuba terhadap tingkat kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi di Pondok Pesantren Mitsaqul Ummah, Cianjur. Tujuan lainnya yaitu mengetahui perubahan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi serta mengukur efektivitas Zizipus jujuba dalam menurunkan gejala kelelahan dalam konteks kehidupan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe one group pre-post test. Subjek penelitian berjumlah 20 remaja yang memenuhi kriteria sindrom defisiensi Qi. Intervensi berupa konsumsi Zizipus jujuba dalam bentuk seduhan sebanyak tiga kali sehari sebelum makan selama enam hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala konstitusi tubuh TCM. Teknik analisis data meliputi uji statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene), serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat kelelahan setelah intervensi konsumsi Zizipus jujuba. Berdasarkan uji paired t-test, terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pre-test dan post-test (p < 0.05), yang didukung pula oleh hasil uji Wilcoxon. Temuan ini menyimpulkan bahwa konsumsi Ziziphus jujuba efektif dalam mengurangi kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi. Oleh karena itu, Zizipus jujuba dapat dijadikan sebagai alternatif terapi herbal berbasis bukti yang aman, alami, dan sesuai dengan pendekatan PTT dalam konteks pendidikan berasrama.

Efektifitas Herbal Chai Hu Shu Gan Tang Terhadap Disminore Dengan Sindrom Stagnasi Qi Hati di Klinik Karya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu keluhan yang muncul saat menstruasi adalah nyeri dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Nyeri ini yang biasanya disebut dengan dismenorea, yaitu keadaan nyeri hebat dan dapat menggangu aktifitas sehari-hari (Kusminar, 2012). Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang sering dilaporkan dan merupakan masalah ginekologi paling umum di antara wanita baik dewasa maupun remaja (Larasati & Alatas, 2016). Remaja pada 3 tahun pertama menarche banyak yang melaporkan mengalami dismenorea dan wanita usia 17-24 tahun kemungkinan besar mengalami dismenorea (Lowdermilk et al., 2013). Menurut Traditional Chiness Medicine (TCM) dismenore dalam bahasa China disebut dengan Tong jing disebabkan oleh serangan dingin dan staqnasi qi-hati selama menstruasi yang mengakibatkan staqnasi darah atau defisiensi darah. Stagnasi qi-hati dapat menjadi konsekuensi dari ketidakharmonisan emosional dan mental, seperti depresi, kemarahan, frustrasi, dan dendam. Dismenorea merupakan permasalahan ginekologi utama yang sering dikeluhkan oleh wanita. Angka kejadian dismenorea di dunia sangat besar. Sekitar 90% dari remaja wanita mengalami dismenorea serta lebih dari 50% mengalami dismenorea primer dengan 10-20% mengalami gejala yang cukup parah. Prevalensi dismenorea di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari dismenorea primer 54,89% serta dismenorea sekunder 9,36% (Yusuf, 2017).Selain itu Nyeri Haid juga dapat dikurangi dengan mengkomsumsi obat tradisional seperti Chai Hu Shu Gan Tang. Chai Hu Shu Gan Tang merupakan ramuan herbal China yang berfungsi untuk membantu mengurangi gejala PMS (Pramenstruasi Sindrome) seperti perubahan mood, mudah marah, dan sakit kepala, selain itu juga dapat membantu meredakan nyeri haid dan melancarkan haid yang tidak teratur (Peillin, 2011).

Pengaruh Terapi Akupunktur Pada Penderita Susah Tidur Sindrom Api Liver Mengganggu Jantung di Pluit Karang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Susah Tidur yang dikenal masyarakat sebagai Insomnia adalah gangguan tidur dimana seseorang sulit memulai tidur atau tidak bisa tidur dengan lelap, mudah terbangun dan tidak bisa tidur kembali. Prevalensi insomnia di Indonesia cukup tinggi sementara masyarakat tidak menyadari insomnia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengakibatkan penampilan terganggu, dalam jangka panjang memberikan efek ke seluruh tubuh. Tujuan penelitian untuk peneliti sendiri adalah untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur pada penderita susah tidur, sedangkan untuk pengembangan ilmu, harapan peneliti adalah dapat dijadikan acuan pengembangan ilmu akupunktur. Metode Penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pra eksperimental One group pretest-posttest design. Dalam penelitian ini sampel penelitian sebesar 24 responden dengan sumber data primer. Penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi dan skala pengukuran tingkat insomnia. Hasil penelitian didapat dari 24 responden yang memenuhi kriteria penelitin. Sebelum terapi akupunktur tingkat insomnia sangat berat sebesar 29%, insomnia berat sebesar 63%, insomnia ringan 8%. Dan setelah terapi akupunktur tidak terdapat insomnia sangat berat dan insomnia berat, sementara insomnia ringan sebesar 62,5%, yang tidak merasakan insomnia lagi sebesar 37,5%. Kesimpulan dari penelitian, berdasarkan uji Wilcoxon didapat p-value < 0,05 yang berarti terapi akupunktur memberi pengaruh pada penderita susah tidur sindrom Api Liver mengganggu Jantung. Saran dengan berbagai keterbatasan dari peneliti, semoga penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk pengembangan ilmu akupunktur lebih lanjut

Efektif Teknik Akupunktur Terhadap Batuk Berdahak Sindrom Angin Panas Pada Pasien Klinik Citra Nirmala 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Batuk merupakan upaya pertahanan paru-paru yang alamiah terhadap berbagai rangsangan yang ada dan refleks fisiologi yang melindungi paru dari trauma mekanis, kimia, dan suhu. Batuk yang berlangsung lebih dari 8 Minggu disebut batuk kronis. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pretest-posttest, populasi penelitian adalah pasien dengan gejala Batuk berdahak, sindrom angin panas tipe akut yang dilakukan terapi Akupunktur di Klinik Citra Nirmala selama bulan April-Juli 2023 sebanyak 25 pasien dan telah diminta persetujuannya untuk diadakan penelitian. Menurut ilmu Pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), batuk adalah gejala penyakit pada organ paru. Dipandang dari sudut etiologi, batuk dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu faktor eksogen dan endogen. Faktor eksogen disebabkan oleh angin dingin dan angin panas yang menyebabkan penurunan dan pelemahan fungsi paru-paru. Faktor endogen meliputi gangguan paru-paru itu sendiri dan gangguan organ Zhang Fu sehingga mempengaruhi organ paru-paru. Dalam Ilmu Pengobatan Tradisional Chinese Medicine (TCM) batuk diklarifikasikan menjadi "KE" (batuk disertai dengan suara yang keras tanpa menghasilkan sputum) dan "SOU" (batuk disertai suara yang lemah tapi menghasilkan sputum). Tujuan : Untuk mengetahui efek terapi akupunktur dengan titik Shaoshang(Lu 11) Hegu (Li 4), Lieque (Lu 7), Chize (Lu 5) Zusanli (St 36) dan Feishu (BL 13) Terhadap batuk berdahak sindrom angin panas. Metode : Terapi akupunktur pada titik Shaoshang (Lu 11) Hegu (Li 4), Lieque (Lu 7) dan Chize (Lu 5) Zusanli (ST36) dan Feishu (BL 13) diberikan terapi tiga kali seminggu selama dua minggu berturut turut. Hasil : Terapi ini dapat menurunkan frekuensi batuk dan batuk yang diderita berangsur angsur membaik dan sembuh. Apa bila Sindrom Angin Panas sudah teratasi, maka gejala yang timbul, yaitu batuk, reak, demam, dan sakit tenggorokan dengan sendirinya akan sembuh atau berkurang secara bertahap dan pada akhirnya sembuh. Kesimpulan : Terapi akupunktur pada titik Shaoshang (Lu 11), Hegu (Li 4), Lieque (Lu 7), Chize (Lu 5) Zusanli (St 36) dan Feishu (BL 13) dapat memperbaiki kondisi batuk berdahak sindrom angin panas. (tipe akut).

Pengamatan Efektifitas Klinis Modifikasi Formula Banxia Xiexin Tang Terhadap Penderita PI Man Sindorm Panas dan Dingin

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: "Pi man 痞满" adalah salah satu penyakit yang umum ditemui dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), khususnya terkait dengan gangguan pada sistem pencernaan seperti lambung dan limpa. Ciri khas dari penyakit ini adalah rasa penuh dan tidak nyaman di daerah perut bagian atas, perasaan kembung pada diagfragma, namun saat disentuh terasa lembut dan tidak ada materi yang dapat dirasakan secara fisik. Penyakit Pi man ini secara medis juga mencakup beberapa jenis penyakit antara lain gastritis kronis, gangguan pencernaan fungsional, neurosis lambung, refluks esophagitis, kolesistitis kronis, dan berbagai penyakit lambung lainnya. Di antara semua ini, gastritis kronis adalah yang paling umum terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian penyakit saluran pencernaan terus meningkat, semakin banyak penderita gastritis kronis yang mencari pengobatan. Gejala utama mereka adalah perut terasa kembung dan penuh. Jenis penyakit ini dalam PTT disebut sebagai "Pi man 痞满", pasien dengan jenis penyakit ini sering mengalami perubahan dari kondisi sederhana menjadi kondisi yang lebih kompleks, seperti perubahan dari penyakit dengan ciri-ciri awal defisiensi, ekses, panas, atau dingin tunggal menjadi penyakit dengan ciri-ciri gabungan defisiensi dan ekses, atau menjadi penyakit dengan kombinasi gejala panas dan dingin yang melibatkan kerusakan pada limpa dan lambung secara bersamaan. Pengobatan medis Barat biasanya terfokus pada mengobati gejala dan belum memberikan perbaikan yang signifikan dan seringkali menyebabkan gejala berulang kali kambuh. Pengobatan Tradisional Tiongkok dengan pendekatan yang lebih holistik dan teori Bianzheng Lunzhi (diagnosis berdasarkan sindrom) memiliki keunggulan dalam mengatasi jenis penyakit ini, terutama dalam mengurangi gejala klinis yang mengganggu dan meresahkan penderita. Ramuan "Banxia Xiexin Tang 半夏泻心汤" adalah salah satu formula klasik yang diciptakan oleh Zhang Zhongjing dalam kitab "Shang Han Lun" untuk mengatasi gejala Pi man, dan telah diterapkan secara luas dalam praktek klinis. Meneliti efektifitas ramuan ini terhadap penderita Pi man dengan sindrom kombinasi panas dan dingin akan memberikan pengetahuan dan wawasan yang berharga tentang perbaikan gejala klinis penderita dan akan membantu memandu praktik klinis. Tujuan: Mengamati efektifitas klinis dari penggunaan ramuan "Banxia Xiexin Tang" dalam mengobati jenis penyakit Pi man sindrom panas dan dingin. Objek Penelitian: Sebanyak 35 responden menurut catatan medis yang memenuhi diagnosis Pi man dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan menderita gastritis kronis dalam pengobatan medis Barat, serta memenuhi kriteria inklusi, yang menjalani pengobatan di Klinik Alami Agung. Metode Penelitian: Design penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental “Pretest- Posttest” skala gejala Pi man sindrom panas dan dingin berdasarkan formulir modified Gastrointestinal Symptom Rating Scale (GSRS). Pengukuran skala gejala Pi man dilakukan sebelum dan sesudah terapi. dan analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon signed rank test. Hasil Penelitian: Hasil dari uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikan p = 0,000. Hasil menunjukkan bahwa pemberian modifikasi formula Banxia Xiexin Tang memberikan efektifitas klinis terhadap pasien Pi man sindrom panas dan dingin. Kesimpulan: Dalam pengobatan jenis penyakit Pi man dengan sindrom gabungan panas dan dingin, penggunaan formula klasik Banxia Xiexin Tang cukup efektif dengan hasil yang jelas, terutama dalam memperbaiki gejala klinis pasien bahkan dapat melebihi sebagian obat medis Barat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pengobatan PTT dan penggunaan formula klasik dengan diagnosis yang tepat memiliki keunggulan tertentu dalam mengobati penyakit kronis pada lambung dan limpa. Oleh karena itu, layak untuk diterapkan secara lebih luas dalam praktik klinis PTT.

Pengaruh Herbal Formula Xiangsha Liujunzi Tang Terhadap Pasien Gangguan Pencernaan Dengan Sindrom Defisiensi Limpa

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Gangguan pencernaan merupakan suatu masalah kesehatan yang umum dihadapi oleh masyarakat global. Gejala-gejala seperti nyeri perut, mual, muntah, perut kembung, diare, konstipasi, obstipasi dll, diantaranya sindrom defisiensi limpa adalah sindrom yang sering dijumpai. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah formula herbal Xiangsha Liujunzi Tang di mana dapat membantu mengurangi gejala gangguan pencernaan. Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan penelitian pre-exsperimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Dilakukan pengukuran awal terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, kemudian dilakukan pengukuran akhir. Hasil dan Pembahasan: Sampel penelitian mencakup 30 responden pasien gangguan pencernaan dengan sindrom defisiensi limpa. Adanya efektifitas herbal Xiangsha Liujunzi Tang dalam menurunkan nyeri gangguan pencernaan dengan sindrom defisiensi limpa. Kesimpulan: Berdasarkan analisis didapatkan hasil yang sangat signifikan (ρ < 0,05) membuktikan bahwa tindakan pemberian herbal Xiangsha Liujunzi Tang efektif dalam menurunkan gejala gangguan pencernaan dengan sindrom defisiensi limpa.

Pengaruh Terapi Tuina Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Nyeri Lutut di Klinik Lotus Jakarta 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pijat Tuina merupakan salah satu bagian dari akupuntur yang termasuk dalam teknik akupressur. Teknik ini menggunakan penekanan pada titik meridian tubuh atau garis aliran energi sehingga relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan akupuntur. Nyeri lutut merupakan penyakit yang paling sering mengenai kartilago sendi. Kartilago yang sehat akan memungkinkan tulang melakukan gerakan dengan sempurna satu sama lain dan dapaat meredam rejatan (shock) yang timbul akibat aktifitas fisik. Menurut Ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT atau TCM), dalam buku Yellow Emperor ( Huang Di Nei Jing sekitar tahun 2717-2599 sebelum masehi atau sekitar 5 ribu tahun yang lalu ) – pada bagian kitab Shu Wen, mencatat istilah yang popular yaitu : “Tong Ce Bu Tong, Bu Tong Ze Tong” dengan pengertian bila aliran Qi dan Xue itu lancar maka tidak ada terjadi nyeri/sakit, sebalik nya bila terdapat nyeri /sakit berarti aliran Qi dan Xue tidak lancar/terjadi hambatan. Tahun 2023 pada kelompok usia 40-43 tahun sebanyak 1 orang (5%), kelompok usia 44-47 tahun sebanyak 6 orang (30%), kelompok usia 48-51 tahun sebanyak 1 orang (5%), kelompok usia 52-55 tahun sebanyak 8 orang (40%) dan pada kelompok usia 56-60 tahun sebanyak 4 orang (20%), Dari total 20 responden penelitian yang mengalami penurunan skala nyeri sampai di angka 1 dan 3 sebanyak 8 responden, 12 responden sisanya mengalami penurunan derajat nyeri sampai di angka 2. Penelitian dengan 20 responden mengalami penurunan derajat nyeri diangka 1-3 yang berarti nyeri ringan. Hal ini bisa disebabkan karena faktor fisik, emosi dan rutinitas terapi dari responden itu sendiri. Faktor fisik yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh masing-masing responden dan tingkat emosi yang dimiliki oleh masing-masing responden.