BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Proses penuaan adalah hal yang normal, namun bisa saja diiringi dengan masalah medis seperti terkenanya stroke salah satu masalah stroke yaitu terganggunya aktifitas fungsional pada lansia stroke. Faktor-faktor utama stroke pada lansia adalah usia semakin menua akan semakin rentan terkena hipertensi, penyakit jantung, obesitas, diabetes mellitus, stress emosional, merokok, peminum alcohol dan kurangnya berolahraga. Gangguan aktifitas fungsional pada lansia disebabkan oleh lamanya menderita stroke transisi dari ketergantungan aktivitas hidup sehari-hari menjadi independen terjadi terutama pada tahun pertama pacsa stroke sampai 5 tahun pasca stroke dan gangguan kognisi menunjukkan gangguan kognisi termasuk gangguan memori kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan kemandirian aktivitas hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kemampuan aktifitas fungsioanal pada lansia stroke. Metode penelitian quasi experiment menggunakan desain penelitian one group pre-test and post-test. Jumlah responden 20 orang lansia yang berusia 60 tahun keatas yang di kunjungi ke rumah – rumah di pasien nya di bawah Yayasan Senyum Sehat Home Care yang dipilih dengan satu kelompok perlakuan dengan di berikan aerobic exercise selama 4 minggu, Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengukuran menggunakan indexs barther pre-test dan post-test. Hasil: satu kelompok pengujian menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil p value = 0,0314* pada pasca lansia stroke.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin,
Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon.
Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square.
Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034)
Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk
meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Osteoarthritis merupakan penyebab disabilitas pada lansia dimana
pravalensinya akan semakin bertambah seiring dengan harapan hidup populasi global yang
semakin meningkat (Sacitharan, 2019). Menurut World Health Organization tahun 2013
diperkirakan pada tahun 2050 orang berusia diatas 60 tahun akan menyumbang lebih dari
20% populasi dunia, dimana 15% diantaranya memiliki gejala Osteoarthritis sedangkan
sepertiganya mengalami kecacatan yang parah yakni tidak dapat melakukan aktivitas seharihari
(Nos et al.,2020). Impairment yang muncul antara lain (1) nyeri yang dirasakan di sekitar sendi lutut dan nyeri saat menekuk lutut, (2) kelemahan otot-otot penggerak sendi lutut, (3) keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) lutut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Penambahan TENS pada Quadricep setting excercise untuk mengurangi Nyeri dan Meningkatkan Aktivitas Fungsional Pada Lansia Penderita Osteoarthritis Genu. Metode pengambilan data menggunakan quasi eksperimental design dengan desain pre dan post with control group design. Data yang dikumpulkan diuji normalitas dengan shapiro wilk.
Berdistribusi normal,uji pengaruh mengunakan uji paired t-Test. Hasil uji paired t- test
didapatkan nilai p=0.0001(p<0,05) pada nyeri dan didapatkan nilai p=0.0002 (p<0,005)
peningkatan Aktivitas fungsional kelompok perlakuan I. Kelompok perlakuan II didapatkan
nilai p= 0.0004 (p<0,05) pada nyeri dan 0.0003(p<0,05) prningkatan Aktivitas fungsional.
Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah 1) Quadricep setting excercise dapat
mengurangi nyeri dan meningkatkan Aktivitas fungsional pada lansia pendetita Osteoarthritis
genu. 2)Penambahan TENS pada Quadricep setting excercise dapat mengurangi nyeri dan
meningkatkan Aktivitas fungsional pada lansia pendetita Osteoarthritis genu
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan