Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

96 hasil
Subjek: nyeri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TERAPI TUINA ANFA PADA TITIK SHENSHU TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PINGGANG PADA PEKERJA KANTOR SUPRA GROUP DENGAN SINDROM LEMBAB DINGIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Nyeri pinggang banyak dialami pekerja kantor dengan prevalensi 72% pada durasi duduk ≥4 jam/hari (Tanjung et al., 2023). Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, kondisi ini diklasifikasikan sebagai sindrom Lembab-Dingin akibat obstruksi meridian (WHO, 2022). Terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu terbukti efektif mengurangi nyeri (Huang et al., 2026), namun penelitian pada populasi pekerja kantor masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pekerja kantor dengan sindrom Lembab-Dingin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi interrupted time series pada 20 pekerja kantor Supra Group dengan nyeri pinggang sindrom Lembab-Dingin. Sampel diambil dengan purposive sampling (usia 21-45 tahun, nyeri kronis >12 minggu, skor NRS ≥4). Intervensi terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu diberikan 2x/minggu selama 4-6 minggu (8 sesi). Pengukuran nyeri menggunakan NRS dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test (p0,05). Penelitian dilaksanakan di Kantor Supra Group, Jakarta Pusat pada Juni-Juli 2026. Hasil: Penelitian melibatkan 20 responden dengan karakteristik usia 21-30 tahun (55%), laki-laki (55%), dan durasi kerja ≥4 jam/hari. Rata-rata skor NRS sebelum intervensi 4,45 (nyeri sedang) menurun menjadi 1,15 (nyeri ringan) setelah 8 sesi terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu, dengan penurunan rata-rata 3,30 poin (74,2%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (p0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Seluruh responden (100%) mengalami penurunan skor NRS tanpa efek samping. Kesimpulan: Terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu efektif menurunkan intensitas nyeri pinggang pada pekerja kantor dengan sindrom Lembab-Dingin (p=0,000), dengan penurunan rata-rata skor NRS dari 4,45 menjadi 1,15. Terapi ini aman dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis.

67 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TERAPI TUINA TEKNIK AN RAU TITIK AKUPUNTUR BL23 BL 25 BL 40 TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PINGGANG PADA PASIEN DEWASA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering ditemukan, dengan prevalensi global mencapai 619 juta kasus pada tahun 2020 dan diproyeksikan meningkat menjadi 843 juta kasus pada 2050. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi gangguan muskuloskeletal nasional sebesar 7,30%. Penatalaksanaan konvensional menggunakan OAINS bersifat simtomatik dan kurang efektif mengatasi penyebab mendasar nyeri pinggang kronis, sehingga dibutuhkan alternatif terapi komplementer seperti Tuina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23 (Shenshu), BL 25 (Dachangshu), dan BL 40 (Weizhong) terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest-posttest, dengan sampel sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pretestposttest dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi Tuina teknik Rou Fa diberikan sebanyak 8 kali pertemuan (2 kali/minggu selama 4 minggu). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pada saat pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas dan uji Paired T-Test untuk uji hipotesis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor NRS menurun dari 4,83 (SD = 1,949) sebelum intervensi menjadi 1,03 (SD = 1,273) setelah intervensi, dengan besaran penurunan rata-rata 3,800 poin (SD = 1,064) atau setara dengan penurunan sekitar 78,7% dari skor nyeri awal. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = -19,571; df = 29; p = 0,000). Kesimpulan: Terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 berpengaruh signifikan secara statistik terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa di Klinik Velda.

71 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN NYERI PADA Ny. W DENGAN DIAGNOSA MEDIS APPENDISITIS DI RUANG CHRYSANT RS. SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Appendisitis adalah kondisi dimana apendiks mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadinya nyeri pada abdomen khususnya kuadran kanan bawah. Appendisitis memerlukan penanganan operatif karena keadaannya gawat darurat. Berdasarkan tahapan prosesnya, appendisitis diklasifikasikan menjadi tiga yaitu appendisitis sederhana, gangrenus dan perforatif. Diagnosis dan intervensi pembedahan yang cepat sangat diperlukan demi mencegah pecahan appendiks yang akan menyebabkan terjadinya peritonitis dan perforasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada pasien appendisitis secara komperehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada subjek satu orang pasien atau individu yang mengalami appendisitis akut. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari. Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang namun tidak dengan nyerinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nyeri yang dirasakan klien disebabkan oleh infeksi pada appendiks dan harus dilakukan bedah appendiktomi untuk dapat bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan intensitas nyeri pada klien.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TERAPI MUROTAL TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESARIA DI RUANG NIFAS RS RIDHOKA SALMA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025 Syifa Fauziah Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman e-mail: [email protected] Abstrak Latar Belakang: Jumlah persalinan dengan metode SC meningkat setiap tahunnya, berbagai faktor dengan berbagai indikasi. Pasien operasi caesar sering kali merasakan nyeri sebagai salah satu akibat yang paling nyata, Salah satu teknik distraksi untuk menurunkan intensitas nyeri adalah dengan mendengarkan murotal Al-Qur’an. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC di ruang nifas Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025. Metode : Penelitian ini melakukan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Post Sectio Caesaria di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma, Sampel penelitian nya adalah Ibu Post Sectio Caesaria yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam bentuk kuesioner observasional yang menggunakan skala penilaian numerik (NRS) untuk mengukur nyeri sebelum dan sesudah intervensi terapi murotal surat Ar Rahman. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada penurunan nyeri pasien post SC setelah diberikan intervensi terapi surat Ar Rahman dengan nilai p < 0,005. Sebelum intervensi, mayoritas responen memiliki skala nyeri berat. Namun setelah intervensi terjadi penurunan skala nyeri sedang dan ringan. Kesimpulan : terapi murotal surat Ar Rahman berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri pasien post SC di ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar bisa menerapkan terapi murotal dalam upaya menurunkan nyeri pada post SC. Kata Kunci : Terapi Murotal, Nyeri, Pasca Operasi, Operasi Caesar, Surat Ar-Rahman

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Post SC Eracs di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Sensasi nyeri pascaoperasi Sectio Caesarea (SC) dengan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) tetap menjadi keluhan utama yang tidak dapat dihindarkan sepenuhnya akibat efek wearing-off anestesi dan dimulainya mobilisasi dini. Rasa nyeri ini dapat menghambat proses pemulihan fisik dan laktasi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif untuk mengurangi intensitas nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden ibu post SC ERACS yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi teknik relaksasi napas dalam selama 15 menit menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi (pretest), seluruh responden (100%) mengalami nyeri sedang dengan rata-rata skor nyeri sebesar 4,63 ± 0,490. Setelah diberikan intervensi (posttest), seluruh responden (100%) mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan dengan rata-rata skor nyeri sebesar 2,13 ± 0,730 (penurunan rata-rata sebesar 2,50 poin). Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,942 dan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang. Teknik relaksasi napas dalam direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) asuhan kebidanan sebagai terapi komplementer pendamping analgetik farmakologis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Birthball Terhadap Nyeri pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif di TPMB Sritina Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Nyeri persalinan pada kala I fase aktif merupakan kondisi fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memerlukan penatalaksanaan nonfarmakologis yang aman. Metode birth ball digunakan untuk mendukung mobilitas ibu dan gerakan pelvis selama persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh metode birth ball terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB Sritina Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif quasi-experimental dengan desain pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada 35 ibu bersalin kala I fase aktif. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah pemberian metode birth ball menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data skor nyeri berpasangan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh 35 responden (100,00%) berada pada kategori nyeri berat dengan rata-rata skor 7,86. Setelah intervensi seluruh 35 responden (100,00%) berada pada kategori nyeri sedang dengan rata-rata skor 5,00. Rata-rata penurunan skor nyeri sebesar 2,86 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara skor nyeri sebelum dan sesudah pemberian metode birth ball. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh metode birth ball berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB Sritina Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan untuk membantu meningkatkan kenyamanan ibu selama persalinan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja dengan Premenstrual Syndrome di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi serta dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas remaja putri. Pumpkin seeds (Cucurbita moschata) mengandung magnesium, zinc, asam lemak tak jenuh, dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri PMS. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 38 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diberikan pumpkin seeds sangrai sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari berturut-turut, dimulai pada awal fase luteal. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 18 responden (47,4%), nyeri berat 12 responden (31,6%), dan nyeri ringan 8 responden (21,1%), dengan rata-rata skor 5,79 ± 2,220. Setelah intervensi, 24 responden (63,2%) mengalami nyeri ringan, 9 responden (23,7%) tidak nyeri, dan 5 responden (13,2%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,92 ± 1,683. Terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar 3,87 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001. Penelitian dilakukan tahun 2026. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pumpkin seeds (Cucurbita moschata) sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari terhadap penurunan intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Jus Nanas Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi pada Wanita Usia Subur di Desa Banjarsari Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Putri Amanda Kp. Binong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis dan peningkatan beban tubuh selama kehamilan. Senam hamil merupakan salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri punggung. Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektivitas senam hamil terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Putri Amanda KP. Binong Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi Verbal Descriptor Scale (VDS). Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum intervensi, 17 responden (57%) mengalami nyeri berat, 12 responden (40%) mengalami nyeri sangat berat, dan 1 responden (3%) mengalami nyeri sedang. Setelah intervensi, 15 responden (50%) tidak mengalami nyeri dan 15 responden (50%) mengalami nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,808 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Nyeri Bendungan ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah TPMB Yuliyanah Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Masalah pada payudara merupakan salah satu pemicu hambatan dalam proses menyusui, dimana nyeri akibat bendungan ASI menjadi keluhan yang paling sering ditemukan. Meskipun kondisi ini bersifat fisiologis, penanganan yang tidak tepat berisiko memicu komplikasi yang lebih parah seperti mastitis hingga abses payudara. Munculnya nyeri bendungan ASI ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi tingkat usia, status pekerjaan, dan jumlah paritas ibu. Sebagai solusi non-farmakologis.Daun kubis memberikan kenyamanan bagi ibu nifas karena mampu memperlebar pembuluh darah kapiler dan melepaskan efek dingin yang menyerap panas tubuh. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres daun kubis terhadap nyeri bendungan asi pada ibu nifas di wilayah TPMB Yuliyanah karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen melalui rancangan one group pretest-posttest design. Populasi ibu nifas sebanyak 30 responden yang dilakukan pada bulan mei – juli. Pengumpulan data tingkat pembendungan ASI diukur menggunakan Six Point Engorgement Scale dan kuesioner, dengan menggunakan Uji Wilcoxon Range List. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebelum intervensi dilakukan, mayoritas ibu menyusui 24 orang (80,0%) mengeluhkan nyeri bendungan ASI tingkat berat, dan 6 orang (20,0%). Namun setelah intervensi, intensitas nyeri menurun drastis sebanyak 23 orang (76,7%) mengalami nyeri ringan, 6 orang (20,0%) tingkat sedang dan hanya 1 orang (3,3%) kategori berat. Hasil analisis bivariat lewat uji Wilcoxon memperkuat temuan ini dengan perolehan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya penurunan nyeri secara signifikan. Selain itu, penurunan rata-rata skor nyeri dari 2,80 menjadi 1,27 membuktikan bahwa aplikasi kompres daun kubis sangat efektif dalam meredakan nyeri akibat bendungan ASI pada ibu nifas. Kesimpulan penelitian adanya pengaruh kompres daun kubis terhadap nyeri bendungan asi pada ibu nifas di wilayah TPMB Yuliyanah Karawang. penelitian ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengalaman peneliti dalam menerapkan terapi alami kompres daun kubis guna meredakan nyeri akibat bendungan ASI pada ibu nifas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijatan Oksitoksin Terhadap Intensitas Nyeri dalam Proses Persalinan Normal Pada Ibu Bersalin di TPMB Ida Farida Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Persalinan adalah proses keluar janin, plasenta, dan selaput ketuban dari dalam rahim melalui jalan lahir. Persalinan dapat menyebabkan nyeri yang dipicu oleh kontraksi. Oleh karna itu dilakukannya pemijatan oksitoksin karna memiliki keunggulan, efek samping minimal, mudah di lakukan, serta dapat membantu mengurangi nyeri dan mempercepat proses pembukaan serviks. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri dalam proses persalinan normal di TPMB Ida Farida tahun 2026. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksprerimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi ibu hamil 30 responden yang di lakukan pada bulan Juli - Agustus dengan menggunakan Uji Wilcoxon Range List. Hasil Uji Wilcoxon Range diperoleh p=0.000 < 0.05, sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap intensitas nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida Tahun 2026. Dapat simpulkan adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Universitas Medika Suherman, dosen pembimbing, TPMB Ida Farida dan seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tuina Teknik Rou Fa Titik Akupunktur Bl 23, Bl 25, Dan Bl 40 Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pinggang pada Pasien Dewasa

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering ditemukan, dengan prevalensi global mencapai 619 juta kasus pada 2020. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi gangguan muskuloskeletal sebesar 7,30%. Penatalaksanaan konvensional menggunakan OAINS bersifat simtomatik dan kurang efektif mengatasi penyebab mendasar nyeri pinggang kronis, sehingga dibutuhkan alternatif terapi komplementer seperti Tuina. Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretestposttest kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi Tuina teknik Rou Fa diberikan sebanyak 8 kali pertemuan (2 kali per minggu selama 4 minggu). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) saat pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk dan pairedsamples t-test. Hasil: Rata-rata skor NRS menurun signifikan dari 4,83 (SD = 1,949) sebelum intervensi menjadi 1,03 (SD = 1,273) setelah intervensi. Penurunan rata-rata sebesar 3,800 poin (SD = 1,064) atau setara dengan 78,7% dari skor awal. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = -19,571; df = 29; p < 0,001). Kesimpulan: Terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa di Klinik Velda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tuina Anfa pada Titik Shenshu Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pinggang pada Pekerja Kantor Supra Group dengan Sindrom Lembab Dingin

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri pinggang banyak dialami pekerja kantor, dengan prevalensi 72% pada durasi duduk ≥4 jam/hari. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, kondisi ini diklasifikasikan sebagai sindrom Lembab-Dingin akibat obstruksi meridian. Terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu terbukti efektif mengurangi nyeri, namun penelitian pada populasi pekerja kantor masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pekerja kantor dengan sindrom Lembab-Dingin. Metode: Penelitian eksperimen kuasi dengan desain interrupted time series pada 20 pekerja kantor Supra Group yang mengalami nyeri pinggang sindrom Lembab-Dingin. Sampel diambil secara purposive sampling (usia 21-45 tahun, nyeri kronis >12 minggu, skor NRS ≥4). Intervensi Tuina Anfa pada titik Shenshu diberikan 2 kali/minggu selama 4 minggu (8 sesi). Pengukuran nyeri menggunakan NRS dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test (p<0,05). Hasil: Sebanyak 20 responden berpartisipasi (55% usia 21-30 tahun, 55% laki-laki, seluruhnya bekerja ≥4 jam/hari). Rata-rata skor NRS menurun dari 4,45 (nyeri sedang) menjadi 1,15 (nyeri ringan) setelah 8 sesi, dengan penurunan rata-rata 3,30 poin (74,2%). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Seluruh responden (100%) mengalami penurunan skor NRS tanpa efek samping. Kesimpulan: Terapi Tuina Anfa pada titik Shenshu efektif menurunkan intensitas nyeri pinggang pada pekerja kantor dengan sindrom Lembab-Dingin (p=0,000), aman, dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Nyeri Pasca Anestesi Terhadap Stabilitas Hemodinamik pada Pasien Sectio Caesarea dengan Teknik Anestesi Spinal di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Nyeri pasca operasi sectio caesarea merupakan respons fisiologis akibat kerusakan jaringan yang dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis sehingga memengaruhi stabilitas hemodinamik, seperti peningkatan tekanan darah dan frekuensi nadi. Pengendalian nyeri yang tidak optimal berpotensi menyebabkan ketidakstabilan kondisi pasien pada periode pasca anestesi spinal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan teknik anestesi spinal di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan stabilitas hemodinamik dinilai berdasarkan tekanan darah dan frekuensi nadi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (80%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara tingkat nyeri dengan tekanan darah (r = 0,612; p = 0,000) dengan kekuatan hubungan kuat, serta hubungan positif signifikan antara tingkat nyeri dengan frekuensi nadi (r = 0,492; p = 0,003) dengan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal. Manajemen nyeri yang adekuat diperlukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien pasca anestesi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh William Flexi Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Lansian Dengan Radiculopati Lumbal di Poli Rehabilitasi Medik RSU Pindad Bandung Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Radikulopati lumbal merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia dan ditandai dengan nyeri menjalar akibat kompresi atau iritasi akar saraf lumbal, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti William Flexion Exercise yang berfokus pada gerakan fleksi untuk meningkatkan stabilitas otot trunk dan mengurangi tekanan saraf. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh William Flexion Exercise terhadap intensitas nyeri pada pasien lansia dengan radikulopati lumbal di Poli Rehabilitasi Medik RSU Pindad Bandung tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment pretest–posttest control group design dengan 36 responden menjadi kelompok intervensi (William Flexion Exercise) dan kelompok kontrol (Isometric Back Muscle Exercise), dengan durasi intervensi 4 minggu (3 kali per minggu), serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan Mann–Whitney. Hasil: Kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p = 0,2940), sedangkan kelompok intervensi mengalami penurunan nyeri yang signifikan (p = 0,0017), serta terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,0469). Kesimpulan: William Flexion Exercise terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan radikulopati lumbal dan dapat menjadi intervensi fisioterapi yang efektif dan aman.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh William Flexi, Manual Terapi dan Tens Terhadap Penurunan Nyeri dan Peningkatan Gerakan Pada Lansia Dengan Radiculopati Lumbal di Rumah Sakit Sariningsih Bandung

2026•Koleksi Perpustakaan

Radikulopati lumbal merupakan gangguan saraf akibat kompresi atau iritasi akar saraf lumbal yang sering terjadi pada lansia dan menyebabkan nyeri serta keterbatasan rentang gerak (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pengaruh William Flexion Exercise serta Manual Therapy yang dikombinasikan dengan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM lumbal. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test two group design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu William Flexion Exercise (n=10) dan Manual Therapy + TENS (n=10). Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan ROM diukur menggunakan goniometer. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi secara signifikan menurunkan nyeri dan meningkatkan ROM (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam penurunan nyeri antar kelompok (p=0,337), namun terdapat perbedaan signifikan pada peningkatan ROM (p<0,05), dimana kelompok Manual Therapy + TENS menunjukkan peningkatan yang lebih besar. Dapat disimpulkan bahwa kedua intervensi efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan ROM, namun Manual Therapy + TENS lebih efektif dalam meningkatkan rentang gerak lumbal.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Efektivitas Penambahan Tens Pada MC Kenzie Exercise dan Neuralmobilization Terhadap Penurunan Nyeri Pada Lansia Dengan Ischialgia di Rumah Sakit Husada

2026•Koleksi Perpustakaan

Ischialgia merupakan kondisi nyeri radikuler yang sering dialami oleh lansia akibat iritasi atau penekanan pada saraf ischiadicus. Kondisi ini dapat menyebabkan keterbatasan aktivitas fungsional serta penurunan kualitas hidup pada lansia. Berbagai intervensi fisioterapi digunakan untuk mengurangi nyeri pada kondisi ini, di antaranya McKenzie Exercise dan Neural Mobilization yang sering dikombinasikan dengan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) untuk meningkatkan efek analgesik melalui mekanisme biomekanik dan neurofisiologis. Namun demikian, perbandingan efektivitas penambahan TENS pada kedua metode latihan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas penambahan TENS pada McKenzie Exercise dan Neural Mobilization terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan ischialgia di Rumah Sakit Husada. Jenis Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi- eksperimental komparatif. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu kelompok yang mendapatkan TENS dengan McKenzie Exercise dan kelompok yang mendapatkan TENS dengan Neural Mobilization. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perubahan dalam kelompok dan perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada masing-masing kelompok setelah pemberian intervensi (p < 0,05). Selain itu, hasil uji komparatif antar kelompok menunjukkan adanya perbedaan besarnya penurunan nyeri antara kedua kelompok perlakuan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penambahan TENS pada McKenzie Exercise maupun Neural Mobilization efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan ischialgia, dengan perbedaan tingkat efektivitas antara kedua intervensi tersebut.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Tingkat Smartphone Addiction Dengan Tingkat Nyeri Pergelangan Tangan Mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Smartphone addiction adalah ketergantungan akibat penggunaan smartphone berlebihan yang dapat menyebabkan nyeri pergelangan tangan karena gerakan berulang dan postur tidak ergonomis. Mahasiswa profesi ners termasuk kelompok remaja akhir yang berisiko tinggi mengalami kondisi ini akibat tuntutan akademik dan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi dalam proses pembelajaran,komunikasi maupun hiburan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 42 mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005146/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026). Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Saran: Mahasiswa diharapkan membatasi durasi penggunaan smartphone dan menerapkan postur ergonomis untuk mencegah nyeri pergelangan tangan melalui kebiasaan penggunaan yang sehat dan bijak dengan melakukan istirahat berskala dalam penggunaan smartphone . Peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain serta mengembangkan penelitian dengan variabel dan metode yang lebih beragam.

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Akupunktur Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah di Klinik Akupunktur Kebun Rumput Cimahi

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Data WHO (2019) menunjukan bahwa 33% penduduk di negara berkembang mengalami nyeri persisten. Warga negara Inggris yang mengalami nyeri punggung bawah sekitar 17,6 juta orang dan sekitar 1,1 juta mengalami kelumpuhan tungkai bawah akibat nyeri punggung bawah. Sekitar 7,6% sampai 37% keluhan nyeri punggung bawah terjadi di Indonesia. Kondisi yang menurut fungsinya tanpa adanya keluhan sangat memperngaruhi produktivitas. Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) menyatakan bahwa rasa sakit nyeri punggung bawah disebabkan oleh ketidakharmonisan internal antara yin dan yang, qi dan darah, dan perbedaan dalam lima elemen. Akupunktur dilaksanakan untuk menyeimbangkan antara yin dan yang pada tubuh yang tidak seimbang dari sakit nyeri punggung bawah. Terapi dari akupunktur dapat meningkatkan kualitas hidup individu. Tujuan: penelitian untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita nyeri punggung bawah di klinik akupunktur Kebun Rumput, Cimahi, Jawa Barat. Metode: Penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 30 subjek penelitian dari bulan Mei-juni 2025 di klinik Akupunktur Kebun Rumput Cimahi Jawa Barat. Sampel berusia 30-50 tahun dengan terapi Akupunktur seminggu 2 kali sebanyak 6 kali dilakukan test nyeri setelah di lakukan terapi. Hasil: dari 20 responden terpilih mengalami penurunan skala nyeri setelah dilakukan terapi akupunktur selama 6 kali sebanyak 1 subjek (60 %), 1 subjek (66,66 %), 1 subjek (75 %), 1 subjek (80 %), 4 subjek (83,33 %), 1 subjek (85,71 %) 2 subjek (87,5 %), 5 subjek (100 %). Rata-rata mengalami penurunan skala nyeri sebesar 82,35 %. Mekanisme kerja akupunktur terhadap nyeri punggung bawah melibatkan beberapa aspek, termasuk: akupunktur dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam titik-titik tertentu pada tubuh, yang dapat merangsang respons fisiologis, terjadi pelepasan neurotransmitter. Dalam konteks nyeri punggung bawah, akupunktur dapat membantu mengurangi nyeri dan kekakuan dengan cara, yaitu: mengurangi tekanan pada saraf, mengurangi inflamasi dan peradangan, meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas, dan mengurangi stres dan kecemasanan. Kesimpulan: Responden mengalami penurunan skala nyeri rata-rata sebesar 82,35 %. Hal ini menunjukkan bahwa akupunktur sangat efektif menurunkan skala nyeri punggung bawah. Penurunan skala nyeri setelah dilakukan terapi akupuntur membuat kualitas hidup penderita meningkat.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Terapi Akupunktur Titik SP6 (Sanyinjiao), CV 4 (Guanyuan), LI 4 (Hegu), LR 3 (Taichong) dan ST 36 (Zusanli) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Haid Sindrom Stagnasi QI dan Xue di Klinik Bidan "S" Bandung

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami wanita usia reproduksi. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan tingkat produktivitas, serta mengganggu kualitas hidup wanita. Salah satu metode alternatif yang digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah akupunktur, terutama untuk kasus dismenore akibat sindrom stagnasi qi dan xue menurut konsep pengobatan tradisional Tiongkok (PTT). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur Titik SP 6 (Sanyinjiao), CV 4 (Guanyuan), LI 4 (Hegu), LR 3 (Taichong), dan ST 36 (Zusanli) terhadap penuruan intensitas nyeri pada penderita nyeri haid sindrom stagnasi qi dan xue di klinik bidan “S” Bandung. Metode: penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi selama januari-juni 2025. Intervensi berupa terapi akupunktur dilakukan 3–5 hari sebelum menstruasi. Intensitas nyeri diukur menggunakan NRS (Numeric Rating Scale) sebelum dan sesudah terapi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed-rank test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: penelitian terhadap 30 subjek, diperoleh sebanyak 15 subjek berusia 21 tahun (50 %), 7 subjek berusia 18 tahun (23.3 %), 7 subjek berusia 22 tahun (23.3 %) dan 1 subjek berusia 24 tahun (3,3%). Responden terdiri dari 18 mahasiswa (60%), 5 karyawan swasta (16.7 %) dan 7 pelajar (23.3 %). Skor skala nyeri minimum diangka 4 dan maksimum diangka 8 sebelum dilakukan terapi akupunktur. Skor nyeri terbanyak 10 responden (33.3 %) diangka 6, 9 responden (30 %) diangka 7, 9 responden (30 %) diangka 5, 1 responden ( 3.3 %) diangka 8 dan 1 responden (3.3 %) diangka 1. Skor skala nyeri minimum diangka 1 dan maksimum diangka 6 setelah dilakukan terapi akupunktur. Skor nyeri terbanyak 13 responden (43.3 %) diangka 1, 8 responden (26.7 %) diangka 2, 6 responden (20 %) diangka 3, 1 responden ( 3.3 %) diangka 4, 1 responden (3.3 %) diangka 5, dan 1 responden (3.3 %) diangka 6. Kesimpulan: skor skala nyeri rata-rata angka sebelum terapi sebesar 6.00 dan sesudah terapi sebesar 2.06. Perbedaan rata-rata skor skala nyeri sebelum dan setelah sebesar 3.94 (65%) yang berarti terapi akupunktur efektif terhadap penuruan intensitas nyeri pada penderita nyeri haid sindrom stagnasi qi dan xue. Perbedaan signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi akupuntur diperoleh dari hasil uji wilcoxon signed rank test, diperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05)

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail