ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
Skripsi, Maret 2023
Nama : Dodi Lestiono
NIM : 221070009
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022
X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran
ABSTRAK
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan
akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga
berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan
kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu
intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah
terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri,
dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian
terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri
mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi
butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa
keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode
penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest-
posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa
semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah)
kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil
penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian
terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden
mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan
kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan
signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis
audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan
mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai
intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Mahasiswa perantau sering menghadapi tantangan adaptasi yang
memengaruhi kualitas hidup mereka. Kemandirian menjadi faktor kunci dalam
menentukan sejauh mana mahasiswa mampu bertahan dan mengelola kehidupan di
perantauan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kualitas
hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika
Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik total
sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian dan kuesioner
kualitas hidup. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemandirian tinggi (79,3%) dan
kualitas hidup yang baik (75,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup dengan nilai pvalue
=
0,000
(p
<
0,05)
dan
nilai
χ²
=
28,954.
Nilai
Contingency
Coefficient
sebesar
0,577
menunjukkan
kekuatan
hubungan
dalam
kategori
kuat. Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa
perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Semakin tinggi
tingkat kemandirian mahasiswa, maka semakin baik kualitas hidup mereka di
perantauan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sumber WHO menyatakan 422 juta orang menderita DM di tahun 2022. Ulkus neuropatik adalah luka yang disebabkan diabetesmilitus disertai kalus dan nekrosis sebaiknya secara teratur dilakukan debridement. Nyeri pada saat dilakukan debridement membuat pikiran dan aktivitas pasien terganggu, sehingga di butuhkan adanya manajemen nyeri dalam membantu mengurangi nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap skala nyeri pasien perawatan luka post debridemen di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel terdiri dari 30 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi relaksasi Benson. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skala nyeri sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi Benson, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,45 skala nyeri (p = 0,000). Sebelum intervensi, rata-rata skala nyeri adalah 5,50, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 5,05. Hasil ini sejalan dengan penelitian Wulansari (2019) yang menyatakan bahwa relaksasi Benson efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien ulkus diabetik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi relaksasi Benson efektif dalam menurunkan nyeri pasien perawatan luka post debridemen. Oleh karena itu, teknik ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan sebagai metode nonfarmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Dismenore adalah gangguan menstruasi berupa rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut. Secara umum penanganan dismenore terbagi dalam dua kategori yaitu dengan cara terapi farmakologi dan non- farmakologi. Namun yang dilakukan peneliti adalah penanganan dengan cara non-farmakologi yaitu dengan intervensi pemberian bantal hangat. Pemberian bantal hangat dapat menurunkan nyeri disminore dan memberikan rasa hangat dengan menggunakan alat pemanas elektrik. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Bantal Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Sarjana Keperawatan Di Universitas Medika Suherman Cikarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian Pre-Post experimental design. Metode penelitian experiment termasuk dalam metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2023. Populasi penelitian ini adalah remaja putri sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman yang mengalami dismenore. Sampel penelitian sejumlah 42 remaja putri. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T Test pada penelitian didapatkan hasil akhir yakni P-Value sebesar 0.000 < 0.05, karena nilai P-Value sebesar 0.000 atau < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil P-Value <0.05, artinya ada perbedaan antara hasil Pre-Test dan Post-Test, sehingga ada pengaruh terhadap pemberian bantal hangat pada nyeri disminore sebelum intervensi (Pre-Test) dan sesudah intervensi (Post-Test). Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian bantal hangat terhadap nyeri disminore pada remaja putri di Universitas Medika Suherman
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan
penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 30 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 30 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun
2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dalam mengikuti perkuliahan mahasiswa tidak hanya mencatat dan mendengarkan saja, dalam proses
belajar pun minat sangat diperlukan. Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal (faktor
jasmani, psikologis dan faktor kelelahan) dan eksternal (tujuan pengajaran, tenaga pendidik yang
mengajar dan metode pengajaran). Bahasa inggris merupakan Mata Kuliah Wajib Umum ( MKWU)
wajib yang harus diambil oleh setiap mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor
Yang Berhubungan Dengan Minat Belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris Pada Mahasiswa program studi
sarjana keperawatan Di Universitas Medika Suherman. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode
analisis deskriptif. Teknik Pengambilan sample menggunakan teknik nonprobability sampling dengan
cara simple random sampling. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 orang dan
sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 responden. Analisis dengan uji univariat dan uji bivariate yaitu
uji chi square untuk melihat hubungan antar variable. Hasil penelitian uji chi square didapatkan hasil
minat belajar dengan faktor jasmani p-value 0,001 < 0,05 minat belajar dengan faktor psikologis p-value
0,000 < 0,05 minat belajar dengan faktor kelelahan p-value 0,002<0,05, minat belajar dengan faktor
tujuan pengajaran p-value 0,033 < 0,05 minat belajar dengan faktor tenaga pendidik p-value 0,005<0,05,
minat belajar dengan metode pengajaran p-value 0,014<0,05 yang diartikan H0 ditolak Ha
diterima.Diharapkan penelitian ini dapat memotivasi dan meningkatkan minat belajar agar proses
pembelajaran tidak sia-sia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus hernia tertinggi nomor kedelapan di Indonesia dengan total 291.145 kasus sehingga dilakukan penelitian tentang nyeri akut pada salah satu pasien pada RS. Sentra Medika Cikarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji asuhan keperawatan dengan nyeri dan akut pada pasien hernia. Rancangan penelitian digunakan dengan metode studi kasus dengan subjek penelitian adalah pasien yang mengalami Post Op Herniatomy di ruang Jasmine. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Tn. K mengalami gejala nyeri pada bagian perut kanan bawah post op Hernia Scrotalis dengan skala nyeri 7, nyeri seperti ditusuk-tusuk dengan hasil tanda-tanda vital Tekanan darah=135/76 mmHg, Nadi=62x/menit. Dari data yang ditemukan, masalah keperawatan yang utama pada Tn. K yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (pada bagian perut kanan bawah post op Hernia Scrotalis). Intervensi keperawatan yang dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut standar intervensi indonesia yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai intervensi menurut teori Standar Intervensi Keperawatan Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dispepsia menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (inflamasi). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses asuhan keperawatan pada pasien dispepsia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 48 tahun yang megalami dispepsia. Hasil studi kasus ini ialah ditemukannya gejala klinis pada pasien dispepsia diantaranya nyeri pada abdomen bagian epigastrium, tidak nafsu makan, mual dan rasa ingin muntah, Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah tindakan nonfarmakologis relaksasi nafas dalam. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien dispepsia dengan implementasi relaksasi nafas dalam sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan klien mengatakan skala nyeri 0 dan klien tampak rileks. TD: 120/80 mmHg, N: 82x/menit, RR: 20x/menit, S: 36C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis merupakan penyakit yang berkaitan dengan mukosa lambung yang dapat mengakibatkan pembengkakan pada mukosa lambung sehingga proses ini akan merangsang adanya proses inflamasi dilambung. Gastritis dapat menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (penggunaan ibuprofen). Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 50 tahun yang mengalami gastritis. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien gastritis diantaranya nyeri ulu hati, mual muntah, tidak nafsu makan, perut kembung, dan nyeri epigastrium. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini namun membutuhkan waktu selama 3x24 jam dengan kompres hangat pada area epigastrium. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien gastritis dengan implementasi kompres hangat pada area epigastrium sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan nyeri berkurang dengan skala nyeri 1, TD : 140 / 90 mmHg, N : 85 x/ menit, RR : 20 x/ menit, S : 36 C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam tifoid adalah penyakit infeksi dari bakteri salmonella thypi bakteri ini menempel pada makanan, kemudian memakan pada saat kondisi imunitas/ kekebalan/daya tahan tubuh menurun atau sedang lemah maka akan mudah tertular, penyakit ini menyerang anak-anak maupun orang dewasa melalui makanan, fases, urine, maupun air yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan hipertermi. Metode penelitian studi kasus dengan menggunakan metode pendeketan penelitian deskriptif. Data yang diperoleh yaitu pemeriksaan fisik pada pasien, keluarga, perawat ruangan, observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermi ditemukan adanya klien tampak lemas, kulit tampak kemerahan, akral teraba hangat, suhu 38,3C, trombosit 16 10ul, tes widal (+). Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan suhu tubuh klien kembali normal yaitu 36-37,5C. Tindakan keperawatan yang efektif pada penelitian ini adalah water tepid sponge dan tindakan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan hipertermi teratasi ditandai dengan akral teraba dingin, kulit tampak tidak kemerahan, 99/67 mmHg, N = 78x/menit, RR = 20x/menit, S = 36,5C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, bagian otak mendapatkan suplai darah membawa oksigen yang dibutuhkan oleh otak. Tujuan penelitian untuk menggali atau mempelajari proses Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Ny.S dengan Stroke Iskemik Di Ruang Cysant RS Sentra Medika Cikarang dengan cara komprehensif sesuai dengan kebutuhan pasien. Batasan Masalah pada studi kasus ini penulis hanya membatasi pada Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Ny. S Dengan Dignosa Stroke Iskemik Di Ruang Crysant RS Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny.S) . Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil pengkajian menunjukan data-data untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami anggota sebelah kanan tidak dapat digerakan, tampak tidak dapat melakukan aktivitas, kekuatan otot bagian kanan 1 1 dan kiri 3 3. Saran diharapkan klien dapat melakukan latihan rentan gerak teratur, melakukan aktivitas dan olahraga teratur, atur pola makan sehat, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol. Kesimpulan dari data data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Penelitian ini bertujuan untuk
Menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi
dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn.H dengan Hiperglikemia pada Diabetes
Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif.
Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Tn. H) yang mengalami hiperglikemia pada diabetes melitus
tipe II dengan masalah gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Sumber data didapatkan melalui
wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya
masalah keperawatan utama, TD133/77mmHg, N 84x/menit, S 36,3C, RR 20x/menit, Hasil pemeriksaan
GDS 385 mg/dl. Kesimpulan Dari data-data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama pada Tn.H
yaitu Ketidakstabikan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Saran Penelitian ini
diharapkan dapat digunakan sebagai informasi mendasar untuk peneliti selanjutnya dan penelitian ini
dapat dibuat dengan spekulasi terbaru dan didukung oleh jurnal penelitian.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stroke Hemoragik menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seseorang pasien berumur 51 tahun yang mengalami stroke hemoragik. Hasil studi kasus ini ialah ditemukan klien sulit menggerakan kaki dan tangan bagian kanan, kekuatan otot menurun, kaku sendi. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah tindakan nonfarmakologi latihan gerak sendi range of motion (ROM). Kesimpulan : tindakan yang dilakukan pada pasien stroke dengan implementasi range of motion ROM cukup efektif namun perlu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk teratasinya dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian ditandai dengan klien mengatakan kekuatan otot 4444 4444 5555 5555, kaku sendi menurun.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia, anemia menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan anemia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien yang mengalami anemia. Hasil didapatkan bahwa lemas, sesak yang dirasakan klien berkurang. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif teratasi sebagian ditandai dengan klien terlihat ceria, tekanan darah sistolik dan distolik meningkat, hemoglobin dalam rentang normal, TD = 110/ 80 mmHg, N = 90x/ menit, RR = 20x/ menit, SpO2 91, S = 36,4C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal jantung kongestif atau disebut dengan Congestif Heart Failure (CHF) adalah suatu sindrom kompleks yang terjadi akibat gangguan jantung yang merusak kemampuan ventrikel untuk mengisi dan memompa darah secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien yang mengalami penurunan curah jantung. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukanya gejala klinis pada pasien gagal jantung kongestif diantaranya sesak nafas, edema perifer, cepat lelah selama aktivitas, dada berdebar-debar pada saat aktivitas, peningkatan enzim ALT/SGPT, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama : masalah keperawatan penurunan curah jantung akibat penyakit gagal jantung kongestif. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini monitor saturasi oksigen, periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah aktivitas, memberikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen, kolaborasi pemberian obat furosemide, dan tindakan mandiri dengan posisi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan penurunan curah jantung teratasi dengan tidak sesak nafas, edema pada kedua kaki pasien sudah tidak ada, TTV dalam batas normal TD: 120/80 mmHg, N : 80x/menit, S: 36,70C, RR : 22x/menit.