BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang sering dilakukan dalam proses persalinan, namun memiliki dampak berupa nyeri pascaoperasi. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk mendukung pemulihan pasien. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dinilai aman dan efektif untuk menurunkan nyeri. Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka Tahun 2025. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden post sectio caesarea yang dipilih secara total sampling. Teknik relaksasi napas dalam diberikan selama dua hari, dengan pengukuran nyeri menggunakan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat penurunan yang signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan intervensi (p < 0,001), dari nyeri berat menjadi sedang dan ringan. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea, dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan kebidanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada periode post operatif sectio caesarea, tubuh pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan paparan lingkungan dingin sehingga membuat sebagian besar pasien mengalami hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kedaruratan medis yang muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas (suhu inti tubuh <36C) akibat respon dari induksi anestesi serta prosedur pembedahan yang harus ditangani sebagai prioritas. Pemberian blanket warmer merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan penata anestesi di PACU untuk memberikan penghangatan dari luar tubuh guna mengurangi kehilangan panas. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea dengan spinal anestesi di PACU RS. Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square dan binary logistic regressio. Hasil Penelitian: berdasarkan suhu tubuh pasien sebelum diberikan blanket warmer mangalami hipotermia kategori ringan 17 responden (56,7%), sedang 13 responden (43,3%), berdasarkan usia kategori remaja akhir 6 (20,0%), dewasa awal 14 (46,7%), dewasa akhir 10 (33,3%), berdasarkan lama operasi kategori cepat 17 (56,7%), sedang 13 (43,3%), berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 22 (73,3%), ASA III 8 (26,7%). Hasil uji chi square, p-value suhu sebelum diberikan blanket warmer (0,042), usia (0,002), lama operasi (0,003), ASA (1,000), artinya pada alpha 5% terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer dipengaruhi usia dan lama operasi. Hasil akhir OR uji binary logistic regression bernilai 12,675 maka pemberian blanket warmer berpengaruh untuk mengatasi hipotermia pasien post operatif sectio caesarea setelah dikontrol oleh variabel lama operasi. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea di PACU RS Sentra Medika Cikarang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada periode post operatif sectio caesarea, tubuh pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan paparan lingkungan dingin sehingga membuat sebagian besar pasien mengalami hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kedaruratan medis yang muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas (suhu inti tubuh 36◦C) akibat respon dari induksi anestesi serta prosedur pembedahan yang harus ditangani sebagai prioritas. Pemberian blanket warmer merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan penata anestesi di PACU untuk memberikan penghangatan dari luar tubuh guna mengurangi kehilangan panas. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea dengan spinal anestesi di PACU RS. Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square dan binary logistic regressio. Hasil Penelitian: berdasarkan suhu tubuh pasien sebelum diberikan blanket warmer mangalami hipotermia kategori ringan 17 responden (56,7%), sedang 13 responden (43,3%), berdasarkan usia kategori remaja akhir 6 (20,0%), dewasa awal 14 (46,7%), dewasa akhir 10 (33,3%), berdasarkan lama operasi kategori cepat 17 (56,7%), sedang 13 (43,3%), berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 22 (73,3%), ASA III 8 (26,7%). Hasil uji chi square, p-value suhu sebelum diberikan blanket warmer (0,042), usia (0,002), lama operasi (0,003), ASA (1,000), artinya pada alpha 5% terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer dipengaruhi usia dan lama operasi. Hasil akhir OR uji binary logistic regression bernilai 12,675 maka pemberian blanket warmer berpengaruh untuk mengatasi hipotermia pasien post operatif sectio caesarea setelah dikontrol oleh variabel lama operasi. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea di PACU RS Sentra Medika Cikarang (90,63%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Spinal anestesi menjadi pilihan utama yang paling sering digunakan dibandingkan dengan anestesi general, karena efek anestesi general terhadap ibu dan bayi lebih besar dibandingkan dengan spinal anestesi. Sedangkan General anestesi dikaitkan dengan peristiwa depresi neonatus yang membutuhkan resusitasi, karena obat anestesi general dapat menembus sawar plasenta, sementara itu spinal anestesi memiliki keuntungan seperti, pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan (rancangan cross sectional). Responden dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mayor menggunakan teknik spinal anestesi berjumlah 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan lama puasa responden, sebanyak 1 responden (3,3%) puasa ≥ 8 jam. Dari hasil penelitian, responden dengan puasa ≤6-8 jam lebih banyak mengalami mual muntah sebanyak 29 responden (96,7%). hasil analisis didapatkan Usia kategori 20-35 tahun dengan kejadin tidak mual sebanyak 14 dari 27 responden (90%), sedangkan usia >35 tahun dengan kejadian tidak mual sebanyak 2 dari 3 responden (10%). hasil analisis didapatkan Paritas Persalinan dengan kategori Primipara dengan kejadin tidak mual sebanyak 5 dari 27 responden (90%), sedangkan Paritas persalinan dengan kejadian mual sebanyak 3 dari 3 responden (10%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value 0,023 (p-value a0,05), sehingga hipotesis H0 ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual muntah. Kesimpulan: Ada pengaruh lama puasa dengan kejadian mual pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus hernia tertinggi nomor kedelapan di Indonesia dengan total 291.145 kasus sehingga dilakukan penelitian tentang nyeri akut pada salah satu pasien pada RS. Sentra Medika Cikarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji asuhan keperawatan dengan nyeri dan akut pada pasien hernia. Rancangan penelitian digunakan dengan metode studi kasus dengan subjek penelitian adalah pasien yang mengalami Post Op Herniatomy di ruang Jasmine. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Tn. K mengalami gejala nyeri pada bagian perut kanan bawah post op Hernia Scrotalis dengan skala nyeri 7, nyeri seperti ditusuk-tusuk dengan hasil tanda-tanda vital Tekanan darah=135/76 mmHg, Nadi=62x/menit. Dari data yang ditemukan, masalah keperawatan yang utama pada Tn. K yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (pada bagian perut kanan bawah post op Hernia Scrotalis). Intervensi keperawatan yang dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut standar intervensi indonesia yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai intervensi menurut teori Standar Intervensi Keperawatan Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Fraktur merupakan diskontinuitas tulang atau kesatuan tulang terputus yang dapat menyebabkan retak, remah, atau bagian korteks pecah. Fraktur dapat terjadi akibat trauma langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian Menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Tn. W dengan Post Operative Open Fraktur Lateral Fermur di ruang Shasta 1 RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Tujuan pengambilan judul tersebut dikarenakan kasus open fraktur pada dewasa masih sangat tinggi oleh karena itu penulis ingin meneliti kasus tersebut.
Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskritif. Populasi dalam penelitian ini adalah orang dewasa yang terkena open fraktur lateral femur, yang berada di ruang sasta 1 RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2020 sebanyak 1 pasien yang terkena open fraktur lateral femur. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari independen yang terdiri dari nyeri dan variabel dependent terdiri dari post of open fraktur lateral femur.
Hasil penelitian ini menunjukkan pada pasien post operative open fraktur lateral femur di dapatkan pasien mengatakan pada saat nyeri pasien melakukan teknik relaksasi nafas dalam sehingga nyeri dapat berkurang, pasien tampak relaks dan pasien melakukan teknik relaksasi nafas secara teratur..
Kesimpulan dari hasil asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi dengan implementasi yang diberikan sesuai dengan intervensi
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Perawatan post operasi phaco diperlukan pengetahuan yang memadai untuk melakukan
perawatan dengan benar sehingga mengurangi resiko infeksi.Upaya dalam meningkatkan
pengetahuan tentunya ditunjang dengan informasi yang adekuat salah satunya melalui
pendidikan kesehatan.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan
kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam perawatan post operasi phaco di rumah
sakit sentra medika cibinong.
Jenis rancangan penelitian quasi eksperimental design yang digunakan pada penelitian ini
adalah the one group pretest postest disign.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45
orang.Analisa data hasil penelitian menggunakan uji paired sampel T test.
Hasil uji paired sampel T test diprolrh nilai P value = 0,000 (< 0,05 ) artinya ada pengaruh
pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuantentang perawatan post operasi phaco.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat
pengetahuan tentang perawatan post operasi phaco di rumah sakit sentra medika
cibinong.Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar menerapkan pendidikan kesehatan
kepada pasien untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam perawatan post
operasi phaco.