Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Sectio Caesarea
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Nyeri Pasca Anestesi Terhadap Stabilitas Hemodinamik pada Pasien Sectio Caesarea dengan Teknik Anestesi Spinal di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Nyeri pasca operasi sectio caesarea merupakan respons fisiologis akibat kerusakan jaringan yang dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis sehingga memengaruhi stabilitas hemodinamik, seperti peningkatan tekanan darah dan frekuensi nadi. Pengendalian nyeri yang tidak optimal berpotensi menyebabkan ketidakstabilan kondisi pasien pada periode pasca anestesi spinal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan teknik anestesi spinal di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan stabilitas hemodinamik dinilai berdasarkan tekanan darah dan frekuensi nadi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (80%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara tingkat nyeri dengan tekanan darah (r = 0,612; p = 0,000) dengan kekuatan hubungan kuat, serta hubungan positif signifikan antara tingkat nyeri dengan frekuensi nadi (r = 0,492; p = 0,003) dengan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal. Manajemen nyeri yang adekuat diperlukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien pasca anestesi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Post Dural Puncture Headache (PDPH) pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu'ain Bekasi Timur, Jawa Barat

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Tindakan Sectio Caesarea terus bertambah dan sebagian besar dilaksanakan dengan anestesi spinal. Salah satu komplikasi tersering adalah Post Dural Puncture Headache (PDPH) dampak kebocoran cairan serebrospinal setelah pungsi duramater. Faktor yang diduga berkaitan dengan PDPH meliputi usia, ukuran jarum spinal, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal. Tujuan : Mengetahui unsur-unsur yang berkaitan dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu’ain Bekasi Timur. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilaksanakan pada 73 responden menerapkan metode total sampling. Variabel independen meliputi usia, ukuran jarum, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal, sedangkan variabel dependen adalah kejadian PDPH yang diukur menerapkan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat menerapkan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian : Hasil riset menandakan sebagian besar responden menempuh nyeri ringan (49,3%). Usia terbanyak adalah 26–35 tahun (61,6%). Penggunaan jarum 25G lebih dominan (74,0%). Responden tanpa sejarah PDPH sebanyak 82,2% dan sebagian besar menempuh satu kali pungsi lumbal (78,1%). Hasil uji Chi-Square menandakan terdapat kaitan signifikan antara usia (p=0,000), ukuran jarum (p<0,05), sejarah PDPH (p<0,05), dan usaha pungsi lumbal (p=0,001) dengan kejadian PDPH. Kesimpulan : Terdapat kaitan signifikan antara usia, ukuran jarum, sejarah Post Dural Puncture Headache (PDPH), dan jumlah pungsi lumbal dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea. Saran : Disarankan penggunaan jarum dengan ukuran lebih kecil serta meminimalkan jumlah pungsi lumbal untuk menurunkan bahaya PDPH, serta bertambahkan kewaspadaan pada pasien dengan sejarah PDPH.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang sering dilakukan dalam proses persalinan, namun memiliki dampak berupa nyeri pascaoperasi. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk mendukung pemulihan pasien. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dinilai aman dan efektif untuk menurunkan nyeri. Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka Tahun 2025. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden post sectio caesarea yang dipilih secara total sampling. Teknik relaksasi napas dalam diberikan selama dua hari, dengan pengukuran nyeri menggunakan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat penurunan yang signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan intervensi (p < 0,001), dari nyeri berat menjadi sedang dan ringan. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea, dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan kebidanan.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Caesaria Pada Ibu Nifas di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Intra Sectio Caesaria di Kamar Operasi RS Sentra Medika Cisalak

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang:Kecemasan merupakan respon emosional yang umum terjadi pada pasien yang akan menjalani tindakan operasi, termasuk Sectio Caesarea. Kecemasan dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis, menyebabkan perubahan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah, yang berpotensi memperburuk kondisi intraoperatif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea di kamar operasi RS Sentra Medika Cisalak.Metode:Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik berbentuk cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien yang diambil menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxienty Scale (SAS) , sedangkan data tekanan darah diperoleh dari pengukuran tekanan darah intraoperatif. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil:Sebanyak 33,3% pasien tidak mengalami kecemasan, 33,3% mengalami kecemasan ringan, dan 33,3% mengalami kecemasan sedang. Tekanan darah normal ditemukan pada 50% pasien, sedangkan tekanan darah tidak normal pada 50% pasien. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah intraoperatif (p = 0,006).Kesimpulan:Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar kemungkinan tekanan darah menjadi tidak normal. Intervensi manajemen kecemasan perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien selama tindakan operasi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Anestesi Spinal Terhadap Kejadian Hipotensi Intra Operasi Pada Pembedahan Sectio Caesarea di Ruang Operasi RSUD Kabupaten Bekasi

2024•Koleksi Perpustakaan

Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di dalam ruang subaraknoid di daerah vertebra L2-L3 atau L3-L4 dengan tujuan untuk mendapatkan anelgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka. Hipotensi merupakan salah satu efek samping anestesia spinal yang dilakukan pada wanita hamil dengan angka kejadian sekitar 80%. Efek kardiovaskular akibat tindakan anestesia spinal berhubungan erat dengan level blockade simpatis yang mencapai persarafan setinggi torakal 1 sampai lumbal 2 (T1–L2). Blokade simpati akibat anestesia spinal menyebabkan dilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah sistemik yang akan menyebabkan hipotensi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi intra operasi pada pembedahan sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment Design) dengan rancangan Separate Sample Pretest-Posttest atau One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik accidental sampling (convenience sampling). Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan tekanan darah pasien sebelum tindakan anestesi spinal didapatkan hasil bahwa 21 responden dengan tekanan darah normal (70,0%), 9 responden mengalami hipertensi (30,0%), berdasarkan kategori usia didapatkan hasil bahwa pasien kategori remaja akhir sebanyak 8 (26,7%), usia dewasa awal sebanyak 18 (60,0%), dan usia dewasa akhir sebanyak 4 (13,3%), berdasarkan klasifikasi ASA didapatkan hasil bahwa pasien kategori ASA II sebanyak 23 (76,7%) dan ASA III sebanyak 7 (23,3%). Berdasarkan hasil uji Chi Square, diperoleh nilai probabilitas (p-value) tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal (0,035), usia (0,061), ASA (0,176). Artinya pada alpha 5% terdapat pengaruh yang bermakna antara tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal dengan tekanan darah setelah tindakan anestesi spinal di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Ada pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi pada pasien intra operasi sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi.

28 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor yang Memengaruhi Kejadian Mual Muntah Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Menggunakan Teknik Spinal Anestesi di Ruang PACU Rumah Sakit Medirossa Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Spinal anestesi paling sering digunakan untuk pasien yang akan menjalani sectio caesaerea dibandingkan dengan anestesi general, karena pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Komplikasi yang kerap terjadi akibat dari spinal anestesi yaitu mual muntah, blok spinal menyebabkan simpatektomi sehingga tonus vagal lebih dominan dan aktivitas parasimpatis menyebabkan kontraksi usus meningkat. Mual muntah akibat proses pembedahan post sectio caesarea jika tidak ditangani akan menyebabkan banyak faktor. Tujuan : Mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan didapatkan sebanyak 30 responden yang menjalani operasi bedah mayor sectio caesarea. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi PONV menggunakan skala gordon. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistic Chi-Square variabel usia dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value (0,626 ). Hasil analisis hubungan lama puasa dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value p-value (0,023) dengan nilai OR 5,8. hasil analisis hubungan paritas persalinan dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value (0,414) Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas persalinan dengan kejadian mual muntah, ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Anestesi Spinal Terhadap Hemodinamik Pre, Intra, Post Pada Pembedahan Sectio Caesarea di Ruang IBS Rumah Sakit Pinna Bekasi

2024•Koleksi Perpustakaan

Pembedahan adalah prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka, Anestesi spinal yang artinya jenis anestesi regional sebagai pilihan utama yang paling sering dipergunakan dibandingkan dengan anestesi general, sebab pengaruh anestesi general terhadap ibu serta bayi lebih besar dibandingkan menggunakan anestesi spinal. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap hemodinamik Pre, Intra, Post pada pembedahan sectio caesarea. Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pinna Bekasi. Metode Penelitian : Pada karakteristik pasien termasuk pada data katagori, sedangkan skor hemodinamik data numerik. Di analisis data pada penelitian ini mengunakan descriptive statistics jika data terdistribusi frekuensi. Pada penelitian ini akan dilakukan uji normalitas data menggunakan kolmogorov smirnov dan shapiro-wilk jika hasil data uji normal > 0,05 terditribusi normal dan bila hasil data kurang dari < 0,05 tidak terditribusi normal. sehingga pada penelitian ini apa bila hasil analisis data didapatkan 0,05 pada signifikansi data. Pada selanjutnya penelitian ini akan di uji hipotesis menggunakan uji hipotesis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana, dengan nilai P signifikansi <0,05. Sehingga pada penelitian ini pre tidak diberikan anestesi spinal dan intra, post diberikan anestesi spinal. Hasil Penelitian : Usia 25 – 35 tahun berjumlah 18 responden (45,0%). Berat badan 60 - 85 berjumlah 29 responden (72,5%). Tinggi badan 140 - 155 berjumlah 29 responden (72,5%). Hipertensi YA berjumlah 4 responden (10,0%), TIDAK berjumlah 36 responden (90,0%). Hasil analisis normalitas : Pre nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 26 responden, pre sistolik tinggi : (> 121 mmHg) berjumlah 22 responden (55,0%). Pre diastolik tinggi : (> 80 mmHg) berjumlah 32 responden (80,0%). Pre MAP dibagi normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 30 responden (75,0%). Intra nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 35 responden (87,5%). Intra sistolik tinggi : (> 121 mmHg) berjumlah 26 responden (65,0%). Intra diastolik normal : (60 - 79 mmHg) berjumlah 24 responden. Intra MAP normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 35 responden. Post nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 38 responden (95,0%). Post sistolik normal : (90-120 mmHg) berjumlah 22 responden (55,0%). Post diastolik normal : (60 - 79 mmHg) berjumlah 29 responden (72,5%). Post MAP normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 29 responden (72,5%). Hasil analisis hipotesis : Hasil uji regresi linier diperoleh nilai significancy P=<,001 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel hemodinamik dengan kejadian anestesi spinal. Nilai correlation coefficient P=,828 dinyatakan korelasi pengaruh antara variabel hemodinamik dengan variabel anestesi spinal memiliki pengaruh yang kuat. Kesimpulan : Ada pengaruh bahwa dari 40 responden yang mengalami kejadian anestesi spinal pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal mayoritas mengalami penurunan hemodinamik. Rumah Sakit PINNA Bekasi.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Blanket Warmer Terhadap Hipotermia Pada Pasien Post Operatif Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi di PACU RS Sentra Medika Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Pada periode post operatif sectio caesarea, tubuh pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan paparan lingkungan dingin sehingga membuat sebagian besar pasien mengalami hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kedaruratan medis yang muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas (suhu inti tubuh <36C) akibat respon dari induksi anestesi serta prosedur pembedahan yang harus ditangani sebagai prioritas. Pemberian blanket warmer merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan penata anestesi di PACU untuk memberikan penghangatan dari luar tubuh guna mengurangi kehilangan panas. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea dengan spinal anestesi di PACU RS. Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square dan binary logistic regressio. Hasil Penelitian: berdasarkan suhu tubuh pasien sebelum diberikan blanket warmer mangalami hipotermia kategori ringan 17 responden (56,7%), sedang 13 responden (43,3%), berdasarkan usia kategori remaja akhir 6 (20,0%), dewasa awal 14 (46,7%), dewasa akhir 10 (33,3%), berdasarkan lama operasi kategori cepat 17 (56,7%), sedang 13 (43,3%), berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 22 (73,3%), ASA III 8 (26,7%). Hasil uji chi square, p-value suhu sebelum diberikan blanket warmer (0,042), usia (0,002), lama operasi (0,003), ASA (1,000), artinya pada alpha 5% terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer dipengaruhi usia dan lama operasi. Hasil akhir OR uji binary logistic regression bernilai 12,675 maka pemberian blanket warmer berpengaruh untuk mengatasi hipotermia pasien post operatif sectio caesarea setelah dikontrol oleh variabel lama operasi. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea di PACU RS Sentra Medika Cikarang.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Sosialisasi Dan Edukasi Pemberian Anestesi Spinal Terhadap Tekanan Darah Pasien Sectio Caesarea Di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2022

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Sectio caesarea (SC) merupakan operasi yang umum dan luas dilakukan pada wanita hamil dan prevalensi meningkat setiap tahun. Tekhnik anestesi spinal ataupun epidural merupakan tekhnik anestesi yang lebih banyak digunakan pada operasi sectio caesarea. Anestesi spinal memiliki potensi menyebabkan hipotensi pada ibu yang menjalani operasi sectio caesarea akibat blokade saraf simpatis tonus otot polos pembuluh darah yang berdampak terjadinya hipoksia dan acidosis fetus serta depresi neonatus. Tujuan: Tujuan dari pengabdian Masyarakat ini adalah turut memberikan pelayanan secara profesional dalam tindakan pembedahan Sectio Caesarea dan memberikan edukasi kepada pasien terkait tindakan operasi Sectio Caesarea menggunakan tehnik spinal. Metode: Pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui sosialisasi pemberian pemberian anestesi spinal terhadap tekanan darah pasien sectio caesarea. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang pemberian anestesi spinal terhadap tekanan darah pasien sectio caesarea. Kesimpulan Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan ada peningkatan pemahaman pasien mengenai pemberian anestesi spinal terhadap tekanan darah pasien sectio caesarea.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Posisi Miring Kiri Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Setelah Anestesi Spinal Pada Pasien Sectio Caesaria Di Ruang Post Anestesi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipotensi akibat anestesi spinal merupakan masalah yang serius pada operasi sectio caesaria dengan insidensi yang tinggi, pemberian posisi miring kiri merupakan salah satu pencegahan untuk menurunkan insiden hipotensi. Tujuan: Tujuan dari pengabdian Masyarakat ini adalah turut memberikan pelayanan secara profesional dalam tindakan pembedahan sectio caesarea dan memberikan edukasi kepada pasien terkait pemberian intervensi posisi miring kiri terhadap peningkatan tekanan darah setelah anestesi spinal pada pasien sectio caesaria. Metode: Pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui sosialisasi pemberian intervensi posisi miring kiri terhadap peningkatan tekanan darah setelah anestesi spinal pada pasien sectio caesaria. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang pemberian anestesi spinal terhadap tekanan darah pasien sectio caesarea. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan ada peningkatan pemahaman pasien mengenai pemberian anestesi spinal terhadap tekanan darah pasien sectio caesarea.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Sosialisasi Pemberian Anestesi Spinal Terhadap Heart Rate Pasien Sectio Caesarea Di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anestesi spinal pada sectio caesarea memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan ibu dan bayi, seperti hipotensi dan bradikardi yang dapat menyebabkan aliran darah ke plasenta terganggu dan dapat menyebabkan depresi janin. Tujuan: Pengabdian Masyarakat ini adalah turut memberikan pelayanan secara profesional dalam Sosialisasi Pemberian Anestesi Spinal Terhadap Heart Rate Pasien Sectio Caesarea Di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Metode: Pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui Sosialisasi Pemberian Anestesi Spinal Terhadap Heart Rate Pasien Sectio Caesarea. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang Sosialisasi Pemberian Anestesi Spinal Terhadap Heart Rate Pasien Sectio Caesarea. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan ada peningkatan pemahaman pasien mengenai Sosialisasi Pemberian Anestesi Spinal Terhadap Heart Rate Pasien Sectio Caesarea Di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Elevasi Kaki Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Sectio Caesaria Dengan Spinal Anestesi Di Ruang OK Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipotensi merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan pada tekanan darah arteri. Salah satu dari komplikasi akut yang paling sering terjadi pada pasien dengan spinal anestesi adalah hipotensi. Hipotensi menjadi salah satu efek yang ditimbulkan karena spinal anestesi yang dilakukan pada wanita hamil. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani terjadinya hipotensi pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi yakni salah satunya adalah elevasi kaki. Tujuan: Pengabdian Masyarakat ini adalah turut memberikan pelayanan secara profesional dalam Sosialisasi elevasi kaki terhadap tekanan darah pada pasien sectio caesaria dengan spinal anestesi Di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Metode: Pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui pemberian intervensi elevasi kaki terhadap tekanan darah pada pasien sectio caesaria dengan spinal anestesi. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang penerapan elevasi kaki terhadap tekanan darah pada pasien sectio caesaria dengan spinal anestesi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan ada peningkatan pemahaman pasien mengenai penerapan elevasi kaki terhadap tekanan darah pada pasien sectio caesaria dengan spinal anestesi Di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN BLANKET WARMER TERHADAP HIPOTERMIA PADA PASIEN POST OPERATIF SECTIO CAESAREA DENGAN SPINAL ANESTESI DI PACU RS. SENTRA MEDIKA CIKARANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada periode post operatif sectio caesarea, tubuh pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan paparan lingkungan dingin sehingga membuat sebagian besar pasien mengalami hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kedaruratan medis yang muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas (suhu inti tubuh 36◦C) akibat respon dari induksi anestesi serta prosedur pembedahan yang harus ditangani sebagai prioritas. Pemberian blanket warmer merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan penata anestesi di PACU untuk memberikan penghangatan dari luar tubuh guna mengurangi kehilangan panas. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea dengan spinal anestesi di PACU RS. Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square dan binary logistic regressio. Hasil Penelitian: berdasarkan suhu tubuh pasien sebelum diberikan blanket warmer mangalami hipotermia kategori ringan 17 responden (56,7%), sedang 13 responden (43,3%), berdasarkan usia kategori remaja akhir 6 (20,0%), dewasa awal 14 (46,7%), dewasa akhir 10 (33,3%), berdasarkan lama operasi kategori cepat 17 (56,7%), sedang 13 (43,3%), berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 22 (73,3%), ASA III 8 (26,7%). Hasil uji chi square, p-value suhu sebelum diberikan blanket warmer (0,042), usia (0,002), lama operasi (0,003), ASA (1,000), artinya pada alpha 5% terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer dipengaruhi usia dan lama operasi. Hasil akhir OR uji binary logistic regression bernilai 12,675 maka pemberian blanket warmer berpengaruh untuk mengatasi hipotermia pasien post operatif sectio caesarea setelah dikontrol oleh variabel lama operasi. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea di PACU RS Sentra Medika Cikarang (90,63%).

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA MENGGUNAKAN TEKNIK SPINAL ANESTESI DI RUANG PACU RUMAH SAKIT MEDIROSSA CIKARANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Spinal anestesi menjadi pilihan utama yang paling sering digunakan dibandingkan dengan anestesi general, karena efek anestesi general terhadap ibu dan bayi lebih besar dibandingkan dengan spinal anestesi. Sedangkan General anestesi dikaitkan dengan peristiwa depresi neonatus yang membutuhkan resusitasi, karena obat anestesi general dapat menembus sawar plasenta, sementara itu spinal anestesi memiliki keuntungan seperti, pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan (rancangan cross sectional). Responden dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mayor menggunakan teknik spinal anestesi berjumlah 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan lama puasa responden, sebanyak 1 responden (3,3%) puasa ≥ 8 jam. Dari hasil penelitian, responden dengan puasa ≤6-8 jam lebih banyak mengalami mual muntah sebanyak 29 responden (96,7%). hasil analisis didapatkan Usia kategori 20-35 tahun dengan kejadin tidak mual sebanyak 14 dari 27 responden (90%), sedangkan usia >35 tahun dengan kejadian tidak mual sebanyak 2 dari 3 responden (10%). hasil analisis didapatkan Paritas Persalinan dengan kategori Primipara dengan kejadin tidak mual sebanyak 5 dari 27 responden (90%), sedangkan Paritas persalinan dengan kejadian mual sebanyak 3 dari 3 responden (10%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value 0,023 (p-value a0,05), sehingga hipotesis H0 ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual muntah. Kesimpulan: Ada pengaruh lama puasa dengan kejadian mual pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH ANESTESI SPINAL TERHADAP KEJADIAN HIPOTENSI INTRA OPERASI PADA PEMBEDAHAN SECTIO CAESAREA DI RUANG OPERASI RSUD KABUPATEN BEKASI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di dalam ruang subaraknoid di daerah vertebra L2-L3 atau L3-L4 dengan tujuan untuk mendapatkan anelgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka. Hipotensi merupakan salah satu efek samping anestesia spinal yang dilakukan pada wanita hamil dengan angka kejadian sekitar 80%. Efek kardiovaskular akibat tindakan anestesia spinal berhubungan erat dengan level blockade simpatis yang mencapai persarafan setinggi torakal 1 sampai lumbal 2 (T1–L2). Blokade simpati akibat anestesia spinal menyebabkan dilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah sistemik yang akan menyebabkan hipotensi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi intra operasi pada pembedahan sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment Design) dengan rancangan Separate Sample Pretest-Posttest atau One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik accidental sampling (convenience sampling). Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan tekanan darah pasien sebelum tindakan anestesi spinal didapatkan hasil bahwa 21 responden dengan tekanan darah normal (70,0%), 9 responden mengalami hipertensi (30,0%), berdasarkan kategori usia didapatkan hasil bahwa pasien kategori remaja akhir sebanyak 8 (26,7%), usia dewasa awal sebanyak 18 (60,0%), dan usia dewasa akhir sebanyak 4 (13,3%), berdasarkan klasifikasi ASA didapatkan hasil bahwa pasien kategori ASA II sebanyak 23 (76,7%) dan ASA III sebanyak 7 (23,3%). Berdasarkan hasil uji Chi Square, diperoleh nilai probabilitas (p-value) tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal (0,035), usia (0,061), ASA (0,176). Artinya pada alpha 5% terdapat pengaruh yang bermakna antara tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal dengan tekanan darah setelah tindakan anestesi spinal di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Ada pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi pada pasien intra operasi sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Tindakan Sectio Caesarea di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

2023•Koleksi Perpustakaan

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p <0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p <0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p <0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (<0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH ANESTESI SPINAL TERHADAP HEMODINAMIK PRE, INTRA, POST PADA PEMBEDAHAN SECTIO CAESAREA DI RUANG IBS RUMAH SAKIT PINNA BEKASI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH ANESTESI SPINAL TERHADAP HEMODINAMIK PRE, INTRA, POST PADA PEMBEDAHAN SECTIO CAESAREA DI RUANG IBS RUMAH SAKIT PINNA BEKASI Achmad Affan Febrian Fakultas Ilmu Kesehatan D4 Keperawatan Anestesi Universitas Medika Suherman Email : [email protected] ABSTRAK Pembedahan adalah prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka, Anestesi spinal yang artinya jenis anestesi regional sebagai pilihan utama yang paling sering dipergunakan dibandingkan dengan anestesi general, sebab pengaruh anestesi general terhadap ibu serta bayi lebih besar dibandingkan menggunakan anestesi spinal. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap hemodinamik Pre, Intra, Post pada pembedahan sectio caesarea. Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pinna Bekasi. Metode Penelitian : Pada karakteristik pasien termasuk pada data katagori, sedangkan skor hemodinamik data numerik. Di analisis data pada penelitian ini mengunakan descriptive statistics jika data terdistribusi frekuensi. Pada penelitian ini akan dilakukan uji normalitas data menggunakan kolmogorov smirnov dan shapiro-wilk jika hasil data uji normal > 0,05 terditribusi normal dan bila hasil data kurang dari 0,05 tidak terditribusi normal. sehingga pada penelitian ini apa bila hasil analisis data didapatkan 0,05 pada signifikansi data. Pada selanjutnya penelitian ini akan di uji hipotesis menggunakan uji hipotesis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana, dengan nilai P signifikansi 0,05. Sehingga pada penelitian ini pre tidak diberikan anestesi spinal dan intra, post diberikan anestesi spinal. Hasil Penelitian : Usia 25 – 35 tahun berjumlah 18 responden (45,0%). Berat badan 60 - 85 berjumlah 29 responden (72,5%). Tinggi badan 140 - 155 berjumlah 29 responden (72,5%). Hipertensi YA berjumlah 4 responden (10,0%), TIDAK berjumlah 36 responden (90,0%). Hasil analisis normalitas : Pre nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 26 responden, pre sistolik tinggi : (> 121 mmHg) berjumlah 22 responden (55,0%). Pre diastolik tinggi : (> 80 mmHg) berjumlah 32 responden (80,0%). Pre MAP dibagi normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 30 responden (75,0%). Intra nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 35 responden (87,5%). Intra sistolik tinggi : (> 121 mmHg) berjumlah 26 responden (65,0%). Intra diastolik normal : (60 - 79 mmHg) berjumlah 24 responden. Intra MAP normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 35 responden. Post nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 38 responden (95,0%). Post sistolik normal : (90-120 mmHg) berjumlah 22 responden (55,0%). Post diastolik normal : (60 - 79 mmHg) berjumlah 29 responden (72,5%). Post MAP normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 29 responden (72,5%). Hasil analisis hipotesis : Hasil uji regresi linier diperoleh nilai significancy P=,001 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel hemodinamik dengan kejadian anestesi spinal. Nilai correlation coefficient P=,828 dinyatakan korelasi pengaruh antara variabel hemodinamik dengan variabel anestesi spinal memiliki pengaruh yang kuat. Kesimpulan : Ada pengaruh bahwa dari 40 responden yang mengalami kejadian anestesi spinal pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal mayoritas mengalami penurunan hemodinamik. Rumah Sakit PINNA Bekasi. Kata Kunci : Anestesi Spinal, Hemodinamik, Sectio Caesarea. Referensi : Buku : 2000 – 2023 (2) Jurnal : 2017 – 2023 (26) Artikel : 2018 – 2023 (18)

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Sectio Cesarea Pada Ibu Nifas di PMB Bidan Heriyah Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Sectio caesaria adalah proses persalinan dengan cara melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen serta dinding uterus. Pada luka sectio cesaria dapat terjadi infeksi. Infeksi merupakan salah satu penghambat proses penyembuhan luka insisi pada luka sectio caesaria. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka operasi seperti usia, status gizi, dan mobilisasi. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif analitik, desain studi crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di PMB Bidan Heriyah yang sedang memeriksakan dan kontrol rutin. Cara pengambilan sampel menggunakan metode Total sampling, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Ada hubungan yang bermakna antara factor usia dengan penyembuhan luka (p=0.004), ada hubungan personal hygiene dengan penyembuhan luka (p=0,001), ada hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka (p=0,000) dan tidak ada hubungan antara nutrisi dengan penyembuhan luka (p=0,067), tidak ada hubungan mobilisasi dengan penyembuhan luka (p=1,000). Diharapkan ibu post SC dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail