Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Zuhrah Giatamah

8 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 6

Pengaruh Gas Inhalasi Sevoflurane Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien General Anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Anestesi inhalasi merupakan obat dalam bentuk gas atau cairan yang mudah menguap, yang diberikan melalui pernapasan pasien. Salah satu jenis obat anestesi inhalasi antara lain sevoflurane. Sevoflurane adalah halogenasi eter yang memiliki proses induksi dan pemeliharaan yang lebih cepat dibandingkan dengan obat anestesi inhalasi lainnya. Sevoflurane tergolong stabil dan tidak menyebabkan aritmia selama prosedur anestesi. Efek pada tahanan vaskuler dan curah jantung relatif kecil, sehingga tekanan darah juga mengalami penurunan yang minimal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gas agen inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada pasien general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan rancangan one grup pretest-posttest. Besar sampel dalam penelitian ini 21 responden. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi intra anestesi yang mengadopsi dari RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh gas inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik paling banyak pada responden yang mengalami perubahan status hemodinamik pada TD sistolik dimenit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15. Kesimpulan : ada pengaruh gas inalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada TD sistolik menit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15.

Hubungan Pemberian Anestesi Spinal Levobupivacaine dengan Kejadian Hipotensi Pada Pasien Anestesi Spinal di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang:.Pembedahan merupakan prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka. Anestesi spinal adalah menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Levobupivacaine isobarik 10 mg dianggap efektif untuk anestesi spinal dengan efek samping lebih sedikit dibandingkan bupivacaine, termasuk toksisitas yang lebih rendah. Penggunaan levobupivacaine juga dapat menyebabkan efek samping seperti hipotensi. Hipotensi yang tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran, aspirasi pulmonal, depresi pernapasan dan henti jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hipotensi pasca anestesi spinal untuk meningkatkan keselamatan pasien selama prosedur pembedahan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemberian anestesi spinal levobupivacaine dengan kejadian hipotensi pada pasien yang menjalani anestesi spinal Metode: Ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross-sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dan didapatkan sebanyak 33 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi tanda dan gejala hipotensi pada pasien pre spinal dan lembar observasi anestesi.Analisis data menggunakan uji sperman Rank correlation Hasil: Mayoritas responden mengalami hipotensi sebanyak 21 responden (63,6%) dan mayoritas mengalami penurunan TD ≤ 20% yaitu sebanyak 21 orang (63.6%). Hasil dari analisis spearman rank didapatkan nilai (r) sebesar 0,045 dan p < 0,003 Kesimpulan: Terdapat hubungan siginifikan antara pemberian spinal anastesi levobupivacaine dengan kejadian hipotensi.

Hubungan EGRI Score Dengan Tingkat Keberhasilan Intubasi Endotracheal Tube Pada Pasien General Anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Salah satu prosedur anestesi umum adalah intubasi trakea melalui pemasangan tabung endotrakeal (ETT). Kesulitan dalam intubasi sering dikaitkan dengan komplikasi serius, terutama jika petugas gagal melakukan intubasi selama anestesi. Untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam tindakan intubasi perlu dilakukan penilaian jalan nafas salah satunya dengan menggunakan penilaian EGRI Score. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan jenis penelitian korelasional menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 35 responden dengan teknik sampling non-probability sampling (consecutive sampling). Dengan menggunakan instrumen EGRI Score yang dikutip dari penelitian Norlailiyah (2022). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini adalah responden yang memiliki prediksi mudah intubasi sebanyak 30 responden (85,7%) dan berhasil dilakukan intubasi sebanyak 30 responden (85,7). Dari hasil analisis chi square didapatkan nilai p-value 0,001 (p-value <0,05) dengan nilai OR 5,33. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi.

Faktor yang Memengaruhi Kejadian Mual Muntah Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Menggunakan Teknik Spinal Anestesi di Ruang PACU Rumah Sakit Medirossa Cikarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Spinal anestesi paling sering digunakan untuk pasien yang akan menjalani sectio caesaerea dibandingkan dengan anestesi general, karena pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Komplikasi yang kerap terjadi akibat dari spinal anestesi yaitu mual muntah, blok spinal menyebabkan simpatektomi sehingga tonus vagal lebih dominan dan aktivitas parasimpatis menyebabkan kontraksi usus meningkat. Mual muntah akibat proses pembedahan post sectio caesarea jika tidak ditangani akan menyebabkan banyak faktor. Tujuan : Mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan didapatkan sebanyak 30 responden yang menjalani operasi bedah mayor sectio caesarea. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi PONV menggunakan skala gordon. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistic Chi-Square variabel usia dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value (0,626 ). Hasil analisis hubungan lama puasa dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value p-value (0,023) dengan nilai OR 5,8. hasil analisis hubungan paritas persalinan dengan kejadian mual muntah diperoleh nilai p-value (0,414) Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas persalinan dengan kejadian mual muntah, ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual.

Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Operasi Dengan General Anestesi di IBS RSUD Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

General anestesi merupakan salah satu teknik prosedur pembedahan yang banyak digunakan untuk pasien bedah mayor. Pasien yang menjalani operasi lebih dari 60 menit dengan teknik general anestesi memiliki resiko terjadinya shivering. Kejadian Post Anesthesia Shivering (PAS) dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan meningkatkan komplikasi pada luka bedah. Tujuan : Mengetahui adanya hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien pasca operasi dengan general anestesi di IBS RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan (rancangan cross sectional). Responden dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mayor menggunakan teknik general anestesi berjumlah 33 menggunakan teknik stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi shivering scale Crossley dan Maharjan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian : Lama operasi yang dijalani pasien adalah > 2 jam sebanyak 21 responden (63,3%) dan pasien pasca operasi dengan general anestesi mayoritas mengalami shivering sebanyak 19 orang (57,6%). Hasil analisis statistik Chi-Square menunjukan ada hubungan antara lama operasi dengan shivering p-value < 0,004. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara lama operasi terhadap kejadian shivering pada pasien pasca operasi dengan general anestesi.

Analisis Faktor-faktor Waktu Pulih Sadar Pasca Operasi Dengan General Anestesi Pada Pasien Bedah Mayor di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Bedah mayor akan memengaruhi waktu proses pemulihan kesadaran pasien pasca menjalani pembedahan. Umumnya pasien akan sadar kurang dari 15 menit. Faktor yang mempengaruhi waktu pulih sadar diantaranya ,indeks massa tubuh, durasi operasi dan status respon fisik. Tujuan : Diketahui faktor – faktor yang berhubungan dengan waktu pulih sadar pasca operasi dengan general anestesi pada pasien bedah mayor. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 34. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan skala ukur interval dan ordinal . Yang berarti bahwa. Hasil: Hasil analisis sperman pada indeks massa tubuh dengan waktu pulih sabar didapatkan nilai (r) 0.498 dan p-value yaitu 0.003. Hasil analisis sperman durasi operasi dengan waktu pulih sadar didapatkan nilai (r) 0.487 dan p-value 0.004. Hasil analisis Mann Whitney didapatkan nilai p-value yaitu 0.011. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh, durasi operasi dan status respon fisik dengan waktu pulih sadar .

Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Penyakit Jantung Di Ruang ICCU RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pengobatan nyeri pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut (SKA) memiliki dua jenis terapi yaitu secara farmakologi dan nonfarmakologi. Pengobatan secara nonfarmakologi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lavender. Penatalaksanaan nyeri ditujukan untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung dan meningkatkan suplai oksigen ke jantung agar mencegah luasnya infark di jantung. Tujuan: Pengabdian Masyarakat ini adalah turut memberikan pelayanan secara profesional dalam Sosialisasi pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung Di Ruang ICCU. Metode: Pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan ada peningkatan pemahaman pasien mengenai pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung.