BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Manajemen jalan napas merupakan aspek krusial dalam praktik anestesi, terutama pada tindakan intubasi endotrakeal saat general anesthesia. Kegagalan intubasi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti hipoksia, aspirasi, hingga henti jantung. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi yang akurat untuk mengidentifikasi kemungkinan kesulitan intubasi sebelum tindakan dilakukan. Salah satu metode yang digunakan adalah Lemon Score, yang terdiri dari lima komponen penilaian yaitu Look, Evaluate (3-3-2), Mallampati, Obstruction, dan Neck mobility.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi Lemon Score dan penilaian keberhasilan intubasi berdasarkan waktu tindakan dan jumlah percobaan intubasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki prediksi intubasi mudah berdasarkan Lemon Score, dan mayoritas tindakan intubasi berhasil dalam satu kali percobaan dengan durasi kurang dari 60 detik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi.
Kesimpulan: Lemon Score dapat digunakan sebagai alat prediksi yang efektif dalam menilai kemungkinan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi. Penggunaan Lemon Score dalam penilaian pra-anestesi diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien serta meminimalkan risiko komplikasi selama tindakan anestesi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Salah satu prosedur anestesi umum adalah intubasi trakea melalui pemasangan tabung endotrakeal (ETT). Kesulitan dalam intubasi sering dikaitkan dengan komplikasi serius, terutama jika petugas gagal melakukan intubasi selama anestesi. Untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam tindakan intubasi perlu dilakukan penilaian jalan nafas salah satunya dengan menggunakan penilaian EGRI Score. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan jenis penelitian korelasional menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 35 responden dengan teknik sampling non-probability sampling (consecutive sampling). Dengan menggunakan instrumen EGRI Score yang dikutip dari penelitian Norlailiyah (2022). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini adalah responden yang memiliki prediksi mudah intubasi sebanyak 30 responden (85,7%) dan berhasil dilakukan intubasi sebanyak 30 responden (85,7). Dari hasil analisis chi square didapatkan nilai p-value 0,001 (p-value <0,05) dengan nilai OR 5,33. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Salah satu prosedur anestesi umum adalah intubasi trakea melalui pemasangan tabung endotrakeal (ETT).Kesulitan dalam intubasi sering dikaitkan dengan komplikasi serius, terutama jika petugas gagal melakukan intubasi selama anestesi. Untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam tindakan intubasi perlu dilakukan penilaian jalan nafas salah satunya dengan menggunakan penilaian EGRI Score. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan jenis penelitian korelasional menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 35 responden dengan teknik sampling non-probability sampling (consecutive sampling). Dengan menggunakan instrumen EGRI Score yang dikutip dari penelitian Norlailiyah (2022). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini adalah responden yang memiliki prediksi mudah intubasi sebanyak 30 responden (85,7%) dan berhasil dilakukan intubasi sebanyak 30 responden (85,7). Dari hasil analisis chi square didapatkan nilai p-value 0,001 (p-value 0,05) dengan nilai OR 5,33. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi.