Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: general anesthesia
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Body Warmer Pads Terhadap Kenaikan Suhu Tubuh pada Pasien Shivering Pasca General Anesthesia di Ruang PACU (Post Anesthesia Care Unit) RSUD Bayu Asih

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penurunan suhu tubuh merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca anestesi umum di ruang pemulihan serta dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan risiko komplikasi pasca operasi. Intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan suhu tubuh pasien adalah body warmer pads. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian body warmer pads terhadap kenaikan suhu tubuh pada pasien shivering pasca general anesthesia di ruang Post Anesthesia Care Unit RSUD Bayu Asih. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 29 responden. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah pemberian body warmer pads selama 15 menit menggunakan termometer digital. Uji normalitas menunjukkan sebagian data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,710 dengan p value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian body warmer pads. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pemberian body warmer pads terhadap kenaikan suhu tubuh pada pasien shivering pasca general anesthesia. Saran: Pemberian body warmer pads ini terbukti efektif sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis untuk mencegah dan mengatasi penurunan suhu tubuh pada pasien pasca general anesthesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lemon Score dengan Keberhasilan Intubasi pada Pasien Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Manajemen jalan napas merupakan aspek krusial dalam praktik anestesi, terutama pada tindakan intubasi endotrakeal saat general anesthesia. Kegagalan intubasi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti hipoksia, aspirasi, hingga henti jantung. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi yang akurat untuk mengidentifikasi kemungkinan kesulitan intubasi sebelum tindakan dilakukan. Salah satu metode yang digunakan adalah Lemon Score, yang terdiri dari lima komponen penilaian yaitu Look, Evaluate (3-3-2), Mallampati, Obstruction, dan Neck mobility. Tujuan: untuk mengetahui hubungan prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi Lemon Score dan penilaian keberhasilan intubasi berdasarkan waktu tindakan dan jumlah percobaan intubasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki prediksi intubasi mudah berdasarkan Lemon Score, dan mayoritas tindakan intubasi berhasil dalam satu kali percobaan dengan durasi kurang dari 60 detik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi. Kesimpulan: Lemon Score dapat digunakan sebagai alat prediksi yang efektif dalam menilai kemungkinan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi. Penggunaan Lemon Score dalam penilaian pra-anestesi diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien serta meminimalkan risiko komplikasi selama tindakan anestesi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Gas Inhalasi Sevoflurane Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien General Anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Anestesi inhalasi merupakan obat dalam bentuk gas atau cairan yang mudah menguap, yang diberikan melalui pernapasan pasien. Salah satu jenis obat anestesi inhalasi antara lain sevoflurane. Sevoflurane adalah halogenasi eter yang memiliki proses induksi dan pemeliharaan yang lebih cepat dibandingkan dengan obat anestesi inhalasi lainnya. Sevoflurane tergolong stabil dan tidak menyebabkan aritmia selama prosedur anestesi. Efek pada tahanan vaskuler dan curah jantung relatif kecil, sehingga tekanan darah juga mengalami penurunan yang minimal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gas agen inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada pasien general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan rancangan one grup pretest-posttest. Besar sampel dalam penelitian ini 21 responden. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi intra anestesi yang mengadopsi dari RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh gas inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik paling banyak pada responden yang mengalami perubahan status hemodinamik pada TD sistolik dimenit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15. Kesimpulan : ada pengaruh gas inalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada TD sistolik menit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAS INHALASI SEVOFLURANE TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN GENERAL ANESTHESIA DI RSUD KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Anestesi inhalasi merupakan obat dalam bentuk gas atau cairan yang mudah menguap, yang diberikan melalui pernapasan pasien. Salah satu jenis obat anestesi inhalasi antara lain sevoflurane. Sevoflurane adalah halogenasi eter yang memiliki proses induksi dan pemeliharaan yang lebih cepat dibandingkan dengan obat anestesi inhalasi lainnya. Sevoflurane tergolong stabil dan tidak menyebabkan aritmia selama prosedur anestesi. Efek pada tahanan vaskuler dan curah jantung relatif kecil, sehingga tekanan darah juga mengalami penurunan yang minimal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gas agen inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada pasien general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan rancangan one grup pretest-posttest. Besar sampel dalam penelitian ini 21 responden. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi intra anestesi yang mengadopsi dari RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh gas inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik paling banyak pada responden yang mengalami perubahan status hemodinamik pada TD sistolik dimenit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15. Kesimpulan : ada pengaruh gas inalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada TD sistolik menit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail