Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: suhu tubuh
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu pada Balita Demam di Klinik Handayani pada Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan memerlukan penanganan yang tepat. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah kompres bawang merah yang secara empiris digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bawang merah terhadap penurunan suhu pada balita demam di Klinik Handayani Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian kompres bawang merah. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh balita setelah diberikan kompres bawang merah. Nilai p-value hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian kompres bawang merah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompres bawang merah berpengaruh terhadap penurunan suhu pada balita demam di Klinik Handayani Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pelaksanan IMD Terhadap Suhu Bayi Baru Lahir dengan Tindakan SC di RSIA Permata Sarana Husada Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Bayi baru lahir rentan mengalami hipotermia karena sistem termoregulasi yang belum matang. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) dapat membantu menjaga kestabilan suhu tubuh bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh IMD terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir di RSIA Permata Sarana Husada Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 40 bayi baru lahir yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling pada Juli–Agustus 2026. Suhu tubuh diukur pada menit pertama setelah lahir dan setelah 1 jam pelaksanaan IMD menggunakan termometer digital. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dengan α=0,05. Hasil: Sebelum IMD, seluruh responden (100%) mengalami hipotermia dengan rata-rata skor kategori suhu 1,00 (SD=0,000). Setelah IMD selama 1 jam, rata-rata skor meningkat menjadi 1,53 (SD=0,506). Sebanyak 21 bayi (52,5%) mencapai suhu normal, sedangkan 19 bayi (47,5%) masih mengalami hipotermia ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t=-6,565, df=39, dan p-value=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pelaksanaan IMD terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir. IMD minimal 1 jam perlu dioptimalkan sebagai upaya membantu menjaga suhu tubuh bayi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Body Warmer Pads Terhadap Kenaikan Suhu Tubuh pada Pasien Shivering Pasca General Anesthesia di Ruang PACU (Post Anesthesia Care Unit) RSUD Bayu Asih

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penurunan suhu tubuh merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca anestesi umum di ruang pemulihan serta dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan risiko komplikasi pasca operasi. Intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan suhu tubuh pasien adalah body warmer pads. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian body warmer pads terhadap kenaikan suhu tubuh pada pasien shivering pasca general anesthesia di ruang Post Anesthesia Care Unit RSUD Bayu Asih. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 29 responden. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah pemberian body warmer pads selama 15 menit menggunakan termometer digital. Uji normalitas menunjukkan sebagian data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,710 dengan p value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian body warmer pads. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pemberian body warmer pads terhadap kenaikan suhu tubuh pada pasien shivering pasca general anesthesia. Saran: Pemberian body warmer pads ini terbukti efektif sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis untuk mencegah dan mengatasi penurunan suhu tubuh pada pasien pasca general anesthesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Surface Cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Sepis merupakan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh melalui aliran darah dimana kondisi host mengalami infeksi yang sangat berat sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi organ-organ tubuh berujung pada kematian. Pada saat bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh yaitu dengan melepaskan pirogen yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Tujuan mengetahui pengaruh teknik Surface cooling terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien sepsis. Metode: quasi eksperiment dengan two group pre test dan post test design. Populasi bejumlah 36 orang dengan metode purposive sampling Hasil: uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan <0.05 menunjukan P value 0,000 (P value < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Kesimpulan: terdapat Pengaruh Teknik Surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Surface Cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Sepsis merupakan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh melalui aliran darah dimana kondisi host mengalami infeksi yang sangat berat sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi organ-organ tubuh berujung pada kematian. 60% sampai dengan 70% sepsis di sebabkan invasi bakteri gram negatif. Pada saat bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh yaitu dengan melepaskan pirogen yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh diatas 38OC memerlukan penanganan yang tepat karena peningkatan suhu tubuh dapat memberikan dampak negative seperti gangguan rasa nyaman nyeri (nyeri kepala, nyeri sendi) sampai dengan kerusakan system saraf pusat yaitu kegagalan pada pusat pengatur suhu otak tengah dan pengeluaran keringat berhenti sehingga mengakibatkan disorientasi, kehilangan kesadaran bahkan kematian (Nety Taribuka, 2020). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik Surface cooling terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien sepsis di ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: pada penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan two group pre test dan post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien sepsis yang mengalami peningkatan suhu tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong yang bejumlah 36 orang dengan menggunakan metode purposive sampling terdiri dari 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Hasil: uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan 0.05 menunjukan P value 0,000 (P value 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Saran: Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengatasi pasien/keluarga yang mengalami peningkatan suhu tubuh dengan menggunakan teknik surface cooling Kata kunci: Sepsis, Surface cooling, Suhu tubuh

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Pemberian Cairan Hangat Melalui Intravena Terhadap Suhu Tubuh Pasien Dengan Shivering di RS X Kabupaten Bekasi 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Menggigil Pasca anastesi (Post Anaesthetic Shivering) merupakan suatu fasikulasi otot rangka pada daerah kepala, wajah, rahang serta badan atau ekstremitas yang berlangsung lebih dari 1 Detik. Dari data yg di dapat pada tanggal 1 Desember - 31 januari 2021 di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi 81 pasien yang menjalani operasi besar (>60 menit ) memperlihatkan 65 orang atau 80% mengalami shivering. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas pemberian cairan hangat melalui intravena terhadap suhu tubuh pasien dengan shivering di RS X Kabupaten Bekasi. Dimana variabel dependen penelitian ini adalah suhu tubuh dan variabel independen pemberian cairan hangat. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Pre-Post test (One group pre-post test design). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 44 orang pada tanggal 5 Maret 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2021. Pengambilan sample penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian yang didapat terdapat pengaruh yang signifikan pemberian cairan hangat melalui intravena efektif terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca spinal anestesi. Pengaruh ini di uji dengan uji wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000, dimana nilai p < (0,05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian cairan hangat melalui intravena terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasa operasi dengan spinal anestesi. Hasil penelitian ini dapat dapat menjadi masukan untuk bidang keperawatan agar dapat menerapkan intervensi dalam pemberian cairan infus hangat melalui intravena dengan menggunakan alat fluid warmer yang sudah tersedia di Rs X Kabupaten Bekasi.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas pemberian terapi cairan hangat melalui intravena ( IV ) terhadap suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca operasi di ruang pemulihan dengan spinal anastesi di RS X Kabupaten Bekasi

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 Nama : SASTRIANA NIM : 020319686 EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI CAIRAN HANGAT MELALUI INTRAVENA (IV) TERHADAP SUHU TUBUH PADA PASIEN DENGAN SHIVERING PASCA OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RS X KABUPATEN BEKASI xv + 95 Halaman+ 11 Tabel + 9 Lampiran ABSTRAK Anestesi regional/spinal ialah anestesi pada sebagian tubuh saja, yang menyebabkan keadaan bebas nyeri pada pasien tanpa menyebabkan kehilangan kesadaran. Anestesi regional memberikan efek mati rasa terhadap saraf yang menginervasi beberapa bagian tubuh, melalui injeksi anestesi pada spinal/epidural, pleksus, atau secara bier block.Salah satu efek samping pada teknik anestesi yang sering di jumpai baik anestesi umum maupun anastesi regional adalah shivering ( menggigil ).Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas pemberian terapi cairan hangat melalui intravena ( IV ) terhadap suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca operasi dengan spinal anastesi di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi.Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Pre-Post test (One group pre-post test design). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 44 orang pasien dengan shivering di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi pada tanggal 5 Maret 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2021. Pengambilan sample (sampling) penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian yang didapat terdapat pengaruh yang signifikan pemberian cairan hangat melalui intravena (IV) efektif terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca spinal anestesi.Pengaruh ini di uji dengan uji wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000, dimana nilai p α (0,05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian cairan hangat melalui intravena terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shering pasa operasi dengan spinal anestesi. Hasil penelitian ini dapat dapat menjadi masukan untuk bidang keperawatan agar dapat menerapkan intervensi dalam pemberian cairan infus hangat melalui intravena dengan menggunakan alat fluid warmer yang sudah tersedia di Rs X Kabupaten Bekasi. Kata Kunci : Pemberian infus hangat, spinal anestesi, suhu tubuh Daftar Pustaka : 32 (2010-2019)

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail