Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Pengaruh Pelaksanan IMD Terhadap Suhu Bayi Baru Lahir dengan Tindakan SC di RSIA Permata Sarana Husada Tahun 2026

Koleksi Perpustakaan•Universitas Medika Suherman•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Latar Belakang: Bayi baru lahir rentan mengalami hipotermia karena sistem termoregulasi yang belum matang. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) dapat membantu menjaga kestabilan suhu tubuh bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh IMD terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir di RSIA Permata Sarana Husada Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 40 bayi baru lahir yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling pada Juli–Agustus 2026. Suhu tubuh diukur pada menit pertama setelah lahir dan setelah 1 jam pelaksanaan IMD menggunakan termometer digital. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dengan α=0,05. Hasil: Sebelum IMD, seluruh responden (100%) mengalami hipotermia dengan rata-rata skor kategori suhu 1,00 (SD=0,000). Setelah IMD selama 1 jam, rata-rata skor meningkat menjadi 1,53 (SD=0,506). Sebanyak 21 bayi (52,5%) mencapai suhu normal, sedangkan 19 bayi (47,5%) masih mengalami hipotermia ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t=-6,565, df=39, dan p-value=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pelaksanaan IMD terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir. IMD minimal 1 jam perlu dioptimalkan sebagai upaya membantu menjaga suhu tubuh bayi.

Kata kunci

Inisiasi Menyusu Dini, Suhu Tubuh Bayi, Hipotermia, Bayi Baru Lahir

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pengaruh Pelaksanan IMD Terhadap Suhu Bayi Baru Lahir dengan Tindakan SC di RSIA Permata Sarana Husada Tahun 20262026 · oai:ais:library-item:28513

Publikasi terkait