Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: Sastriana
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Pemberian Cairan Hangat Melalui Intravena Terhadap Suhu Tubuh Pasien Dengan Shivering di RS X Kabupaten Bekasi 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Menggigil Pasca anastesi (Post Anaesthetic Shivering) merupakan suatu fasikulasi otot rangka pada daerah kepala, wajah, rahang serta badan atau ekstremitas yang berlangsung lebih dari 1 Detik. Dari data yg di dapat pada tanggal 1 Desember - 31 januari 2021 di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi 81 pasien yang menjalani operasi besar (>60 menit ) memperlihatkan 65 orang atau 80% mengalami shivering. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas pemberian cairan hangat melalui intravena terhadap suhu tubuh pasien dengan shivering di RS X Kabupaten Bekasi. Dimana variabel dependen penelitian ini adalah suhu tubuh dan variabel independen pemberian cairan hangat. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Pre-Post test (One group pre-post test design). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 44 orang pada tanggal 5 Maret 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2021. Pengambilan sample penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian yang didapat terdapat pengaruh yang signifikan pemberian cairan hangat melalui intravena efektif terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca spinal anestesi. Pengaruh ini di uji dengan uji wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000, dimana nilai p < (0,05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian cairan hangat melalui intravena terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasa operasi dengan spinal anestesi. Hasil penelitian ini dapat dapat menjadi masukan untuk bidang keperawatan agar dapat menerapkan intervensi dalam pemberian cairan infus hangat melalui intravena dengan menggunakan alat fluid warmer yang sudah tersedia di Rs X Kabupaten Bekasi.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas pemberian terapi cairan hangat melalui intravena ( IV ) terhadap suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca operasi di ruang pemulihan dengan spinal anastesi di RS X Kabupaten Bekasi

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 Nama : SASTRIANA NIM : 020319686 EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI CAIRAN HANGAT MELALUI INTRAVENA (IV) TERHADAP SUHU TUBUH PADA PASIEN DENGAN SHIVERING PASCA OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RS X KABUPATEN BEKASI xv + 95 Halaman+ 11 Tabel + 9 Lampiran ABSTRAK Anestesi regional/spinal ialah anestesi pada sebagian tubuh saja, yang menyebabkan keadaan bebas nyeri pada pasien tanpa menyebabkan kehilangan kesadaran. Anestesi regional memberikan efek mati rasa terhadap saraf yang menginervasi beberapa bagian tubuh, melalui injeksi anestesi pada spinal/epidural, pleksus, atau secara bier block.Salah satu efek samping pada teknik anestesi yang sering di jumpai baik anestesi umum maupun anastesi regional adalah shivering ( menggigil ).Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Efektivitas pemberian terapi cairan hangat melalui intravena ( IV ) terhadap suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca operasi dengan spinal anastesi di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi.Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Pre-Post test (One group pre-post test design). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 44 orang pasien dengan shivering di ruang pemulihan RS X Kabupaten Bekasi pada tanggal 5 Maret 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2021. Pengambilan sample (sampling) penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian yang didapat terdapat pengaruh yang signifikan pemberian cairan hangat melalui intravena (IV) efektif terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shivering pasca spinal anestesi.Pengaruh ini di uji dengan uji wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000, dimana nilai p α (0,05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian cairan hangat melalui intravena terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan shering pasa operasi dengan spinal anestesi. Hasil penelitian ini dapat dapat menjadi masukan untuk bidang keperawatan agar dapat menerapkan intervensi dalam pemberian cairan infus hangat melalui intravena dengan menggunakan alat fluid warmer yang sudah tersedia di Rs X Kabupaten Bekasi. Kata Kunci : Pemberian infus hangat, spinal anestesi, suhu tubuh Daftar Pustaka : 32 (2010-2019)

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail