Profil penulis
Tri Wahyuni Ismoyowati
23 karya publik ditemukan.
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Penerapan Mindfulness-Based Breathing untuk Penurunan Tingkat Nyeri pada Pasien Chronic Kidney Disease Post Operasi Arterio Venous Shunt di Sentra Medika Hospital Cibinong
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Forced Air Warming Terhadap Termoregulasi Tidak Efektif pada Pasien Post Operasi Laparotomi di RS. Harapan Bunda Tahun 2026
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Terapi Foot Massage dengan Clove Oil Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Stroke di RSUD Bayu Asih Purwakarta
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Effortful Swallow Terhadap Peningkatan Kemampuan Menelan pada Pasien Stroke di Ruang High Care Unit (HCU) Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2026
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026
Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.
Hubungan Kelengkapan Surgical Safety Checklist (SSC) dengan Nearmiss Intraoperatif dan Lama Rawat di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Hospital Cisalak 2026
Latar Belakang : Surgical Safety Checklist (SSC) merupakan instrumen keselamatan pasien yang wajib diisi lengkap pada setiap tahapan pembedahan (Sign-In, Time-Out, Sign-Out) guna mencegah kesalahan prosedural. Studi pendahuluan di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RS Sentra Medika Hospital Cisalak menunjukkan masih ada beberapa dokumen SSC yang ditemukan tidak lengkap, yang diduga berkaitan dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan pemanjangan lama rawat pasien. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan SSC dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien di Ruang IBS RS Sentra Medika Hospital Cisalak tahun 2026. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani tindakan operasi di Ruang IBS periode Januari–April 2026 sebanyak 1.053 pasien, dengan sampel sebanyak 183 pasien yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data bersumber dari rekam medis pasien dan register Insiden Keselamatan Pasien (IKP), dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa dari 183 dokumen SSC yang ditelaah, sebanyak 154 dokumen (84,1%) terisi lengkap dan 29 dokumen (15,9%) tidak lengkap. Kejadian nearmiss intraoperatif ditemukan pada 15 pasien (8,2%), dari 183 responden sedangkan 168 pasien( 91,8 % ) tidak mengalami kejadian nearmiss, sedangkan lama rawat memanjang (>5 hari) dialami oleh 29 pasien (15,9%),sesuai standart < 3 hari yaitu 116 orang ( 63,2 % ) ,38 orang ( 20,9 % ) sesuai klinical pathway rumah sakit,dari total 183 responden.Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan SSC dengan kejadian nearmiss intraoperatif (p=0,000; Odds Ratio 7,946; 95% CI: 2,611–24,176) dan dengan lama rawat pasien (p=0,000). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan Surgical Safety Checklist dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien, sehingga disarankan bagi rumah sakit untuk melakukan audit berkala terhadap kelengkapan pengisian SSC guna meningkatkan mutu keselamatan pasien di ruang bedah
Pengaruh Pemberian Oksigen Melalui Nasal Cannula dan Semirecumbent Positioning 30 Terhadap Pencegahan Desaturasi pada Pasien Perokok Pasca General Anesthesia di Pacu RSUD Kabupaten Bekasi
Latar belakang: Desaturasi pasca general anesthesia adalah komplikasi yang umum ditemukan pada pasien perokok, prosedur general anesthesia memiliki risiko yang signifikan terhadap desaturasi atau penurunan saturasi oksigen dari nilai normal. Intervensi yang diperlukan untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen salah satunya pemberian oksigen menggunakan nasal cannula dan semirecumbent positioning 30. Tujuan: Untuk mengetahui perubahan saturasi sebelum dan sesudah diberikannya intervensi pasca anestesi umum di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat saturasi oksigen Instrumen penelitian berupa skoring adaptasi National Early Warning Score (NEWS). dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil dari tujuan umum dengan menggunakan Uji Paired T-test diperoleh bahwa sebanyak 44 responden mengalami perubahan, nilai signifikan sebesar p=0,000 (p<0,05). Sehingga ada perbedaan rata-rata antara hasil nilai pretest dengan hasil nilai posttest pada pasien perokok pasca general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Pemberian oksigen melalui nasal cannula dan posisi semirecumbent 30° berpengaruh signifikan terhadap pencegahan desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia ditunjukkan dengan adanya peningkatan saturasi oksigen dengan nilai sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Saran: Pemberian oksigen melalui nasal cannula dan posisi semirecumbent 30° terbukti efektif mencegah desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia dan direkomendasikan untuk praktik klinis serta penelitian selanjutnya.
Pengaruh Edukasi Pre-Anestesi Menggunakan Video Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kepuasan Pasien dengan Anestesi Spinal di Ruang Isntalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Purwakarta
Latar Belakang: Kecemasan preoperatif merupakan respons emosional yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan anestesi spinal. Kurangnya pemahaman mengenai prosedur anestesi dapat meningkatkan kecemasan dan menurunkan kepuasan pasien terhadap pelayanan. Edukasi berbasis video menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman pasien sebelum tindakan anestesi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pre-anestesi menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan dan kepuasan pasien dengan anestesi spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Purwakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani anestesi spinal di IBS RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode 2 Desember 2025 sampai 23 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner skala kecemasan, sedangkan kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi video. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diberikan edukasi video (p < 0,001) serta peningkatan signifikan tingkat kepuasan pasien (p = 0,001).Kesimpulan: Edukasi preanestesi menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan kepuasan pasien dengan anestesi spinal.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Post Dural Puncture Headache (PDPH) pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu'ain Bekasi Timur, Jawa Barat
Latar Belakang : Tindakan Sectio Caesarea terus bertambah dan sebagian besar dilaksanakan dengan anestesi spinal. Salah satu komplikasi tersering adalah Post Dural Puncture Headache (PDPH) dampak kebocoran cairan serebrospinal setelah pungsi duramater. Faktor yang diduga berkaitan dengan PDPH meliputi usia, ukuran jarum spinal, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal. Tujuan : Mengetahui unsur-unsur yang berkaitan dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu’ain Bekasi Timur. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilaksanakan pada 73 responden menerapkan metode total sampling. Variabel independen meliputi usia, ukuran jarum, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal, sedangkan variabel dependen adalah kejadian PDPH yang diukur menerapkan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat menerapkan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian : Hasil riset menandakan sebagian besar responden menempuh nyeri ringan (49,3%). Usia terbanyak adalah 26–35 tahun (61,6%). Penggunaan jarum 25G lebih dominan (74,0%). Responden tanpa sejarah PDPH sebanyak 82,2% dan sebagian besar menempuh satu kali pungsi lumbal (78,1%). Hasil uji Chi-Square menandakan terdapat kaitan signifikan antara usia (p=0,000), ukuran jarum (p<0,05), sejarah PDPH (p<0,05), dan usaha pungsi lumbal (p=0,001) dengan kejadian PDPH. Kesimpulan : Terdapat kaitan signifikan antara usia, ukuran jarum, sejarah Post Dural Puncture Headache (PDPH), dan jumlah pungsi lumbal dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea. Saran : Disarankan penggunaan jarum dengan ukuran lebih kecil serta meminimalkan jumlah pungsi lumbal untuk menurunkan bahaya PDPH, serta bertambahkan kewaspadaan pada pasien dengan sejarah PDPH.
Hubungan Mean Arterial Pressure Intra dan Pasca Anestesi Terhadap Waktu Pulih Sadar pada Pasien dengan Anestesi Umum di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Cibinong
Latar Belakang: Ketidakidakstabilan hemodinamik selama periode perianestesi, khususnya perubahan Mean Arterial Pressure (MAP), berpotensi memengaruhi perfusi serebral dan berdampak pada waktu pulih sadar setelah anestesi umum. Fluktuasi MAP intra dan pasca anestesi diduga memiliki kontribusi berbeda terhadap durasi pemulihan kesadaran. Tujuan: Mengetahui hubungan MAP intra dan pasca anestesi dengan waktu pulih sadar pada pasien yang menjalani anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Cibinong. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional korelasi. Populasi berjumlah 70 pasien yang menjalani anestesi umum dengan teknik awake extubation, dengan sampel 66 responden yang dipilih menggunakan probability sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data MAP intra dan pasca anestesi diperoleh dari lembar monitoring anestesi yang dicatat setiap 5 menit dan dihitung menggunakan metode Time Weighted Average Mean Arterial Pressure (TWA-MAP). Waktu pulih sadar diukur menggunakan Aldrete Score, dengan durasi dihitung menggunakan stopwatch sejak pasien tiba di ruang pemulihan hingga mencapai skor ≥8. Analisis data meliputi univariat, bivariat (uji korelasi Pearson dan paired t-test), serta multivariat (regresi linear berganda). Hasil: Sebagian besar pasien mencapai waktu pulih sadar <30 menit. Terdapat hubungan signifikan antara MAP intraoperatif dan waktu pulih sadar p-value 0,000 (p<0,05), sedangkan MAP pasca anestesi tidak menunjukkan hubungan bermakna. Analisis multivariat menunjukkan MAP intraoperatif sebagai faktor dominan p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: MAP intraoperatif memiliki hubungan lebih kuat dengan waktu pulih sadar dibandingkan MAP pasca anestesi dengan nilai signifikansi. Saran: Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dengan perlakuan yang seragam pada fase emergence anesthesia, seperti penerapan teknik deep-extubation, untuk membandingkan outcome hasil penelitian.
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Fatigue Pada Pasien Chronic Kindey Disease On Hemodialisa di RSUD Bayuasih Kabupaten Purwakarta Tahun 2025
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Slimber Ice Terhadap Intensitas Rasa Haus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hipervolemia yang Menjalani Hemodialisis di RS Bayu Asih Tahun 2025
Penerapan Intervensi Kombinasi Foot Massage Dengan Aroma Terapi Lavender Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasa Pasien Stroke Dengan Hipertensi di RSUD Bayu Asih
Pengaruh Edukasi Cerdik Berbasis QR Code Terhadap Tingkat Kepatuhan Pencegahan Hipertensi Pada Lansia di Posyandu Tanjung Baru Cikarang Timur 2025
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Rendahnya tingkat kepatuhan lansia terhadap perilaku pencegahan hipertensi menjadi permasalahan kesehatan di tingkat komunitas, sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif dan inovatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code terhadap tingkat kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia di Posyandu Posyandu Tanjung Baru, Cikarang Timur Tahun 2025. Metode: ini menggunakan posyanduin kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 56 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi CERDIK menggunakan poster interaktif berbasis QR Code, sedangkan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) yang dimodifikasi. Hasil penelitian: berdasarkan hasil dari uji Wilcoxon diperoleh bahwa sebanyak 55 responden (98,2%) mengalami peningkatan tingkat kepatuhan, tidak terdapat responden yang mengalami penurunan (0%), dan 1 responden (1,8%) tidak mengalami perubahan. Nilai signifikan sebesar p = 0,001(p < 0, 05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code. Kesimpulan: penelitian ini Adalah edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan ilmu edukasi kesehatan berbasis digital, khususnya dalam media interaktif yang saat ini semakin berkembang, sehingga intervensi promosi dan pencegahan hipertensi dapat dilakukan secara lebih efektif dan inovatif.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Perilaku Caring Perawat Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Dengan Kemoterapi di SWICC Sentra Medika Hospital Cibinong Tahun 2025
Latar Belakang: Data IARC (International Agency for Research on Cancer) tahun 2022 mencatat hampir 20 juta kejadian kanker baru dan hampir 10 juta merenggut nyawa manusia. Terdapat efek samping dari kemoterapi seperti mual muntah penurunan kadar hemoglobin, leukosit yang menjadi sumber kelemahan. Maka dari itu dukungan keluarga dan perilaku caring perawat diperlukan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan korelasi antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup dan perilaku caring dengan kualitas hidup. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif design deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada pasien kanker 80 populasi dengan teknik yang digunakan purposive sampling. Dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 67 responden pasien kanker yang menjalani kemoterapi, keseluruhan data diperoleh menggunakan alat ukur kuesioner dan di uji menggunakan analisis statistik spearman rank. Hasil Penelitian: dari hasil analisis uji statistik memperoleh nilai pada variabel dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan p value sebesar 0,887 (p>0,005). Sedangkan pada variabel perilaku caring perawat dengan kualitas hidup memperoleh hasil p value sebesar 0,804 (p>0,005), artinya dari kedua variabel yang diuji tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan hasil dinyatakan tidak signifikan bisa saja terjadi dikarenakan kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti Saran: Diharapkan pasien tidak hanya bergantung pada satu sumber dukungan akan tetapi mencari sumber lain seperti bergabung dalam komunitas/kelompok penderita kanker serta dapat mengelola koping dan manajemen stress dengan baik.
Pengaruh Edukasi FAST Berbasis Audiovisual Terhadap Deteksi Dini Stroke Pada Masyarakat Dengan Hipertensi di Desa Sukainda Kabupaten Bekasi 2026
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Hipertensi menjadi faktor risiko utama karena dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak secara progresif. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala awal stroke menyebabkan keterlambatan penanganan. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi FAST berbasis audiovisual terhadap deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi di Desa Sukaindah Kabupaten Bekasi Tahun 2026 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Populasi berjumlah 596 penderita hipertensi, dengan sampel 86 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner 15 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukasi FAST selama 10–15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Seluruh responden mengalami peningkatan skor setelah intervensi. Nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Kesimpulan: Edukasi FAST berbasis audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi.Saran: Edukasi FAST berbasis audiovisual dapat diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat sebagai upaya meningkatkan deteksi dini stroke serta dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih besar.
Pengaruh Edukasi Sadar (Say No To Alcohol for Disease Risk) Dengan Video Edukatif Berbasis Youtube Terhadap Perilaku Pencegahan Kecanduan Alkohol Pada Remaja di Desa Pasirtanjung Tahun 2025
Latar Belakang : Kecanduan alkohol pada remaja masih menjadi masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor teman sebaya, meskipun informasi bahaya alkohol mudah diakses melalui media sosial. Di Desa Pasirtanjung tahun 2025 ditemukan remaja dengan perilaku pencegahan kecanduan alkohol yang belum optimal, sehingga diperlukan intervensi edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi SADAR (Say No to Alcohol for Disease Risk) berbasis video edukatif YouTube terhadap perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja di Desa Pasirtanjung tahun 2025. Metode : Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen kuantitatif dengan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah remaja di Desa Pasirtanjung dengan teknik total sampling. Alat ukur berupa kuesioner perilaku pencegahan kecanduan alkohol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : Sebelum intervensi, perilaku pencegahan kecanduan alkohol berada pada kategori rendah hingga tinggi. Setelah diberikan edukasi SADAR berbasis video YouTube, terjadi peningkatan perilaku pencegahan, ditandai bertambahnya kategori tinggi dan hilangnya kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan : Edukasi SADAR berbasis video edukatif YouTube efektif meningkatkan perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja di Desa Pasirtanjung tahun 2025. Rekomendasi : Media video YouTube direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan untuk meningkatkan perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja.