ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurkumin memiliki salah satu fungsi yaitu antiinflamasi pada luka. Daun sirih memiliki fungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba dan mempercepat pembentukan kolagen. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji aktivitas penyembuhan luka bakar menggunakan kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih (Piper betle L) secara topikal terhadap tikus putih (Rattus norvegicus).
Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih. Kelompok perlakuan dibagi 5 kelompok, masing-masing 5 ekor tikus (SpragueDawley). Tikus dibius dengan xylazine (10mg/kg) dan ketamin (50mg/kg) dan dilukai menggunakan plat besi, kelompok pertama sebagai kontrol positif diberikan bioplacenton, kelompok kedua sebagai kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok ketiga sebagai kelompok uji yang diberikan kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih, kelompok empat sebagai kelompok uji yang diberikan ekstrak daun sirih, dan kelompok lima sebagai kelompok uji yang diberikan kurkumin. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Analisis data statistik penurunan luka bakar menggunakan metode One-Way ANOVA dan Paired Sample T Test.
Hasil analisis data statistik uji Paired Sample T Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap luas luka bakar sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data statistik One-Way ANOVA menunjukkan semua kelompok memiliki efek penurunan luas luka bakar yang tidak berbeda signifikan (p>0,05) kecuali kontrol negatif.
Kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih menunjukkan hasil yang positif untuk aktivitas penyembuhan luka bakar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkahlangkah
sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis
menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18
pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p=0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring. Kata Kunci: Luka Decubitus, Virgin coconut oil, Penyembuhan Luka, Pasien Tirah Baring.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada pasca persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti karena atonia uteri, retensio plasenta, dan rupture perineum. Di Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu persalinan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapatkan jahitan perineum, 28% karena episiotomy dan 29% karena robekan spontan. Berdasarkan survei di TPMB.Repi, Cibitung – Bekasi, didapatkan 33 dengan ruptur perineum, 9 orang mengalami penyembuhan agak lama (>7) dan 3 orang disertai infeksi perineum seperti terasa panas dan perih diarea perlukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum dengan metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di TPMB.Repi, Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 48 ibu postpartum pada hari ke 7 yang mengalami rupture perineum dan diambil secara accidental sampling. Waktu penelitian dilaksanalan selama November – Desember 2022, Data dikumpul dengan kuisioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p value 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum di TPMB.Repi Bekasi 2022 adalah asupan nutrisi (0,016), perineal hygiene (0,017), pengetahuan (0,002), budaya (0.017). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara 4 variabel yang diteliti tersebut dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran agar ibu postpartum meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan luka perineum agar tehindar dari penyembuhan luka yang lama dan kejadian infeksi perineum.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan : Sectio caesaria adalah proses persalinan dengan cara melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen serta dinding uterus. Pada luka sectio cesaria dapat terjadi infeksi. Infeksi merupakan salah satu penghambat proses penyembuhan luka insisi pada luka sectio caesaria. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka operasi seperti usia, status gizi, dan mobilisasi. Metode : Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif analitik, desain studi crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di PMB Bidan Heriyah yang sedang memeriksakan dan kontrol rutin. Cara pengambilan sampel menggunakan metode Total sampling, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil : Ada hubungan yang bermakna antara factor usia dengan penyembuhan luka (p=0.004), ada hubungan personal hygiene dengan penyembuhan luka (p=0,001),ada hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka (p=0,000) dan tidak ada hubungan antara nutrisi dengan penyembuhan luka (p=0,067), tidak ada hubungan mobilisasi dengan penyembuhan luka (p=1,000). Saran : Diharapkan ibu post SC dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan