BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Rendahnya pengetahuan calon akseptor mengenai efek samping kontrasepsi dapat memengaruhi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Konseling menggunakan media visual seperti poster merupakan salah satu upaya edukasi yang efektif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media poster terhadap peningkatan pengetahuan akseptor KB suntik tentang efek samping di Desa Sukamaju Tahun 2026, serta melihat hubungan variabel confounding (usia, dan riwayat KB) dengan pengetahuan post-test. Metode:Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 42 responden calon akseptor KB di Desa Sukamaju RT.002 RW.005. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test untuk menilai pengaruh intervensi dan uji bivariat (Likelihood Ratio & Fisher's Exact) untuk menganalisis hubungan variabel confounding. Hasil: Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata (mean) pengetahuan responden tentang efek samping KB suntik secara signifikan, yaitu dari 11,48 saat pre-test menjadi 16,07 saat post-test dengan nilai p < 0,001 (t = -33,647). Lebih lanjut, hasil analisis bivariat terhadap variabel confounding mengungkapkan bahwa karakteristik usia p < 0,001, dan riwayat KB p < 0,001, memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan tingkat pengetahuan post-test calon akseptor KB. Kesimpulan: Konseling menggunakan media poster berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan calon akseptor KB mengenai efek samping KB suntik di Desa Sukamaju RT.002 RW.005 Tahun 2026. Selain itu, faktor usia, dan riwayat KB, secara signifikan berhubungan dengan tingkat pengetahuan akhir responden.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sensasi nyeri pascaoperasi Sectio Caesarea (SC) dengan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) tetap menjadi keluhan utama yang tidak dapat dihindarkan sepenuhnya akibat efek wearing-off anestesi dan dimulainya mobilisasi dini. Rasa nyeri ini dapat menghambat proses pemulihan fisik dan laktasi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif untuk mengurangi intensitas nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden ibu post SC ERACS yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi teknik relaksasi napas dalam selama 15 menit menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi (pretest), seluruh responden (100%) mengalami nyeri sedang dengan rata-rata skor nyeri sebesar 4,63 ± 0,490. Setelah diberikan intervensi (posttest), seluruh responden (100%) mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan dengan rata-rata skor nyeri sebesar 2,13 ± 0,730 (penurunan rata-rata sebesar 2,50 poin). Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,942 dan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang. Teknik relaksasi napas dalam direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) asuhan kebidanan sebagai terapi komplementer pendamping analgetik farmakologis.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Teknik menyusui yang benar penting dalam mendukung keberhasilan dan efektivitas pemberian ASI. Namun, masih ditemukan ibu menyusui yang memiliki keterbatasan pengetahuan dalam memahami dan menerapkan teknik menyusui yang benar. Berdasarkan studi pendahuluan di Posyandu Desa Karang Asih, dari 14 ibu menyusui yang diamati, sebanyak 11 ibu (78,57%) belum mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar, sedangkan 3 ibu (21,43%) telah mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh ibu menyusui. Salah satu media edukasi yang dapat digunakan adalah poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media poster terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Edukasi diberikan menggunakan media poster, sedangkan data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data dan uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ibu menyusui meningkat dari 12,94 ± 2,588 sebelum edukasi menjadi 17,80 ± 2,040 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 4,86 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui media poster, dengan nilai Z = -5,105 dan p-value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi yang terjadi selama kehamilan merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan janin. Pengetahuan serta sikap ibu hamil yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pencegahan dan pengenalan tanda hipertensi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental dan model one group pretest-posttest. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 ibu hamil. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui pengukuran sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media poster. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 39 orang (65,0%) sebelum diberikan edukasi menjadi 56 orang (93,3%) setelah diberikan edukasi. Pada variabel sikap, hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan sikap setelah diberikan edukasi menggunakan media poster. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang signifikan dengan nilai Z = -6,032 dan p = 0,000, serta perubahan sikap yang signifikan dengan nilai Z = -6,686 dan p = 0,000. Karena nilai p < 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Media poster dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami dalam mendukung peningkatan pengetahuan serta sikap ibu hamil dalam upaya pencegahan hipertensi selama kehamilan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi ASI yang tidak optimal merupakan salah satu kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu nifas. Teknik Marmet merupakan metode nonfarmakologis berupa kombinasi pijatan dan pemerahan payudara secara manual yang dapat membantu merangsang pengeluaran ASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik Marmet terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sukatenang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah pemberian teknik Marmet. Intervensi dilakukan dua kali sehari selama tiga hari dengan durasi 15 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 24 responden (80,0%) memiliki produksi ASI tidak lancar dan 6 responden (20,0%) lancar. Setelah intervensi, 27 responden (90,0%) memiliki produksi ASI lancar dan 3 responden (10,0%) tidak lancar. Rata-rata produksi ASI meningkat dari 18,67 ± 5,026 mL menjadi 42,50 ± 7,873 mL. Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan seluruh responden mengalami peningkatan produksi ASI dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Teknik Marmet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sukatenang Tahun 2026 dan dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan untuk mendukung optimalisasi produksi ASI.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Tindakan Sectio Caesarea terus bertambah dan sebagian besar dilaksanakan
dengan anestesi spinal. Salah satu komplikasi tersering adalah Post Dural Puncture Headache
(PDPH) dampak kebocoran cairan serebrospinal setelah pungsi duramater. Faktor yang diduga
berkaitan dengan PDPH meliputi usia, ukuran jarum spinal, sejarah PDPH, dan usaha pungsi
lumbal. Tujuan : Mengetahui unsur-unsur yang berkaitan dengan kejadian PDPH pada pasien
post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu’ain Bekasi Timur. Metode : Penelitian kuantitatif
dengan desain cross sectional dilaksanakan pada 73 responden menerapkan metode total sampling.
Variabel independen meliputi usia, ukuran jarum, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal,
sedangkan variabel dependen adalah kejadian PDPH yang diukur menerapkan Numeric Rating
Scale (NRS). Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat menerapkan uji Chi-Square
dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian : Hasil riset menandakan sebagian besar
responden menempuh nyeri ringan (49,3%). Usia terbanyak adalah 26–35 tahun (61,6%).
Penggunaan jarum 25G lebih dominan (74,0%). Responden tanpa sejarah PDPH sebanyak 82,2%
dan sebagian besar menempuh satu kali pungsi lumbal (78,1%). Hasil uji Chi-Square menandakan
terdapat kaitan signifikan antara usia (p=0,000), ukuran jarum (p<0,05), sejarah PDPH (p<0,05),
dan usaha pungsi lumbal (p=0,001) dengan kejadian PDPH. Kesimpulan : Terdapat kaitan
signifikan antara usia, ukuran jarum, sejarah Post Dural Puncture Headache (PDPH), dan jumlah
pungsi lumbal dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea. Saran : Disarankan
penggunaan jarum dengan ukuran lebih kecil serta meminimalkan jumlah pungsi lumbal untuk
menurunkan bahaya PDPH, serta bertambahkan kewaspadaan pada pasien dengan sejarah PDPH.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stroke adalah gangguan fungsi neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang sering menyebabkan gangguan keseimbangan. Pada pasien post stroke iskemik fase subakut, latihan core stability exercise dan weight shifting exercise dapat digunakan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas core stability exercise dan weight shifting exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada pasien post stroke iskemik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen two group pretest-posttest design pada 18 pasien post stroke iskemik fase subakut yang diambil dengan teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 4 minggu, dua kali seminggu. Keseimbangan diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann–Whitney. Hasil: Hasil uji Wilcoxon dari pre-post kedua kelompok menunjukkan peningkatan keseimbangan yang signifikan. Pada kelompok core stability exercise nilai p value = 0,007 (p<0,05) sedangkan pada kelompok weight shifting exercise nilai p value = 0,008 (p<0,05). Hasil dari uji Mann–Whitney dari kedua kelompok menunjukkan nilai p value = 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok, dimana weight shifting exercise memberikan peningkatan lebih besar. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan Kedua latihan efektif meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke iskemik, namun weight shifting exercise lebih efektif. Rekomendasi : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi fisioterapis dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke dengan memprioritaskan weight shifting exercise, serta core stability exercise sebagai latihan pendukung untuk meningkatkan kontrol postural.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penyakit stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Pada pasien dengan disfungsi neurologis, akan ada kerusakan sistem yang menghasilkan presentasi yang berbeda. Gangguan kontrol postural yang mengikuti lesi neurologis biasanya dapat menurunkan kemandirian, meningkatnya resiko jatuh, dan penurunan produksi gerakan yang terkoordinasi. Kontrol dan keseimbangan kaki sangat penting dalam meningkatkan kemampuan kontrol postural dan menjaga keseimbangan fungsional tubuh. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kontrol postural adalah foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept. Tujuan: Mengetahui pengaruh foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept terhadap kemampuan kontrol postural pasien pasca stroke di RS. Hermina Arcamanik Kota Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest–posttest control group design, dengan melibatkan dua kelompok penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 36 pasien. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah total sampling, dengan semua populasi digunakan sebagai sampel. Pengukuran kontrol postural menggunakan Postural Assessment Scale for Stroke (PASS). Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon. Hasil: Pada kelompok intervensi, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,0001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang sangat bermakna secara statistik antara nilai pre-test dan post-test. Kesimpulan : Foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan kontrol postural pada pasien pasca di RS. Hermina Arcamanik Kota Bandung.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Rendahnya tingkat kepatuhan lansia terhadap perilaku pencegahan hipertensi menjadi permasalahan kesehatan di tingkat komunitas, sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif dan inovatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code terhadap tingkat kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia di Posyandu Posyandu Tanjung Baru, Cikarang Timur Tahun 2025. Metode: ini menggunakan posyanduin kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 56 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi CERDIK menggunakan poster interaktif berbasis QR Code, sedangkan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) yang dimodifikasi. Hasil penelitian: berdasarkan hasil dari uji Wilcoxon diperoleh bahwa sebanyak 55 responden (98,2%) mengalami peningkatan tingkat kepatuhan, tidak terdapat responden yang mengalami penurunan (0%), dan 1 responden (1,8%) tidak mengalami perubahan. Nilai signifikan sebesar p = 0,001(p < 0, 05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code. Kesimpulan: penelitian ini Adalah edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan ilmu edukasi kesehatan berbasis digital, khususnya dalam media interaktif yang saat ini semakin berkembang, sehingga intervensi promosi dan pencegahan hipertensi dapat dilakukan secara lebih efektif dan inovatif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi utama sekaligus terbaik bagi bayi, terutama
pada enam bulan pertama kehidupannya. Namun, banyak ibu postpartum masih menghadapi
hambatan dalam produksi ASI yang dipengaruhi oleh faktor fisiologis maupun psikologis. Kondisi
ini menegaskan pentingnya penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan
pengetahuan ibu dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara paritas, usia, status gizi, dukungan keluarga, serta keterpaparan informasi dengan
tingkat pengetahuan ibu postpartum mengenai peningkatan produksi ASI di TPMB Bidan Jayanti
Kecamatan Cikarang Utara tahun 2025. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif
dengan desain cross-sectional. Sebanyak 50 responden dipilih melalui teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square, odds ratio (OR),
serta confidence interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas
(p=0,274), status gizi (p=1,000), usia (p=0,157), dan keterpaparan informasi (p=0,338) tidak
memiliki hubungan bermakna dengan pengetahuan ibu. Sebaliknya, dukungan keluarga
berpengaruh signifikan (p=0,001), di mana ibu tanpa dukungan keluarga berisiko 43 kali lebih
besar memiliki pengetahuan rendah (OR=43,000; CI 95%: 3,365–549,547). Dapat disimpulkan
bahwa dukungan keluarga merupakan faktor dominan dalam meningkatkan pengetahuan ibu
postpartum tentang produksi ASI. Temuan ini menekankan pentingnya melibatkan keluarga dalam
program edukasi laktasi guna mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian
lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi intervensi berbasis keluarga sebagai strategi
peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang sering dilakukan dalam proses persalinan, namun memiliki dampak berupa nyeri pascaoperasi. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk mendukung pemulihan pasien. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dinilai aman dan efektif untuk menurunkan nyeri. Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka Tahun 2025. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden post sectio caesarea yang dipilih secara total sampling. Teknik relaksasi napas dalam diberikan selama dua hari, dengan pengukuran nyeri menggunakan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat penurunan yang signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan intervensi (p < 0,001), dari nyeri berat menjadi sedang dan ringan. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea, dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan kebidanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sumber WHO menyatakan 422 juta orang menderita DM di tahun 2022. Ulkus neuropatik adalah luka yang disebabkan diabetesmilitus disertai kalus dan nekrosis sebaiknya secara teratur dilakukan debridement. Nyeri pada saat dilakukan debridement membuat pikiran dan aktivitas pasien terganggu, sehingga di butuhkan adanya manajemen nyeri dalam membantu mengurangi nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap skala nyeri pasien perawatan luka post debridemen di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel terdiri dari 30 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi relaksasi Benson. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skala nyeri sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi Benson, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,45 skala nyeri (p = 0,000). Sebelum intervensi, rata-rata skala nyeri adalah 5,50, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 5,05. Hasil ini sejalan dengan penelitian Wulansari (2019) yang menyatakan bahwa relaksasi Benson efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien ulkus diabetik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi relaksasi Benson efektif dalam menurunkan nyeri pasien perawatan luka post debridemen. Oleh karena itu, teknik ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan sebagai metode nonfarmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada periode post operatif sectio caesarea, tubuh pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan paparan lingkungan dingin sehingga membuat sebagian besar pasien mengalami hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kedaruratan medis yang muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas (suhu inti tubuh <36C) akibat respon dari induksi anestesi serta prosedur pembedahan yang harus ditangani sebagai prioritas. Pemberian blanket warmer merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan penata anestesi di PACU untuk memberikan penghangatan dari luar tubuh guna mengurangi kehilangan panas. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea dengan spinal anestesi di PACU RS. Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square dan binary logistic regressio. Hasil Penelitian: berdasarkan suhu tubuh pasien sebelum diberikan blanket warmer mangalami hipotermia kategori ringan 17 responden (56,7%), sedang 13 responden (43,3%), berdasarkan usia kategori remaja akhir 6 (20,0%), dewasa awal 14 (46,7%), dewasa akhir 10 (33,3%), berdasarkan lama operasi kategori cepat 17 (56,7%), sedang 13 (43,3%), berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 22 (73,3%), ASA III 8 (26,7%). Hasil uji chi square, p-value suhu sebelum diberikan blanket warmer (0,042), usia (0,002), lama operasi (0,003), ASA (1,000), artinya pada alpha 5% terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer dipengaruhi usia dan lama operasi. Hasil akhir OR uji binary logistic regression bernilai 12,675 maka pemberian blanket warmer berpengaruh untuk mengatasi hipotermia pasien post operatif sectio caesarea setelah dikontrol oleh variabel lama operasi. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea di PACU RS Sentra Medika Cikarang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Luka setelah operasi caesar adalah jaringan terbuka yang disebabkan oleh operasi caesar ketika
perempuan tidak bisa melakukan persalinan normal. Berdasarkan dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 23-24 Juni 2023 di RS Sentra Medika Cikarang dengan melakukan observasi dan wawancara kepada 10 orang ibu post sectio caesaria di Ruang Klinik Kandungan RS Sentra Medika
Cikarang ditemukan bahwa terdapat 4 orang ibu post sectio caesaria yang mengalami penyembuhan luka operasi yang cukup lama (lebih dari 7 hari pasca operasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka operasi post section caesarea di ruang poliklinik rumah sakit sentra medika cikarang tahun 2023.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif korelasi.
Populasi dan sample dalam penelitian ini sebanyak 85 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Hasil Dalam penelitian ini mayoritas usia responden yaitu Usia 20 – 35 tahun sebanyak 52 orang
(61,2%), mayoritas Nutrisi responden yaitu BB Ideal sebanyak 40 responden (47,1%), dan responden yang melakukan mobilisasi dini 6-10 jam sebanyak 51 orang (60%).Tidak Ada hubungan antara Usia dengan Penyembuhan Luka Post SC dengan nilai p-value 1,000. Ada hubungan yang signifikan antara Nutrisi dengan Penyembuhan Luka Post SC dengan nilai p-value 0,007. Ada hubungan yang signifikan antara Mobilisasi dini dengan Penyembuhan Luka Post SC nilai p-value 0,000.
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak Ada hubungan antara Usia dengan Penyembuhan Luka Post
SC. Ada hubungan yang signifikan antara Nutrisi dengan Penyembuhan Luka Post SC. Ada hubungan yang signifikan antara Mobilisasi dengan Penyembuhan Luka Post SC. Saran dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam penyembuhan Luka post sectio caesaria khususnya di Ruang Klinik Kandungan RS Sentra Medika Cikarang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2021, tingkat pemberian ASI hanya 44% bayi di bawah usia enam bulan yang disusui secara eksklusif sementara 68% wanita terus menyusui bayinya setidaknya selama satu tahun, sedangkan targetnya 70-80% angka ini jauh dari target yang diharapkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Jumlah responden 35 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di TPMB Edeh Patmawati terhitung dari bulan November - Desember Tahun 2023. Pengumpulan data menggunakan kuisioner.
Hasil dari penelitian didapatkan uji wilcoxone signed ranks test nilai 0,000 (p<0,005) ada ada pengaruh pijat laktasi dengan teknik oksitosin pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Disarankan kepada praktek bidan mandiri diadakan pelayanan Pijat Oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada masa nifas serta melatih keluarga klien sehingga dapat melaksanakan pijat oksitosin secara mandiri dirumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan Di Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%. Hasil studi pendahuluan berdasarkan hasil wawancara, belum ada penanganan meningkatkan produksi volume ASI dengan teknik marmet. Tujuan penelitian unu untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap produksi ASI pada ibu post partum di TPMB R, Cibitung tahun 2023. Metode penlitian pre eksperimen, one group pretest posttest. Populasi berjumlah 30 ibu post partum dengan sampel penelitian sebanyak 30 responden, dengan total sampling. Instrumen penelitian lembar
observasi volume ASI. Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan produksi ASI ibu post partum sebelum diberikan intervensi teknik marmet, produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 73,3%, sedangkan setelah diberikan intervensi teknik marmet produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 40%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,002 < a 0,05. Kesimpulan penelitian ini, terdapat pengaruh pemberian teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada periode post operatif sectio caesarea, tubuh pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan paparan lingkungan dingin sehingga membuat sebagian besar pasien mengalami hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kedaruratan medis yang muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas (suhu inti tubuh 36◦C) akibat respon dari induksi anestesi serta prosedur pembedahan yang harus ditangani sebagai prioritas. Pemberian blanket warmer merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan penata anestesi di PACU untuk memberikan penghangatan dari luar tubuh guna mengurangi kehilangan panas. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea dengan spinal anestesi di PACU RS. Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square dan binary logistic regressio. Hasil Penelitian: berdasarkan suhu tubuh pasien sebelum diberikan blanket warmer mangalami hipotermia kategori ringan 17 responden (56,7%), sedang 13 responden (43,3%), berdasarkan usia kategori remaja akhir 6 (20,0%), dewasa awal 14 (46,7%), dewasa akhir 10 (33,3%), berdasarkan lama operasi kategori cepat 17 (56,7%), sedang 13 (43,3%), berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 22 (73,3%), ASA III 8 (26,7%). Hasil uji chi square, p-value suhu sebelum diberikan blanket warmer (0,042), usia (0,002), lama operasi (0,003), ASA (1,000), artinya pada alpha 5% terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer dipengaruhi usia dan lama operasi. Hasil akhir OR uji binary logistic regression bernilai 12,675 maka pemberian blanket warmer berpengaruh untuk mengatasi hipotermia pasien post operatif sectio caesarea setelah dikontrol oleh variabel lama operasi. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea di PACU RS Sentra Medika Cikarang (90,63%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Spinal anestesi menjadi pilihan utama yang paling sering digunakan dibandingkan dengan anestesi general, karena efek anestesi general terhadap ibu dan bayi lebih besar dibandingkan dengan spinal anestesi. Sedangkan General anestesi dikaitkan dengan peristiwa depresi neonatus yang membutuhkan resusitasi, karena obat anestesi general dapat menembus sawar plasenta, sementara itu spinal anestesi memiliki keuntungan seperti, pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan (rancangan cross sectional). Responden dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mayor menggunakan teknik spinal anestesi berjumlah 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan lama puasa responden, sebanyak 1 responden (3,3%) puasa ≥ 8 jam. Dari hasil penelitian, responden dengan puasa ≤6-8 jam lebih banyak mengalami mual muntah sebanyak 29 responden (96,7%). hasil analisis didapatkan Usia kategori 20-35 tahun dengan kejadin tidak mual sebanyak 14 dari 27 responden (90%), sedangkan usia >35 tahun dengan kejadian tidak mual sebanyak 2 dari 3 responden (10%). hasil analisis didapatkan Paritas Persalinan dengan kategori Primipara dengan kejadin tidak mual sebanyak 5 dari 27 responden (90%), sedangkan Paritas persalinan dengan kejadian mual sebanyak 3 dari 3 responden (10%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value 0,023 (p-value a0,05), sehingga hipotesis H0 ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual muntah. Kesimpulan: Ada pengaruh lama puasa dengan kejadian mual pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah yang timbul salah satunya adalah Kekerasan dalam rumah tangga, Kekerasan dalam rumah tangga merupakan perilaku, perbuatan dan perkataan kasar kepada seseorang dengan menggunakan ancaman, kekerasan fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan serangan yang menimbulkan luka fisik terhadap seseorang bahkan bisa menyebabkan kematian terhadap anggota keluarga. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh media Poster dan Ceramah terhadap pengetahuan kader tentang KDRT di desa Karang Asih. Kader yang merupakan perpanjangan tangan informasi atas pengetahuan faktanya memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 90% yang memiliki pengetahuan cukup tentang KDRT. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner dan Poster. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis bivariat adalah uji Uji Paired T Test hasil p-value < 0,05, artinya terdapat perbedaan pengetahuan kader tentang KDRT sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan Metode Poster dan Ceramah. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh dari 30 responden menyatakan bahwa kader yang memiliki pengetahuan rendah tentang KDRT sebanyak 3 (10%), Kader yang memiliki pengetahuan sedang tentang KDRT sebanyak 27 (90%). hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil p-value < 0,05, artinya terdapat perbedaan antara pengetahuan kader tentang KDRT sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, maka bermakna ada pengaruh poster dan ceramah terhadap pengetahuan kader tentang KDRT. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Kader di Desa Karang Asih dapat ditarik kesimpulan. Pengetahuan Kader setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media Poster dan Ceramah menunjukan adanya peningkatan pengetahuan pada Kader, bahwa adanya pengaruh pengetahuan terhadap Kader tentang KDRT setelah diberikan media Poster dan Ceramah.