Abstrak
Latar Belakang: Stroke adalah gangguan fungsi neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang sering menyebabkan gangguan keseimbangan. Pada pasien post stroke iskemik fase subakut, latihan core stability exercise dan weight shifting exercise dapat digunakan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas core stability exercise dan weight shifting exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada pasien post stroke iskemik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen two group pretest-posttest design pada 18 pasien post stroke iskemik fase subakut yang diambil dengan teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 4 minggu, dua kali seminggu. Keseimbangan diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann–Whitney. Hasil: Hasil uji Wilcoxon dari pre-post kedua kelompok menunjukkan peningkatan keseimbangan yang signifikan. Pada kelompok core stability exercise nilai p value = 0,007 (p<0,05) sedangkan pada kelompok weight shifting exercise nilai p value = 0,008 (p<0,05). Hasil dari uji Mann–Whitney dari kedua kelompok menunjukkan nilai p value = 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok, dimana weight shifting exercise memberikan peningkatan lebih besar. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan Kedua latihan efektif meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke iskemik, namun weight shifting exercise lebih efektif. Rekomendasi : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi fisioterapis dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke dengan memprioritaskan weight shifting exercise, serta core stability exercise sebagai latihan pendukung untuk meningkatkan kontrol postural.