Abstrak
Latar belakang: Rendahnya pengetahuan calon akseptor mengenai efek samping kontrasepsi dapat memengaruhi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Konseling menggunakan media visual seperti poster merupakan salah satu upaya edukasi yang efektif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media poster terhadap peningkatan pengetahuan akseptor KB suntik tentang efek samping di Desa Sukamaju Tahun 2026, serta melihat hubungan variabel confounding (usia, dan riwayat KB) dengan pengetahuan post-test. Metode:Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 42 responden calon akseptor KB di Desa Sukamaju RT.002 RW.005. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test untuk menilai pengaruh intervensi dan uji bivariat (Likelihood Ratio & Fisher's Exact) untuk menganalisis hubungan variabel confounding. Hasil: Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata (mean) pengetahuan responden tentang efek samping KB suntik secara signifikan, yaitu dari 11,48 saat pre-test menjadi 16,07 saat post-test dengan nilai p < 0,001 (t = -33,647). Lebih lanjut, hasil analisis bivariat terhadap variabel confounding mengungkapkan bahwa karakteristik usia p < 0,001, dan riwayat KB p < 0,001, memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan tingkat pengetahuan post-test calon akseptor KB. Kesimpulan: Konseling menggunakan media poster berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan calon akseptor KB mengenai efek samping KB suntik di Desa Sukamaju RT.002 RW.005 Tahun 2026. Selain itu, faktor usia, dan riwayat KB, secara signifikan berhubungan dengan tingkat pengetahuan akhir responden.