Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: Produksi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN SAYUR DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA TELAJUNG TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Khusnul Fadila Nim : 020319623 PENGARUH PEMBERIAN SAYUR DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA TELAJUNG TAHUN 2023 x + 48 Hal + 4 Tabel + 4 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Pemberian ASI secara normal sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental serta kecerdasan pada bayi. Masalah kurangnya ASI pada ibu menyusui yaitu kurangnya ibu dalam mengkonsumsi makanan yang sehat dan tinggi kalori menjadi salah satu penyebab produksi ASI yang kurang dan tidak lancar. Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi, Pada penelitian ini dilakukan upaya nonfarmakologi yaitu dengan sayur daun katuk yang didalamnya mengandung alkaloid dan sterol yang dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-5 bulan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997) dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh sayur daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu menyusui dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Diharapkan hasil pemaparan dalam artikel yang ditemukan dapat memotivasi ibu menyusui untuk mencoba mengkonsumsi daun katuk sebagai asupan tambahan untuk meningkatkan produksi ASI. Kata Kunci: Sayur Daun Katuk, Produksi ASI Daftar Pustaka: 7 buku dan 10 Jurnal (2010-2019)

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas di Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Keterbatasan produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) pada hari-hari pertama pascapersalinan menjadi hambatan utama dalam pencapaian cakupan ASI eksklusif. Hambatan ini memicu risiko gangguan pertumbuhan anak hingga meningkatnya angka kejadian stunting. Intervensi nonfarmakologis berupa pijat oksitosin di area vertebra torakalis dinilai efektif merangsang refleks pancaran (let-down reflex) melalui stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemijatan oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2026. Metode: Penelitian pra-eksperimental ini mengadopsi rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti pada bulan Juli 2026. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling sehingga didapatkan 30 ibu nifas. Intervensi pijat oksitosin diberikan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan gelas ukur laktasi. Analisis data bivariat diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test karena distribusi data tidak normal. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan seluruh ibu berada pada usia reproduksi sehat (100%), mayoritas berstatus multipara (60%), dan tidak bekerja (86,7%). Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) memiliki produksi ASI kategori kurang (<250 ml). Paschaintervensi, terjadi peningkatan signifikan di mana 15 responden (50%) mencapai kategori cukup dan 10 responden (33,3%) kategori lebih. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,796 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Intervensi ini direkomendasikan sebagai asuhan kebidanan komplementer rutin di puskesmas serta dimaksimalkan melalui pemberdayaan keluarga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di Desa Ciantra Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, sehingga kelancaran produksi dan pengeluarannya penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Produksi ASI yang optimal mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi serta keberlanjutan proses menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang membantu relaksasi ibu dan mendukung refleks pengeluaran ASI, sedangkan teknik Marmet memberikan stimulasi mekanis secara langsung pada payudara untuk membantu pengeluaran ASI. Kombinasi kedua teknik tersebut diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan produksi ASI antara pemberian pijat oksitosin dan kombinasi pijat oksitosin dengan teknik Marmet pada ibu nifas di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Kelompok pertama diberikan pijat oksitosin, sedangkan kelompok kedua diberikan kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satuan mL. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil menunjukkan rata-rata produksi ASI pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari 19,92 mL menjadi 30,89 mL, sedangkan kelompok kombinasi meningkat dari 20,94 mL menjadi 42,81 mL. Peningkatan masing-masing sebesar 10,97 mL dan 21,87 mL, dengan p < 0,001. Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001), dengan selisih rata-rata peningkatan sebesar 10,91 mL. Kesimpulan pada kedua intervensi didapatkan peningkatan produksi ASI, namun kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pijat oksitosin saja. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI pada ibu nifas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsumsi Sayur Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Sukarapih Wilayah Kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi ASI yang kurang merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan nutrisi ibu melalui konsumsi pangan yang berpotensi sebagai laktagogum, salah satunya sayur daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan sayur bening daun kelor ±100gram satu kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi daun kelor. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI kelompok kontrol meningkat dari 205,66 ml menjadi 236,00 ml, dengan peningkatan 30,33 ml. Pada kelompok intervensi, rata-rata produksi ASI meningkat dari 215,13 ml menjadi 281,20 ml, dengan peningkatan 66,06 ml. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001 pada kedua kelompok. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001, dengan selisih rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 35,73 ml antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Konsumsi sayur daun kelor selama 7 hari menunjukkan peningkatan produksi ASI yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan dapat memperhatikan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Woolwich Massage Terhadap Peningkatan Produkasi ASI pada Ibu Menyusui di Puskesmas Kecamatan Batujaya Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi ASI yang belum optimal pada masa nifas dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian ini mengetahui pengaruh Woolwich Massage terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Kecamatan Batujaya Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 40 ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok Woolwich Massage (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi. Woolwich Massage dilakukan selama 3 hari, 2 kali sehari dengan durasi 15 menit. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk, Paired Samples t-Test, dan Independent Samples t-Test. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata produksi ASI kelompok Woolwich Massage meningkat dari 155,55 ml menjadi 248,65 ml dengan peningkatan 93,10 ml dan hasil Paired Samples t-Test p=0,000. Pada kelompok kontrol, rata-rata produksi ASI meningkat dari 180,10 ml menjadi 187,15 ml dengan peningkatan 7,05 ml dan p=0,000. Uji Independent Samples t-Test terhadap selisih peningkatan menunjukkan t=9,611; df=37,740; p=0,000 dengan mean difference 61,50 ml (95% CI 48,542–74,458). Kesimpulan: Terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI yang signifikan antara kelompok Woolwich Massage dan kelompok kontrol. Woolwich Massage dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Saran: Woolwich Massage dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan ibu nifas untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Marmet Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas di Puskesmas Sukatenang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi ASI yang tidak optimal merupakan salah satu kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu nifas. Teknik Marmet merupakan metode nonfarmakologis berupa kombinasi pijatan dan pemerahan payudara secara manual yang dapat membantu merangsang pengeluaran ASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik Marmet terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sukatenang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah pemberian teknik Marmet. Intervensi dilakukan dua kali sehari selama tiga hari dengan durasi 15 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 24 responden (80,0%) memiliki produksi ASI tidak lancar dan 6 responden (20,0%) lancar. Setelah intervensi, 27 responden (90,0%) memiliki produksi ASI lancar dan 3 responden (10,0%) tidak lancar. Rata-rata produksi ASI meningkat dari 18,67 ± 5,026 mL menjadi 42,50 ± 7,873 mL. Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan seluruh responden mengalami peningkatan produksi ASI dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Teknik Marmet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sukatenang Tahun 2026 dan dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan untuk mendukung optimalisasi produksi ASI.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Sikap Remaja Putri tentang Pencegahan Perilaku Masturbasi yang Berisiko pada Kesehatan Reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan

2026•Koleksi Perpustakaan

Perilaku masturbasi yang berisiko pada remaja dapat memberikan dampak terhadap kesehatan reproduksi apabila tidak disertai dengan pemahaman dan sikap yang tepat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk sikap positif remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Berdasarkan survei pendahuluan terhadap 10 siswi, sebanyak 70% siswi telah terpapar informasi terkait perilaku seksual dan masturbasi, sedangkan 30% lainnya masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai masturbasi dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap remaja terhadap pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMPN 5 Cikarang Selatan sebanyak 566 orang, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sikap meningkat dari 82,97 sebelum intervensi menjadi 106,53 setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Hasil uji menunjukkan nilai t = -8,223 dengan p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu mengalami produksi ASI tidak lancar. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa galaktagog yang berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan produksi ASI setelah pemberian rebusan daun kelor dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dan bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penerang: Pemberdayaan Remaja Putri Melalui Edukasi Kesehatan dan Pemberian Hemoping (Hemoglobin Doping) Sebagai Upaya Mewujudkan Zero New Stunting Generasi Mendatang

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang berperan adalah anemia pada remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non farmakologis untuk mencegah anemia sejak remaja. Intervensi yang dapat dilakukan adalah edukasi kesehatan mengenai stunting, anemia, gizi seimbang, dan kesehatan reproduksi sebagai upaya mempersiapkan remaja putri memasuki masa kehamilan dan peran sebagai ibu, sehingga risiko stunting dapat dicegah. Selain edukasi, intervensi nonfarmakologis lainnya adalah pemberian makanan tambahan berupa HEMOPING yang kaya zat besi, dari buah naga dan daun kelor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual dan buku saku terhadap peningkatan pengetahuan, serta pengaruh pemberian HEMOPING terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 1 Babelan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 34 responden yang mendapatkan intervensi edukasi kesehatan dan 24 responden yang mendapatkan intervensi HEMOPING, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi kesehatan dengan hasil signifikan (0,003 < 0,05). Intervensi HEMOPING juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, dan pemberian HEMOPING berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Program PENERANG yang mengkombinasikan edukasi kesehatan dan pangan lokal berkontribusi dalam upaya mewujudkan Zero New Stunting pada generasi mendatang.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Bekerja di TPMB Wawang Putri Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Ibu bekerja menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh anak, yang sering kali menghadapi kendala dalam mempertahankan produksi ASI secara optimal. Tantangan seperti stres kerja, kurangnya waktu menyusui, dan minimnya fasilitas laktasi dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang mulai dimanfaatkan untuk mengatasi hal tersebut adalah konsumsi sari kacang hijau, karena kandungan nutrisinya yang dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap produksi ASI pada ibu bekerja di TPMB Wawang Putri tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 ibu bekerja dengan bayi usia 0–6 bulan, yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian 250 ml sari kacang hijau dua kali sehari selama tujuh hari. Volume ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan gelas ukur, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI yang signifikan secara statistik (p < 0,05) setelah intervensi konsumsi sari kacang hijau selama tujuh hari. Kesimpulan: Sari kacang hijau efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu bekerja, serta memiliki potensi sebagai intervensi gizi berbasis pangan lokal yang murah dan mudah diakses untuk mendukung keberhasilan laktasi eksklusif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Postpartum Terhadap Peningkatan Produksi ASI di TPMB Bidan Jayanti Kecamatan Cikarang Utara

2025•Koleksi Perpustakaan

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi utama sekaligus terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupannya. Namun, banyak ibu postpartum masih menghadapi hambatan dalam produksi ASI yang dipengaruhi oleh faktor fisiologis maupun psikologis. Kondisi ini menegaskan pentingnya penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas, usia, status gizi, dukungan keluarga, serta keterpaparan informasi dengan tingkat pengetahuan ibu postpartum mengenai peningkatan produksi ASI di TPMB Bidan Jayanti Kecamatan Cikarang Utara tahun 2025. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 50 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square, odds ratio (OR), serta confidence interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (p=0,274), status gizi (p=1,000), usia (p=0,157), dan keterpaparan informasi (p=0,338) tidak memiliki hubungan bermakna dengan pengetahuan ibu. Sebaliknya, dukungan keluarga berpengaruh signifikan (p=0,001), di mana ibu tanpa dukungan keluarga berisiko 43 kali lebih besar memiliki pengetahuan rendah (OR=43,000; CI 95%: 3,365–549,547). Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor dominan dalam meningkatkan pengetahuan ibu postpartum tentang produksi ASI. Temuan ini menekankan pentingnya melibatkan keluarga dalam program edukasi laktasi guna mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi intervensi berbasis keluarga sebagai strategi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijat Oketani Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Produksi ASI pada ibu menyusui tidak selalu berjalan optimal, dan salah satu permasalahan yang kerap muncul adalah jumlah ASI yang tidak mencukupi. Kondisi ini menjadi hambatan dalam pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, padahal program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting (Juniar & Akhyar, 2023). Pijat Oketani merupakan bentuk intervensi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pijt oketani pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kebupaten Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian metode ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test Lokasi penelitian di Posyandu Merpati 8 Desa karang Asih Cikarang Utara. Populasinya adalah ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung ke posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi. Sampel pada penelitian ini Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan sebanyak 15 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan Total Sampling. Dengan sampel jumlah minimal. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI, dan sebagai variabel dependen Produksi ASI pada ibu menyusui. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025. Hasil uji Wilcoxon P-value 0,001 < α=0,05. Kesimpulan adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Saran peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut memberikan edukasi dan informasi tentang cara untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaragam Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Selain itu, karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas berusia <35 tahun (73%), menikah ≤5 tahun (60%), berpendidikan rendah (62%), dan tidak bekerja (53%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Pijat Breast Care dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di TPMB Bidan A Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : WHO Merekomendasikan bahwa memberikan air susu ibu (ASI) secara ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan bagian dari pelaksanaan standar emas pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Cakupan pemberian ASI Dinkes Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%, pemberian ASI Eksklusif mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 65,53%. Studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Juli - Agustus terhadap ibu nifas yang berada di TPMB Bidan. A terdapat 50% yang mengeluh ASI nya tidak keluar lancar dan keluarpun dengan jumlah ASI yang sedikit, atas dasar tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifal di TPMB Bidan.A Kabupaten Bekasi. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest pottest desilgn. Populalsil peneliltilaln yalknil ilbu post palrtum halril ke 1 salmpalil 42 hari pada bulan Juli dil TPMB Bildaln.A sebanyak 35 responden. teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 35 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Range List Hasil : Hasiil Uji Wilcoxone Range List diperoleh nilai p= 0.001 <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Bidan.A Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2024 Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Bidan.A. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam memberikan KIE kepada pasien tentang perawatan payudara dan pijat oksitosin sehingga dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI ekslusif.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi dengan Emivo (Education Media Video) Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Usia 10-12 Tahun di SDN Karang Sentosa 02

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Karena kurangnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi, mengakibatkan remaja saat ini sering kali mendapatkan informasi yang keliru serta dapat menjerumuskan mereka kearah penyimpangan perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Dengan EMIVO (Education Media Video) Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Usia 10-12 Tahun Di SDN Karang Sentosa 02. Metode: Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Peneliti menggunakan jenis penelitian Pre-Eksperimental Pretest-Post Test Only One Group Design dengan teknik pengambilan sampel puposive sampling, populasi sebanyak 158 siswa, dan sampel sebanyak 61 siswa. Instrumen yang dipakai pada riset ini berupa lembaran kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah anilsa univariat dan bivariat berupa kolmogorov-smirnov dengan nilai signifikan a > 0,05. Hasil : Berdasrkan hasil data yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa dari 61 responden terdapat paling banyak 26 orang (42,6%), berusia 12 Tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 35 orang (57,4%), Sejumlah 61 responden, sebanyak 45 orang (73,8%) siswa di SDN Karang Sentosa 02 berpengetahuan Baik sebelum diberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui video dan, sebanyak 61 orang (100,0%) siswa di SDN Karang Sentosa 02 berpengetahuan Baik setelah diberikan edukasi kesehatan reproduksi melalui video. Kesimpulan : Dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh edukasi kesehatan reproduksi dengan EMIVO (Education Media Video) terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja Usia 10-12 tahun di SDN Karang Sentosa 02. Dengan nilai p tingkat kepercayaan 95% sebesar 0,200>0,05.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Jus Delima Naga (Dragon Pome Juice) Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di TPMB Jamilah Sukajaya Cibitung Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Menyusui merupakan salah satu proses bounding antara ibu dan bayinya, salah satu indikator keberhasilan menyusui adalah pemberian ASI ekslusif. Menurut data WHO tahun 2019 cakupan ASI ekslusif di dunia sebesar 36%. Sedangkan WHO menetapkan target cakupan ASI eksklusif sebesar 50% ( Hafid, R.A., dkk., 2024). Cakupan Asi ekslusif di Indonesia sebesar 67,96% tahun 2022 (WHO, 2023). Salah satu kendalanya adalah karena produksi ASI yang sedikit. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan mengkonsumsi jus delima naga (Dragon Pome Juice), kandungan buah naga dan delima menjadi pilihan yang tepat untuk ibu menyusui karena mengandung banyak vitamin dan mineral penting dalam meningkatkan produksi ASI yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus delima naga (Dragon Pome Juice) dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain penelitian Pre-experimental dengan menggunakan One Group Pre test-Post test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum hari ke -8 sedang menyusui dalam 3 bulan terakhir. Sampel pada penelitian ini yaitu Ibu post partum hari ke -8 menyusui yang datang ke TPMB Jamilah dalam 3 bulan terakhir sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan Accidental Sampling. Peneliti menggunakan sampel jumlah minimal. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adanya pengaruh jus delima naga (Dragon Pome Juice) terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di TPMB Jamilah Sukajaya, Cibitung, Bekasi Tahun 2023. Hasil P-value 0,000 < a=0,05. Kesimpulan Jus delima naga (Dragon Pome Juice) dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Saran untuk ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi jus delima naga (Dragon Pome Juice) dalam meningkatkan produksi ASI.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsumsi Temulawak Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Nifas di TPMB Bidan Emi Yunita Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Air Susu Ibu ( ASI ) merupakan makanan yang ideal bagi pertumbuhan neonates. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi Asi dengan berupa pemijatan dan mengonsumsi makanan bergizi berbagai macam tumbuhan yang dapat membantu pengeluaran dan produksi Asi antara lain jamu Temulawak dan daun katuk. Kandungan Temulawak merupakan jamu tradisional yang dapat membantu melancarkan produksi Asi bagi ibu nifas.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi temulawak terhadap kelancaran produksi Asi pada ibu nifas di TPMB Emi Yunita Tahun 2023.Metode penelitian yang digunakan adalah metode One Group Pretest Posttest.Pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang.Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji statistic Wilcoxon. Penelitian ini menggunakan data primer yang di ukur menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata mengalami kenaikan produksi Asi setelah diberikan Temulawak pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol. Hasil analisis menggunakan Uji statistic Wilcoxson dengan P-value 0,000< 0,05 artinya Ho di tolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian Temulawak terhadap kelancaran produksi Asi pada ibu nifas di TPMB Emi Yunita, Tahun 2023. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan terapi non invasif yang dapat ditawarkan kepada ibu menyusui dalam rangka meningkatkan produksi ASI sehingga dapat mencapai target ASI eksklusif.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI di TPMB Edeh Patmawati Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2021, tingkat pemberian ASI hanya 44% bayi di bawah usia enam bulan yang disusui secara eksklusif sementara 68% wanita terus menyusui bayinya setidaknya selama satu tahun, sedangkan targetnya 70-80% angka ini jauh dari target yang diharapkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Jumlah responden 35 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di TPMB Edeh Patmawati terhitung dari bulan November - Desember Tahun 2023. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian didapatkan uji wilcoxone signed ranks test nilai 0,000 (p<0,005) ada ada pengaruh pijat laktasi dengan teknik oksitosin pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023. Disarankan kepada praktek bidan mandiri diadakan pelayanan Pijat Oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada masa nifas serta melatih keluarga klien sehingga dapat melaksanakan pijat oksitosin secara mandiri dirumah.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum di TPMB R Cibitung Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan Di Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%. Hasil studi pendahuluan berdasarkan hasil wawancara, belum ada penanganan meningkatkan produksi volume ASI dengan teknik marmet. Tujuan penelitian unu untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap produksi ASI pada ibu post partum di TPMB R, Cibitung tahun 2023. Metode penlitian pre eksperimen, one group pretest posttest. Populasi berjumlah 30 ibu post partum dengan sampel penelitian sebanyak 30 responden, dengan total sampling. Instrumen penelitian lembar observasi volume ASI. Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan produksi ASI ibu post partum sebelum diberikan intervensi teknik marmet, produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 73,3%, sedangkan setelah diberikan intervensi teknik marmet produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 40%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,002 < a 0,05. Kesimpulan penelitian ini, terdapat pengaruh pemberian teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail