ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA xvi + 62 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Teknik menyusui yang benar adalah cara pemberian ASI pada bayi dengan perlekatan, posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya ibu Menyusui bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan uji analisis chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) memiliki pengetahuan kurang baik. Terdapat 44 responden (53,7%) memiliki usia beresiko. Terdapat 42 responden (51,2%) memiliki sikap baik. Terdapat 43 responden (52,4%) memiliki dukungan keluarga tidak mendukung. Nilai p-value menunjukan (α=0,05) yang artinya ada hubungan antara faktor pengetahuan, usia, sikap, dukungan keluarga dengan teknik menyusui yang benar. Kesimpulan : Adanya hubungan antara faktor pengaruh dengan teknik menyusui yang benar di Desa Sukarasa. Saran : Diharapkan pada penelitian ini responden dapat menambah pengetahuan tentang Teknik Menyusui yang benar. Diharapkan bagi peneliti selanjunya dapat mengembangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan Teknik Menyusui yang benar. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Sikap, Teknik Menyusui Yang Benar, Usia. Daftar Pustaka : 1 buku dan 28 jurnal (2013-2023)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Trismayani Masnan NIM : (020319645) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA TAHUN 2023 xv + 49 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu menjadi lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal sehingga dapat mempengaruhi produksi ASI dan selanjutnya bayi tidak mau menyusu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, peneliti menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya adalah ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 82 responden, teknik sampling menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) yang memiliki pengetahuan kurang baik, sedangkan terdapat 29 responden (35,4%) yang memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar. Variabel usia terdapat 44 responden (53,7%) yang merupakan kategori usia beresiko, dan terdapat 38 responden (46,3%) yang kategori usia tidak beresiko. Variabel sikap dari 82 responden terdapat 40 responden (48,8%) yang kategori sikap kurang baik, dan terdapat 42 responden (51,2%) yang merupakan kategori sikap baik. Variabel dukungan kelurga terdapat 43 responden (52,4%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori tidak mendukung, sedangkan terdapat 39 responden (47,6%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori mendukung. Hasil uji chi-square pada variabel pengetahuan menunjukan bahwa nilai P-value 0,002 ( α = 0,05) dengan Odd Ratio (OR) dengan Odd Ratio (OR) = 5.402. Variabel usia menunjukan nilai P-value 0,039 ( α = 0,05), dengan (OR) = 2.851. Variabel sikap menunjukan nilai P-value 0,014 ( α = 0,05), dengan (OR) = 0.291. Variabel dukungan keluarga menunjukan nilai P-value 0,023 ( α = 0,05), dengan (OR) = 3.125. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa dari semua variabel yang diteliti ditemukan adanya pengaruh terhadap teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Teknik menyusui yang benar penting dalam mendukung keberhasilan dan efektivitas pemberian ASI. Namun, masih ditemukan ibu menyusui yang memiliki keterbatasan pengetahuan dalam memahami dan menerapkan teknik menyusui yang benar. Berdasarkan studi pendahuluan di Posyandu Desa Karang Asih, dari 14 ibu menyusui yang diamati, sebanyak 11 ibu (78,57%) belum mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar, sedangkan 3 ibu (21,43%) telah mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh ibu menyusui. Salah satu media edukasi yang dapat digunakan adalah poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media poster terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Edukasi diberikan menggunakan media poster, sedangkan data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data dan uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ibu menyusui meningkat dari 12,94 ± 2,588 sebelum edukasi menjadi 17,80 ± 2,040 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 4,86 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui media poster, dengan nilai Z = -5,105 dan p-value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi ASI yang kurang merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan nutrisi ibu melalui konsumsi pangan yang berpotensi sebagai laktagogum, salah satunya sayur daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan sayur bening daun kelor ±100gram satu kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi daun kelor. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI kelompok kontrol meningkat dari 205,66 ml menjadi 236,00 ml, dengan peningkatan 30,33 ml. Pada kelompok intervensi, rata-rata produksi ASI meningkat dari 215,13 ml menjadi 281,20 ml, dengan peningkatan 66,06 ml. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001 pada kedua kelompok. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001, dengan selisih rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 35,73 ml antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Konsumsi sayur daun kelor selama 7 hari menunjukkan peningkatan produksi ASI yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan dapat memperhatikan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pemberian ASI optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu mengalami produksi ASI tidak lancar. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa galaktagog yang berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan produksi ASI setelah pemberian rebusan daun kelor dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dan bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Produksi ASI pada ibu menyusui tidak selalu berjalan optimal, dan salah satu permasalahan
yang kerap muncul adalah jumlah ASI yang tidak mencukupi. Kondisi ini menjadi hambatan dalam
pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, padahal program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting (Juniar & Akhyar, 2023). Pijat Oketani merupakan bentuk intervensi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pijt oketani pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kebupaten Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian metode ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test Lokasi penelitian di Posyandu Merpati 8 Desa karang Asih Cikarang Utara. Populasinya adalah ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung ke posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi.
Sampel pada penelitian ini Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan sebanyak 15 responden. Teknik
pengambilan sample menggunakan Total Sampling. Dengan sampel jumlah minimal. Variabel
independent dalam penelitian ini adalah pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI, dan sebagai
variabel dependen Produksi ASI pada ibu menyusui. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025. Hasil uji Wilcoxon P-value 0,001 < α=0,05. Kesimpulan adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Saran peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut memberikan edukasi dan informasi tentang cara untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 71,2% dari 80%. Berdasarkan data tersebut faktor usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif di kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Metode: Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang dating ke TPMB Siti Halimah. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil : Menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024, diharapkan faktor-faktor tersebut tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Arti ASI ialah konsumsi bayi yang berarti serta nutrisi natural terbaik buat anak sebab memiliki kemauan energi serta zat yang diperlukan sepanjang 6 bulan dini kehidupan anak. Pemberian Jus kurma Ajwa dan Susu Almond ialah minuman berbentuk kombinasi 100 gr atau 15 butir kurma yang direndam dengan air matang 100ml dan ditambah susu almond 250ml dan diblender, disaring dan direbus hingga mendidih selama 5-10 menit, di konsumsi 1x sehari selama 7 hari pada ibu menyusui. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui di TPMB Nengsih Patmawati Amd.Keb Desa Tanjung Baru, Cikarang Timur, Kab. Bekasi Tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Design dengan pendekatan One Grup Pretest dan Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu menyusui di TPMB Nengsih Patmawati pada bulan Januari- April 2024 dengan jumlah populasi 30 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi ASI. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukan bahwa ada Pengaruh Pemberian Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond terhadap Kelancaran ASI pada Ibu menyusui dengan Asymp. Sig mempunyai nilai <0,001 (P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa Pemberian Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond berpengaruh terhadap kelancaran ASI pada Ibu Menyusui. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai pengaruh Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond terhadap Kelancaran ASI pada ibu menyusui dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond menjadi salah satu produk Inovasi dalam Bidang Kebidanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 80% yaitu 71,2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Saran : diharapkan faktor-faktor baik eksternal maupun internal tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 80% yaitu 71,2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Saran : diharapkan faktor-faktor baik eksternal maupun internal tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Produksi ASI suatu proses pembentukan ASI yang melibatkan hormon prolaktin dan
hormon oksitosin, masalah yang ditimbulkan dari ibu menyusui adalah produksi ASI yang
tidak maksimal, sehingga banyak bayi yang kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi karena ibu
tidak dapat memberikan ASI maksimal yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi. Sayursayuran
mampu meningkatkan volume air susu ibu. Selain sayur-sayur tersebut, buah-buahan yang mengandung banyak air akan membantu ibu menghasilkan ASI yang berlimpah. Jumlah ASI yang sedikit juga dapat diatasi ibu dengan mengkonsumsi daun kacang panjang.
Lembayung atau daun kacang panjang mengandung sipinon dan polifenol yang berperan dalam
reflek prolactin, sehingga merangsang alveoli untuk memproduksi susu sebagai makanan yang
dapat meningkatkan produksi ASI. Selain daun kacang panjang ibu juga dapat mengkonsumsi
sayuran lain seperti daun katuk dan daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan dari
penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap kelancaran
produksi ASI pada ibu Menyusui di TPMB A Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang tahun 2023
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-post test design,
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum di di TPMB A Kecamatan
Kotabaru, Kabupaten Karawang penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sebanyak
30 orang Teknik pengumpulan sampel yaitu menggunakan total sampling yang artinya
menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sampel penelitian sehingga total sampel yang
dibutuhkan adalah 30 respoden.
Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap kelancaran produksi asi pada ibu menyusui di TPMB A Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Tahun 2023.
Kesimpulan ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap kelancaran produksi
asi pada ibu menyusui di TPMB A Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Tahun 2023.
Dapat memberikan informasi kepada ibu menyusui yang mengalami masalah produksi ASI
untuk memperlancar produksi ASI selain dengan mengkonsumsi suplemen juga dapat
dilakukan dengan cara terapi komplementer seperti mengkonsumsi daun kacang panjang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian hanya air susu ibu saja tanpa pemberian makanan atau minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa tambahan apapun kecuali obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di TPMB Yuliani Kusrahmadani 2023 diharapkan dapat bemanfaat untuk ibu meningkatkan kesadarannya dalam memberikan ASI ekskusif pada bayi secara tepat yaitu usia 0-6 bulan sehingga cakupan ASI eksklusif dapat mencapai target yang didukung oleh semua kalangan.
Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan jumlah sampel 50 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data Analisa menggunakan aalisa univariat dan Analisa bivariate dengan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu bekerja yaitu pengetahuan p value = 0,007 Nilai OR= 6,878, sikap p value = 0,009 Nilai OR=11,368, fasilitas laktasi p value = 0,000 Nilai OR= 11,667, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 12,857, dukungan tenaga kesehatan p value = 0,000 Nilai OR= 75,000.
Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti faktor yang berperan penting dalam menentukan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja yaitu pengetahuan, sikap, fasilitas laktasi, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor resiko yang paling tinggi untuk ibu bekerja yang tidak memberikan ASI yaitu 75,000.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Menurut hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) (2020), sebanyak 27,67% balita di Indonesia mengalami stunting. Salah satu intervensi yang dinilai mampu mengatasi masalah stunting adalah dengan pemberian ASI eksklusif secara optimal. Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2021. Penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif ada tiga faktor yaitu faktor psikososial, faktor sosio demografik dan faktor pelayanan kesehatan pre atau post natal. pemberian pengetahuan tentang ASI secara dini akan meningkatkan sikap positif dan keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tentang hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas Di TPMB Ari Kristiyani Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei cross sectional. pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 orang responden. Analisa univariate menggunakan distribusi frekuensi dan untuk uji bivariate menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh responden.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 26 orang (86,7%) berusia 20-35 tahun, 19 orang (63,3%) adalah ibu rumah tangga dan tidak bekerja Sebanyak 14 orang adalah seorang multipara, 28 orang (93,3%) lulus SMA atau Perguruan Tinggi dan sebanyak 17 orang (56,7%) adalah pernah melahirkan secara normal. Sebanyak 15 responden (50,0%) yang teknik menyusui yang kurang baik, justru tidak mengalami puting susu lecet. Namun, ibu yang teknik menyusu yang baik justru mengalami puting susu lecet. Nilai P Value terdapat nilai 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak atau dengan arti bahwa ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet di TPMB Ari Kristiyani
Penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk bahan penyuluhan di tempat praktek mandiri khususnya teknik pemberian ASI agar proses menyusui nyaman dan tanpa rasa nyeri. Penelitian ini juga diharapkan menjadi pijakan dan referensi pada penelitian-penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan peningkatan pengetahuan serta menjadi bahan kajian lebih lanjut.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian hanya air susu ibu saja tanpa pemberian makanan atau minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa tambahan apapun kecuali obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di TPMB Riska Devi Kurniawan tahun 2023 diharapkan dapat bemanfaat untuk ibu meningkatkan kesadarannya dalam memberikan ASI ekskusif pada bayi secara tepat yaitu usia 0-6 bulan sehingga cakupan ASI eksklusif dapat mencapai target yang didukung oleh semua kalangan. .
Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data Analisa menggunakan aalisa univariat dan Analisa bivariate dengan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan yaitu umur p value = 0,004 Nilai OR= 5,857, pekerjaan p value = 0,004 Nilai OR=5,489, pendidikan p value = 0,018 Nilai OR= 4,846, pengetahuan p value = 0,041 Nilai OR= 3,611, dukungan keluarga p value = 0,019 Nilai OR= 4,036, dukungan tenaga kesehatan p value = 0,021 Nilai OR= 3,889 dan yang tidak berhubungan yaitu paritas dengan p value = 0,109.
Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti faktor yang berperan penting dalam menentukan pemberian ASi eksklusif pada bayi 0-6 bulan yaitu umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan suami sedangkan faktor umur merupakan faktor resiko yang paling tinggi untuk ibu tidak memberikan ASInya pada bayi usia 0-6 bulan yaitu 5,857.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Teknik menyusui yang benar adalah cara pemberian ASI pada bayi melalui perlekatan, posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya ibu Menyusui bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak
82 responden, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan uji analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 82 responden mayoritas memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 53
responden (64,6%), memiliki usia beresiko sebanyak 44 responden (53,7%), memiliki sikap baik sebanyak
42 responden (51,2%), tidak memiliki dukungan keluarga sebanyak 43 responden (52,4%), hasil uji chi square nilai p-value (a=<0,05) yang artinya ada hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan
teknik menyusui yang benar. Kesimpulan penelitian, terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan
teknik menyusui yang benar di Desa Sukarasa. Saran peneliti diharapkan pada penelitian ini responden dapat menambah pengetahuan tentang Teknik Menyusui yang benar dan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan metode penelitian tentang Teknik Menyusui yang benar.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian ASI ekslusif. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum. Kesimpulan menunjukan bahwa hampir seluruh ibu mendapatkan dukungan suami, dukungan keluarga dan peran bidan. Terdapat pula hubungan pula antara pemberian ASI di tiga hari pertama Postpartum antara Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan penghasilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Latar Belakang: Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian asi ekslusif. Tujuan: untuk mengetahui keberhasilan menyusui 3 hari pertama postpartum berdasarkan variable yang diteliti. Metode: metode cross sectional. Populasi semua ibu post-partum pervaginam menggunakan keadaan ibu baik dan bayi sehat, Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil : Hasil analisis data univariat menunjukan dari 100% responden terdapat 12 (38,71%) responden tidak memberikan ASI di tiga hari pertama postpartum,responden memiliki tingkat pendidikan rendah 57,89%,yang bekerja 14,29%,untuk tingkat pengetahuan kurang 56,25%,responden yang tidak didukung oleh suami 13,33%, responden yang tidak didukung oleh keluarga 22,22%. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square, menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Data SDKI 2017 pencapaian ASI eksklusif adalah 42%, Dinkes provinsi Jawa Barat tahun 2021 capaian
pemberian Asi eksklusif 46,4%. Data menunjukan rendahnya pemberian ASI berkaitan dengan produksi
ASI.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, frekuensi
menyusui, dukungan suami dengan produksi ASI pada ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di PMB
Listiyowati S, S.Tr.Keb pada bulan Desember 2021 – Jauari 2022. Desain penelitian ini observasional dengan
menggunakan metode Cross Sectional dan bersifat analitik kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PMB
Listiyowati S, S.Tr.Keb pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu
menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan yang berada di PMB Listiyowati S, S.Tr.Keb. Teknik pengumpulan
data menggunakan kuisioner, analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil analisis bivariat tidak ada hubungan antara usia dengan produksi ASI dengan P value = 0,916 P>a 0,05 dan
OR 0,545, pendidikan dengan P value = 0,923 P>a 0,05 dan OR 1,412, pekerjaan dengan P value = 1,000 P>a
0,05 dan OR 1,033, paritas P value = 0,491 P>a 0,05 dan OR 1,950. Dan terdapat hubungan antara frekuensi
menyusui dengan produksi ASI dengan P value = 0,000 P<a 0,05 dan OR 15,190, dukungan suami dengan P
value = 0,000 P<a 0,05 dan OR 15,500. Kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara usia,
pendidikan, pekerjaan, paritas dengan produksi ASI. Dan terdapat hubungan antra frekuensi menyusui,
dukungan suami dengan produksi ASI ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di PMB Listiyowati S,
S.Tr.Keb pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Saran dari penelitian diharapkan dapat memberikan
informasi atau penyuluhan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui, agar ibu
menyusui memiliki prouksi ASI yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ASI merupakan sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir. ASI yang diberikan pada bayi
berusia 0 bulan sampai 6 bulan disebut ASI eksklusif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33
Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif berarti memberikan ASI kepada bayi selama enam
bulan setelah lahir, tidak memberikannya dan menggantinya dengan makanan atau minuman lain
(kecuali obat, vitamin, dan mineral). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh antara
ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahagia pada bulan
Desember 2021 – Januari 2022. Desain penelitian ini ekperimental dengan menggunakan metode praeksperimen
(pre experimental designs) yaitu one group pretest posttest design. Penelitian ini
dilaksanakan di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Populasi dalam
penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 12 bulan yang berada di Puskesmas
Bahagia, Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pretest dan posttest, analisis yang
digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji paired t-Test. Hasil analisis bivariat
terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI dengan P value = 0,000 P<a 0,05
dan COR 0,996. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan
produksi ASI. Saran dari penelitian diharapkan dapat memanfaatkan daun kelor sebagai sumber
bahan peningkat ASI karena murah, mudah didapat, dan mudah ditanam tetapi memiliki manfaat
yang sangat banyak.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Menyusui merupakan proses fisiologis memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal. Tetapi pada situasi tertentu proses menyusui dapat terhambat atau mengalami kesulitan , dampaknya pemberian asi menjadi tidak ekslusif . Wanita yang proses persalinannya sectio caesarea sering mengeluh kesulitan dalam menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum dengan seksio sesarea.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan metode pengambilan sample acidental sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat , dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Dari hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara umur dengan p value = 0,008 (p <a0,05) dan nilai OR di dapatkan sebesar = 6,861, paritas dengan p value = 0,010 (p <a0,05) dan nilai OR =7,219, nyeri luka operasi dengan p value = 0,023 (p <a0,05) dan nilai OR =6,600, motivasi dengan p value =0,024(p<a0,05) dan nilai OR = 5,833, dukungan suami p value = 0,018 ( p <a0,05) dan nilai OR=5,571 dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum section caesarea di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2018.
Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti diantaranya umur, paritas, nyeri luka operasi , motivasi dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum sectio caesarea. Saran dalam penelitian ini adalah untuk petugas kesehatan khususnya bidan perlu memberikan informasi dan mengajarkan teknik menyusui yang benar , sejak trimester akhir kehamilan.