Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: kelor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS MUSTIKASARI BEKASI TIMUR TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Anisa Dhita Adelia NIM : 020319600 PENGARUH PEMBERIAN RABUSAN DAUN KELOR TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS MUSTIKASARI xviii + 65 Hal + 5 Tabel + 3 Gambar + 7 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: World Health Organization (WHO), memprediksi peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus, salah satu ancaman kesehatan global. Jumlah penderita diabetes meledak setiap tahun , baik di indonesia maupun dunia. Tercatat di data WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 (PERKENI, 2015) Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas mustikasari. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe II. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. jumlah responden sebanyak 37 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap kadar gula darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas mustikasari. Kata Kunci: Daun Kelor,Diabetes Melitus Daftar Pustaka: 5 buku dan 11 jurnal (2015 – 2022)

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsumsi Sayur Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Sukarapih Wilayah Kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi ASI yang kurang merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan nutrisi ibu melalui konsumsi pangan yang berpotensi sebagai laktagogum, salah satunya sayur daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan sayur bening daun kelor ±100gram satu kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi daun kelor. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI kelompok kontrol meningkat dari 205,66 ml menjadi 236,00 ml, dengan peningkatan 30,33 ml. Pada kelompok intervensi, rata-rata produksi ASI meningkat dari 215,13 ml menjadi 281,20 ml, dengan peningkatan 66,06 ml. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001 pada kedua kelompok. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001, dengan selisih rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 35,73 ml antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Konsumsi sayur daun kelor selama 7 hari menunjukkan peningkatan produksi ASI yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan dapat memperhatikan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu mengalami produksi ASI tidak lancar. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa galaktagog yang berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan produksi ASI setelah pemberian rebusan daun kelor dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dan bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Jumlah ASI Dengan Suplementasi Kelor dan Katuk Pada Ibu Menyusui Bayi 0-6 Bulan di Posyandu Melati Muaragembong Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Galaktagog merupakan obat atau makanan yang mengandung suatu zat atau senyawa yang dapat memicu, mempertahankan, memperlancar dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Manfaat pemberian ASI eksklusif sangat banyak namun sayang prevalensi pemberian ASI masih relatif rendah.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbandingan jumlah ASI dengan suplementasi kelor dan katuk pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan. Metodologi Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dengan non-equivalent control group design. Tempat penelitian dilakukan di Posyandu Melati Muaragembong. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu ibu menyusui yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan ASI eksklusif. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok perlakukan. Kelompok pertama diberi suplemen kelor dan kelompok kedua diberi suplemen katuk yang kemudian akan diobservasi selama 2 minggu untuk dinilai bagaimana pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah ASI. Instrument pengumpulan data dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Shapiro wilk. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji T (Paired Sampel T Test dan Independent Sample T-Test)) dengan tingkat level of significant a= 5%. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa Suplemen kelor (p-value = 0,000 < a (0,05)) dan suplemen katuk (p-value = 0,000 < a (0,05)) sama-sama dapat meningkatkan jumlah ASI. Tidak ada perbedaan peningkatan jumlah ASI antara kelompok ibu menyusui yang diberikan suplemen kelor dan suplemen katuk (p-value = 0,668). Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa suplemen kelor dan suplemen katuk sama-sama dapat meningkatkan jumlah ASI, sehingga bisa direkomendasikan sebagai salahsatu suplemen tambahan yang dapat membantu peningkatan jumlah produksi ASI pada ibu menyusui khususnya bagi ibu-ibu yang mengalami keluhan ASI sedikit atau kurang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: World Health Organization (WHO), memprediksi peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus, salah satu ancaman kesehatan global. Jumlah penderita diabetes meledak setiap tahun , baik di indonesia maupun dunia. Tercatat di data WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 (PERKENI, 2015) Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas mustikasari. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe II. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. jumlah responden sebanyak 37 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap kadar gula darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas mustikasari.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ekstrak Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Bahagia Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

ASI merupakan sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir. ASI yang diberikan pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan disebut ASI eksklusif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif berarti memberikan ASI kepada bayi selama enam bulan setelah lahir, tidak memberikannya dan menggantinya dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh antara ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Desain penelitian ini ekperimental dengan menggunakan metode praeksperimen (pre experimental designs) yaitu one group pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 12 bulan yang berada di Puskesmas Bahagia, Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pretest dan posttest, analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji paired t-Test. Hasil analisis bivariat terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI dengan P value = 0,000 P<a 0,05 dan COR 0,996. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI. Saran dari penelitian diharapkan dapat memanfaatkan daun kelor sebagai sumber bahan peningkat ASI karena murah, mudah didapat, dan mudah ditanam tetapi memiliki manfaat yang sangat banyak.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail