ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Khusnul Fadila Nim : 020319623 PENGARUH PEMBERIAN SAYUR DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA TELAJUNG TAHUN 2023 x + 48 Hal + 4 Tabel + 4 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Pemberian ASI secara normal sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental serta kecerdasan pada bayi. Masalah kurangnya ASI pada ibu menyusui yaitu kurangnya ibu dalam mengkonsumsi makanan yang sehat dan tinggi kalori menjadi salah satu penyebab produksi ASI yang kurang dan tidak lancar. Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi, Pada penelitian ini dilakukan upaya nonfarmakologi yaitu dengan sayur daun katuk yang didalamnya mengandung alkaloid dan sterol yang dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-5 bulan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997) dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh sayur daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu menyusui dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Diharapkan hasil pemaparan dalam artikel yang ditemukan dapat memotivasi ibu menyusui untuk mencoba mengkonsumsi daun katuk sebagai asupan tambahan untuk meningkatkan produksi ASI. Kata Kunci: Sayur Daun Katuk, Produksi ASI Daftar Pustaka: 7 buku dan 10 Jurnal (2010-2019)
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Keterbatasan produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) pada hari-hari pertama pascapersalinan menjadi hambatan utama dalam pencapaian cakupan ASI eksklusif. Hambatan ini memicu risiko gangguan pertumbuhan anak hingga meningkatnya angka kejadian stunting. Intervensi nonfarmakologis berupa pijat oksitosin di area vertebra torakalis dinilai efektif merangsang refleks pancaran (let-down reflex) melalui stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemijatan oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2026. Metode: Penelitian pra-eksperimental ini mengadopsi rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti pada bulan Juli 2026. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling sehingga didapatkan 30 ibu nifas. Intervensi pijat oksitosin diberikan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan gelas ukur laktasi. Analisis data bivariat diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test karena distribusi data tidak normal. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan seluruh ibu berada pada usia reproduksi sehat (100%), mayoritas berstatus multipara (60%), dan tidak bekerja (86,7%). Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) memiliki produksi ASI kategori kurang (<250 ml). Paschaintervensi, terjadi peningkatan signifikan di mana 15 responden (50%) mencapai kategori cukup dan 10 responden (33,3%) kategori lebih. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,796 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Intervensi ini direkomendasikan sebagai asuhan kebidanan komplementer rutin di puskesmas serta dimaksimalkan melalui pemberdayaan keluarga.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, sehingga kelancaran produksi dan pengeluarannya penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Produksi ASI yang optimal mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi serta keberlanjutan proses menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang membantu relaksasi ibu dan mendukung refleks pengeluaran ASI, sedangkan teknik Marmet memberikan stimulasi mekanis secara langsung pada payudara untuk membantu pengeluaran ASI. Kombinasi kedua teknik tersebut diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan produksi ASI antara pemberian pijat oksitosin dan kombinasi pijat oksitosin dengan teknik Marmet pada ibu nifas di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Kelompok pertama diberikan pijat oksitosin, sedangkan kelompok kedua diberikan kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satuan mL. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil menunjukkan rata-rata produksi ASI pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari 19,92 mL menjadi 30,89 mL, sedangkan kelompok kombinasi meningkat dari 20,94 mL menjadi 42,81 mL. Peningkatan masing-masing sebesar 10,97 mL dan 21,87 mL, dengan p < 0,001. Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001), dengan selisih rata-rata peningkatan sebesar 10,91 mL. Kesimpulan pada kedua intervensi didapatkan peningkatan produksi ASI, namun kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pijat oksitosin saja. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI pada ibu nifas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi ASI yang kurang merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan nutrisi ibu melalui konsumsi pangan yang berpotensi sebagai laktagogum, salah satunya sayur daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan sayur bening daun kelor ±100gram satu kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi daun kelor. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI kelompok kontrol meningkat dari 205,66 ml menjadi 236,00 ml, dengan peningkatan 30,33 ml. Pada kelompok intervensi, rata-rata produksi ASI meningkat dari 215,13 ml menjadi 281,20 ml, dengan peningkatan 66,06 ml. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001 pada kedua kelompok. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001, dengan selisih rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 35,73 ml antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Konsumsi sayur daun kelor selama 7 hari menunjukkan peningkatan produksi ASI yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan dapat memperhatikan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi ASI yang belum optimal pada masa nifas dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian ini mengetahui pengaruh Woolwich Massage terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Kecamatan Batujaya Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 40 ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok Woolwich Massage (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi. Woolwich Massage dilakukan selama 3 hari, 2 kali sehari dengan durasi 15 menit. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk, Paired Samples t-Test, dan Independent Samples t-Test. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata produksi ASI kelompok Woolwich Massage meningkat dari 155,55 ml menjadi 248,65 ml dengan peningkatan 93,10 ml dan hasil Paired Samples t-Test p=0,000. Pada kelompok kontrol, rata-rata produksi ASI meningkat dari 180,10 ml menjadi 187,15 ml dengan peningkatan 7,05 ml dan p=0,000. Uji Independent Samples t-Test terhadap selisih peningkatan menunjukkan t=9,611; df=37,740; p=0,000 dengan mean difference 61,50 ml (95% CI 48,542–74,458). Kesimpulan: Terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI yang signifikan antara kelompok Woolwich Massage dan kelompok kontrol. Woolwich Massage dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Saran: Woolwich Massage dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan ibu nifas untuk membantu meningkatkan produksi ASI.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi ASI yang tidak optimal merupakan salah satu kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu nifas. Teknik Marmet merupakan metode nonfarmakologis berupa kombinasi pijatan dan pemerahan payudara secara manual yang dapat membantu merangsang pengeluaran ASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik Marmet terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sukatenang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah pemberian teknik Marmet. Intervensi dilakukan dua kali sehari selama tiga hari dengan durasi 15 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 24 responden (80,0%) memiliki produksi ASI tidak lancar dan 6 responden (20,0%) lancar. Setelah intervensi, 27 responden (90,0%) memiliki produksi ASI lancar dan 3 responden (10,0%) tidak lancar. Rata-rata produksi ASI meningkat dari 18,67 ± 5,026 mL menjadi 42,50 ± 7,873 mL. Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan seluruh responden mengalami peningkatan produksi ASI dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Teknik Marmet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sukatenang Tahun 2026 dan dapat menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan untuk mendukung optimalisasi produksi ASI.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pemberian ASI optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu mengalami produksi ASI tidak lancar. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa galaktagog yang berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan produksi ASI setelah pemberian rebusan daun kelor dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dan bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Ibu bekerja menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh anak, yang sering kali menghadapi kendala dalam mempertahankan produksi ASI secara optimal. Tantangan seperti stres kerja, kurangnya waktu menyusui, dan minimnya fasilitas laktasi dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang mulai dimanfaatkan untuk mengatasi hal tersebut adalah konsumsi sari kacang hijau, karena kandungan nutrisinya yang dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap produksi ASI pada ibu bekerja di TPMB Wawang Putri tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 ibu bekerja dengan bayi usia 0–6 bulan, yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian 250 ml sari kacang hijau dua kali sehari selama tujuh hari. Volume ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan gelas ukur, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI yang signifikan secara statistik (p < 0,05) setelah intervensi konsumsi sari kacang hijau selama tujuh hari. Kesimpulan: Sari kacang hijau efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu bekerja, serta memiliki potensi sebagai intervensi gizi berbasis pangan lokal yang murah dan mudah diakses untuk mendukung keberhasilan laktasi eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Produksi ASI pada ibu menyusui tidak selalu berjalan optimal, dan salah satu permasalahan
yang kerap muncul adalah jumlah ASI yang tidak mencukupi. Kondisi ini menjadi hambatan dalam
pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, padahal program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting (Juniar & Akhyar, 2023). Pijat Oketani merupakan bentuk intervensi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pijt oketani pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kebupaten Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian metode ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test Lokasi penelitian di Posyandu Merpati 8 Desa karang Asih Cikarang Utara. Populasinya adalah ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung ke posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi.
Sampel pada penelitian ini Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan sebanyak 15 responden. Teknik
pengambilan sample menggunakan Total Sampling. Dengan sampel jumlah minimal. Variabel
independent dalam penelitian ini adalah pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI, dan sebagai
variabel dependen Produksi ASI pada ibu menyusui. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025. Hasil uji Wilcoxon P-value 0,001 < α=0,05. Kesimpulan adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Saran peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut memberikan edukasi dan informasi tentang cara untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : WHO Merekomendasikan bahwa memberikan air susu ibu (ASI) secara
ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan bagian dari pelaksanaan standar
emas pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Cakupan pemberian ASI Dinkes
Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%, pemberian ASI Eksklusif mengalami
kenaikan jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 65,53%. Studi pendahuluan
yang dilakukan pada bulan Juli - Agustus terhadap ibu nifas yang berada di TPMB Bidan.
A terdapat 50% yang mengeluh ASI nya tidak keluar lancar dan keluarpun dengan jumlah
ASI yang sedikit, atas dasar tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifal
di TPMB Bidan.A Kabupaten Bekasi.
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest pottest desilgn.
Populalsil peneliltilaln yalknil ilbu post palrtum halril ke 1 salmpalil 42 hari pada bulan Juli
dil TPMB Bildaln.A sebanyak 35 responden. teknik pengambilan sampel dengan Total
Sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 35 responden. Analisis data pada penelitian
ini menggunakan Uji Wilcoxon Range List
Hasil : Hasiil Uji Wilcoxone Range List diperoleh nilai p= 0.001 <0,05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada
ibu nifas di TPMB Bidan.A Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2024
Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu
nifas di TPMB Bidan.A. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
informasi dalam memberikan KIE kepada pasien tentang perawatan payudara dan pijat
oksitosin sehingga dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI ekslusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Menyusui merupakan salah satu proses bounding antara ibu dan bayinya, salah satu indikator keberhasilan menyusui adalah pemberian ASI ekslusif. Menurut data WHO tahun 2019 cakupan ASI ekslusif di dunia sebesar 36%. Sedangkan WHO menetapkan target cakupan ASI eksklusif sebesar 50% ( Hafid, R.A., dkk., 2024). Cakupan Asi ekslusif di Indonesia sebesar 67,96% tahun 2022 (WHO, 2023). Salah satu kendalanya adalah karena produksi ASI yang sedikit.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan mengkonsumsi jus delima naga (Dragon Pome Juice), kandungan buah naga dan delima menjadi pilihan yang tepat untuk ibu menyusui karena mengandung banyak vitamin dan mineral penting dalam meningkatkan produksi ASI yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus delima naga (Dragon Pome Juice) dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain penelitian Pre-experimental dengan menggunakan One Group Pre test-Post test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum hari ke -8 sedang menyusui dalam 3 bulan terakhir. Sampel pada penelitian ini yaitu Ibu post partum hari ke -8 menyusui yang datang ke TPMB Jamilah dalam 3 bulan terakhir sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan Accidental Sampling. Peneliti menggunakan sampel jumlah minimal. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian adanya pengaruh jus delima naga (Dragon Pome Juice) terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di TPMB Jamilah Sukajaya, Cibitung, Bekasi Tahun 2023. Hasil P-value 0,000 < a=0,05.
Kesimpulan Jus delima naga (Dragon Pome Juice) dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Saran untuk ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi jus delima naga (Dragon Pome Juice) dalam meningkatkan produksi ASI.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Air Susu Ibu ( ASI ) merupakan makanan yang ideal bagi pertumbuhan neonates. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi Asi dengan berupa pemijatan dan mengonsumsi makanan bergizi berbagai macam tumbuhan yang dapat membantu pengeluaran dan produksi Asi antara lain jamu Temulawak dan daun katuk. Kandungan Temulawak merupakan jamu tradisional yang dapat membantu melancarkan produksi Asi bagi ibu nifas.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi temulawak terhadap kelancaran produksi Asi pada ibu nifas di TPMB Emi Yunita Tahun 2023.Metode penelitian yang digunakan adalah metode One Group Pretest Posttest.Pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang.Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji statistic Wilcoxon. Penelitian ini menggunakan data primer yang di ukur menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata mengalami kenaikan produksi Asi setelah diberikan Temulawak pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol. Hasil analisis menggunakan Uji statistic Wilcoxson dengan P-value 0,000< 0,05 artinya Ho di tolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian Temulawak terhadap kelancaran produksi Asi pada ibu nifas di TPMB Emi Yunita, Tahun 2023. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan terapi non invasif yang dapat ditawarkan kepada ibu menyusui dalam rangka meningkatkan produksi ASI sehingga dapat mencapai target ASI eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2021, tingkat pemberian ASI hanya 44% bayi di bawah usia enam bulan yang disusui secara eksklusif sementara 68% wanita terus menyusui bayinya setidaknya selama satu tahun, sedangkan targetnya 70-80% angka ini jauh dari target yang diharapkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Jumlah responden 35 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di TPMB Edeh Patmawati terhitung dari bulan November - Desember Tahun 2023. Pengumpulan data menggunakan kuisioner.
Hasil dari penelitian didapatkan uji wilcoxone signed ranks test nilai 0,000 (p<0,005) ada ada pengaruh pijat laktasi dengan teknik oksitosin pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Disarankan kepada praktek bidan mandiri diadakan pelayanan Pijat Oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada masa nifas serta melatih keluarga klien sehingga dapat melaksanakan pijat oksitosin secara mandiri dirumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan Di Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%. Hasil studi pendahuluan berdasarkan hasil wawancara, belum ada penanganan meningkatkan produksi volume ASI dengan teknik marmet. Tujuan penelitian unu untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap produksi ASI pada ibu post partum di TPMB R, Cibitung tahun 2023. Metode penlitian pre eksperimen, one group pretest posttest. Populasi berjumlah 30 ibu post partum dengan sampel penelitian sebanyak 30 responden, dengan total sampling. Instrumen penelitian lembar
observasi volume ASI. Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan produksi ASI ibu post partum sebelum diberikan intervensi teknik marmet, produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 73,3%, sedangkan setelah diberikan intervensi teknik marmet produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 40%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,002 < a 0,05. Kesimpulan penelitian ini, terdapat pengaruh pemberian teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pemberian ASI secara normal sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental serta kecerdasan pada bayi. Masalah kurangnya ASI pada ibu menyusui yaitu kurangnya ibu dalam mengkonsumsi makanan yang sehat dan tinggi kalori menjadi salah satu penyebab produksi ASI yang kurang dan tidak lancar. Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi, Pada penelitian ini dilakukan upaya nonfarmakologi yaitu dengan sayur daun katuk yang didalamnya mengandung alkaloid dan sterol yang dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan rancangan One Group Pretest- Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-5 bulan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997) dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh sayur daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu menyusui dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Diharapkan hasil pemaparan dalam artikel yang ditemukan dapat memotivasi ibu menyusui untuk mencoba mengkonsumsi daun katuk sebagai asupan tambahan untuk meningkatkan produksi ASI.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kelancaran produksi ASI adalah proses melepaskan ASI dari payudara ibu dengan atau tanpa bayi menyusu. Salah satu cara untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI setelah melahirkan adalah dengan melakukan pijat woolwich. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat woolwich terhadap produksi ASI pada ibu post partum di tempat praktik mandiri bidan mufliah tahun 2022.
Jenis penelitian ini Quasi Eksperiment Design dengan menggunakan Non Equivalent Control Group. Populasi penelitian sebanyak 30 responden. Sampel penelitian 30 responden pada kelompok kontrol 15 dan kelompok eksperimen 15. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria insklusi dan eksklusi. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating. Uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test.
Hasil Penelitian pada hasil pretest kelompok eksperimen didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 9,93 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 21,07 dengan nilai Z sebesar -3,705 dan P value 0,000 < a (0,05). Sedangkan hasil pretest pada kelompok kontrol didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 14,43 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 16,57 dengan nilai Z sebesar -0,734 dan P value 0,463 > a (0,05).
Kesimpulan Ada perbedaan dan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich. Saran penelitian ini diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan yang menerapkan pijat woolwich pada ibu nifas dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi ASI sehingga bayi dapat menyusu secara eksklusif
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Semua perempuan mempunyai potensi untuk memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu postpartum dapat langsung mengeluarkan ASI. Kendala dalam memberikan ASI secara dini pada hari pertama setelah melahirkan yaitu produksi ASI yang sedikit. Keadaan emosi ibu yang berkaitan dengan reflex oksitosin ibu dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Kondisi emosional ibu dalam keadaan baik, nyaman dan tanpa tekanan maka dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pijat oksitosin.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, yaitu yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Kelompok efek diberi perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Populasinya adalah seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik menggunakan t – test didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator Ibu dengan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05 pada a = 5%) dan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator bayi didapatkan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05 pada a = 5%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 pada indikator Ibu dan Bayi. Saran Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan hasil penelitian ini yaitu pemberian pijat oksitosin bagi ibu post partum untuk meningkatkan produksi ASI dalam rangka pencapaian pemberian ASI Ekslusif dan pencegahan stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 0 – 1 MINGGU DI KLINIK FATWA MEDIKA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 Siti Julaeha Program Studi Sarjana Kebidanan (S1) Universitas Medika Suherman Email : [email protected] Abstrak Latar belakang: Semua perempuan mempunyai potensi untuk memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu postpartum dapat langsung mengeluarkan ASI. Kendala dalam memberikan ASI secara dini pada hari pertama setelah melahirkan yaitu produksi ASI yang sedikit. Keadaan emosi ibu yang berkaitan dengan reflex oksitosin ibu dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Kondisi emosional ibu dalam keadaan baik, nyaman dan tanpa tekanan maka dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pijat oksitosin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, yaitu yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Kelompok efek diberi perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Populasinya adalah seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik menggunakan t – test didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator Ibu dengan p-value sebesar 0,000 (p-value 0,05 pada α = 5%) dan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator bayi didapatkan p-value sebesar 0,000 (p-value 0,05 pada α = 5%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 pada indikator Ibu dan Bayi. Saran Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan hasil penelitian ini yaitu pemberian pijat oksitosin bagi ibu post partum untuk meningkatkan produksi ASI dalam rangka pencapaian pemberian ASI Ekslusif dan pencegahan stunting. Bahan bacaan :14 buku (2010-2020), dan 19 Jurnal (2011-2022) Kata kunci: Pijat oksitosin, Produksi ASI THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE ON BREAST MILK (ASI) PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS INFANTS AGED 0 -1 WEEK AT THE FATWA MEDIKA CLINIC, BEKASI REGENCY IN 2022 Siti Julaeha Bachelor of Midwifery Study Program (S1) Medika Suherman University Email : [email protected] Abstract Background: All women have the potential to breastfeed their children, but not all postpartum mothers can immediately excrete breast milk. The obstacle in giving breast milk early on the first day after giving birth is the small production of breast milk. The mother's emotional state related to the mother's oxytocin reflex can affect breast milk production by about 80% to 90%. The mother's emotional state is in good condition, comfortable and without pressure, it can increase and facilitate breast milk production. To combat this is performed oxytocin massage. Objective:The purpose of this study is to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in breastfeeding mothers at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022. Methods: The research design used in this study used quasi-experimentation with the design of One Group Pretest-Posttest Only Design, which is a type of research involving one group of subjects, namely those who were treated (experimental group). The effect group was treated and will be tested by comparing the results before and after being treated. The population is all breastfeeding mothers who have babies aged 0-1 week at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022. The sample in this study was all breastfeeding mothers who had babies aged 0-1 week. Sampling techniques using Total sampling with a total of 30 responden. Results: The results of the Statistical Test study using t - test found that there was an effect of oxytocin massage on the smoothness of breast milk on the maternal indicator with a p-value of 0.000 (p-value 0.05 at α = 5%) and there was an effect of oxytocin massage on the smoothness of breast milk on the baby's indicator obtained a p-value of 0.000 (p-value 0.05 on α = 5%). Conclusion: The conclusion of this study is that there is an effect of oxytocin massage on breast milk production in breastfeeding mothers at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022 on maternal and infant indicators. Advice It is hoped that health workers can apply the results of this study, namely the provision of oxytocin massage for post-partum mothers to increase breast milk production in order to achieve exclusive breastfeeding and stunting prevention. Reading material:.14 books (2010-2020), and 19 Journal (2011-2022) Keywords: Oxytocin massage, Breast milk production, Breastfeeding mothers
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kelancaran produksi ASI adalah proses melepaskan ASI dari payudara ibu dengan atau tanpa bayi menyusu. Salah satu cara untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI setelah melahirkan adalah dengan melakukan pijat woolwich. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat woolwich terhadap produksi ASI pada ibu post partum di tempat praktik mandiri bidan mufliah tahun 2022. Jenis penelitian ini Quasi Eksperiment Design dengan menggunakan Non Equivalent Control Group. Populasi penelitian sebanyak 30 responden. Sampel penelitian 30 responden pada kelompok kontrol 15 dan kelompok eksperimen 15. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria insklusi dan eksklusi. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating. Uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil Penelitian pada hasil pretest kelompok eksperimen didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 9,93 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 21,07 dengan nilai Z sebesar -3,705 dan P value 0,000 α (0,05). Sedangkan hasil pretest pada kelompok kontrol didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 14,43 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 16,57 dengan nilai Z sebesar -0,734 dan P value 0,463 > α (0,05). Kesimpulan Ada perbedaan dan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich. Saran penelitian ini diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan yang menerapkan pijat woolwich pada ibu nifas dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi ASI sehingga bayi dapat menyusu secara eksklusif