Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Ibu Nifas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Budaya Pantang Makan pada Ibu Nifas di Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Tahun 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Praktik budaya pantang makan pada ibu nifas masih sangat prevalent di Indonesia akibat kepercayaan tradisional, yang berisiko menghambat pemulihan luka perineum dan menurunkan kualitas ASI secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik tersebut di Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,003; OR=16,000), dukungan keluarga (p=0,010; OR=0,091), dan peran paraji (p=0,028; OR=0,132) dengan praktik pantang makan. Pengetahuan merupakan faktor risiko paling dominan, di mana ibu dengan pengetahuan kurang baik berpeluang 16 kali lebih besar melakukan pantang makan. Sebaliknya, dukungan keluarga dan peran paraji yang positif bertindak sebagai faktor protektif. Namun, variabel akses informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,067). Disimpulkan bahwa faktor sosial-budaya sangat memengaruhi praktik ini. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan meningkatkan edukasi gizi yang secara aktif melibatkan keluarga dan paraji untuk mengubah norma sosial serta mencegah risiko stunting pada bayi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di Desa Ciantra Tahun 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, sehingga kelancaran produksi dan pengeluarannya penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Produksi ASI yang optimal mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi serta keberlanjutan proses menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang membantu relaksasi ibu dan mendukung refleks pengeluaran ASI, sedangkan teknik Marmet memberikan stimulasi mekanis secara langsung pada payudara untuk membantu pengeluaran ASI. Kombinasi kedua teknik tersebut diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan produksi ASI antara pemberian pijat oksitosin dan kombinasi pijat oksitosin dengan teknik Marmet pada ibu nifas di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Kelompok pertama diberikan pijat oksitosin, sedangkan kelompok kedua diberikan kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satuan mL. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil menunjukkan rata-rata produksi ASI pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari 19,92 mL menjadi 30,89 mL, sedangkan kelompok kombinasi meningkat dari 20,94 mL menjadi 42,81 mL. Peningkatan masing-masing sebesar 10,97 mL dan 21,87 mL, dengan p < 0,001. Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001), dengan selisih rata-rata peningkatan sebesar 10,91 mL. Kesimpulan pada kedua intervensi didapatkan peningkatan produksi ASI, namun kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pijat oksitosin saja. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI pada ibu nifas.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Putih Telur Ayam Terhadap Penyembuhan Luka Perenium Pada Ibu Nifas di TPMB Jayanti di Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Luka perineum merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas setelah persalinan pervaginam. Luka ini terjadi akibat adanya robekan jaringan perineum atau tindakan episiotomi, yang dapat menimbulkan nyeri, perdarahan, hingga risiko infeksi bila penyembuhannya tidak optimal. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), hampir 90% persalinan normal mengalami robekan perineum, dengan insiden global sebanyak 2,7 juta kasus pada tahun 2020 dan diperkirakan meningkat menjadi 6,3 juta kasus pada tahun 2050. Di Indonesia, sekitar 75% ibu nifas mengalami luka perineum pascapersalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menggunakan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) untuk menilai kondisi luka perineum. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Uji ini dipilih karena data bersifat berpasangan (skor REEDA sebelum dan sesudah intervensi pada responden yang sama), diukur pada skala ordinal, dan uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal (p < 0,05). Oleh karena itu, uji nonparametrik Wilcoxon dianggap sebagai analisis statistik yang paling tepat untuk penelitian ini.Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam, dengan nilai Z = -5,396 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan : Pemberian putih telur ayam secara rutin berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Putih telur dapat menjadi alternatif intervensi nutrisi yang aman dan efektif dalam perawatan pasca persalinan.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Caesaria Pada Ibu Nifas di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Nifas Pada Ibu Nifas di Rumah Bersalin Wijaya Kusuma Serpong Tahun 2019-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persalinan dan nifas yaitu dapat mengakibatkan abortus (keguguran) partus prematur,kelahiran bayi prematur,berat bayi lahir rendah,perdarahan post partum,atonia uteri,syok,infeksi intra partum maupun post partum. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Infeksi nifas pada ibu post partum. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian analisisi dengan jenis case control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas Tahun 2019-2022 dengan jumlah 1.120 orang di Rumah Bersalin Wijaya Kusuma Serpong. Metode pengumpulan sampel menggunakan total sampling, yaitu sebanyak 80 orang. Instrument pengumpulan data dengan rekam medik, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur (0,000), paritas (0,000), pendidikan (0,000), pekerjaan (0,000 memiliki hubungan bermakna, dengan infeksi nifas pada ibu post partum. Terdapat hubungan bermakna antara umur, paritas, Pendidikan dan pekerjaan dengan infeksi nifas pada ibu post partum. Diharapkan petugas kesehatan dapat lebih aktif melakukan kegiatan seperti penyuluhan atau pemberian informasi kepada masyarakat umum baik melalui media cetak, media sosial, ataupun metode lain dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan setelah melahirkan.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsumsi Temulawak Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Nifas di TPMB Bidan Emi Yunita Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Susu Ibu ( ASI ) merupakan makanan yang ideal bagi pertumbuhan neonates. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi Asi dengan berupa pemijatan dan mengonsumsi makanan bergizi berbagai macam tumbuhan yang dapat membantu pengeluaran dan produksi Asi antara lain jamu Temulawak dan daun katuk. Kandungan Temulawak merupakan jamu tradisional yang dapat membantu melancarkan produksi Asi bagi ibu nifas.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi temulawak terhadap kelancaran produksi Asi pada ibu nifas di TPMB Emi Yunita Tahun 2023.Metode penelitian yang digunakan adalah metode One Group Pretest Posttest.Pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang.Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji statistic Wilcoxon. Penelitian ini menggunakan data primer yang di ukur menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata mengalami kenaikan produksi Asi setelah diberikan Temulawak pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol. Hasil analisis menggunakan Uji statistic Wilcoxson dengan P-value 0,000< 0,05 artinya Ho di tolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian Temulawak terhadap kelancaran produksi Asi pada ibu nifas di TPMB Emi Yunita, Tahun 2023. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan terapi non invasif yang dapat ditawarkan kepada ibu menyusui dalam rangka meningkatkan produksi ASI sehingga dapat mencapai target ASI eksklusif.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Nifas 1-7 Hari Tentang Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir di TPMB Ernih Desa Sukamaju Kec. Tambelang Kab. Bekasi Tahun 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah serius di Indonesia. AKB di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 18,6% /1.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian pada bayi diantaranya yaitu BBLR (29,21%), Asfiksia (27,44%), dan Infeksi sebanyak (5,4%). Kematian bayi baru lahir dapat dicegah dengan deteksi dini pada bayi yang beresiko. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan pendidikan, umur, sumber informasi, pekerjaan dan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir. Metode penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu nifas 1-7 hari yang datang ke TPMB Ernih Tahun 2023. Sampel total sampling sebanyak 80 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian pendidikan Pvalue =0,000, usia Pvalue= 0,000, pekerjaan Pvalue =0,043, sumber informasi nilai P= 0,602 Saran: Tenaga Kesehatan hendaknya memberikan informasi dan edukasi pada ibu nifas tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir, untuk mencegah terjadinya kematian dan kesakitan pada bayi baru lahir.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum di TPMB R Cibitung Tahun 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan Di Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%. Hasil studi pendahuluan berdasarkan hasil wawancara, belum ada penanganan meningkatkan produksi volume ASI dengan teknik marmet. Tujuan penelitian unu untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap produksi ASI pada ibu post partum di TPMB R, Cibitung tahun 2023. Metode penlitian pre eksperimen, one group pretest posttest. Populasi berjumlah 30 ibu post partum dengan sampel penelitian sebanyak 30 responden, dengan total sampling. Instrumen penelitian lembar observasi volume ASI. Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan produksi ASI ibu post partum sebelum diberikan intervensi teknik marmet, produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 73,3%, sedangkan setelah diberikan intervensi teknik marmet produksi ASI dengan kategori kurang sebanyak 40%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,002 < a 0,05. Kesimpulan penelitian ini, terdapat pengaruh pemberian teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-fator yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda-tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir di PMB Bidan Rohaya Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Data WHO menunjukan bahwa angka yang sangat memperihatinkan terhadap kematian bayi yang dikenal dengan fenomena 2/3. Berdasarkan data yang dilaporkan kepada direktorat kesehatan keluarga tahun 2019 dari 29.322 kematian balita 69% (20.244 kematian) diantaranya terjadi pada masa neonatus. Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya bayi baru lahir merupakan salah satu faktor penting agar dapat mengantisipasi masalah tersebut lebih awal. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 70 orang responden ibu nifas yang berada di PMB Rohaya tahun 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pengetahuan dengan usia dengan nilai P-Value 0,005, pendidikan = 0,036, paritas = 0,009, sumber informasi = 0,001 dan dukungan tenaga kesehatan = 0,015 dengan semua nilai P-Value yang didapatkan P<a 0,05. Kesimpulan hasil dari 5 variabel yang diteliti mempunyai hubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam masa nifas pada tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir agar dapat mencegah hal-hal patologis yang dapat terjadi.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail