ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurkumin memiliki salah satu fungsi yaitu antiinflamasi pada luka. Daun sirih memiliki fungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba dan mempercepat pembentukan kolagen. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji aktivitas penyembuhan luka bakar menggunakan kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih (Piper betle L) secara topikal terhadap tikus putih (Rattus norvegicus).
Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih. Kelompok perlakuan dibagi 5 kelompok, masing-masing 5 ekor tikus (SpragueDawley). Tikus dibius dengan xylazine (10mg/kg) dan ketamin (50mg/kg) dan dilukai menggunakan plat besi, kelompok pertama sebagai kontrol positif diberikan bioplacenton, kelompok kedua sebagai kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok ketiga sebagai kelompok uji yang diberikan kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih, kelompok empat sebagai kelompok uji yang diberikan ekstrak daun sirih, dan kelompok lima sebagai kelompok uji yang diberikan kurkumin. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Analisis data statistik penurunan luka bakar menggunakan metode One-Way ANOVA dan Paired Sample T Test.
Hasil analisis data statistik uji Paired Sample T Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap luas luka bakar sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data statistik One-Way ANOVA menunjukkan semua kelompok memiliki efek penurunan luas luka bakar yang tidak berbeda signifikan (p>0,05) kecuali kontrol negatif.
Kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih menunjukkan hasil yang positif untuk aktivitas penyembuhan luka bakar.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Luka perineum merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas setelah persalinan pervaginam. Luka ini terjadi akibat adanya robekan jaringan perineum atau tindakan episiotomi, yang dapat menimbulkan nyeri, perdarahan, hingga risiko infeksi bila penyembuhannya tidak optimal. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), hampir 90% persalinan normal mengalami robekan perineum, dengan insiden global sebanyak 2,7 juta kasus pada tahun 2020 dan diperkirakan meningkat menjadi 6,3 juta kasus pada tahun 2050. Di Indonesia, sekitar 75% ibu nifas mengalami luka perineum pascapersalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menggunakan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) untuk menilai kondisi luka perineum. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Uji ini dipilih karena data bersifat berpasangan (skor REEDA sebelum dan sesudah intervensi pada responden yang sama), diukur pada skala ordinal, dan uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal (p < 0,05). Oleh karena itu, uji nonparametrik Wilcoxon dianggap sebagai analisis statistik yang paling tepat untuk penelitian ini.Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam, dengan nilai Z = -5,396 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan : Pemberian putih telur ayam secara rutin berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Putih telur dapat menjadi alternatif intervensi nutrisi yang aman dan efektif dalam perawatan pasca persalinan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkahlangkah
sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis
menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18
pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p=0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring. Kata Kunci: Luka Decubitus, Virgin coconut oil, Penyembuhan Luka, Pasien Tirah Baring.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Luka setelah operasi caesar adalah jaringan terbuka yang disebabkan oleh operasi caesar ketika
perempuan tidak bisa melakukan persalinan normal. Berdasarkan dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 23-24 Juni 2023 di RS Sentra Medika Cikarang dengan melakukan observasi dan wawancara kepada 10 orang ibu post sectio caesaria di Ruang Klinik Kandungan RS Sentra Medika
Cikarang ditemukan bahwa terdapat 4 orang ibu post sectio caesaria yang mengalami penyembuhan luka operasi yang cukup lama (lebih dari 7 hari pasca operasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka operasi post section caesarea di ruang poliklinik rumah sakit sentra medika cikarang tahun 2023.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif korelasi.
Populasi dan sample dalam penelitian ini sebanyak 85 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Hasil Dalam penelitian ini mayoritas usia responden yaitu Usia 20 – 35 tahun sebanyak 52 orang
(61,2%), mayoritas Nutrisi responden yaitu BB Ideal sebanyak 40 responden (47,1%), dan responden yang melakukan mobilisasi dini 6-10 jam sebanyak 51 orang (60%).Tidak Ada hubungan antara Usia dengan Penyembuhan Luka Post SC dengan nilai p-value 1,000. Ada hubungan yang signifikan antara Nutrisi dengan Penyembuhan Luka Post SC dengan nilai p-value 0,007. Ada hubungan yang signifikan antara Mobilisasi dini dengan Penyembuhan Luka Post SC nilai p-value 0,000.
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak Ada hubungan antara Usia dengan Penyembuhan Luka Post
SC. Ada hubungan yang signifikan antara Nutrisi dengan Penyembuhan Luka Post SC. Ada hubungan yang signifikan antara Mobilisasi dengan Penyembuhan Luka Post SC. Saran dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam penyembuhan Luka post sectio caesaria khususnya di Ruang Klinik Kandungan RS Sentra Medika Cikarang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada pasca persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti karena atonia uteri, retensio plasenta, dan rupture perineum. Di Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu persalinan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapatkan jahitan perineum, 28% karena episiotomy dan 29% karena robekan spontan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum dengan metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di TPMB.Repi, Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 48 ibu postpartum pada hari ke 7 yang mengalami rupture perineum dan diambil secara accidental sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum di TPMB.Repi Bekasi 2022 adalah asupan nutrisi (0,016), perineal hygiene (0,017), pengetahuan (0,002), budaya (0.017). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara 4 variabel yang diteliti tersebut dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran agar ibu postpartum meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan luka perineum agar tehindar dari penyembuhan luka yang lama dan kejadian infeksi perineum.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Sectio caesaria adalah proses persalinan dengan cara melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen serta dinding uterus. Pada luka sectio cesaria dapat terjadi infeksi. Infeksi merupakan salah satu penghambat proses penyembuhan luka insisi pada luka sectio caesaria. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka operasi seperti usia, status gizi, dan mobilisasi. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif analitik, desain studi crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di PMB Bidan Heriyah yang sedang memeriksakan dan kontrol rutin. Cara pengambilan sampel menggunakan metode Total sampling, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Ada hubungan yang bermakna antara factor usia dengan penyembuhan luka (p=0.004), ada hubungan personal hygiene dengan penyembuhan luka (p=0,001), ada hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka (p=0,000) dan tidak ada hubungan antara nutrisi dengan penyembuhan luka (p=0,067), tidak ada hubungan mobilisasi dengan penyembuhan luka (p=1,000). Diharapkan ibu post SC dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada pasca persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti karena atonia uteri, retensio plasenta, dan rupture perineum. Di Indonesia luka perineum dialami oleh 75% ibu persalinan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu mendapatkan jahitan perineum, 28% karena episiotomy dan 29% karena robekan spontan. Berdasarkan survei di TPMB.Repi, Cibitung – Bekasi, didapatkan 33 dengan ruptur perineum, 9 orang mengalami penyembuhan agak lama (>7) dan 3 orang disertai infeksi perineum seperti terasa panas dan perih diarea perlukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum dengan metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di TPMB.Repi, Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 48 ibu postpartum pada hari ke 7 yang mengalami rupture perineum dan diambil secara accidental sampling. Waktu penelitian dilaksanalan selama November – Desember 2022, Data dikumpul dengan kuisioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p value 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum di TPMB.Repi Bekasi 2022 adalah asupan nutrisi (0,016), perineal hygiene (0,017), pengetahuan (0,002), budaya (0.017). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara 4 variabel yang diteliti tersebut dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran agar ibu postpartum meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan luka perineum agar tehindar dari penyembuhan luka yang lama dan kejadian infeksi perineum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan : Sectio caesaria adalah proses persalinan dengan cara melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen serta dinding uterus. Pada luka sectio cesaria dapat terjadi infeksi. Infeksi merupakan salah satu penghambat proses penyembuhan luka insisi pada luka sectio caesaria. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka operasi seperti usia, status gizi, dan mobilisasi. Metode : Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif analitik, desain studi crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di PMB Bidan Heriyah yang sedang memeriksakan dan kontrol rutin. Cara pengambilan sampel menggunakan metode Total sampling, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil : Ada hubungan yang bermakna antara factor usia dengan penyembuhan luka (p=0.004), ada hubungan personal hygiene dengan penyembuhan luka (p=0,001),ada hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka (p=0,000) dan tidak ada hubungan antara nutrisi dengan penyembuhan luka (p=0,067), tidak ada hubungan mobilisasi dengan penyembuhan luka (p=1,000). Saran : Diharapkan ibu post SC dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kurkumin dan daun sirih memiliki potensi dalam penyembuhan luka bakar yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba dan mempercepat pembentukan kolagen. Tujuan dari penelitian adalah menguji aktivitas penyembuhan luka bakar menggunakan kombinasi kurkumin-b-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih (Piper betle L) secara topikal terhadap tikus putih (Rattus norvegicus).
Metode penelitian adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah kombinasi kurkumin-b-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih. Kelompok perlakuan dibagi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdapat 5 ekor tikus (Sprague Dawley). Tikus dibius dengan xylazine (10mg/kg) dan ketamin (50 mg/kg) dan dilukai menggunakan plat besi. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Analisis data statistik penurunan luka bakar menggunakan metode One-Way ANOVA dan Paired Sample T Test.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi kurkumin-b-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih menunjukkan hasil yang positif untuk aktivitas penyembuhan luka bakar.