Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Uji Sitotoksik Kombinasi Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa) Dan Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle) Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt)
Bawang dayak merupakan tanaman asli dari Kalimantan Tengah. Daun sirih mengandung banyak zat aktif seperti antikanker, antibakteri, dan aktivitas sitotoksik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek sitotoksik kombinasi ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih terhadap larva artemia salina. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental yang dilakukan untuk mengetahui sitoktoksik kombinasi ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih terhadap artemia salina. Hasil penelitian diperoleh nilai probit pada ekstrak bawang dayak 8,840 Mikrogram per mililiter, ekstrak daun sirih 0,222 Mikrogram per mililiter, dan kombinasi 2,999 Mikrogram per mililiter.
Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Iris Kombinasi Kurkumin -B- Siklodekstrin Dan Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle) Secara In Vivo Menggunakan Tikus Putih (Rattus Norvegicus)
Kurkumin merupakan suatu bahan obat spektrum luas yang memiliki berbagai aktivitas biologis dan farmakologis, diantaranya sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, dan anti kanker. Tumbuhan yang memilki khasiat yang sama yaitu daun sirih. Daun sirih diketahui mengandung molekul bioaktif seperti saponin, tanin, minyak atsiri, flavonoid, dan fenol yang memiliki kemampuan untuk membantu proses penyembuhan luka serta nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka seperti vitamin A dan vitamin C. Dengan melihat kandungan senyawa metabolit sekunder yang dimiliki kurkumin dan daun sirih, diharapkan dapat menjadikan kombinasi yang baik untuk alternatif pilihan terapi luka iris. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati aktivitas penyembuhan luka iris pada tikus putih menggunakan kombinasi kurkumin -b- siklodekstrin dan ekstrak daun sirih yang diberikan secara topikal. Model penelitian in vivo menggunakan 5 kelompok tikus dengan masing-masing 5 ekor tikus (Sprague Dawley). Pemberian secara topikal kombinasi kurkumin -b- siklodekstrin dan ekstrak daun sirih (1:1) menunjukkan waktu penyembuhan yang cepat dan lebih baik dibandingkan dengan kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak daun sirih dan kurkumin.
Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Bakar Kombinasi Kurkumin-B-Siklodekstrin Dan Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L) Dengan Metode Motahhare Akhoondinasab
Kurkumin dan daun sirih memiliki potensi dalam penyembuhan luka bakar yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba dan mempercepat pembentukan kolagen. Tujuan dari penelitian adalah menguji aktivitas penyembuhan luka bakar menggunakan kombinasi kurkumin-b-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih (Piper betle L) secara topikal terhadap tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah kombinasi kurkumin-b-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih. Kelompok perlakuan dibagi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdapat 5 ekor tikus (Sprague Dawley). Tikus dibius dengan xylazine (10mg/kg) dan ketamin (50 mg/kg) dan dilukai menggunakan plat besi. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Analisis data statistik penurunan luka bakar menggunakan metode One-Way ANOVA dan Paired Sample T Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi kurkumin-b-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih menunjukkan hasil yang positif untuk aktivitas penyembuhan luka bakar.