UJI SITOTOKSIK KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine Bulbosa) DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle) MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, Agustus 2022 Nama : Livia Ayunita Nim : 010718010 UJI SITOTOKSIK KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine Bulbosa) DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle) MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) xv+35 Halaman+2 Tabel+6 Gambar+14 Lampiran ABSTRAK Bawang dayak merupakan tanaman asli dari Kalimantan Tengah dan berpotensi sebagai tanaman multifungsi. Daun sirih mengandung banyak zat aktif seperti antikanker, antibakteri, antioksidan, dan aktivitas sitotoksik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek sitotoksik kombinasi ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih terhadap larva artemia salina. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental yang dilakukan untuk mengetahui sitoktoksik kombinasi ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih terhadap artemia salina. Sampel yang digunakan adalah ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih. Analisis data pada penelitian ini diperoleh nilai Lethal Concentration 50 (LC50) dengan analisis probit. Hasil penelitian diperoleh nilai probit pada ekstrak bawang dayak 8,840 µg/ml, ekstrak daun sirih 0,222 µg/ml, dan kombinasi 2,999 µg/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat nilai probit antara kombinasi ekstrak yang diduga berpotensi terhadap sel antikanker terhadap artemia salina menggunakan metode BSLT. Berdasarkan penelitian tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji sitotoksik ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih menggunakan metode berbeda.